Sampai Akhir Nanti

Sampai Akhir Nanti
episode 90.Salah paham.


__ADS_3

Zahira masih bersamaku, aku dan Zahira di alamat ini. xxxxxxxxxxxxxx


Bima menyadari wajah kawatir Andika.


"Apa yang terjadi? " tanya Bima ketus.


Andika mengirimkan pesan yang dikirim Khalista kepada Bima. Bima membaca pesan dari Andika.Bima mengepalkan tangannya.


"Kenapa Zahira masih saja keras kepala menemuinya? apa dengan membohongiku membuatmu puas Zahira? "Geram Bima.


Ponsel Zahira yang tidak diangkat menjadi alasan utama Bima marah.Pamit pergi ke Arjuna group dan kini malah berada Dirumah Renata. Bima menyambar jas yang tergeletak dikursi memakainya sambil berjalan dengan tergesa-gesa.Andika mengikuti Bima yang sedang emosi itu.


Bima terus saja menghubungi Nomor Zahira dan tetap saja tidak dijawab. Bima menancap gas mobilnya, emosinya benar-benar diubun-ubun.


"Kenapa kau keras kepala sekali? aku tidak berhubungan dengannya lagi, lalu apa yang kamu cari disana Zahira? aku sudah berulangkali bilang aku mencintaimu, lalu harus bagaimana lagi aku membuktikan nya? "


Rasa sesak menyeruak di dada Bima, Rasanya ingin sekali segera menemui istrinya itu.


"Apa begitu tidak berharga ucapanku, sehingga kamu selalu saja melanggar. Aku tidak mau apapun terjadi padamu, aku tidak mau melihatmu bersedih, aku tidak mau melihatmu menangis. cobalah mengerti. "


"Argggghhh.....!"


Bima berteriak, memukul setir mengakibatkan tangannya memerah.Bima menambah kecepatan mobilnya. Andika masih setia mengawasi di belakang mobil Bima yang semakin melaju cepat.


. πŸ€—πŸ€—


Jam menunjukkan pukul 18.00.Reyhan masih saja enggan diajak pulang. Zahira berfikiran untuk menghubungi Bima dan memintanya menjemput di rumah Renata. Namun beberapa jam berlalu dan Zahira baru menyadari ponselnya ketinggalan di sofa tadi siang.


"Astaga, ponselku ketinggalan. sudah pasti Mas Bima kebingungan mencariku. "gumam hati Zahira. sedikit kekhawatiran tampak diwajahnya.


Khalista dan Reyhan masih menikmati permainan ps di ruang tengah,Renata dan Zahira berbincang meneruskan obrolan mereka diteras rumah,setelah sholat magrib berjamaah .


" Kakak, apa tidak merindukan aunty Dina?"tanya Zahira, mencoba menepis Kawatir dibenaknya.


"Aku merindukan Mama. tapi aku belum bisa kembali, aku masih harus mengerjakan beberapa proyek yang masih bisa diselamatkan karna lama tertinggal. tapi rasanya aku juga jahat sekali meninggalkan mama sendiri..!"


Renata menghela nafas panjang.


"Terimakasih telah memberikan orang tua sebaik Mama Dina, aku begitu berhutang budi padamu. Zahira."


"Kakak kau itu tidak boleh seperti itu.Bahkan akupun sebenarnya sama. Kita sama-sama yatim piatu yang ditinggal meninggal oleh orang tua kita, dan beruntungnya kita dirawat oleh keluarga ayah dan aunty Dina. kakak beradik yang begitu menyayangi kita tanpa Syarat.walaupun kita tidak memiliki ikatan darah dengan mereka. "ucap Zahira.


Zahira dan Renata meneteskan air mata.mensyukuri nikmat Allah yang masih bisa mereka rasakan.mereka saling berbagi dan saling menguatkan.

__ADS_1


Sebuah Mobil mewah terparkir di depan rumah yang Asri itu. Bima memandang 2 wanita yang sedang mengusap air matanya. Hatinya perih melihat Zahira menangis tersedu. perasaan bersalah bermunculan dibenaknya.emosi yang tadinya menggebu melunak sudah.


"Aku tidak pernah ingin melihatmu menangis."


lirih Bima.


Bima segera turun dari mobilnya mengambil langkah cepat dan berjalan kearah 2 wanita cantik itu berada.


"Ayo kita pulang.! "


Bima menarik tangan Zahira dan seketika itu Zahira terkejut dan berdiri. Renata tak kalah terkejut juga. wajah panik begitu tampak dari keduanya.


"Mas, kamu kesini? darimana kamu tau aku disini?"tanya Zahira sambil mengusap sisa air matanya.


"Bukan saatnya bertanya ataupun menjelaskan apapun. Ayo kita pulang. "ucap Bima, sorot mata yang tajam mendominasi aura nya saat ini.


"Tapi, Mas...! "Sanggah Zahira. Renata dan Zahira saling memandang. Renata seakan geram melihat Bima yang mencengkram tangan Zahira dengan kuat.


"Apa yang kamu cari disini Zahira? bukankah kamu tau betapa sakitnya dibohongi? betapa sesaknya melihat orang yang kita sayangi bersedih? lalu untuk apa kamu disini? kamu hanya ingin mengungkit masalalu, membuatmu menangis? kemudian rasa bersalah ku bermunculan karna tangisan mu. apa itu yang kamu inginkan, hah?? bentak Bima.


Zahira meneteskan air matanya.Zahira menangkap ucapan Bima yang tersirat dengan tegas memberitahu kan pada dirinya, bahwa cinta nya begitu besar untuknya, meskipun dengan emosi yang begitu menguasai fikiranya.


" Jika bertemu dengan Reyhan menjadi sebuah alasan yang membuatmu berbohong padaku,aku tidak akan membiarkanmu bertemu dengannya meskipun kamu benar-benar merindukan nya nantinya. "lanjut Bima. Zahira mengangkat wajahnya. Bima mengusap air mata yang berjatuhan dipipi istrinya.


Renata dia menangkap kesalahpahaman diantara mereka.Rasanya sakit melihat adiknya menangis, tetapi bahagia melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa Bima benar-benar memperlakukan Zahira dengan penuh cinta.


" Jangan ikut campur. "Sahut Bima.


"Aku ikut akan ikut campur jika ada yang berani menyakiti adikku."sanggah Renata.


"Bukankah kau yang menyakiti nya dan membuatnya menangis?aku tidak suka melihat istriku menangis."


"Jangan menyalahkan ku, kamu sendiri yang membuatnya menangis, kau menyakiti fisiknya."


perdebatan diantara orang didepannya membuatnya Zahira mengukir sebuah senyuman. melihat 2 orang yang dia sayangi dan menyayanginya tampak akur meskipun saling berdebat, setidaknya itu adalah awal yang baik.


Khalista dan Reyhan yang mendengar suara berisik didepan segera menghentikan permainan yang sangat seru. mereka keluar dan menyaksikan perdebatan antara Renata dan Bima.


"Moommy kau mengalah saja, sudah aku bilang kan kalau uncle Bima begitu pelit. kau kembalikan saja aunty Zahila padanya. kita culi lagi aunty Zahila lain waktu. "


Celetuk Reyhan yang sukses menyita perhatian 4 orang dewasa itu. Bima terkejut, ada Reyhan juga disana. ia menatap 3 wanita dewasa serta Reyhan bergantian.


"Apa yang sebenarnya terjadi? " lirih Bima. kemudian ia melirik Zahira yang menampakkan wajah sebalnya. Zahira memegangi tangannya yang memerah. Tampak penyesalan diwajah Bima.

__ADS_1


"Sayang..aku..!


Zahira melenggang pergi masuk kedalam rumah dan Bima mengejarnya.


Renata memeluk Reyhan dan tersenyum. sedangkan khalista terkejut mendapati Andika juga ada dibelakang Renata. Andika mendekat pada khalista.


" Kenapa ponselmu susah dihubungi, kau itu membuat geram saja. kenapa tidak bilang jika ada Reyhan juga disini. "


"Maaf,apa aku memberikan info yang salah? "


"Selain cerewet, kau itu begitu ceroboh dan menjengkelkan."


"Kenapa menyalahkan ku?"


"Itu memang salahmu. "


"Bukannya Zahira, sudah izin untuk menemui Reyhan lalu apa salahku? "


"Kau bilang Zahira dirumah Renata. "


"Memang iya, lalu dimana salahnya?"


"Salahnya....


Andika tidak bisa menjawab, melihat Reyhan dan Renata saling memeluk dan sangat dekat membuat pertanyaan dibenaknya.


" Apa yang sebenarnya terjadi? "batin Andika.


Zahira sudah membawa tasnya, sedangkan Bima masih saja mengikutinya dengan tampang yang begitu kusut karna dicuekin istrinya.


"Kakak, aku pamit dulu."


"Sayang, Kau pamit? tanya Renata. Zahira mengangguk kemudian berjongkok mencium Reyhan.


"Aunty pamit dulu, jangan nakal. Pulang sama aunty khalista ya. "


"Aunty.. kau menciumku? aku takut uncle Bima marah padaku. "


"Jangan menghiraukannya. anggap saja dia tidak ada. "jawab Zahira membuat Bima semakin kebingungan. Andika, Renata dan khalista tersenyum tipis.


" Wah ramai sekali, kebetulan aku membawa banyak makanan... kita makan malam bersama saja disini. "suara yang tiba-tiba terdengar disela kesunyian.


Suara itu membuat orang-orang itu menoleh bersamaan. ...

__ADS_1


.. πŸ€—πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜


like komen ya jangan sungkan dukung aku..... siapa ya yang datang😁😁😁😁😁😁


__ADS_2