
Berbagai pertanyaan bersarang difikiranya,Khalista menghela nafas panjang. Andika benar-benar misterius. menyimpan berjuta rahasia yang tak terjangkau oleh fikiranya.
"Non,Tata."suara Bik Nah terdengar di telinganya.Bik Nah membawakan 2 gelas teh untuk Majikan beserta putrinya. Rasanya begitu lega mendapati pemandangan yang begitu indah didepanya. Tuan Bagaskara yang dulunya mengabaikan putrinya, 2 bulan ini selalu menyempatkan diri datang untuk mengunjungi putri semata wayangnya itu.
"Siang,Bi."sapa khalista.
"Bibi membuat kue kesukaan Non Tata."ucapnya sambil menyerahkan satu toples kue kacang kesukaan khalista. Khalista menerima kue kacang itu.Memandangi kue itu dan mencobanya.
"Apa aku sering makan seperti ini,Bi?"tanya khalista.
"Iya,Non.Kita selalu membuatnya jika Non libur bekerja."ucap Bi Inah.Khalista menganggukan kepalanya.
"Pa,Khalista keatas dulu.Papa istirahatlah."ucapnya sambil mencium pipi papa nya kemudian berlalu pergi.
"Khalista, jangan banyak melamun."ucap Papanya sambil memandang Khalista yang berlari menaiki tangga.
"Iya Pa."sahutnya.
Khalista memasuki kamarnya, mendorong pintu kamarnya.Khalista berdiri sejenak, mengamati isi kamar yang tampak rapi itu. Netranya mengedar memandang meja rias dan melangkahkan kakinya disana.
Khalista membuka laci meja,berharap menemukan sesuatu yang bisa menjelaskan tentang masa lalu yang ditutupi oleh Andika bahkan juga Papanya.
Khalista membuka beberapa foto Album yang berada di laci itu.Tidak menemukan apapun hanya sebuah foto papa dan mama serta neneknya yang berada di Album itu.Khalista mendapati foto masa kecilnya, gadis imut yang begitu menggemaskan.
Ceklek.....
Khalista meletakkan album itu diatasi meja rias, Bi Nah datang dengan membawa beberapa toples ditangannya. Khalista berbinar memandang Bik Nah yang berjalan kearahnya.
"Terimakasih,Bi."ucapnya.
"Sama-sama,Non.Makanlah,Bibi lihat non banyak memikirkan sesuatu? ada apa? "tanya Bi nah.Khalista mengerutkan keningnya, memandang Bik nah yang tepat sekali menebak fikiranya.
"Bi,aku memikirkan pernikahan ku dengan Andika."ucap Khalista. Bik nah mengusap pelan pundak khalista.
"Kenapa dengan pernikahannya? "tanya Bik Nah.Khalista menghela nafas panjang.
"Bik,pernikahan kami terjadi karena keterpaksaan atau saling mencintai?"tanyanya.Bik Nah menghela nafas panjang, mengusap pelan puncak kepala khalista penuh cinta.
"Non Tata dan Mas Dika tidak pernah menjelaskan pada Bibi.Tapi jika kalian bersama,Non Tata dan Mas Dika tampak serasi dan tampak saling mencintai."ucap bik Nah.
"jika Non tata bertanya terpaksa atau tidak Bibi rasa tidak.Non tata selalu bahagia didekatnya,Wajah non tata juga selalu merona merah saat merasa malu,Non tata pernah bercerita akan merasakan debaran jantung yang berdetak lebih cepat.Bahkan Papa juga hadir disana atas permintaan Mas Andika."ucap Bik Nah lagi.Khalista menghela nafas panjang.Wajahnya merana merah mendengar penjelasan Bik Nah.
__ADS_1
Lagi-lagi penjelasan orang menegaskan jika Andika begitu menyayanginya. namun Khalista merasakan sesuatu yang mengganjal dihatinya.
"Aku memang merasa bahagia bersama Andika,juga merasakan degupan jantung yang begitu cepat sampai sekarang.Tetapi setiap aku dekat dengan Andika,ada sebuah bayangan yang melintas di otakku.Apa ada lelaki lain selain Andika yang mengisi hidupku sebelumnya?"tanya khalista.
Bik nah tampak memikirkan sesuatu. Khalista menggenggam erat tangan orang yang telah dianggapnya sebagai ibu tersebut.
"Katakan saja Bi,supaya aku tau bagaimana harus bersikap.Aku takut semakin terjebak dalam situasi yang tidak aku ketahui."ucap khalista seakan memohon.
"Selama ini aku dan Andika sering bertengkar.dalam ingatanku Andika sangat menyebalkan dan menjengkelkan.dan bersamaan dengan kebersamaan kami selalu ada bayangan yang melintas diotakku"ucap Khalista.
"Laki-laki? "tanya Bik Nah. Khalista mengangguk.
"Itu karna Non khalista pernah tenggelam dalam masa lalu yang kelam."Ucap bik Nah.
"Masa lalu?"Khalista membenarkan duduknya kemudian meletakkan kepalanya diatas pangkuan Bik Nah.Bik Nah mengusap pelan kepala gadis cantik itu.
"Ya.. masalalu yang membuat non menutup pintu hati.Membenci semua laki-laki,bahkan membenci Papa,karna pada waktu itu papa memilih meninggalkan non Khalista dan mengikuti kemauan Mama Yohana."ucap Bik nah.
"Masa lalu seperti apa yang Terjadi Bik?Kenapa aku membenci semua laki-laki? "tanya khalista.Bik nah masih saja mengusap pelan kepala Khalista dengan sayang.
"Non khalista gagal bertunangan, karna orang itu menghamili wanita lain.perdebatan panjang terjadi antara Mama yohana dan Non Tata. hingga pada akhirnya papa dan mama yohana memilih tinggal diluar negri dan Non merasa terpuruk. Non merasa semua orang seperti mereka."ucap Bik nah.
"Lalu bagaimana bisa aku menikah dengan Andika?"tanya khalista. Bik nah menggelengkan kepalanya.
"Non percaya dengan takdir? takdir Tuhan telah menjodohkan kalian,bahkan Papa sekarang menyayangi Non khalista.Bibi tidak tau cerita jelasnya yang pasti Mas Andika mempersiapkan pernikahan dengan menakjubkan.Berbahagialah Non Tata."ucap Bin nah.
khalisa memeluk singkat Bik nah hingga pada akhirnya mengambil tas dan mengambil kunci mobil di lacinya.
"Aku harus pergi,Bi."
"Non mau kemana? "ucap Bik nah sambil sedikit berlari mengejar khalista yang menuruni tangga.
"Aku ke kafe Andika,Bi."
"Khalista,mau kemana? "Papanya yang istirahat keluar dari kamar karma mendengar teriakan khalista.
"Khalista keluar,Pa."teriaknya.
"Hati-hati jangan ngebut."teriak papanya juga.
Khalista menghela nafas panjang,jawaban bik nah benar-benar membuatnya membuka mata.
__ADS_1
Kini rasanya ingin segera menemui Andika yang mendiamkannya sejak malam.
"Andika. Maafkan Aku.."lirihnya.Khalista mempercepat laju mobilnya.hingga sampailah di kafe 30 menit kemudian.
"Kakak."Sapa Aqila yang melihat khalista berjalan menuju ruangan Andika.
"Aqila, dimana kak Dika? "tanyanya tampak santai.
"Ceile,baru juga jam 2 udah nyari aja. Kangen ya? "goda Aqila.
"Apaan sih,Kakak beneran nanya lo."ucapnya sambil tersenyum.
"Kak Dika keluar sama kak Bima.sudah sejam yang lalu kak, Duduk dulu yuk."Aqila menarik tangan Khalista menuju ruangannya.
melambaikan tangannya kepada salah satu pelayan untuk memberikan minum untuk kakak iparnya.
"Kakak sudah lebih baik? "tanya Aqila. Khalista mengangguk pelan.Rasanya sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Andika yang ternyata keluar dengan Bima.
"Kakak sudah ingat siapa aku? "tanya Aqila,mencoba menggoda Khalista.Khalista memelototkan matanya mendorong pundak aqila pelan.
"Jangan menggoda kakak,"ucapnya,Aqila tertawa.Saat itu pelayan yang mengantarkan minuman datang dan mempersilakan 2 wanita cantik itu menikmatinya.
"Habiskan kak. setelah ini istirahatlah diruangan kan Andika. Aku ada kuliah sore."ucap Aqila.
"Kuliah apa kuliah? "tanya khalista sambil tersenyum.
"Kuliah kak.aku itu anak baik-baik kok"Ucap Aqila.Aqila mengambil tas nya, melihat jam yang menunjukan pukul 02.15.
"Aku berangkat dulu kak, Palingan sebentar lagi kak Dika kembali.Kakak tunggu saja diruangannya."ucap Aqila sambil mencium pipi khalista. Khalista mengangguk pelan kemudian berdiri mengantarkan Aqila sampai sisipan pintu dan menghilang dari pandangannya.
Khalista kembali melangkahkan kakinya, tersenyum memandang pelayan yang menyapanya.Kemudian melangkah menuju keruangan Andika yang belum pernah didatanginya.
Ruangan yang indah, tertata rapih dan tampak bersih.khalista berjalan netranya mendapati sebuah bingkai foto di meja kerja Andika. Khalista mengambil bingkai foto dirinya dan Andika itu.foto Andika dengan kaos marun dan dirinya gaun lengan panjang dan bawahan sampai lutut berwarna mari juga.khalista tersenyum mereka tampak seperti pasangan yang bahagia.
"Astaga, aku pikir aku tidak pernah memiliki foto bersama."ucap khalista.Khalista melangkahkan kakinya duduk disofa.mengamati lagi foto itu,entah dari mana andika mempunyai foto bersamanya.
waktu terus berlalu,dingin AC membuat rasa kantuk menyeruak dimatanya.Khalista tertidur sambil memeluk bingkai fotonya.
🤗🤗🤗🤗🤗
Like komennya ya... di share ke teman juga boleh kak..🤗🤗🤗😍
__ADS_1