Sampai Akhir Nanti

Sampai Akhir Nanti
episode 58..Isi hati Bima.


__ADS_3

Zahira membuka matanya, ia melirik jam yang menunjukkan pukul 04.30..Zahira tak menemukan Bima disampingnya, Zahira beranjak dari ranjangnya, iya melihat Bima di balkon kamarnya, membicarakan sesuatu dengan seseorang,dari handphone nya, Zahira tak mendengar nya.Bima telah selesai berbicara iapun kembali ke dalam kamarnya. Bima terkejut mendapati Zahira diambang pintu.


"Sayang.. kau sudah bangun? "


"Iya,, aku mau mengambil wudhu, apa mas sudah sholat? "


"Belum, kau Ambilah wudhu dulu, aku akan menyiapkan mekena mu"


Bima melenggang pergi, Zahira menghela nafas, memandang punggung suaminya yang semakin menjauh dari pandangan nya.


"Siapa yang menghubungi sepagi ini"


tanya batin Zahira, Zahira segera kekamar mandi iya membersihkan dirinya, 15 menit berlalu Zahira tampak segar setelah mandi, Bima segera bergantian masuk.Zahira menunggu sambil membaca ayat suci. Tak lama dari itu Bima keluar, mereka pun menjalankan ibadah sholat subuh berjamaah.


Setelah selesai,Zahira menyiapkan Baju kerja Suaminya, tak lupa juga iya membantu Bima memasang dasinya.Zahira masih berdiam, fikiran nya melayang, memikirkan tingkah aneh Bima tadi pagi.


"Tadi mas menelfon siapa? Kenapa pagi pagi sekali? "


tanya Zahira, iya tak kuasa menahan gejolak dihatinya.


"Teman"


"Teman? "


"Iya,apa kamu mencurigai ku? "


" Apa aku tidak boleh curiga?"


"Apa keyakinan mu padaku sudah luntur? "


"Mas, aku bertanya, kenapa balik bertanya? "


"Jangan berfikir terlalu jauh,ayo kita turun.. pasti mama dan papa sudah menunggu"


Bima meraih pinggang Zahira, mereka berjalan bersama.


"Selamat pagi sayang,,, " Sapa mamanya sambil tersenyum, Zahira dan Andika tersenyum. Aqila juga baru muncul iya duduk di sebelah Zahira.


"Pagi semuanya"Sapa Aqila.semua tersenyum menyambutnya.Zahira mengambil sarapan untuk suaminya, kemudian mengambil untuk dirinya sendiri, Aqila melakukan hal yang sama. mereka menikmati sarapan pagi dengan hikmat.


" Aku berangkat dulu sayang "


Ucap Bima, Zahira mengangguk, dan mencium punggung tangan suaminya, Bima pamit pada kedua orang tuanya juga Aqila, kemudian melenggang pergi menancap gas mobilnya.


"Kakak,,, apa kau ada acara hari ini?"

__ADS_1


Tanya Aqila pada Zahira, Zahira menggelengkan kepalanya.


"Aqila, kakak mu masih harus istirahat, jangan mengajaknya jika mengakibatkan kakak mu kelelahan"


"Apa an sih ma, aku hanya mau mengajak kak Zahira keluar sebentar, aku janji deh tidak akan membuat kakak kelelahan"


Mama dan papanya hanya menggelengkan Kepala nya, Pak Alek sudah tampak rapi, beliau pamit kemudian melenggang pergi.


"Mau mengajak kakakmu kemana? "


"Aku hanya mau mengajak kak Zahira ke supermarket, kak Zahira pasti bosan sudah hampir 2 minggu kakak tak beraktivitas"


Ucap Aqila, mamanya memandang Zahira, mungkin benar Zahira butuh udara segar, fikirnya,


"Yasudah, pergilah, itupun jika kakak mu mau,


"Kakak mau kan? "


"Iya,,, kakak sudah sehat, nanti sekalian antarkan kakak ke Arjuna group, kakak akan mengantarkan surat resign"


"Resign?


Tanya mama, dan Aqila bersamaan. Zahira mengangguk pelan. mamanya mendekat dan merangkul pundak menantunya.


" Sayang... mama bahagia mendengarnya, mama baru saja mau membicarakan nya dengan Bima, tapi kamu sudah lebih dulu memikirkan nya"


"Usulan dari kakak? wah.. mungkin kakak sudah benar-benar mencintaimu mu kak, jadi kak Bima melarang mu bekerja lagi"


Zahira tersenyum, Mama nya juga tampak bahagia mendengar nya.


"ya sudah ma, kami berangkat dulu, Asalamualaikum"


"Waalaikumsalam, Hati-hati jangan ngebut"


"Siap komandan"


Zahira mengambil berkas resign nya, merekapun pergi menuju ke parkiran dan menancap gas mobilnya meninggalkan area rumah mewahnya.


😊😊😊😊


Di sebuah rumah besar, seorang gadis cantik menatap foto terdahulu, foto yang masih tersimpan rapi didalam lacinya.ia menatap satu persatu foto itu. foto kebersamaan dengan Bima, mantan kekasihnya. air matanya mengalir, kebersamaan 2 tahun, bukan waktu yang singkat, bahkan 1 tahun meninggalkanya tak membuat perasaan yang pernah ada hilang begitu saja.


"Kenapa harus Zahira? jika bukan Zahira, aku akan mudah melupakan segalanya,, aku tak akan menemui nya,.. tapi karna Zahira, Aku bertemu dengannya, aku harus menahan gejolak rasa ini, aku menjaga hati Zahira, kenapa hidup ini begitu menyiksaku,,, kenapa kau menyelamatkan kan ku waktu itu, jika kau juga yang membuka luka lama ini, kenapa Tuhan tidak membiarkan aku bahagia tanpa Bima, aku benci hidupku, kenapa Dia memberiku pilihan yang sulit, kenapa? "


Renata menangis tersedu, ia memeluk lutut nya. bayangan pertemuan dengan Bima beberapa hari yang lalu terngiang difikiran nya.

__ADS_1


Flasback on


Bima menatap Renata dengan penuh Amarah. mereka saling menatap benci.


"Kau pikir, dengan meninggalkan ku, kau berhasil melupakan ku, aku tidak yakin nana"


nana, panggilan sayang Bima padanya, saat itu. Dan sampai sekarang pun Bima masih saja memanggilnya nana.


"Lalu aku harus bagaimana, kau harus tau, Zahira orang yang menyelamatkan ku,karna dia aku masih bisa melihat mu saat ini, lalu apa aku tega menyakiti nya, aku tidak sejahat itu Bima"


Bentak Renata.


"Kau juga harus tau nana, aku tidak mencintai nya, aku hanya mengikuti permainan nya,dia menggodaku, Aku menikahinya hanya karna permintaan orang tuaku, sebenarnya aku hanya ingin kau kembali, dan aku ingin kau juga merasakan sakitnya hatiku, saat kau meninggal kan ku, aku berhasil membuatmu kembali, dan ini saatnya aku meninggalkan nya, dan suatu keberuntungan bagiku, kau juga mengenal nya, jadi rasanya sekali tepuk 2 lalat mati semuanya"


"Jangan sakiti Zahira Bima, aku mohon"pinta Renata. dengan deraian air mata.


"apa yang akan kau berikan, bila aku menuruti kemauan mu? "ucap Bima sinis..


"Apa yang kau mau? "


"Kembali lah padaku"


"Jangan gilaa Bima, aku tidak mau menyakitinya" bentak Renata.


Bima memicingkan matanya, sisi kekejaman nya benar-benar tampak. lalu apa jaminan mu agar aku tetap memperlakukannya dengan baik? "


"Aku tidak punya apa-apa untuk kujaminkan pada mu, perusahaan ku terlalu kecil untuk kujaminkan padamu"sahut Renata.


"kau hanya perlu mengakui bahwa kau masih mencintai ku,, katakan" Bentak Bima, Renata menghela nafas panjang.


"Iya Bima aku masih mencitaimu, tapi aku tidak bisa kembali padamu, aku bukan wanita yang sempurna, aku juga tidak mau menyakitinya."


"Bagus,, Zahira meragukanku, dia tidak mau menemuiku, yakinkan dirinya,, aku mau tau bagaimana hancurnya hatimu ketika meyakinkan orang lain untuk bersama denganku, sedangkan dulu, aku hancur ketika meyakinkan hatiku untuk menikahi orang yang tidak pernah aku cintai, karna orang yang aku cintai meninggalkan ku"


Ucap Bima kemudian melenggang pergi meninggalkan Renata.


flashback off


Renata menangis tersedu, iya benar-benar hidup dalam kebimbangan.


"Apa yang harus aku lakukan, Zahira, maafkan aku jika nanti, kau pun akan tau isi hati Bima sebenarnya, tetapi untuk saat ini aku akan berusaha untuk menjaga kebahagiaan mu. "


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


Bima Benar-benar pusing dengan permainan nya sendiri, diya melakukan peran begitu bagus, meyakinkan Zahira, Andika, papa, mama juga Aqila,bahkan Bima telah merenggut kesucian Zahira,, tetapi kenyataan tadi malam begitu membuanya terkejut.

__ADS_1


😊😊😊😊


happy reading... like,comen, vote dong😍😍😍


__ADS_2