Sampai Akhir Nanti

Sampai Akhir Nanti
episode 55.tentang masalalu


__ADS_3

Zahira sudah lebih baik pak, dia sudah pulang kerumah"


"Aku turut bahagia, sampaikan salamku padanya,, kalo begitu saya duluan"


"Iya pak, saya akan sampaikan"


Arjuna berlalu, khalista menghela nafas panjang kemudian melenggang pergi.karna jam 19.00 dirinya harus sudah sampai dirumah sahabat nya, atas undangan Abimanyu.


khalista menancap gas mobilnya, tak lama dari itu khalista sampai didepan rumahnya. ia masuk kedalam kamar nya, kedua orang tuanya entah kemana,khalista, si cerewet yang ternyata mempunyai kehidupan yang sangat menyedihkan, keluarganya yang kaya, bergelimah harta,tak membuatnya bahagia, kedua orang tuanya seperti manusia asing yang tak mengenalnya, mereka tak makan bersama, tak berkumpul seperti keluarga lainya. mereka hanya sibuk dengan urusan mereka, seperti nya mereka lupa bahwa khalista membutuhkan nya. khalista membuka laci mejanya, kemudian memandang foto nenek yang selalu menyayanginya, dan kepergian nya beberapa tahun yang lalu membuatnya kesepian, dan memutuskan untuk mencari kebahagiaan yang ia cari dengan bekerja di Arjuna group, disana ada zahira, sahabat sekaligus saudara baginya. ada rekan kerja yang selalu ada untuk dirinya. Khalista membuang nafas panjang, kemudian mandi dan bersiap menuju rumah Zahira.


👒👒👒👒


Ruang tamu rumah tuan Alexander disulap menjadi sebuah ruangan mewah,lampu warna warni menyala indah, meja makan tertata rapi dengan hidangan yang mewah pula, para tamu berkumpul bersama,Pak Alex dan nyonya Tania Tampak menyambut tamu undangan, keluarga dan rekan kerja terdekat. Andika dan Aqila tampak mengobrol dengan bahagia, sedangkan Zahira dan Bima masih saja didalam kamarnya. Bima tidak membiarkan istrinya kelelahan, karna Aqila baru saja keluar dari kamar Zahira, setelah 2 jam mengobrol dengan Zahira panjang lebar.


"Mas, ayo kita turun, tamu undangan sudah hadir, seharusnya mas sudah disana"


Bima mendekati istrinya, kemudian merangkul pinggangnya. mereka pun berjalan bersama, menuruni anak tangga. semua mata terpana melihat keharmonisan mereka. pasangan yang serasi, banyak bisikan terdengar, membuat Zahira gugup dan tampak malu.


"Selamat malam semua, terimakasih atas kehadiran malam ini, saya Alexander beserta keluarga sangat bahagia,kami mengadakan syukuran atas kesembuhan menantu, sekaligus mengumumkan sesuatu, kami menemukan sebuah kebenaran yang sangat membahagiakan,sehingga kami harus memberitahukan kabar bahagia ini pada kalian,orang kepercayaan kami... "


tak lama dari itu lampu padam, hanya silauan lampu remang yang memberikan cahaya. tampak juga layar besar yang menampilkan sebuah foto, foto bersama 2 pasang keluarga.


foto sebuah perusahaan yang dulunya kecil, juga sebuah foto 2 bayi yang memakai liontin.

__ADS_1


"Aku dan sahabat ku, sahabat sekaligus saudara, kami selalu bersama dulunya, hingga pada saat kami menikah, kami tinggal terpisah. kami bertemu diwaktu yang sangat menyakitkan. ketika Sahabatku sudah kehilangan istrinya, dan dia mengidap penyakit jantung.ia berpesan kepadaku dihari terakhirnya, untuk menghendel perusahaan yang sedang diambang kebangkrutan, ia juga berpesan untuk menjaga kedua anaknya, yang saat itu tak mampu merawatnya dan menitipkannya di panti. setelah kondisi perusahaan stabil aku mencoba mencari mereka, namun nihil aku tidak menemukan nya. sehingga 23 tahun kemudian,aku menemukan sebuah nama, nama yang pernah disebut kan oleh sahabatku, nama itu membuatku yakin, jika suatu saat nanti aku akan menemukan anak dari sahabat ku." Zahira" nama itu adalah nama putri dari sahabat ku, dan beberapa hari yang lalu, aku menemukan sebuah kenyataan jika Andika, orang kepercayaan Bima, Adalah kakak kandung dari Zahira, aku bahagia menemukan mereka, mereka yang 23 tahun aku cari ternyataa ada disekitar ku, aku bahagia, setidaknya kalian semua adalah saksi, jika aku telah menemukan mereka, aku bahagia,.. Andika, Zahira"


Ucap pak alex, Air mata disudut matanya mengalir, ia terharu dan bahagia, Andika dan Zahira menoleh, Air mata mereka juga lolos begitu saja. mereka berjalan menuju kearah pak Alex, pak Alex merentangkan ke dua tangannya. Zahira dan Andika berlari memeluk sahabat dari ayah dan ibunya.kebenaran ini benar-benar membuat mereka terkejut.


"Ya Allah,, ini adalah kejutan yang istimewa"


Batin Zahira.


"papa bahagia, akhirnya kalian ku temukan, selama ini kami mencari kalian, Zahira maafkan papa yang dulu menjeratmu, itu karna papa sudah putus asa mencarimu, saat itu papa ingin membahagiakan mu dulu, sebelum menemukan Zahira nya davit, tetapi Tuhan begitu baik, kau benar-benar orang yang papa cari selama ini"


Bima dan Aqila terharu, mama tania merangkul ke dua putra putrinya. ia menangis bahagia menyaksikan adegan didepannya.


"Jadi alasan papa ngotot menjodohkan Zahira dengan ku karna ini ma? "


Bima menghela nafas panjang, mengingat kejadian 4 bulan yang lalu, rasa sesak menyeruak didada. antara bahagia dan terharu.mungkin ini yang dinamakan jodoh, sekuat apapun menolak tetap bersatu, dan ternyata ada sebuah kenyataan yang tak diketahui sebelumnya. tidak ada penyesalan, tetapi sebuah kebahagiaan. benar kata Aqila waktu itu.gadis kecil itu bilang," jika tidak saat ini, mungkin nanti kakak akan mengerti alasan papa melakukan perjodohan ini. "


Bima tersenyum dan memeluk 2 wanita tercinta nya.lampu kembali menyala rasa haru masih saja tercipta, hingga Akhirnya pak Alek menutup acaranya, dan mempersilahkan para tamu untuk menyantap hidangan. setelah itu para tamu pamit, tinggal keluarga saja yang masih tertinggal. Zahira begitu bahagia kenyataan ini membuatnya terharu. ayah, ibu juga deren tampak bahagia, melihat putrinya menemukan kebenaran tentang dirinya.Zahira berada dipelukan herlina, ia begitu bahagia.


"ibu, ayah, terimakasih atas kebahagiaan yang kalian berikan sedari aku kecil, maafkan Zahira yang belum pernah membahagiakan kalian"


"Sayang, jangan seperti itu, kami menyayangimu, sampai kapanpun"


"Kakak, kau jangan melupakan kami,meskipun sudah menemukan keluarga yang sebenarnya"

__ADS_1


celetuk Deren, dan itu membuat Zahira memukul lengan Deren pelan.


"Kamu pikir kakakmu ini amnesia, Deren sampai kapanpun kamu tetap Adikku, jangan bicara seperti itu"


Deren tertawa mendengar ocehan kakaknya, tak lama dari itu, ayah, ibu dan Deren pamit pulang.papa mama dan juga Bima menemani Zahira melepaskan kepergian orang tua mereka.


"ayo, kita kedalam kita mengobrol sebentar"


Pak Alex melenggang pergi, diikui Zahira dan Bima.


diruang keluarga,Andika dan Aqila bercanda ria, sedangkan khalista tampak menunggu zahira diruang tamu.


"Za,,, aku pamit dulu, aku harus pulang, lain waktu aku akan mengunjungi mu"


"kenapa tidak menginap, atau disini sebentar, biar nanti kak Andika mengantarmu"


"Tidak usah Za, aku bisa pulang sendiri, kau pun masih harus istirahat,weekend aku akan berkunjung kerumahmu"


"Ya sudah. Hati-hati"


"Saya permisi, tuan Bima"


Bima mengangguk, Khalista berlalu, kemudian menuju ruang Keluarga bergabung dengan yang lainya.

__ADS_1


__ADS_2