
"Panggil kakakmu, kemudian kalian berdua keatas, aku akan mengenalkan temanku pada kalian."
Aqila mengangguk, ia tersenyum kepada orang tampan disamping Andika, kemudian melenggang pergi.ia menuju kearah Zahira yang sedang memberikan arahan pada salah satu pegawai di restauran itu.
"Kakak,,,,"
Aqila berlari menuju kearah Zahira, wajahnya penuh dengan senyuman, gembira, sumringah.
"Ada apa? kamu tampak bahagia sekali. "
"Kak ayo ketemu pangeran."
"Pangeran? "
"Iya,,, teman kak Andika kak, dia tampan sekali,, aku meleleh melihatnya, bahkan orang-orang yang mengejarku di kampus tidak bisa menandingi ketampanannya"
Aqila berbicara dengan mengebu, membuat Zahira penasaran juga dengan orang itu.
"Menurut kakak, tidak ada yang menandingi ketampanan kak Bima"
Ucap Zahira, Aqila mengernyitkan dahinya, hatinya berdesir.
"Jika nanti kakak mengetahui pertemuan mereka, apa iya kakak masih akan menyanjung nya" batin Aqila.
"Lupakan kak Bima sejenak,, Ayo ikut aku. "
Aqila menarik tangan Zahira, mengajaknya menuju ke ruang kerja Andika. tanpa mengetok pintu Aqila langsung saja masuk. Andika dan orang itu menoleh, Aqila tersenyum malu, pasalnya Andika dan sahabat nya, membicarakan hal yang penting.
"Maaf mengganggu Kak"
"Duduklah" ucap Andika.
Aqila dan Zahira menuju ke sofa, Zahira dan orang itu saling bertemu pandang, begitu terkejut saat dirinya benar-benar memastikan bahwa orang itu adalah orang yang dikenalnya.
"Ira,, "
"Kak Aksa"
keduannya saling memanggil, membuat Andika dan Aqila mengerutkan kening mereka.
"Kalian saling mengenal? " Tanya Andika.
"Iya, dulu kami sekampus, kak Aksa seniorku"
Ucap Zahira. Aksa hanya mengangguki ucapan Zahira.
"Kenapa dunia sesempit ini, lagian kenapa kau tidak pernah memberitahuku jika mempunyai 2 adik yang cantik dika! "
"Aku rasa tidak perlu memberi tahumu, kasian jika mereka patah hati karna banyak yang mengagumimu"
__ADS_1
Keduanya tertawa bersama, Aqila hanya tersenyum, mencuri pandang kearah Aksa.
"Aksa, ternyata kau sudah mengenal Zahira, aku tidak menyangka sebelumnya. Kau juga harus mengenal gadis manjaku, namanya Aqila, selain manja, Aqila juga baik hati dan humoris"
Ucap Andika, Aqila tampak tersipu, Aksa melirik kearah Aqila, gadis itu begitu imut menurutnya.
"Jadi, aku akan menyerahkan tanggung jawab keuangan di sini kepada Zahira, mungkin tidak bisa setiap hari Zahira mengawasi, namun aku yakin, dibidang ini Zahira sudah menguasai"
Sambung Andika.
"Aku ikut saja dengan keputusanmu dik, aku percayakan padamu,, "
"Terimakasih Aksa, semoga bisnis kita berkembang pesat, dan mendapatkan berkah yang melimpah"
"Amin,, jangan lupa 10 persen dari penghasilan, kita sumbangkan untuk panti asuhan,kita harus berbagi dengan orang yang membutuhkan"
"Siap pak Aksa, aku semakin mengagumi mu, kau itu idaman para wanita"ucap Andika,Aksa tertawa, mendengar panggilan Andika yang disematkan untuknya.
" Berikanlah satu Adikmu untukku"
Celetuk Aksa, Zahira dan Aqila saling berpandangan, Aqila tampak merona, Zahira hanya tersenyum melihat wajah merah Aqila.
"Ambil saja Aqila,.. "
Ucap Zahira, Aksa mengernyitkan dahinya Kemudian melirik gadis imut disamping Zahira.Andika tertawa, mendengarkan ucapan Zahira.Aqila benar-benar malu melihat tingkah konyol kedua kakaknya.
"Apa zahira sudah ada yang punya? "
"Sudah kuduga, mana mungkin gadis seperti Ira lama melajang,beruntung sekali orang yang mendapat kan cintamu, Ira"
Aksa memuji, Zahira hanya tersipu.
"Kamu itu berlebihan kak, sudah sewajarnya wanita Dewasa sepertiku sudah menikah"
"Aku jadi penasaran, lelaki seperti apa yang pandai merebut hatimu, kau selalu menutup diri waktu itu, banyak yang mengharapkan, akupun termasuk dari mereka waktu itu''
Ucap Aksa,ia tertawa, lelaki itu sungguh tenang, humoris dan hangat pembawaannya. Andika dan Aqila ikut tertawa mendengar ucapan Aksa.
" Jangan ditanya lagi, Suaminya sungguh memikat hati, Aksa.tak akan tergantikan walaupun seribu cara kau kerahkan"
Andika menyahut, Zahira hanya tersipu. Aksa menganggukkan kepalanya.
"Iya, dia memikat hatiku, menyakiti dan juga menyiksa hatiku" batin Zahira.
"Semoga aku berjodoh dengan Aqila, sisakan dia untukku"
Celetuk Aksa, sukses membuat wajah Aqila merona merah.
"Jangan menggodanya, dia masih kuliah, bukankah banyak stok wanita yang mengejarmu, kenapa masih saja bingung"
__ADS_1
"Andika,aku tidak menggoda adikmu, mana tau kami berjodoh, bukankah jodoh ditangan Tuhan, mungkin bisa saja aku pacaran dengan a, b, c, mana tau jodohku Aqila"
Celetuk Aksa, Aqila benar-benar merona, ia memandang Zahira yang terus tertawa mendengar ucapan Aksa.
"Aqila jangan dengarkan dia, kau bisa gila Meladeni nya, dia itu begitu manis pada wanita, tapi tak satupun yang diseriusinya"ucap Andika. Aqila hanya tersenyum tipis.
"Jangan menjelekkan ku Dika, aku hanya mencoba berbaik hati pada semua orang, aku tidak bermaksud menggoda mereka, mereka saja yang berlebihan menganggapku"
Elak Aksa, Andika mengangguk, berbicara dengan manusia seperti Aksa tidak akan ada habisnya, pembawaannya yang humoris mampu membuat orang bahagia, selain itu dia begitu baik dan perhatian, mungkin dari situlah banyak wanita yang salah sangka terhadap kebaikannya.
"Ya sudah, aku harus pergi,, sampai jumpa besok"
Aksa bangkit dari duduknya, menjabat tangan Andika, namun ia hanya mengatupkan kedua tangannya didepan dada kepada Zahira dan Aqila.kemudian melenggang pergi.
"Aaaaaaaa"
Aqila berjingkrak kegirangan, Andika dan Zahira memandang adiknya dengan heran.
"Aqila,,, apa yang kau lakukan"protes Zahira.
" Kak,, kak Aksa manis sekali, aku jadi meleleh "
"Dengarkan kak Andika, kau masih kuliah, jangan bertingkah yang aneh-aneh"
"Iya kak, aku kan hanya mengagumi nya saja, dasar manusia dingin, tidak bisa apa melihatku bahagia"
Aqila menggerutu,ia mengerucutkan bibirnya.Hatinya dongkol mendengar peringatan keras dari Andika.
"Kak Zahira, Aku menginap di apartemenmu ya, Kakak kan sendiri, lagian besok aku juga libur. "
"Iya,, ide yang bagus, kakak tidak kesepian malam ini, lagian sudah malam juga, tidak baik malam-malam pulang sendiri"
"Oke Kak, memang hanya kakak yang mengerti diriku,, ayo kita pulang"
Zahira tersenyum, Aqila meninggalkan restauran, Andika mengangkat bahunya. menggelengkan kepalanya, tingkah Aqila memang kekanak-kanakan bagi Andika.
👌👌👌👌👌
Bima mengemasi semua barang-barangnya, memandang sebuah kalung indah, yang dibelinya tadi pagi, ia sengaja membawakan hadiah untuk Zahira,berharap istrinya bahagia dengan hadiah pemberiannya, ia menyadari kesalahannya,10 hari ini dirinya benar-benar mengabaikan istrinya, wajar saja Zahira marah padanya. Bima mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya, mendongak keatas melihat langit-langit hotelnya.
Aku tau,
Aku banyak sekali melukaimu. bahkan dari kita menikah, tak sedikitpun aku membahagiakan mu,kamu selalu sabar menghadapi ku, menghadapi segala keegoisan ku, bahkan sampai saat ini, kamu masih mampu menghadapi sikapku, Zahira.
Entah terbuat dari apa hatimu, bagaimana bisa aku mengkhianati cinta tulus mu, aku salah menemuinya tanpa seizin mu, jikalau aku meminta izinmu, pasti kamu akan mengizinkanku.mengizinkan aku meyakinkan perasaanku, menyelesaikan urusan masalalu ku. Aku mencintaimu Zahira,betapa bodohnya aku, kemunafikan diriku, berkata aku tidak mencintaimu tetapi aku merasa sakit bila mengatakan itu.
Zahira sayang, aku mencintaimu benar-benar mencintaimu, Maafkan aku.
Tulis bima diatas kertas, dan menyelipkan di dalam hadiah untuk istrinya.
__ADS_1
😍😍😍😍😍