Sampai Akhir Nanti

Sampai Akhir Nanti
episode 48.kebenaran yang mengharukan.


__ADS_3

2 jam berlalu, Bima dan Deren sudah didepan panti yang mereka tuju, Suasana dini hari yang sepi membuat mereka mengurungkan niat untuk turun. Deren melirik jam yang melingkar ditangannya.


"Masih jam 03.15 kak, sebaiknya kita tunggu dulu sampai adzan subuh, kakak istirahatlah, agar besok kembali dengan tubuh yang segar, kakak belum istirahat sejak kemarin. "


ucap Deren, Bima mengangguk, meski kantuk menyerangnya namun bayangan istrinya masih terngiang difikiranya, Deren tampak memejamkan matanya, namun Bima hanya menghela nafas panjang.


"Ya Tuhan selamat kan istriku, kenapa ini semua bisa terjadi,, aku begitu egois membiarkan nya sendiri, dan sibuk menghakimi Renata hanya karna kasihan padanya"


Bima terus saja menyalahkan dirinya sendiri, menyalahkan kebodohannya yang membiarkan istrinya pergi saat itu, tak lama Dari itu Suara Adzan subuh berkumandang, Bima yang sempat tertidur sebentar membuka matanya, mereka berdua mengikuti sholat subuh di masjid milik panti tersebut. setelah selesai,ibu panti yang mengetahui mereka datang dari jauh, langsung mempersilahkan masuk 2 pemuda itu.


"Tuan-tuan ini tampak datang dari jauh, apa ada yang bisa kami bantu?


tanya ibu panti paruh baya itu, sambil menghidangkan teh untuk tamunya.


" Maksud kedatangan kami kesini untuk mencari info, tentang 2 orang anak yang dititipkan disini bu, namanya Zahira"


Ucap Bima, ibu rohma tampak berfikir sejenak dan menganggukkan kepala nya.


"Ada apa dengan Zahira nak? dia diadobsi oleh keluarga yang cukup, bahkan kaya, 23 tahun yang lalu, apa ada masalah dengannya?


tanyanya antusias.


"Zahira saat ini terbaring sakit, dia membutuhkan donor darah,stok darah yang sama dirumah sakit habis, kami ingin mencari info keberadaan kakaknya yang diadopsi juga, apa ibu bisa memberikan informasi tentangnya"

__ADS_1


tanya Bima, bu rohma terlihat terkejut. iapun mengambil data anak panti 23 tahun silam. ia membuka buku itu dan mencarinya.


"Zahira fadila Rahma, adalah anak ke dua dari tuan Davit nugraha juga ibu Zahwa Zakia, umurnya selisih 2 tahun dari kakaknya, kakak nya terlebih dulu diadobsi, karna Tuan Davit sudah menyerahkan hak atas mereka kepada kami,tuan Davit kala itu sakit keras dan sudah tidak sanggup merawat mereka, kakak nya diadobsi oleh seorang pelayanan yang kala itu berusia 34 tahun, namanya ibu sumarni dia bekerja di sebuah rumah besar di kota x"


ujar bu rohma, Bima terkejut mendengar rentetan penjelasan bu rohma, bu marni adalah kepala pelayan dirumah nya kala itu, dan telah mengundurkan diri karena permintaan anak semata wayangnya, yang menginginkan ibunya istirahat menikmati masa tuanya 2 tahun lalu. Bayangkan senyum Andika menghiasi fikiran nya, ancaman Andika yang akan membuat Zahira bahagia terngiang difikiranya.bayangan kecemburuan nya terhadap Andika melintas diingatan Bima, Bayangan perkelahian seminggu yang lalu juga terlintas, bayangan Dirinya dan Andika kecil juga tampak diingatan nya,matanya berkaca-kaca.


"Yatuhan.... kenapa kebenaran ini begitu mengharukan, Andika begitu menginginkan kebahagiaan untuk Zahira, entah apa penjelasan nya dia tidak tau, ternyata kau benar-benar kakak kandung dari istriku,,, kau harus cepat pulang,aku tidak bisa membiarkan mu lama berlibur"


Batin Bima,


"nak bima"


bu rohma menyadarkan Bima dari lamunannya, Mata Bima berkaca menerka sebuah kebenaran.


Tanya Bima memastikan.


" Betul sekali nak.Andika Fadil Ar-Rahma


dan Zahira fadhila Rahma. mereka mempunyai nama yang hampir sama, pak Davit menyematkan nama panti ini, karna beliau dulunya donatur tetap di sini, ini nomer telpon rumah bu sumarni bekerja, mungkin kalian membutuhkan nya. "


bu rohma memberikan secarik kertas pada Bima, Bima tersenyum, benar sekali itu adalah nomor telpon rumahnya.


"Terimakasih atas informasinya bu, kami pamit dulu"

__ADS_1


ujar Bima,bu rohma mengangguk pelan. mereka pun pergi dari panti itu. Bima menghela nafas panjang, iapun mengeluarkan ponselnya.dilihatnya jam menunjukkan pukul 07.30.


"PULANGLAH, AKU MEMBUTUHKAN MU, ZAHIRA MEMBUTUHKAN MU, JAM 11.00 KAU HARUS SAMPAI DIRUMAH SAKIT KASIH BUNDA, LAKUKAN SEGERA ATAU KAU AKAN MENYESAL SELAMANYA"


send Andika.


Bima tersenyum, namun hatinya begitu syok, setelah mengetahui kebenaran-kebenaran yang tak terduga sebelumnya. ia sengaja mengirim pesan kepada Andika, karna ia tau dari orang suruhannya yang mengikuti Andika,bahwa Andika Ada di negara Singapore, tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai di Indonesia.


👒👒👒👒


2 insan yang sama-sama di dalam pesawat saling menatap panik, orang itu adalah Andika dan khalista,entah bagaimana ceritanya mereka naik pesawat yang sama, Andika membaca pesan dari bima langsung saja bergegas ke bandara, sedangkan Khalista yang melakukan perjalanan bisnis berakhir di Singapura dan memang hari ini jadwal pulangnya, selain itu kabar mengejutkan dari Deren juga menuntutnya untuk segera pulang. 2 orang yang biasanya terlibat percekcokan itu hanya terdiam dengan fikiran masing-masing.


"Apa kau mengetahui tentang Zahira, bagaimana keadannya?


Tanya Andika yang mencoba menggali info, Khalista hanya diam, dia bingung harus bagaimana bersikap. Deren sudah menjelaskannya perihal hubungan darah Antara Andika dan Zahira di dalam sambungan telponya tadi.tetapi khalista tidak mau lancang memberi tahukan kabar itu pada Andika, biarkan orang tua Bima atau Bima yang menjelaskan nya nanti, fikir khalista.


" Sudahlah tuan, jangan banyak bicara, sebaiknya kita berdoa untuk kebaikan Zahira, sebentar lagi kita akan sampai, Kau bisa melihat keadaan nya disana"


ucap khalista, Andika terdiam, entah kenapa perasaan benar-benar tak karuan.


"Yatuhan apa yang Sebenarnya terjadi"


Batin Andika, ia mengacak rambutnya.perasaan benar-benar gelisah.

__ADS_1


__ADS_2