
Khalista yang merasa gugup karena ketawan keluar menatap Andika dengan senyum canggungnya.
"Sayang,dari mana? "tanya Andika.
"Aku.. aku... "jawab khalista gugup. Andika mengamati baju berkerah yang digunakan istrinya.juga celana panjang jang menutup tubuhnya.
"Dari mana...Hemm? "tanyanya sambil melonggarkan dasi yang melekat di lehernya. Khalista yang masih diam berjalan kearah suaminya,membantu Andika yang sedikit tibet itu.
"Aku bantu,Mas."ucap Khalista. 3 minggu tinggal berdua membuat hubungan mereka semakin dekat.Khalista yang semula dingin dan jutek tampak sedikit hangat.
Khalista mengambil dasi yang dipegang Andika kemudian tersenyum memandang wajah Andika yang sedikit manyun itu.
"Katakan,dari mana? "Andika memutar tubuhnya.kini Andika berada dibelakang khalista,memeluk erat pinggang ramping itu.
Khalista memejamkan matanya.merasakan kenyamanan yang luar biasa,berdekatan dengan Andika selalu menciptakan debaran jantung yang cepat. rasa hangat yang menyeruak dan bahagia tiada tara.
"Aku dari butik Mama,Mas."jawabnya kemudian memutar tubuhnya,memandang wajah yang sehari-hari menjadi objek pandangan matanya.Objek yang selalu nampak ketika bangun dari tidurnya, mereka sepakat untuk tidur satu ranjang.
Andika mengernyitkan dahinya.
"Apa dibutik harus memakai pakaian kerja seperti ini? "tanya Andika.Khalista sedikit berfikir.
"Aku bekerja untuk mama,mengisi waktu luang bersama Zahira dan Bara disana."ucapnya. Andika tampak mengangguk.
"Aku bosan dirumah sendirian. Lagipula mas melarangku bekerja ditempat semula aku bekerjakan? "Sanggah Khalista,mencoba membalik keadaan agar Andika tak lagi bertanya yang macam-macam.
Andika menatap tajam kearah Khalista kemudian menatap kearah baju kerah Khalista yang terbuka kancing atasnya.
"Kenapa menatapku seperti itu Mas? "tanya nya sambil menutup dadanya yang sebenarnya tidak terlihat itu dengan kedua telapak tangannya.
"Lain kali jangan pake baju seperti ini lagi."ucap Andika.
"Kenapa? "tanyanya.Andika menyentil jidat Khalista pelan.Khalista memegang jidatnya yang tidak nyeri itu.
"Tidak ada bantahan,sekali jangan ya jangan."ucapnya.
"Ya sudah, aku mandi dan ganti baju dulu kalo gitu."ucap Khalista.
"Pake ini saja,bukankah belum masak untuk makan malam? "tanya Andika. Khalista mendengus kesal.
__ADS_1
"Tadi gak boleh pake, giliran mau ganti gak boleh juga. Maumu apa sih.. "ucap Khalista kesal.
"Nanggung sayang, ini usah jam berapa?kamu harus masak dan mengantar kerumah ibu. Mandi nanti saja."ucap Andika sambil melirik jam yang ada dipergelangan tangannya.
"Tapi ini gerah sekali Mas."Sanggah Khalista. Andika melepaskan pelukannya melipat lengan baju panjang khalista keatas.
"Sudah lebih baik? "tanya Andika.Khalista mencebikkan bibirnya.Andika tertawa.
Tangan nakal Andika melepas kancing baju Khalista.Khalista menepis tangan Andika dan memelototinya.
"Mas, kenapa mesum sekali."ucap Khalista,Kemudian melenggang pergi menuju kedapur sambil mengikat tinggi rambutnya. memperlihatkan leher jenjang yang indah.
"Aku hanya tidak mau kamu kegerahan saja.Kenapa mengataiku mesum. Lagian mesum sama istri sendiri bukankah tidak dilarang."sanggah Andika yang kini duduk didepan Khalista. memandang setiap gerak istrinya.
Andika menopang dagu dengan kedua tangannya memandang Khalista yang mengupas bawang.Khalista yang menyadari suaminya mengamati tampak menghentikan aktivitasnya.
"Mas,Mandilah.jangan mengamatiku seperti itu."ucap Khalista.kegugupan membuatnya sedikit grogi dan malu.
"Aku pulang cepat karna ingin melihatmu memasak. Aku akan mencicipi dulu nantinya."sanggah Andika.
"Mencicipi nanti saja,Mas.Aku tidak bisa memasak kalo kamu perhatikan seperti itu."ucap Khalista. Andika berdiri,membuat nafas khalista yang semula sesak menjadi lega.
Khalista yang semula merasa lega kembali dirundung bahagia,debaran jantung tak terkira membuatnya malu dan ingin pingsan saja.Khalista benar-benar kelimpungan dengan pesona seorang Andika Alexander.Bahkan hatinya mungkin telah jatuh cinta namun tak mampu untuk mengungkapkannya.
"Kenapa diam? "tanya Andika.Bisikan pelan tapi terdengar jelas ditelinganya. membuat rona merah dipipi khalista.
"Mas, kamu menggangguku."
"Aku tidak mengganggumu.Aku ingin membantumu,aku tidak akan membiarkanmu dimarahi ibu kali ini.Biasanya kamu dimarahi karna masakanmu keasinan,aku tidak mau ibu marah karna telor yang kamu kasih kegosongan dan tumis yang kamu masak terasa hambar."ucap Andika.
Khalista yang tadinya bahagia mendapat pelukan hangat dari Suaminya. kini merasa kesal atas ucapan Andika.
"Jangan juga terlalu jujur seperti itu,iya aku tau aku tidak pandai memasak.Aku tidak seperti wanita lain."ucap Khalista kemudian melangkah pergi meninggalkan dapur.Andika menepuk pelan jidatnya.
"Astaga, apa iya aku salah bicara? "ucapnya dan melangkah pergi menyusul istrinya yang tampak ngambek itu.
Andika dengan tergesa membuka pintu kamarnya. dan ternyata Khalista mengunci pintunya.
"Sayang.. buka pintunya. Aku minta maaf,aku bukan mengataimu.Aku hanya tidak mau kamu dimarahi ibu."ucap Andika sambil mengetok pintu kamarnya.
__ADS_1
"Sayang... "panggilnya lagi.
Khalista yang berada disalam kamar menutup wajahnya dengan kedua tangannya,sesekali tangannya memegang dadanya yang sangat terasa detakan jantungnya.
"Sayang.. ayo masak lagi sudah jam berapa ini."ucap Andika.
Khalista melangkah kearah pintu,dia pergi bukan karna marah melainkan tak sanggup lama berdekatan dengan makhluk tampan yang membuat jantungnya seakan meloncat.
Ceklekkkk
Khalista membuka pintu, Andika yang tampak kawatir mengamati wajah cantik istrinya yang semakin mengemaskan.
"Aku minta maaf. "ucap Andika.
"Lupakan,aku mau membuat nasi goreng saja.aku rasa sudah terlalu sore, aku takut waktunya gak keburu."ucapnya kemudian melenggang pergi. Andika mengikuti langkah istrinya.Lagi-lagi Andika merutuki dirinya sendiri yang salah mengucap kata sehingga membuat khalista tampak diam dan menghindarinya.
😀😀😀😀😀
Bima mengamati istrinya dan bayi mungilnya. Bima mengambil Alih Bara dari tangan Zahira. mengamati gerak-gerik istrinya yang tampak gugup karna tidak dirumah saat suaminya sudah pulang.
"Benar dari butik? "tanya Bima.bukan lagi bertanya,lelaki itu seakan mengintimidasi Zahira dengan tatapan hangatnya. Zahira mengangguk pelan.
"Iya,,, Mas.Apa tidak percaya? "tanya Zahira. Bima tampak terdiam.
"Aku sama Khalista juga kok,Mas."ucapnya lagi.Bima menghela nafas panjang.
"Ya sudah,Mandilah.Biar Bara bersamaku."jawab Andika. Zahira melenggang pergi. Bima mengamati punggung istrinya yang semakin menghilang dari pandangannya. Bima meraih ponselnya dan menekan nomor seseorang.
"Ada yang ingin aku bicarakan lagi nanti. Sebaiknya kita mengobrol didepan,nanti malam."ucap Bima kemudian menutup lagi ponselnya.
Zahira hanya bisa menghela nafas lega dikamar mandi.setidaknya Bima tidak bertanya yang membuatnya melakukan kebohongan. Pertanyaan Bima dijawabnya dengan jujur meskipun tak mengatakan misi yang sebenanya.
"Ya Tuhan semoga semua berjalan dengan lancar. Aku pasrahkan semua padamu."ucap Zahira pelan.
🤗🤗🤗🤗
Like komentar dan fote ya readeerss ter sayang... selalu dukung ya.. semoga selalu bisa memunculkan ide yang tidak membuat bosan.. kasih semangat ya... kadang minder juga dengan karya receh ini.. 🤣🤣🤣🤣..doakan banyak yang baca biar bisa bagi sedikit rezeki untuk reader tersayong...
__ADS_1
Terimakasih untuk kalian yang selalu mendukung aku.... 😀😀😀😀😀😀😀😍😍😍😍😍❤❤❤❤❤❤❤❤