Sampai Akhir Nanti

Sampai Akhir Nanti
episode 70.mencintai suamiku


__ADS_3

Pagi hari yang begitu menyejukkan kalbu,Adzan subuh terdengar merdu.Bima mengerjabkan matanya.Demam yang semalaman melanda kini sudah sirna,sudut bibirnya terangkat,senyum manis tampak di bibir nya,ketika melihat foto pernikahan yang sejak semalam di peluknya.


Jari-jemarinya mengusap lembut wajah istrinya ,kerinduan amat sangat menyiksa hatinya.


"Apa masih ada maaf untuk ku, Sayang? Aku benar-benar sudah mengecewakanmu, aku selalu saja membuatmu kecewa, selalu saja membuatmu menunggu, dan sampai akhirnya kamu lelah dan meninggalkanku."


"Jika boleh memutar waktu, akan ku jaga seorang istri sebaik dirimu,orang yang tak pernah mengeluh, tak pernah marah, selalu sabar menghadapi ku. Mungkin banyak orang mengatakan jika sesuatu yang telah hilang baru terasa artinya.Dan itu benar, saat ini aku benar-benar kehilangan.Kehilangan dirimu yang begitu sangat aku cintai. Bahkan dulu, untuk mengatakan cinta kepadamu aku begitu enggan, keegoisan ku akhirnya membawa luka yang begitu dalam, dan penyesalan akan selalu datang diakhir waktu, setelah semua terlambat dan tidak akan seperti sedia kala.Tetapi saat ini aku benar-benar bisa memastikan, aku begitu mencintaimu,mencintai anak kita yang berada dalam kandungan mu.Maafkan aku,Zahira."


Bima Bangkit dari ranjangnya,netranya menatap seperangkat alat sholat yang selalu dia gunakan untuk menjalankan ibadah bersama Zahira. Bima mengulurkan tanganya mengambil sajadah.


"Ya Tuhan,bahkan aku juga benar-benar melupakan Mu,ampuni aku."


Bima menyiapkan tempat sholatnya,kemudian mengambil wudhu.Bima mengerjakan sholat Subuh 2 roka'at.Memanjatkan doa kepada sang Pencipta, memohon ampun atas segala dosa. Sesungguhnya memang hanya mengadu kepada Allah SWT yang membuat hati begitu tenang, memasrahkan segala yang terjadi kepada-Nya.Kesejukan hati benar-benar didapatkan Bima. Tak lama kemudian ponselnya berbunyi, senyum simpul tampak jelas dari bibirnya,setelah menerima kabar yang menyejukan fikiranya. Diapun menyambar jaketnya dan melangkah meninggalkan apartemen nya.


👌👌👌👌👌👌


Di sebuah taman kota nan indah.Segerombolan anak berlalu lalang. Menampakan kebahagiaan tanpa beban. berlari kesana-kesini dengan senyum ceria. Sebagian orang bermain balon dengan anaknya, bermain bola, bermain trampolin.Pemandangan yang begitu indah bagi Zahira. Senyumnya mengembang.


"Apa kau bahagia Ira? "


Pertanyaan yang keluar dari Aksa membuyarkan lamunannya. Zahira menoleh, mendapati Aksa yang tiba-tiba saja muncul didekatnya. Pasalnya tadinya Zahira hanya sendiri, menikmati sejuk udara dipagi hari.


"Kak Aksa, apa sejak tadi disini? Kau mengagetkan saja."tanya Zahira, dia kembali menatap kearah anak-anak yang berlarian kesana kemari. Ingatannya melayang pada reyhan, sosok menggemaskan putra dari Arjuna.


"Tadi aku ke apartemen,sudah lama aku tidak mengunjungi mu." Aksa memberikan sebungkus martabak kepada Zahira. Zahira menerimanya, untuk menolakpun rasanya tidak pantas.


"Aku tidak apa-apa kak Aksa, aku bukan anak kecil lagi, aku bisa menjaga diriku sendiri,jika aku membutuhkan sesuatu aku akan menghubungimu. "jawab Zahira tenang, ia begitu menghormati Aksa, selain teman masa lalu, Aksa juga sahabat baik Kakaknya.

__ADS_1


"Aku tau Ira, tapi setidaknya sesekali aku mengunjungi mu, Andika menitipkan mu padaku."


Zahira hanya terdiam.dalam hati yang paling dalam sesungguhnya Zahira takut, takut untuk bertemu dengan Aksa. Sosok yang baik, sosok yang selalu menghargai wanita.Jika Andika pernah mengatakan jika Aksa baik pada semua orang, dan tidak pernah serius pada mereka, Zahira tau jawabannya.


Aksa Andrean Wijaya, seorang pengusaha muda yang sukses diberbagai bisnis. Memegang kendali beberapa perusahaan yang memang benar-benar dari kemampuannya. kemampuan yang dibangun dari nol.


Dulu mereka satu universitas, Zahira 4 semester dibawahnya.Mereka berada dalam ektrakurikuler yang sama, dari situlah kedekatan keduanya.Zahira diminta nya untuk membantu merintis bisnis kecilnya.Sampai akhirnya tumbuh perasaan cinta didalam hati Aksa.


Aksa mengungkapkan perasaanya.Namun, tidak untuk Zahira,gadis itu hanya menomor satukan pendidikan dan tidak untuk yang lainya, mengingat betapa ibunya sangat tidak adil padanya. Dirinya ingin menjadi anak yang nantinya bisa membanggakan keluarganya.


Zahira Menolak dengan santun permintaan Aksa untuk menjadikannya pendamping hidup.


Aksa, mungkin dirinya kecewa.Banyak wanita yang mendekati bahkan menyukainya, Aksa tak pernah menghiraukan nya,sampai sekarang pun belum mempunyai pendamping hidup.


"Aku menghargai kebaikan mu, Kak!Tetapi alangkah lebih baik kita tidak saling bertemu, aku wanita bersuami"


Tutur Zahira, Aksa menoleh kearah Zahira, dia tersenyum tipis. bahkan kekecewaan tampak jelas di wajahnya.


Mendengar ucapan yang seperti menampar pipinya, Zahira hanya menghela nafas panjang.Waktu itu Andika mengatakan jika Zahira berlibur dan tempat tujuannya tepat di negara yang sama dengan Aksa tuju.


"Urusan rumah tanggamu bukan urusanmu,Kak."ucap Zahira.Mata Zahira berkaca,urusan dengan Bima saja sudah membuat nya pusing. ditambah dengan kemunculan Aksa membuatnya semakin pusing saja.


"Kenapa kau terkesan menghindari ku?Apa kau merasakan jika Cintaku padamu tidak berubah? Kau seperti ketakutan saat melihat ku?"ucap Aksa. Ini adalah alasan Zahira begitu takut, takut jika Aksa akan bernostalgia tentang masa lalu yang tidak ingin diingatnya.


"Kak,maafkan aku, aku tidak bermaksud untuk menghindari mu.aku hanya tidak mau menambah masalah ku dengan bertemu denganmu."


jawab Zahira. Aksa menghela nafas panjang.

__ADS_1


"Apa kau ingat janjiku padamu setelah kau menolakku? jika aku sukses aku akan mencarimu, dan kau tau Ira,tujuan utama ku datang ke negara itu, aku ingin mencarimu.tetapi lihat Ira, Aku bukannya berhasil meraih mu, justru kenyataan lain membuatku hancur untuk kesekian kalinya. "


Aksa mulai menceritakan tujuannya, menceritakan semua keluh kesahnya.menceritakan betapa dia mencintai Zahira,berharap sesuatu yang ternyata begitu menyakitkan hatinya.


"Kak, jangan lagi menyakiti hatimu, aku minta maaf kak."


"Apa benar-benar tidak ada ruang untukku di hatimu, Ira?Menikah lah denganku, jikalau kau sudah tidak lagi bersama dengan suamimu. "


Mendengar ucapan Aksa, Zahira segera menoleh. Rasanya ingin menampar lelaki didepan nya, tetapi Zahira mengurungkan niatnya. Apa yang dikatakan Aksa tidak ada salahnya. Bahkan dirinya juga tidak tau bagaimana akhir dari hubungan nya dengan Bima nantinya.


"Aku harus pulang kak, terimakasih telah menemaniku."


Zahira memilih pergi, daripada harus berdebat dengan Aksa, memberi pengertian pada nya pun hanya percuma.Dari dulu Aksa benar-benar keras kepala.


"Ira.. jangan menghindari ku,aku benar-benar sudah tidak bisa mengontrol diriku, setidaknya beri aku alasan, kenapa kau tidak menerimaku, aku mencintaimu sejak dulu,Ira?Kenapa kau tak pernah mempertimbangkan aku, dan malah menikah dengan orang lain? "


Ucap Aksa. Zahira hanya diam. menghela nafas panjang.


"Kak, aku mencintai suamiku. Maafkan aku kak, lupakan Perasaan cintamu, kamu harus belajar melupakan ku, sebaiknya kita berteman, kak. Aku tidak mau merusak suasana yang sekarang ini, kau sahabat kakak ku, anggap saja aku adikmu,, "


Aksa begitu tenang, laki-laki itu tersenyum tipis.


"Mamaku mengundang mu makan malam nanti, kau datang lah, jangan mengecewakan mama." ucap Aksa, beberapa waktu lalu memang mereka tak sengaja bertemu di mol terbesar di negara itu.


Zahira hanya tersenyum. tidak mengiyakan tidak juga menolak ucapan Aksa.Aksa melangkah pergi, Zahira menghela nafas panjang.


😊😊😊

__ADS_1


Hai para readerss... maaff baru bisa up...😄😄🙏🙏🙏🙏 authornya sakit lo...tetapi Alkhamdulilah sudah sembuh.. semoga para reader selalu diberikan kesehatan, rezeki yang berlimpah... keluarga yang bahagia... amin...


jgn lupa. like comen juga ya... 😄😄


__ADS_2