
Dipagi Nan indah, setelah menyelesaikan masak dengan Mama dan bi Ani,Zahira menuju kekamar. Terdengar suara gemericik air dari kamar mandi, Zahira melangkah menyiapkan baju kerja Bima lengkap dengan dasi dan peralatannya.
Tak lama dari itu Bima keluar dengan menggunakan jubah handuk, wajah tampannya semakin memikat dengan hiasan tetesan air yang menyisa dari rambutnya.Bima mendekati Istrinya, membuka jubah handuk itu. Zahira sontak menutup kedua matanya dengan kedua telapak tangannya.
"Kenapa menutup matamu, Sayang??Aku tidak telanjang, bukalah matamu."
Ucap Bima, Zahira mengintip dari celah jarinya, memastikan Bima benar-benar tidak telanjang.iya melihat Bima memakai singlet dan boxer pendek. Zahira membuka matanya, dan tersenyum kearah Bima.
"Bukankah biarpun telanjang itu sah-sah saja?"
"Jangan menggodaku, Tuan Abimanyu. Ini sudah siang. "
Zahira mengambil kemeja putih dan memakaikan pada Bima, membantu memakaikan celana, kemudian memasangkan dasi di leher Bima.Zahira sedikit berjinjit untuk merapikan dasinya.
"Selesai."
Zahira memakaikan jas senada dengan celananya, kemudian mengambil tas kerja Bima.
"Mas, apa baik-baik saja? kenapa tampak seperti memikirkan sesuatu? "
"Aku hanya memikirkan 3 tempat kosong yang ditinggalkan oleh 3 staf yang berkhianat, rasanyaa mencari ganti untuk menempati kursi itu tidak mudah, aku harus berhati-hati. Aku tidak bisa percaya pada sembarangan orang. "
"Ya sudah, difikirkan seiring berjalan ya waktu, pasti akan ada yang bisa kamu percaya nantinya, Mas. "
Bima mencium puncak kepala Zahira,tersenyum memandang wajah cantik istrinya kemudian berjongkok memberikan ciuman di perut Zahira.perut yang semakin tampak membuncit.
"Bukannya sudah hampir menginjak 4 bulan? Aku ingin ikut memeriksakannya,"
Bima kembali berdiri dan merangkul pundak istrinya.
"Iya mas, aku periksa pertama usia kandungan memasuki 8 minggu, dan kemudian aku bulan kemarin tidak memeriksakannya karna liburan, jadi bulan ini aku harus mulai rutin memeriksakannya. "
Zahira mengoceh ria dan mengundang gelak tawa Bima.
"Kepergian yang membuat Tuan Bima kelimpungan setengah mati dianggapnya liburan??.benar-benar mengujiku." Batin Bima.
"Kamu itu nakal sekali, liburannya terlalu jauh dan menyakitiku, lain kali kamu harus mengajakku Nyonya Bima."
"Apa boleh buat, Tiket liburan ke Sydney dari kak Renata Hangus sudah,entah dimana batangnya aku juga lupa."
__ADS_1
Bima menatap kearah Zahira, memandang istrinya penuh cinta.menyentuh pipi Zahira dengan sayang.
"Tanpa kita kesana kita sudah berhasil mencetak gol, mungkin plaining anak kedua bisa kita agendakan kesana."
Ujar Bima,Zahira Tersenyum. sedikit berjinjit dan mencium sekilas bibir Bima.Pipi Bima tampak merona.
"Kamu mau berapa anak, Mas? Jika Allah masih memberikan kesehatan nanti,Aku menerima dengan bahagia. "
"Aku ikuti kemauan mu, 2,3,atau 4 aku siap Saja."Ucap Bima.
" Mama dan Aqila sudah menunggu, ayo kita sarapan. "
Zahira melepaskan tangan Bima dari pipinya, tersenyum kemudian menautkan jari jemari mereka dan berjalan menuju ke tempat makan.
"Selamat pagi kakak....... "
Aqila, gadis cantik itu sudah rapi dengan dandanan ala mahasiswa, wajahnya yang begitu imut membuat nya tampak masih seperti anak SMA.
"Pagi,,,"sahut Bima dan Zahira.
"Selamat pagi Ma."Bima menyapa Mamanya dan mencium kedua pipinya, kemudian duduk di samping mamanya.Nyonya Tania tersenyum dan memandang putra Putrinya bergantian.
ucap Nyonya Tania, Bima tersenyum dan mengangguk pelan. Mereka menikmati sarapan pagi dengan khidmat dan hanya dentingan suara sendok yang terdengar diruangan itu.
"Kak Zahira,Kapan-kapan datanglah ke Kafe, Kak Andika membebankan pekerjaanmu padaku, dan sekarang kau harus membantuku."ucap Aqila.Zahira menatap Aqila sambil mengelap bibirnya dengan tisue.
" Aku tidak mengizinkan istriku mengelola kafe, biarkan dia istirahat. dan kau urus saja jika mau."Bima menyela sebelum Zahira menjawabnya.
"Ishhhh.kau itu benar-benar menyebalkan, "...
Zahira dan Nyonya Tania hanya menggelengkan kepalanya.mendengar perdebatan yang tak berfaedah itu.
" Aku hanya minta jika kak Zahira senggang saja, tidak harus setiap hari. Kau mau kan kak?"lanjut Aqila lagi, menatap Zahira penuh permohonan.
" Aku bilang tidak, itu artinya tidak. Kau mengerti bocah?"
Ucap Bima, yang tidak bisa dibantah itu, Aqila mengerucut kan Bibirnya. Zahira tersenyum melihat keduanya.
"Jangan berdebat, Aqila kau Bisa membawa perlengkapan kesini,dan Kita bisa mengerjakan dari rumah. "Jawab Zahira menengahi.
__ADS_1
" Okey aku setuju kak, memang Kau sangat bijaksana.tidak sepertinya,dia manusia paling menyebalkan sejagad raya."Aqila tersenyum, namun tampak sewot ketika melirik kearah Bima.
"Jangan bawel bocah, kau itu memang harus belajar mengelola pekerjaan, supaya nantinya kau itu tidak mengandalkan orang lain. Kau harus bersyukur karna liburan panjang istriku,Andika memberimu sebuah Amanah. "
Aqila hanya mengernyit dahinya mencerna kata liburan yang diucapkan Bima,Aqila memandang Bima yang sudah berdiri dan berpamitan Pada Mamanya dan Zahira. Aqila menyambar tasnya mereka berempat saling bersalim ria.
Setelah beberapa menit kemudian, mereka kini berada di depan apartemen, Aqila dan mama sudah melajukan mobilnya dan menghilang dari pandangan mereka.
"Sayang, aku berangkat dulu. Kau hati-hati jangan banyak beraktivitas.Siang nanti aku pulang, jangan datang ke kantor untuk mengantar makanan, okey."
Zahira mengangguk pelan, Bima mencium kening istrinya. Zahira mencium punggung telapak tangan Bima.
"Hati-hati, jaga hatimu untukku. "
Bima tersenyum, kemudian masuk kedalam mobil dan melajukan Mobilnya.
😍😍😍😍😍😍
Disepanjang jalan, Bima Hanya tersenyum.kebahagiaannya begitu sempurna manakala Takdir Tuhan kembali mempersatukan Zahira denganya, rasa syukur bertubi-tubi terucap dari lubuk hatinya.
Lampu lalu lintas yang berwarna merah menghentikan laju mobilnya. Bima berhenti, kemudian menoleh ke kanan, ia menangkap bayangan sesorang yang seperti dia kenal,dia mengendarai mobil berwarna hitam metalik di sebrang sana. mobil itu mulai melanju. Warna lampu berubah hijau, dengan kecepatan yang di tambah Bima mencoba putar balik dan mengejar Mobil yang dilihatnya. Namun nihil, ia tak dapat menemukannya.
"Apa aku tidak salah lihat? apa mungkin tadi Bianca?"
Pertanyaan yang mengganjal di benak Bima, mendengar Ibu Bianca sakit dan Ayah tersangkut masalah kalau itu, membuat Bima sedikit kasihan.Meskipun baru sekali saja bertemu dengannya.Namun,secara tidak langsung Bianca telah menjaga dan menemani Zahira dinegara orang, juga membantunya mendapatkan maaf dari Zahira karna ide cemerlangnya.Bima menghela nafas panjang.
"Aku rasa aku harus mencarinya, aku juga harus berterima kasih. Karna dia aku dan Zahira bisa baikan. "
Bima melirik ponselnya, mengamati jam yang menunjukkan pukul 06.58.
"Setidaknya aku sudah tau Bianca di sekitar sini.lain waktu aku akan mengajak Zahira mencarinya.pasti Zahira bahagia."ucap Bima, Bima memutar kembali laju mobilnya dan menancap gas menuju ke Alexander group.
☺☺☺☺☺☺☺☺
Beberapa menit kemudian, Bima sudah sampai didepan perusahaan.melilir jam yang menunjukan pukul 07.13 itu Artinya 13 menit dia terlambat dari jam masuk. mungkin Karyawan tidak akan memakinya. Namun,kakak ipar menyebalkan akan menyerangnya. Tidak menunggu Lama Bima memasuki area kantor, para staf yang bertemu menunduk hormat memberikan salam pada Bima.
Bima menuju kaerah lift dan menekan angka 40 dimana ruang presiden direktur berada.Beberapa menit berlalu, Bima melangkahkan kakinya di ruangan, dan disana sudah disambut oleh kakak ipar dengan senyum sumringah nya.
😄😄😄😄😄😄
__ADS_1
Haiii readers,,,,, tetap semangat ya......jangan lupa kasih jempolnya buat aku.. 😆