Sampai Akhir Nanti

Sampai Akhir Nanti
138.S2.Selamat ulang Tahun


__ADS_3

Andika membuat panggilan untuk istrinya. panggilan vidio yang nantinya dia juga Bisa melihat wajah cantik yang selalu terngiang diotaknya.


Andika menghela nafas panjang.berusaha menahan rindu pada orang yang tak segera mengangkat panggilan darinya.


"Astaga....kemana dia? pertanyaan yang mengiang ketika dia mulai sebal pada istri cantikya.


Khalista mengucek matanya beberapa kali. Menyadari ponselnya bergetar Khalista segera menyambarnya.bibirnya tersenyum menatap layar yang menampilkan nama Andika disana. Dengan bahagia khalista mengamati wajah dicermin memastikan Tampil cantik meskipun baru bangun Tidor.


Baru saja akan menggeser tombol itu ponselnya sudah redup. Khalista mendengus kesal.


"Dasar.. kecoa. kenapa masih saja hobi membuatku kesal saat berjauhan. "cibirnya. meskipun sebenarnya bukan itu yang akan dia katakan.Khalista menelpon balik, Dan benar saja orang disebrang tampak sebal memandangnya.


"Kemana saja?kenapa Lama sekali mengangkatnya? "cerca Andika. Khalista hanya tersenyum.Memandang wajah yang begitu dirindukan baginya sudah menjadi kesenangan tersendiri.


"Maaf,aku tertidur. "jawabnya sambil menutup wajah dengan kedua tangannya. Andika semakin gemas melihat tingkah istrinya.


"Bahkan kamu bisa tidur dengan nyaman tanpaku."ucap Andika pelan.


"Aku baru saja tertidur.bukan sengaja untuk tidur."bantahnya.


"Bahkan aku tidak bisa tidur dengan nyenyak tanpamu."ucap Khalista. Andika tampak berbunga.


"Kamu bilang apa?Coba ulangi. "ucap Andika. Mencoba menggoda manusia cantik didepannya. Khalista lagi-lagi menutup wajah malunya.


Andika meletakkan ponselnya,menyandarkan di meja,kemudian melepaskan kemeja yang dia pakai.


"Kenapa mumbuka bajumu,Mas?"tanya khalista.Senyuman menggoda terbit dari bibir Andika.


"Aku hanya mau ganti baju saja, apa kau terganggu."ucap Andika. Khalista terdiam bibirnya hanya senyum tak jelas.


"Cepat pake bajumu.Nanti masuk angin lo."ucapnya.


"Iya,,"sahutnya sambil tersenyum,dan menggunakan kaos oblong.

__ADS_1


"Begitu jauh lebih keren."ucap khalista sedikit menggigit bibir bawahnya.


Andika sedikit tertawa.Manusia mana yang sanggup berpisah Lama dengan istrinya,jikapun dekat pasti akan dicium bibir mungil merah muda itu.


"Mana tau aku lebih Keren seperti ini.tadi aku hanya membuka bajuku,belum celanaku. tanpa itu semua aku jauh tampak perkasa didepanmu. "ucap Andika .Khalista mengernyitkan dahinya.Rasanya ingin memeluk orang yang jauh darinya itu.


"Dasar omes."sahut khalista.


"Apa itu omes? "tanya Andika.


"Otak mesum. "jawab khalista sambil tertawa.Andika mengusap wajahnya. Menatap wajah istrinya didalam ponsel dengan sayang.


"Aku merindukanmu. "ucapnya.Hati kalista yang mengeras menahan rindu seakan mencair dengan siraman ucapan mesra dari suami yang dirindukannya. Wajahnya berbinar.


"Aku sama."Jawab khalista tampak malu.


"Sama apa? "tanya Andika. Tanpa bertanya pun sebenarnya sudah tau.Namun menggoda istrinya tampak menyenangkan baginya.


"Sayang.... "ucapnya lirih. Tatapan teduh yang menyimpan berjuta rindu,berjuta cinta, berjuta kasih sayang untuk istrinya.Khalista tersentuh, panggilan dari suaminya membuat hatinya berdesir.Hatinya begitu perih jauh darinya.Hening,keduanya hanyut dalam tatapan mata yang dalam.


"Ya.... "Sahut khalista. Air mata terbendung dimatanya.Namun dengan tabah menahan jangan sampai menetes.


"Selamat ulang tahun My lovely wife.panjang umur, bahagia selalu.Aku mencintaimu sangat mencintaimu."ucap Andika.


Khalista menutup matanya.Air mata tak sanggup terbendung lagi,Desiran hati begitu menyiksanya.Ungkapan cinta dari suaminya menyayat hatinya. Bagaimana bisa Andika menahan diri segitu lamanya,sedangkan dirinya yang baru 2 malam menahan merasakan Sakit yang luar biasa.


"Hei Nyamuk.. kenapa menangis.Aku akan menutup telponya jika kamu tak kunjung diam."ucap Andika. Khalista mengusap pelan pipinya.Memandang wajah tampan suaminya.


"Jangan harap bisa menghubungiku lagi jika menutup ponselmu."ucap khalista.Andika tersenyum. Rasanya jika dekat sudah pasti akan merengkuh tubuh mungil istri cantiknya.


"Mas.. "ucap Khalista. Andika menatap teduh 2 bola mata nan indah didepannya. Mengagumi ciptaan Tuhan yang nyaris sempurna itu.


"Hemmm.... "

__ADS_1


"Aku merindukanmu,aku juga Sangat mencintaimu."ucap khalista.Sehari semalam hanya menahan untuk mengucapkan cinta.Harus sakit dan harus menahan sesak. Akhirnya kini telah mengungkapkan isi hatinya. Khalista memandang langit-langit kamarnya.Lagi-lagi airmatanya menetes.Namun,mencoba menyembunyikan dari Andika.


Andika Menatap wajah istinya yang masih saja menangis.menatap langit kamar dan menampakkan leher jenjangnya.


"Aku bilang jangan menangis."ucap Andika lagi.Khalista tak bergeming.


"Jangan mendongak seperti itu. Apa kau berniat menggodaku dengan menampakkan leher jenjangmu itu? itu percuma,aku tidak bisa memberikan tanda kepemilikan padamu sekarang."ketus Andika yang berhasil mengalihkan perhatian Khalista kepadanya.


Khalista membelabakkan matanya mengusap dengan kasar pipinya yang berair.


"Aku tidak menggodamu."sanggahnya,Airmatanya selling deras.Bahkan tidak bisa membendung lagi.


"Kapan kamu pulang,Mas.?kapan kamu akan memelukku?kapan mengusap puncak kepalaku? kapan kamu menciumku,kapan kamu menggendongku?Kapan kamu menyelipkan rambut ditelingaku...hah?"bentak khalista ditengah isak tangisnya.Andika hanya diam,rasanya sakit melihat istrinya menangis.


"Kamu tau aku tersiksa jauh darimu, tersiksa menahan rindu. Aku tersiksa katika aku harus menunggu malam ini untuk mengatakan cinta padamu. Aku mencintaimu,Mas.Sangat mencintaimu."ucapnya lagi.


Lagi-lagi Khalista mengusap Air matanya. Andika mengedipkan matanya menahan sesak yang menyeruak dihatinya.


"Jangan menangis lagi. Hapus Air matamu. Aku juga mencintaimu,jadilah istriku untuk selamanya.Aku akan berusaha untuk menyelesaikan urusan ini dengan cepat Dan aku akan menjawab semua pertanyaanmu"ucap Andika.Khalista menatap Andika dan tersenyum.


"Aku akan menunggumu."jawabnya. hatinya terasa lega setelah mengungkapkan isi hatinya.


"Tidurlah,Aku akan menemanimu dari sini.Peluk cium untukmu. Aku mencintaimu."ucap Andika.


Khalista merasa bahagia. Kemudian berjalan kearah ranjangnya. Merebahkan tubuh lelahnya. Meletakkan ponselnya disampingnya.Andika merasa lega mendapati khalista yang tampak tenang Dan memejamkan matanya.perlahan terdengar denguran nafas yang teratur.


Andika menghela nafas panjang.


"Selamat tidur sayang. Aku mencintaimu."lirihnya kemudian menutup ponselnya.


😊😊😊😊😊


Like komen ya sayong terlope lope 😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2