
Zahira dan Aqila sudah merebahkan badannya diatas ranjang king sizenya. Setelah sampai tadi, mereka segera membersihkan diri dan melakukan sholat isyak berjamaah.Zahira terbangun, melihat jam yang menunjukkan pukul 23.15 menit.ia melihat Aqila benar-benar terlelap.
"Aqila,,, bangun. "
Zahira menggoyang kaki adiknya yang terlelap itu. namun, Aqila tidak merespon nya.
"Aqila" Zahira mengulang panggilannya, menggoyangkan kaki Aqila.
"Hemmm,, ada apa sih kak, ini jam berapa?kenapa membangunkan ku kak"
Sahutnya, dengan suara khas bangun tidur. Aqila bangkit, menyandarkan kepalanya di Sandaran ranjang. menatap kakak yang tersenyum.
"Ada apa,kak? "
"Kakak kepengen jagung bakar, ayo kita beli"
Aqila membelabakkan matanya, kantuk yang menyerang hilang entah kemana.
"Astaga kak Zahira! kakak kan bisa minta tolong sama Bi Ani, Kenapa repot-repot membangunkan ku!"
Aqila tampak dongkol, pasalnya dirinya begitu mengantuk. dan waktunya sudah hampir larut.
"Aqila, kakak hanya ingin di temani kamu, bukan Bi Ani atau yang lainya, lagian hanya malam ini saja kamu disini, apa susahnya sih menuruti permintaan kakak"
Zahira, tampak tersinggung dengan ucapan Aqila, dirinya bangkit dan keluar kamar. Aqila merasa bersalah pada kakak nya. ia menepuk kepalanya pelan. iapun bangkit,berlari kecil mengikuti Zahira yang menuruni tangga.
"Tidak biasanya kak Zahira marah seperti ini, Apa iya aku kelewatan" Batin Aqila.
Aqila menghampiri Zahira yang berjalan, Hati Aqila berdesir manakala melihat Zahira menangis, Aqila berhenti tepat didepan Aqila, Kemudian memeluk erat Zahira.
"Maafkan Qila, Kak.Iya Qila temenin, tapi kakak jangan menangis lagi, Aqila bisa dicincang Mama dan Papa nanti"
Zahira hanya diam, Kakak yang biasanya sangat dewasa dan penyabar,entah mengapa bisa marah dan melow seperti itu.
"Iya, terimakasih Aqila, maafkan kakak, seharusnya kakak tidak mengganggu istirahat mu"
"Apa ada lagi yang kakak minta, selain jagung bakar? aku tidak mau kakak membangunkan ku untuk yang kedua kali"
Tanya Aqila, Zahira menggeleng. Mereka berdua berjalan kearah depan gang, memang penjual jagung itu berdagang sampai tengah malam.
"Bang jagung, 2 saja"
"Iya Neng,ditunggu sebentar, kok belum tidur Neng"
__ADS_1
Tanya Pak haris, penjual jagung bakar tersebut.
Sambil membolak-balikan jagung bakarnya.
"Iya Bang, bangun-bangun kepingin jagung ini tadi, Apa sudah mau pulang Bang?
" Iya Neng, Alkhamdulilah sudah habis, Neng Zahira yang terakhir,,, ini neng jagungnya "
ucap Pak harus sambil menyerahkan jagung bakarnya.
"Terimakasih Bang, kembali nya untuk Abang aja, untuk Asna dirumah"
ucap Zahira sambil menyerah kan uang seratus ribuan. Asna adalah Anak bang Haris yang biasanya ikut berdagang.
"Terimakasih Neng Zahira"
"Iya, Sama-sama Bang"
Aqila dan Zahira berjalan kerumah, setelah sampai didepan televisi Zahira duduk, Aqila mengikuti kakaknya, Zahira memberikan jagung bakar kepada Aqila,Aqila mulai memakannya.ia membelabakkan matanya, lidah nya begitu antusias merasakan jagung enk itu.
"Kak, kok enak sekali sih, tadinya aku pikir rasanya amburadul"
Aqila menikmati jagungnya, sedangkan Zahira hanya melihat jagung didepannya dan tidak berselera memakannya.
"Kamu makan aja punya kakak, kakak sudah tidak minat, kakak pengen buat nasi goreng, kakak kedapur dulu ya"
"Tadi aja, nangis-nangi, minta ditemani beli, udah didepan mata,malah g mau makan.Sekarang malah sibuk bikin nasi goreng, sebenarnya apa sih yang dia mau? aneh, apa ia kak Zahira hanya mengerjai ku, entah lah yang penting aku makan aja jagung lezat ini"
Aqila menggerutu, menerka-nerka sesuatu yang sebenarnya tidak bisa dijangkau oleh fikiran nya.
ππππ
Pagi Hari menyapa,jam menunjukkan pukul 07.30.Zahira sudah rapi. Acara nanti mulai pukul 11.00 siang. Zahira duduk didepan kaca riasnya. netranya tertuju pada foto pernikahan yang ia letakan disana,ia mengambil foto itu, memeluk erat dalam dekapan nya, Entah ia tidak bisa menepis rasa rindu yang membuncah dihatinya, rasa sesak semakin menyiksa hatinya, air matanya mengalir, Zahira memejamkan matanya.
"Apa kamu baik-baik saja mas Bima? Apa kamu tidak merindukan ku? Kenapa tidak mencoba menghubungiku lagi? "
Zahira semakin memeluk erat foto itu, Hari ini adalah jadwal Bima pulang, Sedikit berkurang rasa rindu yang menyesakkan dadanya, ingin cepat waktu berlalu hingga melihat Bima didepan matanya.ia ingin segera menunjukkan sesuatu yang nantinya akan membuat Bima bahagia.
Zahira menoleh kearah ranjang, Adik ipar nya itu masih susah sekali dibangunkan, bahkan sudah dari subuh Zahira membangunkannya.
Zahira Beranjak dari duduknya, mencoba membangunkan Aqila, kemudian menggoyang-goyangkan kaki Aqila.
"Aqila,, bangun, hampir jam 8 lho,,, cepat persiapan, apa kamu tidak mau ketemu sama pangeran? Aqila.. "
__ADS_1
"Jam berapa sih kak?? "
"hampir jam 8,kamu belum mandi, belum sarapan, belum dandan, mana dandanmu itu lama sekali, mau sampai di restauran jam berapa coba?
" Iya, kak, iya,,, bawel banget sih kak, udah kayak mama aja deh,bawelnya setengah mati, tadinya pengen siang-siangan aja bangunnya, makanya minta tidur disini, ini apa coba, udah malem tidur diganggu, paginya kepagian juga"
Gerutu Aqila, Zahira hanya tertawa mendengar celoteh ria Adiknya, Aqila gadis itu sungguh mengurangi kesedihan Zahira, meskipun sangat bawel, gadis itu begitu baik dan menyayangi Zahira.
"Kenapa tertawa sih kak, kakak bahagia melihat aku menderita? "
"Mandilah, segera ganti baju, lain waktu diusahakan sholat subuh, kamu calon ibu, jadilah ibu yang baik nantinya, dimulai dari diri sendiri, dibiasakan mulai saat ini, oke sayang"
Zahira mengelus lembut kepala Aqila, kemudian pergi meninggalkan Adiknya.Aqila lagi-lagi terpaku dengan nasehat kakaknya, tidak memaksanya, hanya saja mampu menggugah hatinya.
"Setelah rapi segera sarapan, kakak tunggu dibawah"
Ucap Zahira sebelum menutup pintu kamarnya.
"Iya kakak"
πππ
Benar juga kata Zahira, menunggu Aqila mandi, begitu menguras waktu, jam menunjukkan pkul 8.30 tapi Aqila masih saja belum keluar, Zahira mengambil ponselnya, kemudian memanggil kontak Aqila, Tidak lama dari itu Aqila dengan ngos-ngosan duduk di samping Zahira.Zahira sedikit terpesona dengan penampilan Adiknya, jauh lebih imut dari kemarin, dengan gamis warna peac yang menutupi tubuh indahnyaa.
"Kakak pangling lagi? "
Zahira menggelengkan kepala nya.
"Jangan banyak bicara, makanlah, tidak ada banyak waktu untuk meladeni mu"
Aqila hanya nyengir kuda, setelah selesai keduanya segera berangkat, dan menyerahkan pekerjaan rumah kepada Bi Ani.
15 menit berlalu, mereka telah sampai di restoran mewah milik Andika,Karna ini Hari Minggu banyak sekali kolega dan teman bisnis yang menghadiri peresmian ini, Tampak Papa, Mama, juga teman-teman bisnisnya, meskipun belum dimulai sudah banyak tamu yang hadir, menikmati pemandangan indah, dengan konsep islami itu. banyak yang terkagum dengan pemilihan konsep nya, begitu indah dan menentramkan jiwa.
Aqila dan Zahira menemui Mamanya, Mama nya memeluk 2 putrinya bergantian.
"Sayang,, kalian Baik-baik, kan? "
"Iya dong ma, apa Mama merindukan Aqila? "
"ishhh.... kau narsis sekali,Nak"
Ucap Mama nya, Aqila terdiam, sedangkan Zahira menahan tawanya.
__ADS_1
ππππ
Happy readyng,,,,, coba tebak,, apa yang terjadi ketika Bima dan Zahira bertemu??? ππππππππhabis ini ya mereka bertemu,,, tunggu episode selanjutnya, jangan lupa tinggalkan jejak, like, comen, vote , biar autor tambah semangat. πππππ