
Di pagi hari yang indah di hari Minggu. Zahira menata bunga di taman, menunggu Bima yang katanya akan menemaninya. Namun, sampai pukul 07.30 pun Bima tak kunjung datang. Zahira memetik beberapa bunga yang akan dibawa ke makam Ibunya. Zahira mendudukkan pantatnya di kursi taman, membuka ponsel dan menekan kontak Kak Andika.
"Asalamualaikum Za...! "
"Waalaikumsalam, Kak. "
"Ada apa? " tanya Andika.
"Aku akan Ziarah ke makam papa dan mama, kak.Apa kakak mau bergabung? "tanya Zahira.
"Kapan?"
"Sore nanti. "ucap Zahira, Andika tampak berfikir.
" Semoga saja kakak bisa ikut. hari ini ada janji dengan teman. "ucap Andika.
" Teman? "Zahira meyakinkan. Andika tertawa.
" iya...! "
"Calon teman hidup? atau calon teman tidur? " lanjut Zahira. Andika tersenyum disebrang sana.
"jangan menggodaku,Nona."ucap Andika, giliran Zahira yang tertawa.
"Kak, aku ingin bertemu denganmu. kapan ada waktu untukku? "tanyanya sambil mengusap perut yang merasakan sedikit denyutan.
"Apa suamimu menyakiti mu lagi?"Andika tampak kawatir.Zahira tersenyum, denyutan itu perlahan menghilang seiring usapan lembut menyentuh perutnya.Zahira memandang Bima yang duduk di sampingnya.
"Tidak, bahkan dia sangat memanjakanku. bukankah kau melihat dengan mata kepalamu sendiri jika dia memperlakukan ku dengan baik."Zahira tersenyum.Bima mengernyitkan dahinya.
"Bima memang orang yang sangat keras Kepala dan dingin, angkuh,tapi dia akan melakukan apapun untuk orang yang dia cintai.dia juga akan melakukan hal yang baik untuk setiap orang yang pernah berjasa padanya. "ucap Andika.
" Berjasa? "Zahira kembali bertanya. tatapanya tertuju pada Bima yang memandangnya penuh cinta.
"Ya... Asal kamu tau.Sebenarnya Bima mempunyai hati yang hangat. berbanding terbalik dengan sikap yang selalu ditampakkan.Kau istrinya, kau mungkin sudah tau banyak tentangnya."
"Kakak, aku memang tau banyak tentangnya tetapi kau jauh lebih tau tentangnya."ucap Zahira. Andika terdengar menghela nafas panjang.
"Yasudah kakak akan segera bersiap.Nanti sore hubungi lagi.okey. "
"Salam hangat untuk temanmu, katakan padanya jika Adikmu menanti kehadirannya." Zahira tampak bahagia, menggodai kakaknya.
"Jangan memancing ku.Aku tau kau itu cerdik, sama sepertiku. " ucap Andika. Zahira tertawa mendengar ucapan kakaknya.
"Tentu... " sahut Zahira.
"Lalu kapan ada waktu untukku?"tanya Zahira lagi.
"Kakak usahakan nanti sore bisa menemuimu."Andika meyakinkan.
" Okey kak.Salam untuk bude Marni. Lain waktu aku akan mengujungimu. "
"Iya,nanti aku sampaikan. kamu itu jangan terlalu capek.banyak-banyak istrahat,olahraga dan makan makanan yang bergizi.
kalau kamu merindukannya aku yang akan mengajaknya menemuimu."ucap Andika. Zahira bahagia, Andika benar-benar memperlakukannya dengan baik. Kakak yang baru beberapa bulan bertemu dengannya sangat menyayanginya.
__ADS_1
"Ya sudah Zahira sambung lagi nanti. Asalamualaikum."
"Walaikumsalam."
Zahira mengakhiri panggilannya. kemudian memandang Bima yang sudah tampan.
"Kakak ipar? " tanyanya. tangan kanannya masih saja mengusap lembut perut istrinya. mengecup perut istrinyanya sejenak dan kembali menatap istrinya.
"Menurutmu?"tanya Zahira.Bima tersenyum mengusap pelan puncak kepala Zahira. memberikan ciuman di dikening Zahira.Zahira menyandarkan kepalanya dipundak Bima.tangan kirinya mengambil alih tangan Bima yang menyentuh perutnya dan menyatukan jari jemari keduanya.
"Ada yang ingin kau katakan? "tanya Bima. Zahira tersenyum, sepertinya Bima sudah benar-benar hafal jika sudah begini pasti ada maunya.
"Mas, setelah kemakam aku juga ingin berkunjung kerumah Ibu dan Ayah. apa boleh?"tanya Zahira, pandangannya tertuju pada kedua tangan mereka yang saling bertautan. tangan kanannya memainkan kancing kemeja Bima. Bima menghela nafas panjang.
"Apa itu tidak membuatmu kecapekan?bukankah kau meminta kakak ipar menemuimu nanti?"
"Aku tidak capek, aku merindukan Ayah.bahkan sudah lama aku tak berkunjung. Apa mas keberatan? "tanya Zahira. Bima menatap mata Zahira,seakan memohon kepadanya.Bima tak tega dengan tatapan Permohonan istrinya.
"Okey... kita kesana setelah dari makam. dan besok pagi kita kembali."ucap Bima akhirnya.Senyum lebar menghiasi sudut bibir Zahira. Zahira tampak bahagia.
" Terimakasih Mas."
Zahira bangun dari pundak Bima. mengusap pelan pipi Bima dan tersenyum.
"Sama-sama, Sayang. "
"Sebaiknya kita sarapan Mas,sudah hampir jam 08.00.kamu itu lama sekali tidak turun-turun."ucapnya sedikit kesal.
" Kamu memasak apa untukku?"tanya Bima.
"Katanya apapun yang aku masak kamu suka, kamu harus mencobanya Tuan Abimanyu."ucap Zahira sambil berdiri. Bima mengikuti gerakan istrinya kemudian berjalan beriringan menuju ke dalam."
😂😂😂😂😂😂
Andika menuruni anak tangga dengan santai, memakai jins panjang dan kaos oblong berwarna marun. Bu marni tersenyum menyambut Anaknya.
"Pagi,Nak. "sapa ibunya.
"Pagi Bu.. "
"Mau kemana sudah rapi sekali? "tanyanya lagi.
"Dika mau keluar sebentar, ibu menitip sesuatu? "tanya Dika.
"tidak, ibu sudah belanja. Nanti makan siang dirumah ya, ibu akan memasak makanan kesukaan mu."ujar ibunya sambil tersenyum, Dika menganggukkan kepalanya.
"Masak yang banyak, aku rasa akan ada tamu yang datang."ucapnya.Bu Marni tersenyum.
"Siap, ibu akan memasak yang banyak untuk kita.Kamu tau saja akan ada yang datang."ucap Bu Marni. Andika hanya tersenyum tipis.
"Kalo gitu Dika berangkat dulu Bu."
"Iya... hati-hati, Nak. "
Andika Berlalu, ibunya menuju kedapur. beberapa menit kemudian terdengar ketukan pintu, Bu Marni membukanya. tampak wanita cantik berdiri disana, Bu Marni tersenyum memandang kearah Bianca. Bu Marni mengundang Bianca makan siang bersama dengan Andika.
__ADS_1
"Sayang.Kamu sudah datang? "ucapnya, Bianca mencium pipi kanan dan kiri bu marni.
"lya,Bu. lagian aku gak ada kerjaan di rumah.ini aku membawa banyak makanan untuk ibu."ucap Bianca. Bu Marni tersenyum menerima bingkisan dari Bianca.keduanya masuk rumah dan mulai berkutat dengan dapur.
😍😍😍😍😍😍
Dirumah besar pinggiran Kota,Khalista dari tadi masih saja berjubel dengan beberapa baju. ganti sana, ganti sini dan dirasa tak ada baju yang cocok untuknya. Khalista frustasi hingga terdengar ketikan pintu dari luar. Khalista membuka, tampak wanita parih baya kesayangannya.
"Non.. ada yang mencari. "ujar Bi Nah.
"Iya Bi.. sebentar. Bilang saja nunggu sebentar ya...!"
"Iya Non... itu siapa? Tampan sekali? "
"Bibi... jangan menggodaku, itu hanya teman. Bibi turun dulu ya.aku mau ganti baju dulu. " ucapnya sambil tersenyum.
"Ganti yang bagaimana, Non? Non sudah tampak cantik dengan ini. "
"Bibi...! " khalista tampak tersenyum malu mendengar ucapan Bibi nya. Bi Inah tersenyum kemudian berlalu. Khalista kembali di depan kaca,ponselnya bergetar. satu pesan diterimanya. dari sayangku.
Kenapa lama sekali, Nona?###pesan Andika
Sabarlah, aku masih ganti baju###. balas khalista
Apa perlu bantuan?### . khalista tersenyum membacanya.
Kau itu resek sekali, mau ditonjok? ##balasnya
Dicium saja.### balas Andika.
Lagi-lagi khalista tersenyum membaca pesan Andika.
Khalista meraih gaun berwarna merah marun lengan panjang, dengan panjang selutut. mengikat rambut panjangnya. berdiri didepan kaca dan tersenyum singkat.
"Ini aku suka."
Khalista meraih tas dan berjalan menuruni tangga. Dibawah sudah ada mata yang menyambutnya. Andika terpesona.Khalista yang biasanya memakai baju kerja. tampak anggun memakai gaun yang begitu cantik menurutnya.
"Hai...! " Sapa Khalista. Andika tersenyum.
"Apa tadi aku mengatakan memakai baju warna marun? " ucap Andika. Khalista memandang bajunya, kemudian memandang kaos Andika.
"Astaga, kok bisa samaan. boleh aku ganti sebentar? "khalista tampak gugup. Andika tersenyum. dan meraih tangan Khalista.
" Berangkat sekarang, jangan membuang waktu. "
Andika menggandeng tangan khalista,dan berjalan.
"Bibi.. aku berangkat dulu ya. "
pamitnya pada bi Inah yang ada didekat pintu.
"Bi, aku pinjam keponakannya. " ucap Andika melawak. Bi inah tersenyum dan mengangguk. memandang punggung kedua pasangan itu yang menghilang dari pandangannya.
☺☺☺
__ADS_1
Hai selamat pagi. like komen ya... semoga menghibur.