
"Kau itu mau apa? ini di luar,apa tidak malu dipandang banyak orang? "ucap khalista sambil mendorong pelan dada Andika.Khalista melangkah pergi, senyumannya mengembang sedangkan Andika menggaruk kepalanya yang tidak gatal,mengusap wajahnya kasar.
"Ya Tuhan,Nikmat mana yang tlah ku dustakan?"ucap Andika pelan.
Andika mempercepat langkahnya mengikuti khalista yang terus berjalan menuju kepinggir danau yang sangat begitu sepi.Khalista menarik nafas panjang, merentangkan tangannya.Menikmati tampara demi tamparan angin yang begitu membuai dirinya, khalista memejamkan matanya.
Sebuah pelukan hangat mendarat dipinggangnya.Andika yang memang lebih tinggi dari Khalista menempatkan dagunya diatas kepala Khalista,tangannya melingkar sempurna dipinggang istrinya.
Hati khalista terasa hangat,ketenangan tercipta didalam dirinya .Tidak ingin menolak, tidak ingin juga menghindar.Khalista menikmati momen ini.
"Aku pastikan kau akan jatuh cinta padaku,Nona Tata.Kau harus membalas cintaku yang tak terbatas untukmu ini."ucap Andika.
Khalista terdiam, menghela nafas panjang.Senyumannya mengembang, Khalista menggenggam erat tangan Andika yang berada dipinggangnya,tatapanya masih saja mengarah pada danau yang nampak indah didepannya.
"Seberapa yakin dirimu bahwa aku akan jatuh cinta kepadamu?."tanya Khalista.
"Seyakin segulung kepompong pasti akan menjadi seekor kupu-kupu,meskipun butuh proses"ketus Andika. Khalista tertawa, ia memutar tubuhnya melingkarkan tangannya kearah leher Andika. Wajahnya merah merona.
"Segulung kepompong? "khalista mengulang, Andika tersenyum.
"Iya.."ucap Andika.Sambil mengusap pelan wajah Khalista.
"Aku akan berproses untuk mencintaimu."jawab Khalista.
"Biarkan mengalir seperti air, lagi pula tidak sulit untuk jatuh cinta pada manusia tampan sepertiku."ucap Andika. Khalista memberikan cubitan kecil di pinggang Andika,Andika menggeram sakit.
"Kenapa mencubitku? "Andika menggoda.
"Kenapa kau itu narsis sekali? "Khalista menyanggah.
"Aku bicara jujur apa adanya."ucap Andika.Andika tersenyum singkat kemudian mengangkat tubuh ramping Khalista.Khalista terkejut,memejamkan kedua bola matanya.Andika membawanya berjalan kearab mobilnya.
"Aku ingin membuat istriku jatuh cinta secepatnya.Aku ingin segera masuk kedalam lubang dibawah hutan belantara yang katanya nikmatnya bagai disurga."ucap Andika.
Khalista membelabakan matanya,menutup mulut Andika dengan telapak tangannya.Wajahnya merona merah menahan malu.Andika tersenyum jahil. menatap istrinya yang menahan malu membuatnya bahagia.
"Terimakasih," ucap khalista. Andika berhenti melangkah menatap khalista yang tiba-tiba menjadi sedikit melo.
__ADS_1
"Kenapa berterimakasih?"tanyanya.
"Terimakasih mau menungguku sampai aku jatuh cinta.Kau tau, bahkan banyak suami diluaran sana yang menuntut haknya meskipun tanpa rasa cinta."ucap Khalista. Andika tersenyum.
"Aku juga manusia,kadang kala juga bisa khilaf.Kau persiapkan saja dirimu jika sewaktu-waktu aku memintanya."ucap Andika.
Khalista lagi-lagi mencubit pinggang Andika.Andika tertawa,Khalista membuka pintu mobil.Andika mendudukan Khalista dan menutup pintu.kemudian berlari kearah kemudi.
"Khalista."sapa Andika.Khalista menoleh.
"Ya.."
"Aku berharap kamu menjadi pendamping hidupku untuk selamanya."ucap Andika.
Andika menghadap kearah Khalista, mengeluarkan sebuah cincin dari saku celananya.Andika meraih tangan Khalista dan memasangkan cincin berlian yang indah dijari manis Khalista. Khalista terkejut, Air matanya mengalir deras.
Netranya memandang jarinya.tangan kirinya mengusap Airmata yang berlinang tanpa diminta.Mulutnya bungkam tanpa berkata.
"Maaf, bahkan baru sekarang aku memberikan cincin untukmu.Aku sudah mengikatmu,jangan pernah mencoba lari ataupun pergi."ucap Andika.
Khalista sesenggukan,bahagia,sedih terkejut,semua bercampur menjadi satu.khalista tersenyum ditengah isak tangisnya.
Andika merentangkan 2 tangannya.Khalista menenggelamkan wajahnya didada Andika. mereka saling menguatkan,deguban jantung terasa sangat berdetak lebih cepat.
"Coba ulangi,bagaimana tadi memanggilnya?"tanya Andika. Khalista tersenyum ditengah tangisnya sambil menepuk pelan pundak Andika.
"Jangan menggodakku,Mas."ucap Khalista.Andika tertawa mendengarnya dan mengeratkan pelukannya.
"Aku mencintaimu, setia menunggu cintamu menyambutku."ucap Andika.Khalista berbunga.
"Terimakasih Mas. Sebaiknya kita segera pulang, kita harus segera beres-beres untuk pindahan.Ibu juga belum tau. Aku rasa nanti ibu juga akan bertanya banyak hal."ucap khalista.
"Iya, aku juga berfikir seperti itu, Sayang."ucap Andika sukses membuat Khalista merona. Andika menancapkan gas mobilnya.melajukan mobilnya menuju rumah ibunya.
😊😊😍😍😍😍
Bima dan Zahira membereskan beberapa pakaian saja.Bima dan zahira hanya berdua baby Bara bersama dengan oma dan tantenya dirumah utama. Andika menghela nafas panjang.
__ADS_1
"Apa tidak ada yang kalian sembunyikan?"tanya Bima.Zahira diam tidak menjawab apapun.
"Aku harap tidak ada sesuatu dibalik ini semua, aku hanya ingin membahagiakan mama.tidak lain dari itu."ucap Bima. Zahira menghela nafas panjang.
"Mas, membahagiakan orang tua adalah salah satu hal yang dianjurkan.semoga Allah memberikan kemudahan atas segala kehidupan yang kita jalani."ucap Zahira. Bima menggenggam tangan Zahira erat.
"Tetaplah menjadi Zahira yang selalu ada disetiap suka dan dukaku. Terimakasih atas segala yang kamu lakukan selama ini."ucap Bima.
"Aku tidak pernah melakukan apapun. Sudah kewajiban kita untuk saling mengisi dan saling membantu. Saling mengingatkan dan saling memberikan nasihat."ucap Zahira.Bima melihat jam yang melingkar ditangannya.
"Sudah jam 13.00.Sebaiknya cepat-cepat membereskan barang Bara.dan aku akan melakukan sesuatu dulu."
"Apa mas? "tanya Zahira.
"Mumpung tidak ada yang mengganggu,aku menginginkanmu sekarang."ucap Bima.Zahira mendorong pelan pundak Bima.
"Maksud,Mas? "tanya Zahira.
"Mimpimu hanya berdua."ucap Bima.
"Jadi maksudmu Bara mengganggu?"tanya Zahira.Bima tertawa.
"Tidak seperti itu juga, Biasanya juga belum tuntas Bara sudah menangis. Kali ini aku ingin menuntaskannya."ucap Bima.Zahira menghela nafas panjang.
"Tetapi aku mau Sholat dhuhur dulu,Mas.Apa mas sudah? "tanya Zahira.Bima sedikit geram,ia tau istrinya sedang menghindarinya.
"Sudah.Lebih baik kamu segera sholat. "ucap Bima.Zahira mengangguk. melangkahkan kakinya menuju kekamar mandi.
setelah beberapa menit kemudian Zahira keluar dari kamar mandi,mengerjakan solat dhuhur dan membaca ayat suci sebentar.Setelah itu Zahira melipat mekenanya.Belum selesai melipat,sebuah tangan kekar sudah mengangkatnya. Zahira melepaskan mekena dari tangannya dan terjatuh disana.
Bima meletakkan Istrinya kearah ranjang, melepas segala yang menempel ditubuhnya.Zahira tersenyum,Bima mendekati istrinya melucuti semua yang dikenakan istrinya.Mereka melakukan cocok tanam dibawah selimut tebal yang menutupi aktifitas ranjang panas mereka siang ini.
Beberapa menit berlalu samudra peluh membasahi tubuh mereka,mereka saling memeluk,hingga mata merekapun terpejam akibat kelelahan.
Dering jam beker mengagetkan keduanya.Bima dan Zahira terkejut ketika mendapati jam yang menunjukan pukul 17.00
"Astagfirullah... Bara.... "gumam keduanya bersamaan.
__ADS_1
🤗🤗🤗🤗
like komen ...ya... selamat membaca.