Sampai Akhir Nanti

Sampai Akhir Nanti
Episode 61.Akhir dari masa lalu.


__ADS_3

7 hari kemudian


Dibelahan bumi yang sama di negara yang berbeda. setelah membereskan berkas-berkas yang penting,Bima meninggalkan Ruangan meeting, Amel juga memberesi berkas kemudian mengikuti langkah Bima.


"Maaf Pak, saya harus kekamar, apa ada yang bisa saya bantu sebelum saya istirahat ? "


"Tidak ada Amel, istirahat lah, masih banyak pekerjaan untuk besok dan 3 hari kedepan"


"Baik, saya permisi pak Bima"


Amel melenggang pergi, Bima melakukan hal yang sama.Setelah sampai di kamar hotelnya, Bima membersihkan dirinya.beberapa menit kemudian, Ia mengambil ponsel di meja,kemudian merebahkan dirinya di ranjang kamarnya,seharian ini waktunya tersita oleh proyek besar dengan perusahaan terbesar dinegara p.Bima membuka ponselnya. membuka galeri miliknya, memandang wajah cantik Zahira, Bima mengambil foto Zahira sembunyi-sembunyi waktu itu. Terbesit sebuah perasaan nyeri ketika melihat wajah teduh itu,entah bagaimana perasaan seorang Zahira saat ini,semenjak pergi Bima tak sekalipun mengangkat telpon, vidio call, ataupun sekedar membalas pesan nya. Bima menghela nafas panjang.


"Zahira"gumamnya pelan. entah bagaimana, nama istrinya selalu mengusik fikiran nya.


Bisa mencari kontak dan memanggil pemilik nomor itu.


"Segera menuju restauran x, aku tidak mau menunggu Lama"


Bima menyambar Jaket hitamnya, kemudian bergegas menuju restauran tempatnya bertemu dengan seseorang disebrang sana. 15 menit berlalu,Bima mendapati orang itu duduk disana duduk dengan anggun sambil menikmati coklat hangat didepannya.


"Apa sudah lama menunggu,nana??"


Renata,sudah 6 hari ini gadis itu menyusul Bima,mengikuti kegilaan Bima yang menurutnya begitu tidak berfaedah, menghabiskan waktu bersama,Mungkin dia salah, tetapi Renata benar-benar ingin menyelesaikan cerita lama yang masih mengusik fikirannya itu,juga mengakhiri kegilaan dari mantan kekasihnya itu.


"Kurasa sudah cukup sampai disini Bima,aku tidak bisa lagi mengikuti permainanmu aku sudah benar-benar muak, tidak seharusnya aku menghianati orang sebaik Zahira, walau bagaimana pun dia istrimu"


Bima terdiam, tidak bisa dipungkiri hatinya sakit, membayangkan bagaimana perasaan istrinya saat ini.

__ADS_1


"Sampai disini aku benar-benar faham,tidak ada perasaan cinta lagi diantara kita,aku tidak bisa melihat tangis Zahira, aku tidak bisa menyakitinya,aku mau melakukan ini semua hanya ingin memastikan dirimu tidak menyakitinya"


Bima memicingkan matanya, ia hanya terdiam.


" aku seperti musuh didalam selimut, aku menyerah,, jika pun Zahira tau semua ini, itu jauh lebih baik dari pada harus berlarut-larut,setidaknya jika sesuatu yang buruk terjadi didalam rumah tangga kalian, aku sudah berusaha untuk melindunginya,aku tidak mau lagi ikut campur, kita sudah selesai sejak aku meninggalkan mu, kau boleh membenci ku seumur hidup mu Bima,tapi aku benar-benar tidak bisa kembali padamu"


Renata bangkit dari duduknya, ia melenggang pergi meninggalkan Bima,Beberapa hari yang lalu, Bima menghubunginya, memintanya untuk menemaninya, dia ingin memastikan perasaan hatinya,2 tahun adalah waktu yang lama,ia ingin kepastian, dari hubungan yang tidak pernah ada perpisahan sebelumnya itu,Renata juga ingin memastikan perasaan nya, ia menyetujui permintaan Bima, keduanya menghabiskan waktu bersama, tetapi bagi Renata,perasaanya sudah berbeda, cinta, cinta itu sudah hilang entah kemana.Ketika bersama Bima, hanya Zahira yang ada difikiranya. Bahagia saat bersama Bima?tidak ada, hanya bayangan tangisan Zahira yang tampak difikiranya, mungkin cinta untuk Bima lenyap seiring waktu berlalu, tergantikan oleh cinta nya untuk Adik kesayangan nya.


Bima menghela nafas panjang, memandang punggung wanita yang dulu nya dia cintai, 6 hari menjalani kebersamaan dengan Renata, merasa bahagia?bahkan batinnya tersiksa, menahan diri, tidak membalas pesan dari istrinya, rasanya dada sesak, seperti tergores pisau yang tajam, sakit,amat sangat terasa sakit.makan bersama Renata, apa merasa senang dan kenyang? bahkan sesuap nasi tak berhasil masuk kedalam mulutnya, rasa hatinya hampa,bayangan Zahira menyuapinya, bayangan Zahira dengan tingkah konyolnya, bayangan zahira yang selalu menggodanya,baginya hanya rasa masakan Zahira yang mampu membuatnya kenyang.


Air mata nya mengalir begitu saja, ketika dia ditatap banyak orang, kenapa lelaki menangis,itu sudah tidak diperdulikan lagi. kasak kusuk orang disekitaarnya sudah tidak dia pedulikan. Bima Menyadari, perasaan yang hadir ketika mengetahui tentang kebenaran Renata,hanyalah sebuah rasa kasihan,rasa kemanusiaan yang pasti dirasakan setiap manusia terhadap manusia lainya.


Cinta?? Bahkan saat ini rindu benar-benar menguasai ruang hatinya, untuk memunafikan dirinya Bima sudah tidak mampu lagi,untuk mengatakan pada dunia jika dia tidak mencintai istrinya, itu tidak akan mampu melakukannya.ketika dia berusaha menghancurkan hati Renata,dengan berkata tidak mencintai Zahira, itu telah menghancurkan dirinya sendiri. Zahira benar-benar menguasai fikiran, dan hatinya.Bima melangkah pergi, mencoba menghubungi ponsel Zahira, sayang ponsel istrinya tak dapat berdering.penyesalan??sudah pasti rasa itu menyiksa batinya.sedih?Bahkan kesedihan ditinggal Renata,tidak sesedih merindukan istrinya.


😭😭😭😭


langkah Renata dan menemuinya,ketika Renata tampak keluar dari restauran itu.


"Renata "


Mendengar namanya dipanggil,Renata menoleh, mantan sahabatnya itu mendekatinya, Renata tampak gugup dengan kedatangan Amel didekatnya, dipastikan Amel salah faham dengan pertemuan antara dirinya dan Bima.


"Amel,, apa kabar mu?"


"Aku baik,aku ingin berbicara denganmu Rena"


Mereka berjalan menuju taman,taman kota tak jauh dari hotel tempatnya menginap.

__ADS_1


"Apa yang ingin kau bicarakan Amel? "


"Aku tau mungkin aku salah jika ikut campur urusanmu Rena, tapi sebagai seorang istri,aku kasihan dengan nona Zahira,sebaiknya kau menjauhi Bima,kau tidak pernah tau rasanya menjadi nona Zahira,meraih cinta Bima dengan segenap kasih sayang dan kesabaran"


"Terimakasih atas nasihatmu sobat, sampai disini aku benar-benar faham, jika banyak yang menginginkan kebahagiaan gadis baik sepertinya, dan keputusanku meninggalkan bima adalah keputusan yang tepat"


"Sobat?kau memanggilku sobat? tanya Amel.


"Iya. kita sahabat,maafkan aku yang dulu pernah melukaimu,sobat"


mereka saling memeluk,saling memaafkan, saling bercengkrama,setelah sekian lama saling berdiam.


😊😊😊💔


Tuan Alek tampak geram, beliau melemparkan beberapa foto mesra Bima dengan Renata, dadanya serasa sesak.


"Kenapa Anak itu benar -benar menguji kesabaran ku, aku tidak bisa membiarkan ini"


"Anton,terus awasi dia"


"Baik tuan"


Pak Anton melenggang pergi, Pak Alex menghela nafas kasar,dia menyuruh orang nya, untuk mengikuti Bima,filingnya mengatakan bahwa anak dan menantu nya sedang tidak baik-baik saja. Meskipun tidak mengatakan kesedihannya, sorot mata Zahira tidak pernah bisa berbohong.menantunya itu seminggu ini mengalihkan kesedihanya, dengan membantu usaha kuliner Andika yang baru, dan Akan diresmikan 3 hari lagi.


Mama dan Aqila mendekati tuan Alex, ia tampak mengkhawatirkan kesehatan tuan Alex yang megang dada nya.


"Apa yang terjadi pa?"

__ADS_1


Tanpa menjawab,tuan menyerahkan foto yang didapat nya dari pak Anton kepada istri dan anaknya.


__ADS_2