Sampai Akhir Nanti

Sampai Akhir Nanti
episode 91.Akur


__ADS_3

Wah ramai sekali, kebetulan aku membawa banyak makanan... kita makan malam bersama saja disini. "suara yang tiba-tiba terdengar disela kesunyian.


Suara itu membuat orang-orang itu menoleh bersamaan. ...Arjuna datang dengan beberapa kantong plastik di tangannya.


Arjuna yang sangat sulit menghubungi Khalista memilih menghubungi orang rumah dan mendapatkan kabar jika reyhan belum kembali. diapun membelikan banyak bungkusan makanan mengingat ada Zahira dan Khalista juga. dan diluar dugaannya ternyata Andika dan Bima juga ikut bersama 😁😁😁.


" Arjuna.! "ucap Bima dan Andika bersamaan.


Arjuna tersenyum dan berjalan kearah mereka.


" Daddy....! "Reyhan berhambur memeluk ayahnya. Arjuna dengan santainya memberikan kantong plastik kepada Bima, dengan sigap Bima menerimanya.


"Apa-apaan ini.kau pikir aku pembantu mu? "


Bima mengeluh,melirik kearah Arjuna. Andika hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah 2 tuan muda itu.



"Bik asih minta tolong siapkan makan malam untuk kami ya... ! "


Renata memanggil Art nya, Bi asih mengangguk dan mengambil beberapa kantong plastik dari tangan Bima.


"Kalian Ikut aku, Biarkan para laki-laki menunggu disini sebentar. "


3 wanita cantik itu melenggang pergi.Bima,Andika dan Arjuna saling memandang.


"Bisa kau ceritakan apa yang terjadi Tuan Arjuna? "tanya Andika. Arjuna mengernyitkan dahinya.


"Seharusnya aku yang bertanya, kenapa kalian berbondong-bondong kesini? "


"Apa kalian saling mengenal? " tanya Andika lagi.


"Kami saling mengenal karna ulah Tuanmu. " Ucap Arjuna sambil melirik Bima.


"Kenapa aku? "sanggah Bima tak mengerti.


"Apa kau lupa, mengatakan pada Reyhan jika aku membawa moommy untuknya?"


tanya Arjuna sedikit menyindir.Bima mencoba mengingat beberapa bulan yang lalu, Bima melirik kearah Andika.


"Mommy? "gumam Bima.


"Moommy Renata? " tanya Andika.


Keduanya saling berpandangan dan melirik kearah Arjuna. Tawa renyah Andika mengisi ruangan.Bima juga begitu.


"Kalian mengenal Renata? tanya Arjuna. Bima dan Andika tak memberi jawaban mereka melenggang pergi kearah ruang makan. tidak perlu bertanya lagi 2 orang itu sudah hafal betul tata letak ruangan disana.Arjuna mengikuti 2 orang didepannya.

__ADS_1


"Kalian makanlah." Renata mempersilahkan, Drama pun Dimulai ketika perut Bima mulai mual dan meninggalkan ruang makan. Zahira mengikuti suaminya. Bima melangkahkan kakinya keluar, sedangkan 2 pasangan tak berstatus itu melanjutkan makan meskipun Bima dan Zahira tak kunjung kembali.


"Kamu mual mas? "tanya Zahira. meskipun sebal, perhatian Zahira tidak pernah berubah.


"kamu makanlah, aku akan menunggu disini. " ucap Bima. Zahira menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak lapar, melihatmu seperti ini nafsu makanku juga tidak ada. "Zahira duduk di teras, Bima mengikutinya dan duduk disamping Istrinya. hening. keduanya saling diam.


"Aku minta maaf, telah menyakitimu tadi. "


Bima mengangkat pergelangan tangan istrinya yang tadi dicengkramnya.


"Masih sakit?"tanya Bima, Zahira menoleh.


"Sakit itu ketika kamu menuduhku tidak berdasarkan dengan bukti, kamu menuduhku membohongimu. padahal aku tidak berbohong.


aku belum menjelaskan dan kamu sudah bergulat dengan fikiran negatifmu sendiri, itu menyakitkan sekali?" ucap Zahira.


"Aku hanya takut kamu bersedih jika kamu bertemu dengan Renata.aku begitu mencintai mu. kesalahan yang lalu membuatku takut jika kamu meninggalkan ku lagi. "jawab Bima.


"Sampai kapan kita akan menghindar, itu tidak bisa. kita harus bisa berdamai dan harus saling memaafkan. Kak Rena Kakaku aku tidak mungkin bisa menghindarinya.kita harus bisa berdamai dengan keadaan, kita sudah bahagia... kamu sudah mencintaiku. kak Rena sudah melupakan cinta diantara kalian, lalu untuk apa kita masih saling diam?, jangan pernah berfikir aku cemburu lagi.. aku tau cintamu hanya untukku."ucap Zahira.Bima menghela nafas panjang. Bima menarik Zahira dalam dekapannya.


"Tidak terfikir sebelumnya, jika aku hari ini bertemu dengan kak Rena, ini karna reyhan. berterimakasihlah dengannya."ucap Zahira lagi. Bima tersenyum.


"Aku akan melakukannya. kamu tidak perlu khawatir, sebaiknya kita kedalam dan pamit.aku sudah membuat janji dengan dokter kandungan. jam 20.00 nanti"


Zahira mengangguk, keduanya menuju kedalam. 2 pasangan tak berstatus dan reyhan saling menatap, mereka duduk diruang tamu. mungkin mereka lega melihat pasangan suami istri itu tidak terlibat pertengkaran.


"Aku hanya ingin kalian menjadi saksi, bahwa aku Mencintai istriku, aku mencintainya dan akan terus seperti itu."


Bima berucap.Bima memegang pundak istrinya.menatapnya penuh cinta.hening.Zahira terkejut. Bima seakan menegaskan benar-benar mencintai istrinya. Zahira memandang sorot mata Bima yang menyiratkan ketulusan.


"Renata, aku mencintai adikmu.kita sudah selesai.meskipun aku pernah menemuimu dibelakang istriku.waktu itu aku hanya ingin memastikan perasaan ku.Dan pada akhirnya aku benar-benar tau bahwa aku begitu mencintai Zahira saja.aku berharap kita bisa melupakan semuanya. kita hidup beriringan sebagai keluarga.kau kakak Zahira, itu artinya kau juga kakak ku... kita buka lembaran baru.! "ucap Bima. Renata menatap 2 pasangan didepannya.Diam.Renata tersenyum.


"Aku bahagia melihat kalian bahagia. jangan pernah menyakiti Zahira. aku akan menghukumu, aku sudah melupakan semua yang lalu.anggap saja kau tak mengenalku sebelumnya.. ingat Bima. aku kakakmu.jika terjadi sesuatu kepada Adikku. kau akan tau akibatnya."ucap Renata tegas.


Arjuna masih menyimak ucapan yang keluar dari mulut Bima juga Renata,ia terdiam dan mencernanya.Arjuna mendapatkan jawaban atas pertanyaannya.Arjuna sedikit berdesir.entah perasaan apa yang menyelip di hatinya. pandangannya tertuju pada Renata. gadis cantik, baik namun ternyata tak berjodoh dengan Bima.


" Zahira, Berbahagialah. jangan pernah lagi melibatkan aku di hubungan kalian.aku benar-benar sudah melupakan masa lalu."


Zahira berhambur kepelukan Renata.


"Terimakasih kak.. aku harap kakak juga lekas behagia.. aku selalu mendoakanmu. "


"Aunty tenang saja, moommy akan bahagia bersamaku dan Daddy. " celetuk Reyhan. membuat Arjuna tersedak udara dan mengundang gelak tawa orang-orang disekitarnya.


"Reyhan...Kau membuat daddymu tersedak.sini biar uncle akan membisikimu sesuatu.!"ucap Andika.Renata tampak merah merona. sedangkan Arjuna hanya menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Reyhan sudah malam. sebaiknya kita pulang. Daddy sangat lelah...! "ucap Arjuna.


"Kata Uncle Dika, Uncle Dika mau membisikiku, Dad."


"No... jangan mendengarkan mereka yang nantinya akan membuat Daddy pusing. "ucap Arjuna. Reyhan menurut. berpamitan dengan Renata, Zahira, khalista,Bima dan Andika.


Reyhan mengangguk dan tersenyum.


" Moom..ikutlah bersamaku. kita tinggal bersama moom."ucap Andika, menirukan gaya bahasa Reyhan. ketika Renata mengantar Reyhan didepan pintu. Renata dan Arjuna saling memandang,tatapan mereka saling bertemu.


"Moom, Dad... benar apa kata uncle Andika. kenapa kita tidak tinggal belsama saja.bial aku tidak capek kesana kesini? "


ucapan Reyhan menghentikan aksi pandang-pandangan keduanya. Arjuna melirik tajam kearah 4 orang yang duduk tak jauh dari mereka itu. sedangkan Renata berjongkok di hadapan Reyhan.


"Hei,, tidak bisa seperti itu, Reyhan bersama Dad,pulang dulu. Reyhan bisa main bersama mommy lagi semau Reyhan besok.okey"ucap Renata sambil mengusap pelan punggung Reyhan. dan mencium kening Reyhan.


Anak pintar itu mengangguk.Renata tersenyum dan kembali berdiri.


" Terimakasih Renata.Aku pamit dulu."ucap Arjuna. Renata mengangguk.


"Mana adegan ciuman keningnya Pak Juna? "


celetuk Khalista, mulut rongsokannya tertahan sejak tadi melihat perpisahan pasangan tak berstatus itu dan akhirnya nyerocos juga. ucapan Khalista mengundang gelak tawa Bima, Zahira dan Andika. Arjuna menatap Khalista tajam.untung saja Reyhan sudah berjalan ke mobil, jika ada Reyhan pasti anak itu benar-benar akan memaksa Arjuna melakukannya.


"Bulan ini gajimu ku potong Khalista."


ucap Juna. kemudian melenggang pergi. setelah pamit dengan Renata. Khalista masih tertawa, ucapan Arjuna tak membuatnya sedikitpun takut. Renata kembali di meja ruang tamu. wajahnya mereka merah.


"Cie, cie....! " goda Khalista.


"Khalista stop. jangan menggodaku. " Renata menjawab, entah bagaimana perasaannya pada Arjuna tetapi bersama Reyhan membuatnya nyaman.


"Kami harus pamit, aku masih ada acara ke dokter kandungan. Kak, Renata. "


ucap Bima, Renata menatap pasangan serasi itu bergantian. dia tersenyum mendengar sematan Kak yang diucapkan Bima.Zahira juga tersenyum mendengar ucapan suaminya.


"Hati-hati.jaga keponakanku." ucap Renata.


Hatinya lega,lega sekali. ia mengusap perut Zahira, sebelum akhirnya memeluk adik kesayangannya.


"Hai baby, jangan nakal ya...!" lirihnya. Mendengar ucapan kakaknya Zahira merasa bahagia.


"Aku pamit, Kak. Asalamualaikum. "


"Walaikumsalam."


Keempat orang itu melangkah meninggalkan ruang tamu rumah Renata.

__ADS_1


🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗


hemmmmm... pagi reader... 😍selamat berpuasa. tetap semangat ya... jangan lupa.. like comen dan hadiahnya🤣🤣🤣Terimakasih untuk komentar positif dan membantunya ya. 🤗🤗


__ADS_2