Sampai Akhir Nanti

Sampai Akhir Nanti
episode 47.kenapa harus kak rena?


__ADS_3

"Zahira"


ucap Bima Dan Renata serempak. keduanya hampir melangkah bersamaan untuk menghampiri Zahira, Zahira menggelengkan kepala nya.dia mengusap air matanya.


"Stop, tetap disitu jangan mendekat, selesaikan masalah kalian, aku akan pergi dulu.."


Zahira membalikan badannya, ia berlari menuju kearah mobilnya, Renata panik ingin mengejarnya, namun Bima menghalanginya.


"Kita harus menyelesaikan hari ini juga"


Bentak Bima.


"Tapi kau lihat Zahira, dia begitu terpukul, aku khawatir padanya, dia mengendarai mobil"


Bentak Renata juga.


"Kita harus menyelesaikan urusan kita Renata"


"Bima, aku tidak ada urusan lagi dengan mu, urusan kita sudah selesai saat aku meninggalkanmu, jangan lagi membuka luka lama yang hanya akan menimbulkan penyesalan,,kau sudah menikah,, bahagialah dengan istrimu, jangan mengusik hidupku, aku juga tidak akan mengusikmu, sekarang yang terpenting adalah Keselamatan Zahira"


Renata melenggang pergi, begitu juga dengan Bima, perasaannya campur aduk memikirkan Renata dan Zahira bersamaan.


Zahira terus sama melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, fikirannya melayang menyesali sebuah pernikahan. air matanya mengalir deras.fikiran tentang renata yang mempunyai kebaikan hati, fikiran Bima yang dulunya mencintai Renata dan ia menggoda suaminya itu hingga akhirnya mereka saling mencintai.


"Kenapa harus kak rena, kenapa bukan orang lain saja, aku adalah orang terjahat didunia yang tega mengambil hati mas Bima yang saat itu begitu mencintainya, kenapa aku menggoda mas bima,, mengapa aku jahat sekali... kakak maafkan aku, seharusnya aku tidak melakukannya padamu, aku benar-benar tidak tau kak... "


"aaaaaaaaaaaaaaaaaaa"


Suara teriakan banyak orang yang menyaksikan sebuah mobil mewah menabrak pembatas jalan dan ringsek menabrak pohon.banyak orang yang berbondong-bondong menolong, menghubungi ambulans dan polisi. Bima berhenti ketika melihat banyak kerumunan, ia pun terkejut sekilas melihat mobil disebrang jalan,ia segera turun mendekati ambulans yang sudah hampir menutup sempurna, ia mendekat ia segera naik saat mendapati Zahira istrinya lemah tak berdaya,ia terkejut,Bima terus saja memandang wajah ayu yang kini begitu pucat,karena banyak darah keluar dari dahinya akibat benturan keras. ambulan melaju cepat, Bima menggenggam erat tangan istrinya.setitik air mata membasahi pipinya.

__ADS_1


"Sayang, bertahanlah, maafkan aku yang selalu saja lalai menjagamu, seharusnya aku mengejarmu, memberikan penjelasan bahwa aku tidak akan berpaling meskipun Renata kembali, aku hanya kasihan padanya karna teringat ceritamu, aku hanya butuh penjelasan darinya sayang,bertahanlah"


ujar Bima, 20 menit berlalu mereka sudah sampai dirumah sakit. Zahira dilarikan di ruang ICU, Bima menunggu didepan. Papa, mama, dan Aqila datang berbondong-bondong. mereka mencerca Bima dengan beberapa pertanyaan. bukan lagi pertanyaan, mereka seolah-olah mengintimidasi Bima dan menyalahkan nya.


"Sudah ma,, hentikan, jangan membuat keributan, yang penting kita berdoa sekarang"


ujar Papanya. menenangkan istrinya. tak lama dari itu keluarga Zahira datang, mereka tampak kawatir pada anaknya.


"Bagaimana keadaan putri kita pak Alex?.


tanya ayah Zahira.


" Kita berdoa saja,semoga Zahira baik-baik saja pak hadi"


"Amin, , "


Tak lama dari itu dokter keluar dari ruang rawat Zahira, Bima segera mendekat dan menanyakan keadaan istrinya.


"Lakukan yang terbaik untuk istri saya dok"


"Masalahnya, stok kantong darah yang sama dengan nona Zahira habis, nona Zahira mempunyai golongan darah yang langka, mungkin dari pihak keluarga bisa mendonorkan,nanti segera hubungi pihak kami, saya permisi dulu"


ucap Dokter itu kemudian melenggang pergi, Ayah dan ibu serta deren hanya saling memandang. pak Alek dan bu tania menatap mereka.


"Apa kalian tidak mau mendonorkan darah untuk Zahira?


Tanya pak Alex karna melihat wajah yang ketakutan dari keluarga Zahira. Pak hadijaya mendekat. ia pun menjelaskan perihal kebenaran tentang Zahira.


" Sebenarnya Zahira bukan putri kandung kami, jadi Darah kami berbeda pak"

__ADS_1


ucapnya penuh dengan kesedihan, pak Alex dan bu tania terkejut, mereka saling memandang dan menerka sesuatu. Bima pun juga terkejut, nama Davit nugraha yang disebutkan dalam ijab waktu itu pun terngiang di benaknya.


"Lantas siapa Zahira sebenarnya? bagaimana kita bisa mendapatkan darah untuk menyelamatkannya?


tanya bu Tania, ia begitu antusias menantikan jawaban atas pertanyaannya.


" kami mengadopsi Zahira dari panti asuhan Arrohma 23 tahun yang lalu, Zahira mempunyai seorang kakak lelaki, namun kakaknya sudah terlebih dulu diadobsi, jadi kami tidak mengetahui nya, mungkin kita bisa mencarinya untuk meminta bantuannya "


ujar pak hadijaya, penjelasan pak hadi jaya menambah syok pada diri pak Alex, ia pun runtuh dan terduduk di kursi, Aqila dan bu Tania langsung mendekati dan memberikan sebotol air mineral.


"Papa tenangkan dirimu"


ucap Aqila, Bima mendekat dan duduk disamping Mama nya yang memegangi papanya.


"Apa anda mengetahui nama kakaknya Zahira ayah? , bagaimana kita mencarinya"


Tanya Bima, begitu panik.


"Saya tidak tau nama kakaknya, yang saya tau nama Ayahnya,, namanya tuan Davit nugraha, setelah menitipkan ke 2 anaknya, tuan Davit nugraha yang dulunya donatur tetap di panti itu, tidak pernah lagi kembali kesana"


ujar pak hadijaya,Pak Alex dan bu Tania saling menguatkan, bagaimana tidak, Zahira yang selama ini dia cari ternyata adalah menantunya sendiri yang kini terbaring lemah membutuhkan darah dari saudaranya.


"Ya Tuhan,,, kita harus segera menemukan kakak Zahira"


ucap pak Alex, Bima menghala nafas panjang. ia tak mengetahui cerita lama papanya, yang dia tau hanya kesedihan keluarga nya karna kondisi Zahira.


"Biar Bima ke panti itu pa" ucap Bima.


"Aku ikut kak, aku akan mengantarmu"

__ADS_1


ujar Deren.dan diangguki oleh Bima. mereka pun bersama menuju panti Asuhan arrohma, yang menempuh 2 jm perjalanan, untuk mencari informasi tentang kakak Zahira.


__ADS_2