
3 minggu berlalu dengan cepat.Saat ini khalista dan Zahira berkutat dengan laptop masing-masing.Zahira berkali-kali memperhatikan beberapa dokumen yang berada di file penyimpan monitornya.
"Bagaimana Za?"tanya Khalista.Zahira memegang pelipisnya,memijat dengan pelan pelispisnya.Menyandarkan tubuh lelahnya di kursi putarnya.
"Berhasil.Kita berhasil mengalihkan 80 persen penanam saham mereka beralih ke ZaTa Star."ucap Zahira.
ZATA STAR Perusahaan yang dikendalikan Zahira dan Khalista,perusahaan yang dulunya Bernama ALTA STAR.Perusahaan yang disembunyikan dan Didirikan oleh Mama Tania.Perusahaan itu berkembang pesat dari tahun ke tahun,dan lebih berkembang saat Zahira dan Khalista mendominasi kepemimpinan kerja.
"Bagaimana ,apa ada perkembangan? "Tanya Mama Tania yang tiba-tiba muncul sambil menggendong Bara yang asik dengan mainan ditangannya.
"Respon Baik dari perusahaan yang kita ajak join,Ma.Mereka mau menanamkan sahamnya pada perusahaan Kita dan meninggalkan perusahaan itu."ucap Zahira. Mama Tania Tersenyum.
"Oke.Pasti mereka sudah merasa resah dengan keadaan ini.kita harus bermain lebih cantik lagi,Kita harus tetap menjaga Nama,jangan pernah sekalipun menampakkan identitas kita."ucap Mama Tania.
"Iya Ma..."ucap Zahira dan khalista bersamaan.
🤗🤗🤗🤗🤗
"Shittttt......Kenapa bisa begini????? "Bentak Prayoga yang tampak emosi,sambil melemparkan beberapa berkas pada seorang lelaki yang saat ini sedang memijat pelipisnya.
"Aku juga tidak tau,Pa.Perusahaan ini sangat meresahkan.Namun aku tidak bisa mengakses identitas mereka."ucap Laki-laki itu."ucapnya.
Prayoga memijat pelipisnya,menerka sebuah kesimpulan.Namun,orang suruhanya bilang tak ada pergerakan apapun dari Alexander.Bahkan Bima dan Andika sudah tidak mau lagi mengusik perusahaannya.Prayoga menghela nafas panjang.
"Sebaiknya kau mencari suntikan dana pengganti,sebelum semuanya terlambat.Aku tidak mau tau,lakukan apapun untuk kembali menstabilkan keuangan perusahaan."ucap prayoga kemudian meninggalkan ruangan.
emosi yang mengganggu fikiranya membuat Prayoga membanting kasar pintu ruangan laki-laki yang sekarang menjadi seorang CEO tersebut.
Brakkkkkk
Lelaki yang menjabat sebagai CEO perusahaan itu tampak menggembrak meja,setelah prayoga benar-benar sudah menghilang dari pandangannya.
Mico Aditya Pratama,anak angkat Prayoga yang sedari kecil hidup bersama Prayoga.Salah satu aset besar dan satu-satunya harapan prayoga untuk kedepanya.
Seorang yang sudah dianggap prayoga seperti darah dagingnya sendiri.Mempunyai talenta yang begitu tak diragukan lagi. Sosok baik yang selalu mengutamakan kebahagiaan prayoga,lelaki yang dianggapnya orang tua sendiri.Sehingga setelah 3 tahun berada dinegara P, ia pindah hanya untuk meladeni keinginan papa angkatnya.
Miko menghela nafas panjang,menatap kearah monitornya.Laki-laki yang berusia 28 tahun itu tampak tersenyum saat menemukan angin segar.Mendapatkan informasi tentang perusahaan yang bisa menyuntikan dana kepada perusahaan yang kini mengalami krisis itu.
__ADS_1
Jari jemarinya bergerak lincah diatasi keyboard mengirimkan e-mail kepada perusahaan yang kata temannya mau menyuntikkan dana kepada banyak perusahaan.
Mico tersenyum tipis dan pada saat itu sebuah panggilan masuk. Micho melirik ponselnya dan menampakkan nama Amara disana. Mico enggan mengangkatnya dan berkali-kali juga wanita itu kembali menelponya.Mau tidak mau mico mengangkatnya.
"Ada apa Amara? Aku sibuk bekerja."ucapnya pada Wanita yang menyandang sebagai kekasihnya itu. Wanita yang berasal dari keluarga terpandang yang meminta pernikahan pada sosok Micho.
Amara, wanita cantik itu menggagalkan acara pertunangan yang hampir saja terlaksana antara Micho dan kekasihnya.Amara datang dan mengaku hamil anak dari mico diacara yang hampir saja terlaksana waktu itu.
"Sayang,aku merindukanmu. Aku akan terbang kesana."ucapnya.Mico menghela nafas panjang.
"Jangan menggangguku Amara,aku sibuk tidak bisa meladenimu."ucapnya.
"Sibuk apa? Apa kau sibuk berkencan dengan Mantan kekasihmu itu? "tanya Amara jutek.Mico menghela nafas panjang.
"Lakukan apa maumu, aku sibuk. jangan lagi menelponku."ucap Micho.Mico menutup panggilan Amara.
Micho memejamkan matanya.Setiap matanya terpejam, bayangan Sabrina selalu saja mengiang diotaknya.Wanita cantik yang mencuri hatinya sejak wanita itu masih dibangku kuliah.Wanita yang berstatus sebagai kekasihnya selama 3 tahun.
3 tahun juga sudah berlalu sejak pembatalan acara itu,Namun perasaan yang dia rasakan masih sama.Masih mencintai dan menyayangi Sabrina.
ceklek
"Kalau mukamu masam seperti itu, sudah dipastikan kau itu memikirkan mantan kekasimu."ucap Prayoga.Mico terdiam.
"Lupakan dia."ucap Prayoga lagi.
"Pa, aku sudah meninggalkannya. Apa masih belum cukup? "bentak Micho.
"Kalo diotakmu hanya wanita itu mana bisa kamu bekerja."ucap Prayoga.Mico hanya diam.
"Wanita seperti apa dia,bisa-bisanya membuatmu seperti ini."gerutu Prayoga.
"Papa bahkan tidak mau tau sedikitpun tentang dia waktu itu, papa selalu menolak bertemu dengannya,Papa mendukung Amara untuk menggagalkan acaraku.Dan sekarang papa bertanya seperti apa dia? "cibir Mico.
"Papa sudah katakan padamu, lupakan dia.Papa sudah bilang dari dulu padamu hanya Amara yang akan menjadi mantu papa.Bukankan sudah jelas?"ucap Prayoga.
Mico menghela nafas panjang.Entah bagaimanapun papanya egois,rasa sayangnya begitu besar untuk orang yang mengasuhnya sedari kecil itu.Mengasuh tanpa meminta imbalan.Memberikan kasih sayang tanpa syarat seorang diri.Hati mico yang terlampau baik tidak pernah mau menyakiti hati papa angkat yang menurutnya bagai malaikat.
__ADS_1
"Amara menghubungi papa. dia akan terbang kesini hari ini."ucap papanya.
"Amara sudah mengatakan padaku juga tentang itu."ucap Micho.
"Ya sudah, papa sudah tidak mau membahas lagi tentang mantan kekasihmu itu.Papa hanya ingin Amara memberikan bantuan untuk perusahaan kita."ucap Prayoga.
"Pa,jangan melibatkannya.Mico sudah mendapatkan celah untuk meminta suntikan dana.Mico akan berusaha."ucap Micho. Yang Micho tau,perusahaan yang dikelola saat ini adalah milik saudara tiri papanya yang diambil paksa oleh Alexander dan berhasil direbut papanya kembali.Prayoga menghela nafas panjang.
"Perusahaan mana? "tanya prayoga.
"Info yang Mico dapat namanya ZATA STAR.Mico sudah memberikan external memo untuk menjalin kerjasama lewat e-mail tapi belum mendapatkan respon,Pa.Semoga saja mereka mau bergabung."ucap Mico. Prayoga mengangguk.Mengusap pelan pundak putranya.
"Okey,Papa berharap banyak padamu."ucap prayoga kemudian melangkah pergi.
Mico meraih ponselnya membuka galeri yang terkunci dan menatap wajah imut yang selalu mengisi hatinya.
"
"Sabrina."gumamnya.
"Mungkin sekarang kamu jauh lebih cantik dari ini."ucapnya sambil mengusap pelan foto di galerinya. foto yang tersisa setelah dirinya menghapus segala memori tentang gadis cantik itu,mencoba melupakan dan hatinya selalu mengingatnya.
🤗🤗🤗🤗🤗🤗
Andika yang berada didalam apartemen mencoba menghubungi ponsel istrinya.Dirinya yang pulang lebih cepat dari biasanya tidak menemukan Khalista semenjak tadi didalam apartemen.Andika mendudukan pantatnya,membuka jas yang melekat ditubuhnya.Tak lama dari itu Andika mendapati seseorang membuka pintu dan berjalan kearahnya.Andika segera bangkit dan menatap wanita yang semakin hari semakin Cantik baginya.
Khalista yang merasa gugup karena ketawan keluar menatap Andika dengan senyum canggungnya.
"Sayang,dari mana? "tanya Andika.
"Aku.. aku... "
__ADS_1
🤗🤗🤗🤗🤗
like comen ya sayang... 🤗🤗🤣🤣🤣