Sampai Akhir Nanti

Sampai Akhir Nanti
174.S2


__ADS_3

Khalista menghela nafas lega, setidaknya masa lalunya telah berakhir.Dan kini rasanya bahagia ketika melihat pemandangan yang seperti ini. Andika benar-benar manusia yang memberikan sebuah kebahagiaan yang nyata baginya,memberikan sebuah pelajaran yang berharga baginya.


"Okey,aku harus pergi.Lain waktu kita berjumpa lagi,"ucap Micho kemudian berlalu pergi.


Andika Memutar langkahnya,ia berjalan kearah Khalista yang berdiri disana.Entah kenapa Khalista sepertinya merasakan lemas,Khalista memijit pelipisnya,dengan gerakan cepat Andika menyambar tubuh Khalista.Kini Khalista ada didalam gendongannya ala bridal style.


"Sayang, kita harus kedokter.Aku rasa ada yang tidak beres denganmu."ucap Andika sambil mengamati wajah khalista yang tampak pucat.


"Aku tidak papa, Mas.Aku hanya perlu makan saja,"sanggah Khalista.Andika menghela nafas panjang,"selalu saja keras kepala,"keluh Andika.


Andika membawa Khalista ke pinggir taman, mendudukkan Khalista disana. Andika membuka martabak telur yang didapatnya dari Micho, ia menyuapkan pada Khalista. Khalista membuka mulutnya dan mulai mengunyah Martabak.Khalista menahan kunyahan nya, perutnya seperti diaduk,,,


Byur...


Khalista memuntahkan isi perutnya tepat di baju Andika.Andika menghela nafas panjang. Sebal? jelas sekali,tapi Andika berusaha untuk menahannya.Andika berdiri dan memebersihkan bajunya dengar air kran yang tak jauh dari tempatnya berdiri.


Khalista menutup mulutnya,membersihkan mulutnya dengan air mineral yang ada di kantong plastik.Kemudian Khalista menghampiri Andika yang menampakkan wajah merahnya.


"Mas,maaf."Khalista tampak merasa bersalah, iapun ikut membersihkan baju Andika.


"Iya nggak papa.Lebih baik kita pulang,sudah hampir magrib.sebaiknya kamu istirahat," ucap Andika agak dingin.


"Mas,kamu marah? " tanya Khalista.Andika tak menjawab,iapun melangkahkan kakinya menuju ke arah mobil yang tak jauh dari keberadaan ibu panti.


Khalista mengikuti langkah Andika yang tampak berpamitan pada ibu panti dan beberapa orang panti lainya.Khalista juga ikut berpamitan.


Selang beberapa menit,Khalista dan Andika menuju ke mobil. Andika melajukan mobilnya dengan santai.Tak ada percakapan diantara keduanya.Khalista tampak sedikit pias, rasa sesak menyeruak didadanya.


Andika menghentikan mobilnya ketika sudah berada di depan apartemen,Andika memandang Khalista sekilas.


"Istirahatlah,aku akan pergi,"ucap Andika.Khalista sedikit terkejut, apa Andika benar-benar marah? Khalista hanya terdiam,matanya merah berkaca.Bahkan tadi dia benar-benar tidak sengaja, tapi kenapa Andika begitu marah.Khalista memejamkan matanya, dengan langkah yang berat Khalista turun dari mobilnya.


Tanpa memberikan salam perpisahan Andika menancap gas mobilnya. Sesak? hatinya sangat sesak meninggalkan khalista dalam kesendirian,dari kaca spion Andika melihat dengan jelas wajah sedih khalista.

__ADS_1


"Sekali-kali kamu harus menerima hukuman dari sikap keras kepalamu itu,sudah tau sakit masih saja enggan kedokter." ucap Andika sambil memandang Khalista yang masih tampak dari kaca spion mobilnya.


Andika memberhentikan mobilnya di depan gang apartemen, Andika menepikan mobilnya dan membuka kaca.Andika melihat beberapa tetangganya disana.Ada bu Rt,bu Lina dan bu Halim disana.Mereka mengantri jagung bakar bang ujang yang terkenal enak itu.


Andika meraih ponselnya dan menghubungi Zahira.


"Asalamualaikum za, ".


" Walaikumsalam, Kak.Ada apa? "


"Bima dimana? " tanya Andika.


"Aku dan Mas Bima ada di Danau, Kak.Kami jalan-jalan bersama Bara."jawab Zahira disebrang.


"Okey, kakak akan menyusul...."


Andika kembali menyimpan ponselnya setelah memutuskan panggilan dengan Zahira.


"Mas Dika, Mau kemana Makan jagung bakar dulu gih?" teriak bu Rt yang sejak tadi mengamati Andika. Andika menoleh dan tersenyum.


"O... iya Mas Dika, hati hati, "ucap Bu Rt sambil mengamati mobil Andika yang melaju pelan.


😊😊😊


Khalista yang masih duduk didepan Apartemen Zahira tampak kesepian, pasalnya mencoba menekan bel tidak ada tanda-tanda ada orang.Khalista yang merasa mual menginginkan makanan yang hangat.Khalista melangkahkan kakinya menuju ke depan gang,ia menginginkan jagung bakar untuk mengisi perutnya yang seperti diaduk-aduk.


" Tadi Mau kemana Mas Andika? "tanya Bu Lina.


"Katanya mau menyusul Mas Bima dan Mbak Zahira,Mas Dika merindukan Baby Bara."ucap Bu Rt.


"Wajar saja sih, merindukan Baby Bara. Mereka kan memang belum punya momongan.Sudah menikah 8 bulan dan belum punya momongan kan kasihan." ucap Bu Lina.


"Apa iya ya mbak Tata mandul? " tanya Bu Halim.

__ADS_1


"Husss... kalo bicara dikira-kira, Bu. mungkin mereka belum mau. Ato juga memang belum rezeki mereka punya anak."ucap Mang ujang.


"Saya kan hanya bertanya,Mang."ucap Bu Halim sedikit menyesal.


"Ya mungkin bila memang seperti itu, aku juga mau jika mas Dika menikah dengan Klarisa anakku." ucap Bu Rt.


Khalista yang saat ini ada dibelakang mereka meneteskan air mata,rasanya sakit mendengarkan orang membicarakan tentang dirinya.Hatinya seakan perih, Air matanya mengalir deras.Bayangan wajah mertuanya Nyata dipelupuk matanya.Bayangan Andika mengiang diotaknya. Khalista menghapus air matanya.


"Mang, saya minta jagungnya 2." ucap Khalista,beberapa orang menoleh kearahnya dan saling siku-menyiku.


"Mbak Tata sudah lama berdiri disitu? " tanya Bu Rt.Khalista hanya tersenyum.Menahan segala sesak yang mendera di hatinya.Sampai pada akhirnya mang Ujang mengulurkan 2 jagung, mendahulukan Khalista karna menyadari suasana yang tidak enak.


"Trimakasih, Mang." ucap Khalista sambil mengulurkan uang pada mang Ujang.


"Kembali nya, Mbak." ucap Mang Ujang.


"Sekalian untuk membayar jagung Bu Rt, Bu Lina dan Bu Halim ya,Mang." ucap Khalista.3 tetangga Khalista tersebut terlihat membelabakkan matanya.


"Permisi ibu-ibu, saya duluan." ucap Khalista kemudian melangkah pergi.


Khalista melangkahkan kakinya kedalam Apartemen,tangisnya pecah ketika memori otaknya kembali mengingat ucapan ibu-ibu komplek tentang dirinya.


Bagaimana jika aku mandul? Bagaimana jika Mas Andika meninggalkan ku? Bagaimana jika ibu juga kecewa padaku? Tuhan, aku mohon padamu. Berikan aku malaikat kecil di hidupku. Teriak batin Khalista.


Khalista melangkahkan kakinya kearah dinding dimana terpampang foto pernikahannya dengan Andika.Khalista mengusap pelan bingkai foto itu.Lagi-lagi air matanya mengalir deras, memandang Andika yang tiba-tiba mengusik fikiran nya.Andika mendiamkan nya dan itu membuat hatinya seakan tertusuk pedang yang tajam dan membuat hatinya merasakan sakit yang luar biasa.


Khalista tak kuat menahan dirinya, Kakinya seakan lumpuh.Khalista terhuyung dan merasakan pusing yang mendera kepalanya.Khalista duduk disofa,ia begitu merindukan Andika.Khalista ingin mendapatkan ketenangan di pelukan Andika.


😊😊😊😊


Andika menepikan mobilnya di parkiran danau, dilihatnya Bima dan Zahira tengah bercanda gurau dengan Baby Bara.Andika mendekat kearah mereka dan duduk di kursi samping Bima.


"Kakak sudah datang?, kakak sendiri? Mana Khalista?" tanya Zahira panjang lebar.

__ADS_1


😊😊😊😊😊


__ADS_2