Sampai Akhir Nanti

Sampai Akhir Nanti
episode 96.Ziarah makam


__ADS_3

Tetesan Air mata mengalir dipelupuk mata Zahira. Mandangi 2 makam yang berjejer bertuliskan nama David Kusuma dan Zahwa Kusuma. Orang Tua yang tak sempat bertemu denganya,orang tua yang mengorbankan nyawa untuk melahirkannya ke dunia.


Mereka menaburkan bunga diatas makam yang sudah 23 tahun lalu ada. Zahira bertubi-tubi melafadkan doa, mengirimkan doa untuk kedua orang tuanya.Zahira mengusap perutnya. Bima memegangi pundak istrinya.


"Terimakasih telah mengandungku, melahirkan ku ke dunia ini. Mama Zahwa."ucap Zahira.


Air matanya mengalir deras, Zahira membenamkan wajahnya di dada bidang Bima. Bima penuh sabar mengusap pundak istrinya, mencium kening menguatkannya. Andika terharu, bahkan 2 kali berkunjung sebelumnya sendirian tak seharu ketika melihat tangis Adiknya pecah.


Andika mengusap setitik air mata dipelupuk matanya. Dunia boleh memisahkan raga mereka sedari kecil, tetapi tidak dengan hati. walaupun 23 tahun berpisah. pada akhirnya mereka bersama, meskipun ayah dan ibunya telah terkubur tanah sekalipun.Andika mendekati Zahira, Bima sedikit bergeser memberikan tempat untuk 2 saudara saling menguatkan. Andhika mendekap Adiknya dengan kasih mengusap pundaknya dengan sayang.


"Kau boleh menangis, tapi ingat kita juga harus bersyukur. kita dipertemukan, dan itu nikmat Tuhan yang tidak terkira. jangan pernah menyesali kehidupan. Papa dan Mama sudah tenang disana.Adikku."Andika mencium kening Zahira, Airmatanya tidak bisa ditahan lagi. merembes tak terkira.


" Kita harus saling menjaga, saling mendukung dan saling berbagi. Kau juga sudah bersuami, berbahagialah dengan suamimu kakak selalu merestui mu."😢😢😢😢ucap Andika.


Zahira semakin terisak.mengeratkan pelukanya.


"Kakak juga harus selalu bahagia."ucap Zahira.


Pemandangan itu membuat Khalista terharu, pasalnya dia mempunyai Ayah dan ibu sambung tetapi hidupnya sama seperti anak yatim piatu.


setelah waktu menunjukkan pukul 16.00 Mereka memutuskan untuk pulang.


"Zahira, Kamu bilang ada yang ingin kamu bicarakan,ada apa? "tanya Andika setelah membersihkan tangan di depan makam. Sedangkan Bima sudah melangkah memberikan waktu kepada kakak beradik itu saling berbagi.


"Lain waktu aku akan menghubungi kakak,ini sudah sore istirahatlah, Kak.Kasihan juga Khalista lama menunggu.Aku juga mau mampir ke rumah Ayah. "ucap Zahira.


"Okey, lain waktu kakak akan mengunjungi mu." jawab Andika.Zahira tersenyum mengangguk pelan.


"Terimakasih waktunya, Kak. "


"Sama-sama.Akan selalu ada waktu untukmu, Nona.Aku pamit dulu."ucap Andika.Zahira mengangguk.


mereka berpisah menuju kemobil masing-masing. Andika mengantarkan Khalista pulang sedangkan Bima dan Zahira menuju ke rumah ayah dan ibu Zahira.


😍😍😍😍😍😍


Andika memasuki rumah.Bu Marni seperti biasa menunggu putra kesayangannya didepan TV. Andika menghampiri ibunya, duduk disebelahnya.


"Ibu." sapanya.


"Darimana saja? Apa begitu tidak berharganya ibu. sehingga kamu pergi begitu saja saat ibu ingin Kamu tetap tinggal? " ucap ibunya penuh dengan kekecewaan. Andika memandang ibunya.


"Maaf, Bu.! ucapnya.


" Jangan hanya karna wanita itu kamu berubah."ucap ibunya lagi.


"Aku tetap Andika yang sama, tetap menyayangimu."jawab Andika.

__ADS_1


"Kamu bilang menyayangi ibu, tetapi lebih mementingkan dia, begitu? bentak ibunya. Andika hanya memilih diam.tidak mau memperkeruh keadaan dengan menjawab ibunya.


"Andika, apa kamu tidak bisa menjelaskannya? kenapa diam saja?"bentak ibunya lagi.


"Aku tidak ingin ribut, Bu.aku menghormati mu.Aku yang menjemputnya tidak mungkin aku membiarkan dia pulang sendiri"ujar Andika.


" Kamu mencintainya? tanya ibunya. Andika terdiam.


"Jangan menjelaskan hubunganmu dengan nya, apapun itu ibu tidak berharap untuk mengenalnya."ucap ibunya. Andika Menatap ibunya dengan sorot mata yang tajam.


"Apa yang membuat ibu enggan untuk mengenalnya? dia gadis yang baik.! ucap Andika.


"Ibu sudah bertemu dengannya beberapa kali dan sudah cukup bagi ibu tau tentang dia."ucap ibunya.


"Ibu tidak bisa menilai dia dengan hanya beberapa kali bertemu." ujar Andika. Ibunya memandang Andika.


"Jangan membantah, jauhi dia. Ibu ingin menjodohkan mu dengan Bianca.dia anak yang baik, ibu yakin kau akan bahagia nantinya. "


"Bukankah ibu juga baru mengenal Bianca? Jika ibu mengatakan bisa menilai Khalista dengan bertemu beberapa kali, maka juga sebaliknya. Aku bisa menilainya dengan 2 kali pertemuan. "jawab Andika.Kemudian meninggalkan ibunya yang penuh Amarah.


"Andika, berhenti.selangkah saja kamu melangkah, jangan pernah lagi menganggapku ibumu."


Ucapan Ibunya membuat hatinya sakit, sakit sekali.Apa ini yang Zahira rasakan ketika ibu angkatnya dulu memperlakukan nya dengan kasar? batin Andika. Andika berhenti. menghela nafas panjang kemudian berjalan menuju kearah ibunya, ibu yang merawatnya dengan penuh cinta sedari dia kecil.


"Ibu, apa sebaik itu Bianca. sehingga ibu mampu mengatakan hal yang demikian? " tanyanya.Andika tersenyum memandang kearah ibunya yang jelas sangat menyesal melontarkan kalimat yang begitu menyakitkan.


"Maafkan ibu, ibu harap kamu mengerti." ucap ibunya, Andika terdiam.


"Satu lagi Andika. Ibu dengar diperusahaanmu membutuhkan karyawan? ibu ingin Kamu merekomendasikan Bianca." lanjut ibunya. Andika menghela nafas panjang.


"Ibu tidak pernah meminta apapun dari mu selama ini, ibu hanya ingin kamu mengenalnya lebih dekat, setidaknya kamu melakukan apa yang ibu minta. "


ucapan ibunya begitu egois di telinga Andika ibu yang selama ini begitu tulus dan lembut. kenapa tampak sangat egois saat ini? tanya batin Andika.


"Aku akan membantunya mendapatkan pekerjaan.Suruh dia datang dikantor besok.! " ucap Andika dengan tegas. Ibunya tersenyum.


"Masih ada yang ingin ibu bicarakan? " tanya Andika.


"Sudah, itu saja. terimakasih. ibu sangat senang mendengarnya."


Andika melenggang pergi menuju kamarnya. memikirkan sesuatu yang mengganjal menurutnya.


😊😊😊😊😊😊😊


Khalista menyandarkan tubuhnya di sandaran ranjangnya setelah sholat isya. Mengingat Andika membuatnya tersenyum senyum sendiri. Namun mengingat ucapan ibu Andika membuatnya sedikit berdesir.


"Kenapa aku masuk kedalam urusan Andika sedalam ini. Kenapa aku menerima permintaan nya untuk menjalankan misinya?Tuhan...permainan macam apa ini? kenapa aku menerima Andika. sedangkan aku menjaga jarak dengan semua lelaki? kenapa dengan diriku?"

__ADS_1


Gerutu hati khalista.


tring


Suara ponsel Khalista menerima pesan. Khalista membukanya.


Sedang Apa? ###Andika.


Khalista tersenyum dan memeluk guling kesayangannya. sesekali membenamkan wajah sumringahnya di gulingnga.


Aku baru saja selesai sholat isya###Khalista.


Kau baik-baik saja kan? ###Andika.


Iya... Apa kau mencemaskan ku Dika? ###Khalista.


Khalista menepuk jidatnya sendiri, mengapa seberani itu membalas pesan pada Andika.


Andika tersenyum melihat balasan dari Khalista.


Iya,, aku mencemaskan mu Sayang. ###Andika.


Khalista tampak merona, ia mengetik kemudian menghapus, mengetik lagi. menghapus lagi. dan begitu sampai pada akhirnya Andika kembali mengirimkan pesan padanya.


Mengetik apa lama sekali, kau ragu untuk membalasku? ####Andika.


Khalista merona, belum sempat mengetik kembali. kontak dengan nama Sayangku melakukan panggilan vc kepadanya. Khalista kebingungan, ia berlari kearah kaca memastikan penampilannya cantik. dan pada akhirnya menggeser tombol hijau. tampak wajah tampan disana tersenyum memandangnya.


Ada apa?## tanya khalista. Andika tersenyum.


Hanya ingin memandang wajahmu sebelum tidur, apa tidak boleh? ## tanya Andika.


ishhh..... kau itu semakin kesini semakin gombal saja Tuan Andika.## elak khalista.


Hanya padamu saja, aku tidak pernah menggombali orang lain. ###jawab Andika membuat khalista tersenyum.


Selain pandai menggombal, kau juga pandai merayu,tetapi jangan merayuku kau salah alamat. Tidurlah. aku juga mau tidur sudah malam. ####ujar khalista.


Okey, setidaknya aku sudah lega. selamat malam sayang, semoga mimpi indah. ###Andika.


Khalista tersenyum kemudian menutup ponselnya. Khalista tersenyum bahagia dan menenggelamkan badanya dibawah selimut.


Andika tersenyum tipis. Otaknya begitu jernih berfikir.ia merencanakan sesuatu.


😍😍😍😍😍😇😇


Happy reading.... like komen dan vote nya ya jangan lupa 😁😁😁😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2