Sampai Akhir Nanti

Sampai Akhir Nanti
179.S2.


__ADS_3

"Asalamualaikum..."terdengar suara didepan sana. Khalista membuka matanya.Andika yang sudah mulai memanas merasa sedikit geram.Keduanya berjalan kearah pintu.Dengan cepat Andika membuka pintu itu. Kedua mata Andika dan Khalista tampak terkejut memandang pemandangan didepannya.


Bu Rt,Bu Lina, Bu Mira dan juga Bu Halim membawakan beberapa makanan di tangan masing-masing.Mereka juga membawa serta anak-anak mereka.Mereka semua membawa makanan beserta lauk pauk serta beberapa makanan unik, ada getuk, ketan, serabi.Khalista menutup mulutnya rapat-rapat menatap satu-persatu tetangganya itu.


"Bu Rt,Ini ada apa ya? Kenapa membawa banyak sekali makanan kesini? Apa tidak salah tempat?!" tanya Khalista ditengah keterkejutan nya.Ada sedikit luka yang menggores hatinya ketika melihat anak-anak dari mereka yang cantik yang kira-kira berumur 18 tahun.Khalista juga teringat betapa mereka menyinggung perasaannya tadi malam.


"Kami tidak salah tempat, Mbak. Kami memang sengaja untuk kesini.Apa Mbak Tata tidak ada maksud mempersilahkan kami masuk?" tanya Bu Rt.


Khalista melirik Andika,ada rasa sebal yang menguasai hatinya.Ini pasti karna Bu Rt beserta dengan rakyatnya itu mencoba merayu suaminya dan hal yang paling menyebalkan ketika melihat anak gadis yang sengaja memoles wajahnya sehingga tampak menor itu.


"Tentu saja saya dengan senang hati akan membuka lebar pintu rumah kami,bukankah suami saya sudah pernah bilang begitu,Bu?! " ucap Khalista sambil melirik Andika yang tampak tersenyum canggung itu.Khalista menghela nafas kasar,Andika menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Silahkan masuk, Bu." Khalista membuka lebar pintu apartemennya.Bu Rt dan segenap pasukannya meletakkan makanan di meja makan.


"Mas,kamu suka kan begini?untung aja kita akan pindah,kalo tidak pasti mereka akan datang setiap hari untuk menggodamu.Menyebalkan sekali,"ucap Khalista sambil melirik kearah Andika.


"Sayang,ada dendam apa sih kamu Sama mereka?mereka tetangga yang baik kan,mau kesini." ucap Andika membela dirinya.


"Mereka pasti kesini karna kegenitanmu itu,coba saja kamu agak sedikit cuek.Pasti tidak begini juga kan?!" ucap khalista kemudian menuju kearah sofa tamu.Andika mengikuti langkah istrinya.

__ADS_1


Setelah selesai menghidangkan makanan di meja, Bu Rt dan rombongannya menuju ke arah sofa dimana Andika dan Khalista berada. Khalista mempersilahkan mereka untuk duduk.Meskipun hatinya terasa dongkol Khalista masih saja menampakan wajah sumringahnya.


"Jadi ada acara apa ya, Bu? Kenapa membawa banyak makanan kesini? "tanya Khalista yang kini duduk bersebelahan dengan Andika.Khalista mengamati satu-persatu wajah tetangganya itu.


"Jadi,kami kesini untuk minta maaf sama mbak Tata.Karna kami berbicara yang tidak-tidak tentang mbak Tata kemarin malam.Kami rasa obrolan kami sudah kelewatan,sehingga mbak Tata merasa sedih." ucap bu Rt.


Andika yang tak tau menahu apapun melirik kearah istrinya,Khalista tampak menghela nafas panjang.Khalista mengulum senyum kemudian menatap kearah tetangganya itu.


"Sudahlah, Bu. lagi pula sudah berlalu." ucap Khalista.


"Iya mbak tapi kami merasa tidak enak,tidak seharusnya kami seperti itu.Sebagai permintaan maaf kami, kami sengaja memasak bersama untuk mbak Tata dan Mas Dika, " ucap Bu Rt.


"Tidak papa mbak,lebih baik kita makan bersama saja.Mbak Tata dan Mas Dika harus memberikan komentar tentang masakan kami." ucap Bu Rt.


"Bener Mbak,kita makan bersama ya." pinta Clarissa.Remaja cantik yang sedari tadi melirik Andika,membuat Khalista merasa cemburu.


"Okey, kita makan bersama, tapi sebelumnya saya akan membagi kebahagiaan dengan ibu-ibu." ucap Khalista sambil tersenyum ramah, membuat ibu-ibu komplek itu menatapnya dengan antusias.


"Kabar apa Mbak? " tanya Bu Rt.

__ADS_1


"Jadi,hari ini adalah hari terakhir kami tinggal disini,kami akan segera pindah, Bu. " ucap Khalista.Ucapannya membuat beberapa orang didepannya sedikit pias.


"Apa mbak Khalista pindah karna Kami?" tanya Bu Rt lagi.Khalista menggelengkan kepalanya.


"Bukan, kami pindah karena..." Khalista sengaja menggantung ucapannya.Khalista mengamati wajah panik ibu-ibu komplek yang memandang dirinya Antusias itu.


"Karena? "


"Karena Allah telah memberikan titipan disini, Bu. Jadi saya harus menjaga kondisi saya agar tetap terjaga sambil menemani ibu yang sekarang sedang sakit." ucap Khalista sambil mengusap pelan perut datarnya kemudian memandang Andika.Ibu-ibu Komplek itu tampak terkejut.


"Alkhamdulilah, selamat ya mbak Tata. Kami turut bahagia." ucap Bu Marni.Tata tersenyum dan mengangguk pelan.


"Terimakasih, doakan saya selalu sehat sampai lahiran,dan Anak saya lahir dengan selamat." ucap Khalista.


"Aminn, semoga apa yang menjadi doa mbak Tata dikabulkan Allah SWT." ucap Khalista.


Merekapun Akhirnya menyantap makanan bersama.Zahira Bara dan Juga Bima yang sedari tadi diluar, akirnya ikut nimbrung, mereka sepakat membantu Andika beberes kemudian juga akan menengok Bu Marni dirumah sakit.


😊😊😊😊

__ADS_1


Detik-Detik menuju End ya..


__ADS_2