Sampai Akhir Nanti

Sampai Akhir Nanti
163.S2


__ADS_3

Andika membuka kancing kemeja Khalista,berniat menggantikan baju yang dipakainya. Khalista yang merasakan sesuatu membuka matanya,menggenggam erat tangan yang kini berada tepat diantara 2 gunung kembarnya. 😂😂😂😂.


"Tolong Dikondisikan Tangan Anda,Tuan Andika Alexander."ucap khalista dengan sorot mata tajamnya.Andika yang sedikit terkejut hanya tersenyum saja. Tangan kirinya mengusap rambutnya yang tidak gatal,menghilangkan rasa gugup yang menjelajahi hatinya.


"Maaf Nona Khalista. Aku hanya berniat baik,aku rasa kamu tidak nyaman dengan pakaianmu yang sejak pagi.Makanya aku berbaik hati untuk menggantikannya."ucap Andika sambil nyengir kuda.


"Terima kasih, Atas perhatian Anda.Tuan Andika yang terhormat."ucap Khalista. Khalista menghempaskan pelan tangan Andika, kemudian duduk disamping Andika.


"Apa aku mengganggu tidurmu?"tanya Andika.Khalista menoleh kearah Andika,kemudian melirik jam dinding yang menunjukan pukul 03.00 pagi.


"Apa kamu tidak bisa berfikir sendiri?Kenapa masih bertanya."geram khalista.Sejujurnya bukan itu yang ada difikirannya. Namun khalista seakan menahan gejolak rasa yang berkecamuk di hatinya.


"Jangan galak-galak kenapa? aku takut... "ucap Andika menggoda khalista, namun Khalista masih saja dengan wajah juteknya,mengabaikan lelucon yang dilontarkan Andika.


khalista menurunkan kedua kakinya,berdiri dan melangkahkan kakinya menuju balkon kamar.Memandang kemerlip bintang yang bersinar terang,Khalista memejamkan matanya.Menetralisir rasa yang tak karuan dihatinya.


"Kenapa menghindariku? "Andika memutar tubuh khalista hingga mereka saling berhadapan.Khalista terdiam.


"Apa kamu takut menghadapi hari esok?kamu takut merindukanku?"tanya Andika.


Khalista mengalihkan pandangannya. itu yang sebenarnya ia takutkan.Takut jika rindu itu menggebu,takut jika harus sakit hati kembali.


Andika menarik wajah Khalista hingga keduanya kembali saling berpandangan.Khalista memejamkan matanya.Menahan air mata yang seakan ingin keluar.


"Jawab aku...Jika kamu takut,maka kita sama. Aku tidak tahan jauh darimu.Apalagi jika kamu sengaja menggodaku seperti ini... mengumbar kancing kemeja yang terbukaseperti itu... "😅ucap Andika.


Khalista membelalakkan matanya,tangannya memukul pelan pundak Andika.Wajahnya merah merona dan segera mengancingkan bajunya kembali.


"Ini ulahmu,kenapa menyalahkanku?"ucap Khalista sambil memberondong pukulan didada Andika.Andika tersenyum dan menahan tubuh Khalista dalam dekapannya.Khalista terdiam,berada diposisi ini membuatnya nyaman.


"Tolong percaya padaku,Aku mencintaimu Nona.Tolong jangan pergi walau sedetik dari hidupku."pinta Andika.Khalista memandang Andika dengan tenang, mencoba memberikan senyuman termanisnya.

__ADS_1


"Aku butuh waktu,Mas.Tolong juga hargai keputusanku.Satu hari saja,seperti kesepakatan kita tadi."ucap Khalista.


"Apa yang akan kamu lakukan dalam sehari jauh dariku?"tanya Andika.lengannya mendekap erat pinggang ramping Khalista.Khalista terdiam.


"Yang pasti kamu akan merindukanku... "ucap Andika.Wajah Khalista merona merah,ia memandang Andika penuh cinta.


"Mungkin,mungkin aku akan merindukanmu..."ucap Khalista.


"Kamu pasti merindukanku.Aku tidak akan membiarkan rindumu untuk orang lain"ucap Andika,Khalista menghela nafas panjang.Andika yang selalu saja seperti ini, membuatnya melayang.Namun kenapa dirinya masih butuh waktu untuk meyakinkan hatinya?Entah,khalista butuh waktu untuk itu,untuk membuang segala prasangka yang berkecamuk didadanya.Andika mengusap pelan wajah cantik Khalista.


"Kamu pernah bertanya Kapan aku jatuh cinta padamu?"tanya Andika,Khalista mengangguk dan memandang wajah Andika.


"Hemmmm...Katamu saat pertama bertemu denganku"ucap Khalista.Andika menatap langit luas, diikuti Khalista yang juga menatap langit luas.


"Sekarang ingatanmu sudah pulih.. aku akan menceritakan kepadamu."ucap Andika.Khalista menatap Andika penuh tanya,Ia begitu antusias mendengarkan ucapan Andika.


"Kapan kita bertemu? "tanya Khalista.


"Ishsss... jangan mengada-ngada.. kita bertemu pertama kali dirumahsakit.ketika Zahira bertemu dengan Bima."sanggah khalista.Andika menghela nafas panjang.Khalista tersenyum kemudian mengusap pelan wajah Andika yang lebam.


"Dirumah sakit pertemuan kedua kita."sanggah Andika.Khalista seakan mengabaikan ucapan Andika.


"Apa masih sakit? aku akan mengompresnya..?"tanya Khalista.Andika diam, menatap Khalista tanpa menjawab pertanyaannya.


"Sempat berebut makanan ringan..lalu memanggilku kecoa.Apa kamu ingat? "tanya Andika.


Khalista memandang Andika dengan senyumannya.Mengalungkan tangannya di leher Andika.fikiranya melayang jauh.Mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu.Khalista memandang lekat wajah Andika.Mengamati setiap sudut wajah Andika yang tampan itu dan membandingkan dengan bayangan orang diingatanya,2 tahun silam.Ya,Mini market pelangi adalah mini market langgananya,tak jauh dari rumahnya.


"Jangan membohongiku... apa iya manusia bertopi dan bermasker itu kamu? "tanya Khalista.


Waktu itu seorang anak kecil terjatuh karena menabraknya,khalista mencoba menenangkannya dengan membelikan beberapa makanan.Khalista mencoba meyakinkan dirinya jika manusia yang sempat berebut makanan itu sekarang ada didepanya.Bahkan saat amnesia dirinya juga memanggil Andika seperti itu.

__ADS_1


"Hemmm.... itu aku,Aku yang terpesona denganmu,aku menanyakan namamu dikasir.Makanya saat pertemuan tak sengaja dirumahsakit aku sudah tau namamu.Bahkan Mungkin Tuhan sudah merencanakan perjodohan kita dengan baik,hingga saat dirumahsakit kita dipertemukan kembali."ucap Andika panjang lebar. Khalista masih diam, terpaku dengan pengakuan Andika.


"Bahkan kamu adalah orang terdekat dari adikku sendiri.Bukankah Tuhan telah merencanakan perjodohan kita dengan baik?"tanya Andika.


Antara percaya dan tidak, hati Khalista mendadak berbunga. Ia tersenyum dan memandang Andika.Khalista mengeratkan pelukan Andika,ia menatap Andika dengan tenang.


"A-ku..."ucap Khalista dengan gugup.


"Aku akan tetap menyetujui kesepakatan kita,yang penting aku sudah menjawab pertanyaanmu.Untuk cinta pertama, mungkin itu tidak perlu aku ceritakan.Karna cintaku sudah terkuras habis untukmu,Nona Sabrina Khalista Bagaskara."ucap Andika sambil melepas pelukannya dan meninggalkan khalista sendiri di balkon kamar.


Khalista menghela nafas panjang,Antara bahagia dan sedih,namun bayangan Bianca yang mempunyai cinta yang sama untuk Andika membuatnya dalam dilema.Khalista mengikuti langkah Andika kedalam.


Tidak terasa,Adzan subuh sudah berkumandang. Khalista dan Andika bergantian membersihkan diri.Kemudian melaksanakan sholat subuh berjamaah.


Andika mengulurkan tangannya kepada khalista seusai sholat dan berdoa,Khalista menyambut uluran tangan suaminya dan mencium punggung telapak tangan Andika.Tangan Kiri Andika mengusap pelan puncak kepala Khalista,ia juga mendaratkan satu kecupan hangat dikening khalista.


Khalista memejamkan matanya.Hatinya selalu tersentuh disaat melakukan momen seperti ini.Damai,bahagia haru semua berkecimpung menjadi satu. Tak terasa air matanya menetes,jatuh di telapak tangan Andika.


"Kamu menangis? "tanya Andika. Khalista menghapus air matanya,melepas uluran tangan Andika.Ia segera melepas mekenanya dan merapihkan kembali.


"Aku hanya menguap, aku ngantuk sekali,Mas."ucapnya. Andika mengangguk. Meskipun yakin khalista menangis,ia memilih untuk diam dan mengikuti keinginan istrinya itu.


Keduanya melangkah bersama menuju kedapur.menyiapkan segala keperluan memasak.Andika mengamati gerak cantik istrinya.menatap gemas kearah wajah yang selalu mempesona disetiap waktu itu.


"Kita akan membuat seblak....apa kamu setuju?"tanya Khalista.


"Aku ikut rencanamu saja,Nona."jawabnya.


"Hemmm... aku rasa itu juga baik untuk ibu.."ucap Khalista.Tangannya dengan lincah memotong sayuran.Netranya melirik kearab Andika yang memandangi dirinya tanpa henti.


"Aduh... "keluhnya.Khalista mencuci tangan yang berdarah karna goresan pisau. Andika terkejut,ia pun melangkah kearah Khalista yang meringis kesakitan.Mengambil alih jari khalista yang berdarah dan menghisapnya. Kedua mata itu saling berpandangan.Detak jantung mereka tak beraturan.Perasaan tak karuan berkecamuk dihati keduanya.

__ADS_1


😊😊😊😊


__ADS_2