Sampai Akhir Nanti

Sampai Akhir Nanti
episode 88.keinginan Bima junior. 1


__ADS_3

Bima berjalan kearah mobil,Zahira mengikutinya dari belakang dan berhenti didepan pintu, Bima melambaikan tangannya dan menjauh menghilang dari pandangannya.Zahira meraih ponselnya melihat foto reyhan disana,beberapa hari yang lalu mereka sempat bertemu, tapi rasanya Zahira begitu merindukan bocah itu.Zahira tersenyum kemudian berjalan kearah sofa. Zahira menekan kontak Bima dan menghubungi nya.


Bima tersenyum, melihat kontak nona galak memanggilnya. ia memasang headset dan memakainya.


"Asalamualaikum sayang, Baru saja 10 menit yang lalu aku meninggalkan rumah, apa kau sudah merindukan ku hem?"tanya Bima, mungkin senyuman menghiasi wajahnya.Nada suaranya begitu lembut terdengar ditelinga Zahira.


"Walaikumsalam Mas, boleh aku keluar?"tanyanya.Bima mengernyitkan dahinya.


" Kemana? apa aku harus kembali untuk mengantarmu? "


"Jangan mas. Kamu jangan banyak meninggalkan kantor,kasian kak Dika.aku bisa pergi dengan taxi."


"Sayang, aku tidak mau kamu kelelahan. kamu mau kemana?, biar aku menyuruh sopir untuk mengantarmu"


"Aku merindukan reyhan. apa boleh aku ke Arjuna group?"tanya Zahira. Bima diam.


" Apa Mas melarang? "tanya Zahira lagi.ia faham jika Bima diam itu tandanya dia tidak baik-baik saja.


"Kenapa meminta izin untuk menemui lelaki lain pada suamimu?jelas saja aku melarangmu Nyonya Abimanyu."tukas Bima.


"Reyhan hanya anak kecil Tuan Abimanyu, apa pantas cemburu padanya?Zahira menyangkal.


"Itu terserah pada pemikiranmu saja,aku harap kamu bisa berfikir jernih! "Ucap Bima ketus dan sedikit membentak.


Mendengar perkataan Bima Zahira terdiam, air matanya meleleh. Hening, sampai pada akhirnya Bima mendengar isak tangis Zahira.


"Sayang, kamu menangis?tanya Bima, Zahira tak menjawab. Bima tampak Kawatir dan mengulang pertanyaannya.


" Sayang, kamu menangis?tanya Bima lagi, Zahira masih terdiam, terdengar Bima disebrang sana menghela nafas panjang.


"Okey,kamu boleh menemui reyhan dengan taxi. Tetapi aku yang akan menjemputmu nanti pulang kerja.sekalian kita kedokter kandungan. kamu mau? "


tanya Bima, suaranya terdengar halus berbeda dengan tadi.Suara itu membuat rasa sesak di dada Zahira berkurang.Zahira tersenyum, menghapus air matanya.


"Sayang, apa kamu masih tidak puas dengan jawabanku?"


"Okey, katakan pada Bima junior, papanya minta maaf karna membentaknya, katakan juga papanya akan memenuhi semua keinginannya."


ucap Bima, sebenernya dirinya ingin kembali dan memeluk istrinya. namun beberapa pekerjaan menunggunya dikantor.


"Mas, maaf aku mungkin terlalu egois. aku tidak akan memaksa. aku akan dirumah saja."


Zahira berucap, keinginan untuk bertemu reyhan sudah tidak seingin tadi.


"Sudah berapa kali aku bilang jangan bersedih, kamu boleh menemui nya, aku yang akan menjemputmu nanti, aku akan memesankan taxi untukmu.Aku tau Bima junior yang menginginkan nya, aku tidak mau nantinya dia ileran.."


ucap Bima panjang lebar. Zahira wanita yang begitu tegar itu tak akan menangis jika hanya itu egonya.Bima begitu menyadari Bahwa ada Bima junior yang menguasai emosi istrinya saat ini.


Zahira tertawa mendengar ucapan suaminya.


" Terimakasih mas, aku akan menghadiahi mu nanti."

__ADS_1


"Oke aku tagih janjimu nanti, sekarang bersiaplah. Aku sudah memesankan taxi untukmu. "


"Terimakasih Mas,Asalamualaikum."


"Walaikumsalam Sayang."


Zahira menutup panggilannya, Bima bernafas lega akhirnya bisa membujuk istri tercintanya, setidaknya tidak bersedih setelah bentakan kecil tadi.


Sudah sedari tadi Bima memarkirkan mobilnya, Bima segera memasuki ruangannya dan mengerjakan tugasnya.


πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—


Taxi online yang dipesan Bima sudah berhenti didepan Rumah, Zahira pamit pada Bi Ani dan segera pergi. beberapa menit kemudian Zahira sampai di Arjuna Group.


"Terimakasih pak."ucapnya sambil menyerahkan selembar uang.


" Ini kembalian nya Nona. "


"Terimakasih pak, untuk Bapak saja.anggap saja rezeki lebih dari Allah"


"Terimakasih Nona."ucap sopir taxi itu, Zahira tersenyum.


Zahira memasuki Kantor yang megah tempatnya dulu bekerja. Banyak orang yang menyapa dan menyambutnya. Zahira tersenyum pada beberapa orang itu,juga menyapa orang yang berpapasan dengannya. Zahira memasuki lift dan menuju ke lantai 35.


"Zahira....! "


Khalista berdiri dari duduknya, menghampiri Zahira yang mengusap perutnya yang sudah tampak sedikit buncit.


"Astaga Zahira,, kenapa tidak bilang saja aku bisa mengajaknya ke apartemen mu."


Khalista mengomel dan mengajak Sahabatnya duduk di ruang tamu.Zahira tersenyum.Khalista memberikan sebotol air putih pada Zahira.


"Minumlah dulu, kita akan keruangan pak juna setelah kau minum.Lihatlah wajahmu sedikit pucat, bisa digantung Tuan galak mu jika terjadi sesuatu denganmu"ucap Khalista. Zahira tersenyum dan meneguk sedikit air mineral.


" Bisa saja kamu itu,Ta.Aku hanya sedikit lelah sebentar lagi juga baikan."


"Keruang pak Juna sekarang? "


tanya Khalista, Zahira mengangguk. merekapun bersamaan menuju ke ruangan Arjuna.


Tok..tok..


"Siang Pak..!


" Masuk.!


Khalista dan Zahira menuju kearah Arjuna, Arjuna tersenyum dan berdiri menyambut 2 wanita itu.


"Duduk, mari duduk Zahira,Khalista....! ucapnya. keduanya duduk, Arjuna juga mengikuti duduk di kursinya.


"Tumben sekali kamu kesini Zahira, apa ada sesuatu? Aku bahagia melihatmu bahagia, kau dan Abimanyu benar-benar pasangan yang serasi."puji Arjuna, Zahira tersenyum.

__ADS_1


"Trimakasih pak Juna.Saya kesini ingin bertemu dengan Reyhan, tetapi dari tadi kenapa tidak melihat nya."


"Reyhan? "


"Ya...! " sahut Zahira,


"Baru saja dia minta pada pak sopir untuk mengantar kerumah Mommy nya. kau sedikit terlambat Zahira."


ucap Arjuna, Zahira dan khalista saling berpandangan. mungkin Zahira sedikit kecewa, tapi kekecewaan tertutup dengan rasa ingin tau yang tinggi dari ucapan Arjuna


"Moomy Reyhan? apa pak juna menikah diam-diam tanpa mengabari kami? "


Celetuk Khalista, jiwa kekepoannya meronta-ronta. bahkan pertanyaan itu juga yang dari tadi mengiang di otak Zahira. Arjuna tertawa mendengar ucapan Khalista. ia memandang 2 wanita cantik didepannya.


"apa kau masih ingat tentang kejadian beberapa bulan yang lalu, Bima bilang pada Reyhan jika aku membawa moommy untuknya?"tanya Arjuna, Zahira mengangguk kan kepalanya. ingatannya tertuju pada beberapa bulan yang lalu.


" Sampai sekarang mereka berteman, Reyhan begitu menyayanginya. kadang aku tidak enak sendiri sering menitipkan Reyhan padanya."keluh Arjuna.


"Kenapa bapak tidak menikah dengannya saja, kelihatannya dia wanita yang baik. "celetuk khalista. Arjuna lagi-lagi tertawa.


" Kau itu tau saja kalau dia baik, bahkan selain baik dia juga cantik."


Arjuna menyandarkan kepalanya diatas kursi kebesarannya.


"Apa bapak curcol pada kami? "


Celetuk khalista lagi, Arjuna mengangkat kepalanya dan memandang 2 wanita yang tersenyum itu.


"Lupakan, Kalian itu selalu saja mencari hal yang tidak nyata,jangan membuat gosip. "


Zahira dan khalista tertawa.


"Apa boleh meminta Alamat nya pak? Sekarang bukan lagi ingin ketemu Reyhan saja, tapi saya ingin sekali bertemu dengan Moommy Reyhan."


Celetuk Zahira. Arjuna berfikir sejenak.


"Bagaimana kau mau kesana? aku takut suami mu akan marah. "


"Pak, suamiku jauh lebih takut jika anaknya ileran, sepertinya dia tidak akan marah."ucap Zahira. Arjuna lagi-lagi tertawa. ia melirik ponselnya dan mengirimkan Alamat pada Khalista.


" Kau itu mengidam atau memanfaatkan kesempatan saja Zahira, kau itu benar-benar aneh."keluh Arjuna.


"Itu alamat nya, kalian bisa kesana. Khalista nanti sekalian antar Reyhan kerumah. ini juga hampir jam 4...aku kasih sedikit waktu luang untukmu."ucap Arjuna.


" Siap pak.! "


"Terimakasih pak, kami permisi."


Khalista dan Zahira segera undur diri.keduanya menuju ke alamat yang diberikan oleh Arjuna. Zahira tampak bahagia. sebentar lagi keinginan nya bertemu Reyhan akan terwujud.


πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—

__ADS_1


Hay reader tercintaπŸ’•πŸ’•πŸ’•... tetap semangat puasanya yukk..... dan jangan lupa like dan comenya ya.. πŸ€—πŸ€—


__ADS_2