Sampai Akhir Nanti

Sampai Akhir Nanti
episode 56.Keluarga besar


__ADS_3

"Za,,, aku pamit dulu, aku harus pulang, lain waktu aku akan mengunjungi mu"


"kenapa tidak menginap, atau disini sebentar, biar nanti kak Andika mengantarmu"


"Tidak usah Za, aku bisa pulang sendiri, kau pun masih harus istirahat,weekend aku akan berkunjung kerumahmu"


"Ya sudah. Hati-hati"


"Saya permisi, tuan Bima"


Bima mengangguk, Khalista berlalu, kemudian menuju ruang Keluarga bergabung dengan yang lainya.


"Apa sudah selesai makannya? "


tanya Tuan Alex, Aqila dan Andika mengangguk, Tuan Alex menujukan kepada Bima,Andika dan Zahira beberapa dokumen penting perusahaan.


"Papa sudah tua, dan kalian adalah penerus papa, maju atau tidaknya perusahaan tergantung dari kalian, papa hanya akan mengawasi kalian,"


"Tapi om,, Saya belum siap untuk itu"


"Andika, Anggap aku papamu, kau dan Bima yang akan menjadi pimpinan diperusahaan cabang dan perusahaan utama. jangan berebut kekuasaan, kalian harus bekerjasama"


Andika dan Bima saling mengangguk.


"Kalian harapan papa, kita adalah keluarga besar, jangan pernah runtuh karna pertikaian"


Pak Alex menepuk pundak Bima dan Andika, kemudian melenggang pergi. diikuti oleh mama Tania.


Aqila dan Zahira mendekat kearah Bima dan Andika berada, Aqila merangkul pundak Andika.


"Kak.. dari tadi ku lihat kau mencari sesuatu. apa yang mengganggu fikiranmu? "


Tanya Aqila, Andika tampak terkejut, kemudian menatap Aqila penuh tanya.


"Kau itu sok tau sekali, Aku tidak mencari apapun"


"Apa kakak mencari khalista? "


Celetuk Zahira, Andika tersedak udara,entah benar apa tidak, netranya mencari sosok yang biasanya cerewet, tetapi tampak diam sedari datang hingga sekarang entah kemana.


"Tidak, aku hanya penasaran saja, Biasanya suaranya seperti radio rongsokan.Tetapi kali ini tidak bersuara"


"Khalista baru saja pulang, Apa Kau berniat menyusul nya? "


Tanya Zahira, Andika menggeleng pelan.


"Kau itu tampak kawatir sekali kak, menyusulah,biar tampang jelekmu itu tidak semakin jelek karena khawatir pada kak Khalista"


Sahut Aqila, Andika melemparkan Bantal sofa pada Aqila, Aqila menghindar sehingga ia jatuh tersengkur diatas sofa, gelak Tawa Bima nyaring terdengar, melihat ulah Adik-adiknya, ia menggenggam tangan Zahira, kemudian berdiri menuju kearah tangga,beberapa langkah iapun menoleh kearah Andika.


"Sebaiknya kau menyusul nya, sudah hampir tengah malam, tidak baik membiarkan wanita sendiri berkendara di jalanan"


Bima dan Zahira melangkah,merekapun menghilang dari pandangan Andika.Aqila melemparkan bantal kepada Andika,Kemudian berlari menuju kekamarnya, Andika menghela nafas panjang, kemudian meraih kunci mobilnya.

__ADS_1


👒👒👒👒👒


Zahira membantu suaminya melepaskan jas nya, Zahira sudah berganti dengan piama doraemon yang imut, Bima mengarahkan telunjuknya mencubit mesra pipi istrinya. ia tersenyum menggoda Zahira.


"Mas, kau itu jahil sekali, jangan mencoba menggodaku"


"Bukankah tugasku untuk menggodamu? "


tanyanya sambil tersenyum, Zahira melenggang pergi kemudian merebahkan tubuhnya diatas ranjangnya, Bima mengikuti istrinya dan memeluk Zahira yang memunggunginya.


"Apa kau sudah mempertimbangkan penawaran ku?


" Penawaran? "


"Iya,, '


Zahira memutar balikan tubuhnya, sehingga mereka saling berhadapan. wajah mereka sangat dekat, sehingga membuat jantung keduanya, semakin berdetak cepat.


" Penawaran apa yang mas maksud?"


"Penawaran resign"


Zahira menghela nafas panjang, bayangan masa lalu, dimana dia harus mendapatkan pekerjaan itu melintas difikiran nya, perlakuan herlina yang dulu tidak adil pada nya juga melintas seperti film di otaknya.


"Apa menurut mas aku layak untuk bersenang-senang dirumah, memanjakan tubuhku ini, menjadi nyonya Abimanyu yang tinggal menikmati hasil kerja suaminya saja? "


Zahira melingkarkan tangannya di pinggang Bima, Bima melakukan hal yang sama.


"Kamu memang layak menjadi nyonya Abimanyu, kamu juga harus memanjakan tubuh mu, karna malam harinya setelah aku pulang kita akan bersenang-senang bersama"


"Kamu itu mesum sekali mas"


"Jadi bagaimana? "


Tanya Bima, ia semakin mengeratkan pelukannya, memandang wajah Zahira penuh cinta.


"Sejujurnya aku takut"


"Takut? "tanya Bima. Zahira mengangguk, kemudian menghela nafas panjang dan mengeluarkan perlahan, tangannya terus bergerak memainkan kancing baju Bima.


"Dulu, sebelum aku mengetahui jika aku bukan Anak kandung ibu,, ibu membenci ku, menganggap ku akan merebut apa yang mereka punya, padahal ibu mempersiapkan semua untuk Deren,,,,,,


Zahira menceritakan panjang lebar suka dukanya sehingga mendapatkan pekerjaan, menceritakan betapa susah hidupnya ketika hanya mempunyai fasilitas mobil, dan tidak mempunyai sepeserpun uang didalam dompetnya, karna ibunya meminta kartu tanpa batas darinya. ia juga menceritakan pertemuan yang dengan Arjuna yang membuat nya sebal waktu itu.Bima terdiam ia membelai kepala berjilbab Zahira, perlahan melepas jilbab itu dan mencium puncak kepala istrinya.


" Aku bukan ibumu, yang tega membiarkan mu kesusahan, Aku suamimu, sudah kewajiban ku menafkahi mu"


Zahira tersenyum.


"Aku tau, bahkan mas menafkahi ku sedari belum mencintai ku,, mas menafkahi lahirku, meskipun baru memulai menafkahi batinku"


Celetuk Zahira, Bima mengernyitkan dahinya.


"Kenapa kau itu pandai sekali menggodaku?'

__ADS_1


Bima duduk,menggelitik pinggang istrinya, membuat istrinya tak tertawa dan menggoncangkan tubuhnya.


"Hentikan mas, aku janji tidak akan menggoda mu, iya aku aku akan resign, tapi hentikan geli mas"


Bima tersenyum menang dan menghentikan aksinya, Zahira ikut duduk dan menyandarkan kepalanya didada bidang suaminya.


"Aku akan resign,, "


"Terimakasih sayang, setidaknya aku tau kamu benar-benar mencintaiku, aku kira kamu banyak berfikir karna kamu takut jika harus berjauhan dari Arjuna"


Zahira mengernyitkan dahinya, kemudian menatap wajah suaminya.


"Apa kau cemburu?


" Tentu "


Zahira tertawa,jawaban Bima membuatnya bahagia.


"Aku kira mas akan mengelak, aku tidak ada hubungan apapun denganya mas"


"Tetapi pertemuan mu denganya menggelikan, kau itu galak sekali, seperti pertama kali kita bertemu, aku tidak mau Arjuna masih tersisa dihatimu, dan kau perlu tau,, aku pernah melihatmu tampak mesra ditaman bersamanya"


Zahira tampak berfikir, ia mengangkat kepalanya dari dada Bima.


"Ditaman? " tanyanya.Bima mengangguk.


Zahira berfikir sejenak dan mengingat sesuatu, ia tersenyum jahil dan mengarahkan telunjuknya di pipi suaminya.


"Mas melihatnya?"


"Iya, aku melihatmu menolaknya, tetapi aku tau dia menatap mu penuh cinta, dan aku tidak suka tatapan itu"


Zahira tersenyum, kemudian kembali menyandarkan kepalanya di dada suaminya.


"Aku hanya mencintaimu, waktu itu aku menjelaskan padanya jika aku akan menikah denganmu"


"Iya,, aku tau,,, lantas apa kau benar-benar tidak pernah menjalin hubungan dengan pria lain? "


Tanya Bima, Zahira menggeleng. Bima bernafas lega.


"Aku tidak pernah menjalin hubungan dengan orang lain, tetapi kau harus tau, wanita cantik yang telah menjadi istrimu ini, dulunya adalah idola kampus sehingga banyak yang terpesona dengan ku"


Ucap Zahira dengan kenarsisannya, membuat Bima tertawa renyah.


"Walaupun banyak yang mengagumimu, itu tidak berarti untuk ku, kau milikku, dan selamanya akan begitu"


Bima memeluk erat istrinya kemudian mereka segera tidur, mengarungi samudra mimpi yang indah.


❤❤❤❤❤


Di malam yang sama di tempat yang berbeda, sebuah danau yang indah, namun keindahannya tertutup oleh malam yang sunyi. Khalista menyedekapkan tangannya menahan hawa dingin yang menusuk ditubuhnya. tiba-tiba seseorang memberikan segelas coklat hangat kepadanya. iapun menoleh.


👌👌👌👌

__ADS_1


Hai para resders,,,, semoga terhibur, kasih like dong, komentar,, biar aku tambah semangat 😄😄😄😄


__ADS_2