
Andika dan Khalista memgendarai mobil,keduanya terdiam tanpa Kata.Hingga beberapa menit kemudian sampailah mereka diapartemen.
Zahira dan Bima tampak termenung didepan apartemen.Tampaknya Bima juga baru sampai. Kemudian menghampiri Khalista dan Andika yang baru saja muncul.
"Khalista....kamu tidak apa-apa? "tanya Zahira sambil mengamati wajah Khalista.Khalista menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak papa.Seharusnya kamu mempertanyakannya pada Kakakmu dan suamimu. Gara-gara aku mereka jadi babak belur seperti itu."ucap Khalista.Zahira menghela nafas panjang.
"Sebaiknya kita masuk... kita obati luka kak Dika dan Mas Bima."ucap Zahira.Mereka mengangguk dan masuk kedalam apartemen.
Khalista dan Zahira menuju ke dapur, sedangkan Andika dan Bima duduk di sofa.Andika dan Bisa saling berpandangan.
"Aku rasa Zahira dan Khalista harus menjelaskan Misi mereka hari ini juga.Semuanya seperti sudah terencana."ucap Bima.Andika menghela nafas panjang.
"Dan hal yang paling mencengangkan adalah suatu kenyataan jika orang itu adalah Mantan kekasih khalista."ucap Andika.Bima sedikit terkejut.
"Micho? "tanya Bima. Andika mengangguk pelan.
"Lalu apa yang harus kita lakukan? "tanya Bima lagi.Andika sedikit mengangkat bahunya. Hingga 2 wanita cantik itu kini berada dihadapan keduanya.
"Bisa kalian jelaskan tentang Micho Adytia pratama?"tanya Bima pada 2 wanita didepannya.2 wanita cantik itu terdiam,mereka saling memandang.
"Apa kalian merasa benar dengan tindakan kalian? "tanya Bima lagi. Khalista dan Zahira saling memandang.
"Kami hanya ingin membantu."ucap Khalista.
"Sudah berapa kali aku bilang, jika hidup seperti ini jauh lebih baik dari pada kami kehilangan kalian?Dengan tindakan kalian,lihat sekarang kalian membahayakan diri kalian sendiri?"ucap Bima.
"Maaf... "Sahut 2 wanita cantik itu bersamaan.
"Untung saja Khalista baik-baik saja.jika terjadi apa-apa mungkin aku tidak akan memaafkan diriku sendiri."ucap Bima.
"Ini jauh dari apa yang sudah direncanakan,Bima.Ini bukan bagian dari rencana kami. Ini adalah cerita masalaluku yang ternyata berkaitan dengan orang yang sama.Maaf membuat kalian khawatir."ucap Khalista.Zahira terkejut ia menatap Khalista dengan sorot mata bingung.
"Apa maksudmu,Ta?"tanya Zahira.
__ADS_1
"Micho adalah Mantan tunanganku,dia melakukan penculikan ini karna obsesinya.Aku yang amnesia tidak mengenalinya. Hingga semua ini terjadi."ucap Khalista. Zahira menutup rapat mulutnya.
"Kamu sudah mengingat,Ta?"tanya Zahira. Khalista mengangguk pelan.
"Ya aku sudah mengingat semuanya.Aku minta maaf telah membuat kalian kawatir."ucap Khalista.Zahira menghela nafas panjang,mengusap pelan pundak Khalista dan tersenyum tipis.Zahira menyimpan sejuta pertanyaan yang sudah berputar diotaknya untuk sahabatnya itu.
Tak lama dari itu Mama Tania, Aqila dan Tuan Alex datang dengan kawatir. Mereka segera menghampiri 2 pasang suami istri itu.
"Bagaimana keadaan kalian? "tanya Mama Tania sambil mengamati wajah putra-putrinya.
"Kalian harus bertanggung jawab atas kekacauan ini."ucap mama Tania sambil memandang kearah Bima dan Andika.
"Bukankah mama yang seharusnya berhenti mempropokasi mereka.Ini salah mama,kenapa menyalahkan kami."sanggah Bima.
"Ini jelas-jelas salah kalian. Kalian yang enggan untuk menuntaskan masalah ini sedari dulu,hingga semuanya berlarut seperti ini.Mama tidak mau tau.kita tuntaskan segera masalah perusahaan dan mama tidak mau hal seperti ini terjadi lagi."ucap mamanya.
Bima dan Andika sedikit tersentak.Pasalnya ucapan mama Tania memang benar adanya. Bukan menyelesaikan masalah, namun Andika dan Bima malah terkesan menghindari masalah hingga berlarut.
"Pa...sebaiknya papa melakukan sesuatu. Asal papa tau Prayoga adalah dalang dari kekacauan yang terjadi 6 bulan yang lalu."ucap Mama tania.Tuan Alex membelalakan matanya.
"Ya... Prayoga....saudara tiri davit. Aku rasa Prayoga masih menyimpan dendam pada kita.Ini adalah masalah kita, kita seharusnya menyelesaikannya tanpa melibatkan anak-anak."ucap Mama tania tegas.
"Aku dan Andika sudah menemukan jalan,Ma...sebaiknya aku dan Andika yang menyelesaikannya. Beri kesempatan kami untuk itu."ucap Bima. Mama Tania memandang kearah Bima dan Andika begitupun dengan Tuan Alex.
"Apa kalian yakin,bisa menuntaskannya? "tanya Tuan Alex.
"Kami akan menyelesaikan berkas malam ini dan akan mengurusnya besok."ucap Bima.
"Okey,,, 1 kesempatan lagi untuk kalian.Jika ini gagal,Papa yang akan menyelesaikannya."ucap Tuan Alex.
Andika dan Bima mengangguk pelan,kemudian mereka melenggang pergi. Sedangkan mama Tania dan Tuan Alex memandang 2 menantunya. Aqila sudah sedari tadi menghampiri baby Bara yang tidur pulas dikamarnya.
"Khalista... apa kamu baik-baik saja Nak? "tanya Mama tania. Mama Tania mendekat,menatap lekat wajah Khalista yang menyimpan sebuah kesedihan.
"Iya,Ma...tak perlu mengkhawatirkan aku.."ucapnya.
__ADS_1
"Apa benar ingatanmu sudah pulih? "tanya Mama Tania.Khalista mengangguk pelan,Mama tania menghela nafas panjang.Kemudian menarik khalista dalam dekap hangatnya.
Andika yang mengatas namakan misi perusahaan dalam pernikahannya atas sepengengetahuan mama Tania,dan dia juga tau Andika melakukan itu sebenarnya atas dasar Cinta.Mama tania tau jika menantu keduanya sekarang tengah meratapi kesedihan.
"Mama tau apa yang ada difikiranmu.Jangan menyakiti dirimu sendiri.Kamu tau,Andika sangat mencintaimu."ucapnya. Khalista tak bisa berkata apa-apa Air matanya tumpah tanpa diminta.
"Apa Mama yakin? "tanya Khalista. Mama Tania mengusap pelan pundak Khalista,memberikan kehangatan pada menantunya itu.
"Andika dan Bima adalah anakku, meskipun Andika tidak terlahir dari rahimku. Andika sangat dekat dengan kami,bahkan setiap kejadian yang membuatnya bersedih ataupun bahagia,Mama dan papa mengetahui.."ucap Mama Tania. Khalista sedikit berdesir.ingin menanyakan tentang pernikahan tapi entahlah, hatinya seakan lelah. Khalista benar-benar butuh waktu.
Mama Tania melepas pelukannya,memandang khalista dan Zahira bergantian.
"Mama berharap kalian bahagia..."ucap Mama Tania sambil mengusap pelan pundak khalista dan Zahira.
"Mama dan Papa harus pulang, biarkan Aqila disini. Dia merindukan baby Bara."ucapnya.
Khalista dan Zahira mengangguk,dan mengantarkan kepergian mama dan papa mereka didepan pintu.Mobil mewah yang kini didepan mata menghilang dari pandangan mata mereka beberapa saat kemudian.
"Tata...."ucap Zahira sambil memandang sahabatnya.Khalista menoleh dan tersenyum getir. Zahira merengkuh Khalista dalam pelukanya.Sahabat yang selalu ada, bahkan mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan nyawanya. Zahira menghapus air matanya.
"Terimakasih Ta.. karna pertolonganmu.Aku bara dan Mas Bima masih bisa menghirup udara."ucap Zahira.Khalista mengusap pelan pundak Zahira.
"Bukankah itu adalah gunanya sahabat? Bahkan kamu juga yang selalu menemani aku di setiap masalahku."ucap Khalista. Zahira tersenyum dan melepas pelukannya.Mereka saling memandang.
"Kamu adalah saudara,teman baik dan adik ipar yang sempurna Zahira."ucap Khalista.
"Tetaplap menjadi saudara,teman baik dan kakak ipar yang sempurna juga."ucap Zahira. Membuat hati khalista seperti tersengat aliran listrik. Khalista mencoba tersenyum.
Keduanya menuju ke sofa... menunggu 2 tuan muda melakukan diskusi.Mereka sama-sama tertidur hingga Andika dan Bima selesai dan berjalan kearah mereka.
"Aku akan membawanya pulang."ucap Andika. Bima mengangguk pelan.Andika mengangkat tubuh khalista dan berjalan kearah pintu,sedangkan Bima membawa Zahira ke kamar pribadi. Karna ada aqila dikamar baby Bara.
Andika terus saja memandangi wajah cantik yang kini berada dalam gendongannya.Rasa sakit menyeruak saat mengingat cintanya masih saja diragukan.Andika menghela nafas panjang, membaringkan tubuh istrinya diranjang.
Andika membuka kancing kemeja Khalista,berniat menggantikan baju yang dipakainya. Khalista yang merasakan sesuatu membuka matanya,menggenggam erat tangan yang kini berada tepat diantara 2 gunung kembarnya. 😂😂😂😂.
__ADS_1