Sampai Akhir Nanti

Sampai Akhir Nanti
episode 92.Dokter kandungan.


__ADS_3

"Aku pamit, Kak. Asalamualaikum. "


"Walaikumsalam."


Keempat orang itu melangkah meninggalkan ruang tamu rumah Renata.Bima melajukan Mobilnya. Sedangkan Andika dan Khalista masih saja berdiri dipinggir pintu mobil masing-masing.


"Kenapa masih berdiri? Kau menunggu adegan ciuman kening? " ucap Andika, sambil tersenyum tipis. Khalista membelabakkan matanya kemudian masuk kedalam mobilnya. Andika mendekat dan meminta Khalista membuka jendela mobilnya. Khalista membuka kaca jendela, Andika berjongkok kemudian menatap khalista.


"Besok ada waktu? " tanya Andika. besok adalah hari minggu dan tentunya khalista tidak bekerja.


"Biasanya aku ke Mol dihari minggu," ucap Khalista santai.


"Luangkan waktu untukku. aku akan mengajakmu kerumah. " ucap Andika lagi. Khalista memandang kearah Andika.


"Untuk apa? "


"Bertemu ibu, aku akan mengenalkanmu padanya. "ucap Andika, Khalista tersenyum.


"Kenapa harus kenal dengan ibumu?"


"Kau lupa kita sedang menjalankan misi?kau menurut saja. "


"Sebenarnya misi apa yang kau jalankan? seharusnya kau juga memberi tahuku jalan ceritanya." ucap khalista.


"Sudahlah, jangan membantah. besok aku akan menjemputmu jam 08.00 pagi. okey. " ucap Andika kemudian menuju kearah mobilnya.Khalista melajukan mobilnya diikuti Andika dibelakangnya.


🤗🤗🤗🤗🤗🤗


Disebuah rumah sakit Bima dan Zahira sudah duduk berdampingan. seorang Dokter wanita sekitar 35 Tahun duduk di depan mereka.dokter itu memperkenalkan dirinya bernama Dewi.


"Jadi usia kandungan Bu Zahira memasuki 16 minggu. itu artinya sudah masuk kepada trimester kedua.Pada trimester kedua, janin banyak mengalami pertumbuhan dan panjangnya antara 3 sampai 5 inci. " ucap Bu Dewi.


Zahira dan Bima tersenyum. kemudian Bu Dewi Meminta Zahira berbaring diatas kasur. menyibak baju gamis Zahira dan memberikan jel diperut Zahira. ketiganya mengamati layar yang menampakkan makhluk kecil disana. Bima tersenyum tipis dia benar-benar takjub melihat buah hatinya disana.


"Memasuki masa kehamilan trimester kedua, Bumil disarankan untuk mengonsumsi makanan dan minuman yang kaya akan aneka nutrisi.seperti zat besi, folat, protein, kalsium, magnesium, dan vitamin D. supaya ibu dan bayi sehat."ucap Bu Dewi kemudian menutup kembali perut Zahira. mempersilahkan lagi Zahira ke tempat duduk.


"Alkhamdulilah, kondisi janin begitu baik,detak jantung dan posisi juga sangat baik. jika Bu Zahira Mengalami gejala mual dan sebagainya di trimester pertama. maka di trimester kedua akan berkurang dan Bu Zahira akan merasa lebih sehat."ucap Bu Dewi.sambil memberikan beberapa vitamin pada Zahira.


Zahira tersenyum dan memandang Bu Dewi.


"Tapi saya tidak mengalami gejala kehamilan Bu, suami saya yang mengalami nya."

__ADS_1


Bu Dewi tersenyum dan memandang Bima sekilas.


"Semoga cepat membaik pak Bima.ini sudah melewati trimester pertama" tukas Bu Dewi. Bima mengangguk pelan.


"Ada yang ditanyakan?"tanya Bu Dewi.


Zahira menggeleng, berbeda dengan Bima yang tampak menyimpan sejuta pertanyaan di benaknya.


"Maaf Dok, dari pada saya penasaran saya mau bertanya."Bima melirik Zahira, tersenyum kaku, kemudian memandang Bu Dewi.


"Iya, apa yang ditanyakan. pak? "


"Apa masih boleh kami menyatu? "tanya Bima malu, Zahira tampak mengernyitkan dahinya.


"Menyatu? "tanya Bu Dewi penuh tanya. Bima menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Melakukan Bu, masak begitu saja tidak paham."Ujar Bima sambil nyengir kuda. Zahira membelabakkan matanya. merasa malu didepan Bu Dewi.Mendengar ucapan Bima,Bu Dewi tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"Boleh saja melakukan,asalkan dengan batas wajar. kehamilan bukan sebuah penghalang bagi ibu hamil untuk berhubungan intim dengan pasangan.Hubungan  intim aman dilakukan selama kondisi kandungan ibu sehat dan kuat." ucap Bu Dewi sambil memberikan buku KIA pada Zahira.Bima mengangguk. Zahira melirik suaminya.


"Masih ada yang ditanyakan lagi? "tanya Dokter Dewi.


"Kira-kira berapa hari dalam seminggu ya Dok?"tanya Bima, Zahira memelototinya. Bu Dewi hanya tersenyum tipis.


"Kalo begitu kami pamit dulu Dok,trimakasih atas pelayanan nya."


"Sama-sama, Nona, Tuan.semoga lancar selalu sampai melahirkan."


"Amin..."! Zahira dan Bima beranjak dari duduknya. kemudian berjalan beriringan menuju mobilnya.Bima tampak tersenyum-senyum memandang Zahira kemudian membuka pintu mobil untuk istrinya.


"Kenapa tersenyum? "tanya Zahira.


"Hanya bahagia. apa tidak boleh? "ucap Bima, kemudian berjalan kearah kemudi nya.duduk disana dan melajukan mobilnya.


" Kenapa bertanya seperti tadi? "


"Aku hanya ingin tau saja.tadinya aku pikir aku tidak boleh melakukannya. tapi sekarang aku sudah faham." Bima tersenyum.


"Kau harus memberiku hadiah, karna aku sudah memperbolehkan mu menemui Reyhan."lanjut Bima.


"Hadiahnya batal. "sahut Zahira.

__ADS_1


"Kenapa begitu?'tanya Bima.


"Bukankah mas tidak percaya, tadi kau menganggapku pembohong,lalu untuk apa meminta hadiah dari pembohong? "


"Bukanya kamu sudah memaafkan ku? kenapa masih berkelanjutan sampai sekarang? "


"Aku memang memaafkan mu, tapi aku tidak jadi memberi hadiah. Sebaiknya nanti malam kamu tidak tidur disampingku. "


"Kenapa begitu? aku harus tidur dimana, Sayang? "tanya Bima. Zahira hanya diam saja. sampai beberapa menit kemudian mereka sampai di apartemen. Zahira membuka pintu mobil,berjalan kedalam rumah.Bi Ani dengan siaga membuka pintu dan mempersilahkan majikannya masuk.


" Selamat malam Non,Tuan."


"Malam Bik. "


"Bibi sudah masak? "tanya Zahira pada Bi Ani, sedangkan Bima melenggang ke kamar.


"Sudah Non. " jawab Bima Ani.


"Bibi sudah makan? "tanya Zahira lagi.


"Belum Non,"


"Bibi makanlah.aku masih kenyang. Nanti mas Bima biar aku yang buatin."


"Tapi Nona, nona harus banyak makanan yang bergizi. Supaya janinnya sehat."


"Trimakasih Bik, rasanya masih kenyang sekali. nanti aku juga makan Kalau merasa lapar."


ucap Zahira, Zahira melenggang pergi ketika Bi Ani sudah meninggalkan ruang tamu. Zahira membuka pintu kamarnya.kemudian merebahkan badanya diatas tempat tidur. setengah hari keluar membuatnya merasa lelah. zahira mengusap perut buncit nya,tersenyum tipis. Tak lama dari itu Bima keluar dari kamar mandi sudah dengan baju santainya tersenyum memandang Zahira.



"Mandilah, aku sudah menyiapkan air hangat untukmu. setelah itu kita sholat isya berjama'ah."ucap Bima.


Zahira menoleh, kemudian duduk. Zahira melepas hijabnya,Zahira menggeleng pelan. mengibaskan rambut panjangnya. Bima memandang istrinya.sudah 7 bulan pernikahan Bima masih saja merasa terpesona saat melihat istrinya tanpa penutup kepala.dengan gerakan cepat Zahira mengikat rambutnya keatas, tampak leher jenjang yang menggiurkan. berhiaskan kalung indah yang bertengger disana.berberapa helai rambut berjatuhan menambah kecantikan seorang Zahira.


" Kamu terpesona, Mas? "ucap Zahira ketika melihat tampang Bima yang menggemaskan. Bima tak menghiraukan ucapan Istrinya, Bima mengalihkan pandangannya. ia pun menyiapkan peralatan sholat, Zahira mengambil piama tidur dan menuju ke kamar mandi.sengaja dia melewati Bima dan membisikkan sesuatu di telinganya.


"Jangan sungkan, mengaku saja. dari dulu Aku memang mempesona, Tuan Abimanyu." Zahira tersenyum tipis, kemudian berjalan meninggalkan Bima. Bima mengusap kepalanya yang tidak gatal, tersenyum memandang punggung indah istrinya yang mulai menghilang di balik pintu kamar mandi.


20 menit berlalu, Zahira keluar dari Kamar mandi, sebentar ia menyisir rambut didepan kaca. setelah itu segera meraih mekena dan sholat isya berjama'ah bersama dengan suami tercinta.

__ADS_1


😀😍😍😍😍😍😍😍


Selamat membaca.semoga terhibur.. 😍😍😍😍Aku lope kalian readers yang budiman. 😍🤗🤗🤗🤗🤗


__ADS_2