Sampai Akhir Nanti

Sampai Akhir Nanti
183.S2


__ADS_3

"Selamat sayang, lihat cucu ibu tampan sekali," ucap Bu Marni sambil mengusap pelan wajah bayi mungil yang kini ada di gendongan Zahira. Bara yang ada di gendongan Bima meraung ingin menyentuh bayi mungil yang sekarang ada digendongan bundanya.


"Sayang, Bara mau mencium Kakak? lihat dia tampan sekali, sama sepertimu..." ucap Zahira. Zahira mendekatkan bayi mungil itu pada Bara,


bayi 15 bulan itu mendekatkan pipinya kemudian tersenyum.


"Kalian akan tumbuh beriringan, sama halnya Papa dan om Bima." ucap Andika sambil mengusap pelan pipi bayinya dan pipi Bara.


"Siapa namanya,Kak?" tanya Zahira.Andika memandang kearah Khalista. Khalista tersenyum dan mengangguk pelan.


"Baby Ran, Abraham Pranatama Alexander." ucap Andika sambil mengusap pelan pipi mulus baby Ran.


"Wah nama yang bagus sekali, Mama setuju." ucap Mama Tania yang baru saja muncul bersamaan dengan Papa Alex dan juga Aqila.


"Uluh-uluh tampan sekali baby Ran. Aunty punya 2 jagoan yang tampan sekarang. Okey, suatu saat Suatu akan membuat kalian hebat dengan jurus yang mematikan.." ucap Aqila sambil terkekeh dan mengusap pipi baby Bara dan baby Ran bersamaan. ucapan Aqila membuat mereka semua terkekeh bersamaan.


"Aqila, hentikan omong kosongmu itu. Mama sudah bilang jangan lagi membahayakan dirimu. Mama akan bilang sama papi irawan agar menjaga Syla dan kamu lebih ketat agar kalian tidak macam-macam diluaran sana." protes Mama Tania.Aqila memonyongkan bibirnya, membuat Papa Alex dan 2 putranya menggelengkan kepalanya.


"Ma, Aqila begitu karna didarahnya juga mengalir darahmu. Apa Mama lupa jika mama menyukai hal yang sama dengan Aqila?" protes Papanya. Mama Tania memelototkan matanya. Bu Marni tertawa keras membuat semua orang memandangnya.


"Kenapa,Mbak?"Tanya Papa Alex.


"Saya jadi teringat saat Tania dijodohkan denganmu, dia menolak dan mengajakmu bertarung dulu, dan jika Tania kalah maka akan mau menikah denganmu." ucap ibu yang dahulu memang sahabat dan bekerja sebagai asisten pribadi mama Tania.


"Apaan sih mbak, itu sudah terlampaui 30 tahun yang lalu. Kenapa membahasnya didepan anak-anak? memalukan sekali," ucap Mama Tania.


"Mbak hanya mengingatkan, kamu dan Aqila tiada bedanya. Lalu kenapa melarang Aqila Tania? Biarkan Aqila membahagiakan dirinya dengan caranya," ucap Bu Marni sambil menepuk pundak Mama Tania.Mama Tania mengangguk pelan dan tersenyum tipis memandang kearah Bu Marni.


"Ta, Apa kamu baik-baik saja? "tanya Mama Tania sambil berjalan kearah Khalista yang tersenyum melihat perdebatan Mama mertuanya dan juga ibunya itu.


"Aku baik-baik, Ma... " sahut Khalista.


"Ya sudah, sebaiknya kamu istirahat. Biarkan Baby Ran Kami yang menjaga," ucap Mama Tania. Khalista mengangguk, Rombongan keluarga Alexeander segera membawa baby Ran ke luar ruangan agar Khalista bisa beristirahat. Namun, Mereka terkejut ketika mendapati pak Bagas beserta istri dan anaknya berada diambang pintu.


Khalista teekejut melihat ibu tiri dan saudara seayah itu. Khalista tersenyum, meskipun hubungannya dengan ibu dan saudara seayah itu kurang harmonis dulunya.


"Papa, Mama, Dion." sambut Khalista, setelah keluarganya dipersilakan masuk oleh Mama Tania dan Papa Alex.


"Selamat, Sayang.Akhirnya Kalian menjadi orang tua, Papa bangga dengan kalian. Papa berharap kalian bahagia selalu, " ucap Papa Bagas sambil mengusap pelan pundak Khalista. Khalista tersenyum kemudian memandang kearah Mama tirinya.

__ADS_1


Mama Yolanda yang dahulunya mengabaikannya entah bagaimana sekarang ada didepan matanya.


"Selamat, Khalista. Mama ikut bahagia kamu menjadi orang tua," ucapnya. Khalista mengangguk dan tersenyum, tiba-tiba saja namanya meraih Khalista dalam perlukannya.


"Maafkan Mama yang selama ini mengabaikanmu. Sekarang kita buka lembaran baru, Mama dan papa telah menjadi Kakek dan nenek, tidak seharusnya kita saling berdiam dan tidak saling menyapa, Maafkan Mama, " ucap Mama Yolanda. Khalista merasa bahagia mendapat pelukan hangat dari ibu tirinya. Khalista juga baikan dengan Dion saudara tirinya.


5 hari berlalu, Di rumah Bu Marni mengadakan pesta syukuran dan aqiqah untuk Baby Ran. Semua anggota keluarga berkumpul disana, keluarga ibu Marni, keluarga Alexander, keluarga Hadijaya dan keluarga bagaskara. Bahkan Renata dan Arjuna beserta Reyhan juga turut diundang diacara itu.


Semua berkumpul dengan raut bahagia menikmati hidangan yang tersaji di meja makan. Zahira dan Bima dengan bahagia menyuapi baby Bara yang meminta makan, Aqila dan Deren sama-sama menjaga baby Ran yang berada dikereta bayi. Andika menemani Khalista yang sekarang mengisi perutnya. Baby Ran yang kuat sekali menyusu membuat Khalista gampang sekali lapar. Disaat mereka bahagia dan berbincang, seorang paruh baya datang bersama dengan putranya.


"Selamat malam," ucapnya sambil berjalan kearah pesta. Mereka saling memandang, seketika suasana sedikit tegang hingga pada saatnya Papa Alex memyambut kedatangan Tuan Prayoga beserta Micho putranya.


"Selamat malam, Prayoga." sambut Papa Alex. Semua mata terbelalak melihat kedatangan Tuan Prayoga, pasalnya Tuan Prayoga seharusnya masih merasakan panasnya jeruji besi.Tetapi, saat ini mereka melihat Tuan Prayoga di depan matanya.


"Bima, Andika,Papa sengaja membebaskan Tuan Prayoga," ucap Papanya.Andika dan Bima saling memandang.


Prayoga adalah dalang dari semua masalah yang menyebabkan penderitaan Zahira dan Khalista dahulu, mengapa papannya membebaskan? pertanyaan yang mengiang diotak Andika dan Bima.


"Om Prayoga adalah saudara tiri dari Papa Davit,Papa dari Andika dan Zahira. Ada suatu kesalahpahaman hingga Prayoga melakukan hal yang keliru, jadi papa memutuskan untuk mencabut tuntutan agar kita sama-sama bahagia. Kita saling memaafkan dan membuka lembaran baru. Lagi pula semuanya sudah berlalu, dan om Yoga sudah menjalani hukuman selama 10 bulan ini." ucap Papa Alex panjang lebar.


Suasana yang semula tegang berubah hangat kembali saat mereka saling merangkul dan saling memaafkan.


Kini Prayoga dan Micho ada didepan Bima, Zahira, Khalista dan Andika. Suasana sedikit canggung,Prayoga menatap kearah 2 keponakan yang berpisah sejak kecil,Andika dan Zahira. Bahkan pertemuan mereka baru kali ini, mengingat sebuah kesalahan pahaman yang membuat Prayoga gelap mata dan ingin menghancurkan mereka demi merebut harta yang di kelola oleh tuan Alexander.


Prayoga memeluk Andika dan Zahira. Prayoga berdiri diantara Zahira dan Andika. Air Matanya mengalir deras, dirinya yang merasa kasih sayang papanya lebih cenderung ke papa Zahira dan Andika membuatnya gelap mata. Namun, semua telah jelas ketika Tuan Alex menceritakan betapa sayang Davit pada saudaranya ini.


"Iya om, Lupakan yang lalu. "jawab Andika.


Sedangkan Micho hanya menghela nafas panjang, ketika menerima kenyataan bahwa dirinya saudara sepupu dari Andika dan Zahira. Andika adalah suami dari Khalista, orang yang pernah spesial dihatinya. Micho menatap kearah Andika, Bima, Zahira dan Khalista.


"Lupakan masa lalu, kita saudara." ucap Micho sambil tersenyum tipis ia juga sedikit melirik kearah Khalista.


Andika menatap kearah Micho dan menarik pinggang Khalista. Khalista terkejut, wajah nya bersemu merah.


"Kita saudara, jadi jangan melirik istriku seperti itu! "ucap Andika tegas, Micho sedikit menyunggingkan senyumanya.


"Sabrina, Katakan pada suamimu itu.Jika aku bisa mendapatkan orang lain yang jauh lebih sempurna darimu... "ucap Micho ketus.


"Tak ada yang lebih sempurna dari istriku,"sanggah Andika sedikit emosi.Micho menatap tajam kearah Andika.

__ADS_1


"Bagiku istriku nanti paling sempurna ,,,Sabrina sempurna dimatamu.Tapi,tidak dimataku. Bahkan hanya Zahira wanita sempurna bagi Bima, Bukankah begitu Tuan Bima? "ucap Micho. Bima mengaguk pelan dan merangkul singkat pundak Micho. Andika menghela nafas panjang,ia tertawa dan merangkul sesaat sepupu yang baru diketahui nya itu.


"Kau benar, Micho. Berbahagialah dengan jodohmu, kau harus segera menyusul dan mempunyai malaikat kecil yang tampan seperti baby Ran." ucap Andika. Micho tertawa dan memandang kearah Andika.


"Tunggu tanggal mainya Tuan Andika." ucap Micho kemudian melenggang pergi. Mereka semua menikmati hidangan yang tersedia.


Khalista yang sudah makan, kini menyusui Baby Ran. Andika meninggalkan dirinya bergabung dengan Bima dan yang lainnya setelah memberikan kecupan hangat di dahinya. Khalista tersenyum bahagia melihat semua keluarganya berkumpul. Tetesan Air mata mengalir deras di pelupuk matanya.


Kebahagiaannya sungguh lengkap ketika ada keluarga,mertua,sahabat kini berada didekatnya.


"Khalista, Kamu menangis? " tanya Zahira sambil duduk di samping Khalista. Zahira membawakan jus untuk Khalista. Khalista menatap wajah teduh didepannya.Ia juga menatap Baby Bara yang tidur di gendongan Zahira.


"Aku hanya bahagia,Za." ucap Khalista. Zahira menatap Khalista dengan tenang.


"Lihat Za, tanpa kita tau semuanya telah di persiapkan Allah SWT dengan indah. Setiap ujian dan setip rintangan adalah sebuah jalan yang akan membawa kita pada kebahagiaan yang telah disiapkan oleh Allah," ucap Khalista. Zahira tersenyum dan merangkul pundak sahabat yang selalu ada untuknya itu.


"Kamu benar, Allah Tidak akan membiarkan Makhluknya selalu dalam rintangan, bersabar dan bersyukur maka Allah SWT akan memberikan semua keindahan tepat pada waktunya..." sahut Zahira.


"Semoga kita selalu dalam limpahan kasih sayang, kebahagiaan dan kesehatan Sampai Akhir Nanti," ucap Zahira lagi. Khalista tersenyum dan mengangguk.


"Amin, Semoga kita selalu bahagia Sampai Akhir nanti.... "😍😍😍😍😍😍.


"Sebaiknya kita bergabung disana," ucap Zahira dan diangguki oleh Khalista.


Mereka menikmati pesta dengan Bahagia, Andika mendekat kearah Khalista, menarik pinggang Kalista dalam rengkuhanya. Tanga kirinya mengusap pelan pipi mulus baby Ran yang menggeliat manja.


"Terimakasih telah menjadi wanita yang sempurna untukku," ucap Andika. Khalista tersenyum dan menatap kearah Andika mereka saling berhadapan.


"Terimakasih juga telah menjadi suami yang sempurna untukku, Mas."sahut Khalista.


"Semoga kita Akan bahagia Sampai Akhir Nanti, sampai Tuhan memisahkan kita dengan caranya.. " ucap Andika kemudian mencium kening Khalista.


THE END


Alkhamdulilahhh...... Akhirnya karya author yang amburadul dan jauhhh dari kata sempurna ini Endah juga....


Terimakasih untuk kalian yang selalu mendukung aku, tanpa kalian apalah dayaku... aku bukann siapa-siapa..... love you sekebonnn yaaa.. 😍😍😍😍😍😍


ikuti karya aku selanjutnya ya.... semoga karya yang baru lebih baik dari yang ini.. banyak peminatnya.Amin..😁😁😁

__ADS_1



Kenalkan dia Micho aditya Pratama.Tunggu kisahnya yaaaa.... 😁😁😁😁😁


__ADS_2