Sampai Akhir Nanti

Sampai Akhir Nanti
episode 36.kebersamaan khalista dan Zahira


__ADS_3

Setelah dokter alisa memeriksa keadaan Zahira, iapun memberikan obat,Zahira meminum obat itu setelahnya.Zahira dan khalista menghabiskan waktu diruang santai, mereka memang seperti Saudara yang selalu ada disetiap suka dan duka. saat itu ponsel Zahira berdering, dilihat nya nama deren tertere disana.


"Haloo Asalamualaikum deren, apa kau menghawatirkan kakak?"


Sambutnya pada deren.


" iya kak, apa kakak lupa? kenapa kakak tidak mengabari ketika sudah sampai dirumah? "


"Maafkan kakak deren, kakak kemaren sampai malam, karna kakak bertemu kak Bima dijalan, jadi kami menyelesaikan beberapa hal terlebih dulu, jadi lupa memnghubungimu"


ucap Zahira sambil tersenyum.


"pantas saja kakak melupakan ku, kakak sudah bersama Kak bima yang memang lebih tampan dariku"


haha, mereka tertawa bersama.


"ya sudah kalau kakak sampai tujuan dengan selamat, kalau gitu deren berangkat kuliah dulu kak, asalamualaikum"


"Walaikumsalam deren"


Zahira menutup telfonnya dan meletakan diatas meja.


"kenapa kau tidak mengatakan kalau kau sakit Za?


" Aku tidak mau membuat ayah kawatir ta, ayah sudah sakit-sakitan, aku tidak mau merepotkan nya, dari kecil aku sudah merepotkan ayah"


"Sudahlah, jangan meresa bersedih, mereka tetap keluargamu"


Zahira tersenyum.dan merangkul pundak khalista.


"aku tidak habis fikir, ternyata tuan Bima begitu manja dan romantis padamu, aku kira dia akan sedingin es batu"


"itu karna aku sengaja selalu menjadi wanita penggoda untuknya, makanya dia mengimbangi ku"


"kau itu ada-ada saja, bukankah memang tugas istri menggoda suaminya"


mereka tertawa bersama, namun sedetik kemudian Zahira tampak bersedih.


"Apa yang kau fikirkan, kenapa kau bersedih? "


"kami hanya hanya berteman, kami saling membutuhkan, karna tinggal satu atap, namun tidak ada cinta didalam pernikahan kami ta, Mas Bima masih mengharapkan kekasihnya. "

__ADS_1


"Apa kau yakin tidak mencintainya? "


"aku belum tau ta, tapi aku begitu takut kehilangannya,?


" itu karna kau mencintainya, sudahlah jangan berfikir yang tidak-tidak, seiring berjalan nya waktu Bima akan mencintaimu "


"kau itu ta,,, seperti sudah pernah jatuh cinta saja, kau begitu pandai menasehatiku"


Khalista menghempaskan tangan Zahira dari pundaknya. kemudian dia menatap wajah Zahira, Zahira mengernyitkan dahinya.


"kenapa kau tersinggung?


" Aku hanya kesal saja, kau sama saja seperti kepala batu itu, selalu menghina ku"


ucap khalista emosi, tetapi malah mengundang gelak tawa Zahira.


"Maksudmu kak Andika? "


"Siapa lagi, hanya dia kepala batu dan manusia menyebalkan di dunia ini"


Zahira tertawa, iapun mengambil jam tangan couple diatas meja yang tadi dibawa khalista.


"begini saja,ini kalian bagi 2,yang cewek untukmu, nanti yang cowok aku kasih kan pada kak Andika, dari pada mubazir, kan sayang"


"Kau dan kak Andika akan terlihat romantis memakai jam couple ini"


celetuk Zahira sambil tertawa.


😃😃😃


Setelah meeting dengan beberapa klien Bima dan Andika tampak sibukk menyelesaikan berkas.


"Tuan, kau harus menandatangani berkas yang ini juga"


Andika menyerahkan beberapa lembar berkas, Bima menandatangani nya kemudian menyerahkan pada Andika. Bima tersenyum melihat kearah Andika.


"Apa ada yang salah dengan saya tuan? Kenapa anda tersenyum? '


" Aku hanya tertarik pada hubungan mu dengan Khalista,, lucu sekali "


"hubungan? aku tidak ada hubungan apa-apa dengan nya tuan"

__ADS_1


"Kau itu pandai sekali menggodaku, tetapi ku terlalu bodoh memahami dirimu sendiri! "


Andika mengernyitkan dahinya.


"bukan kah anda juga demikian tuan, kau itu bosku, jadi aku berguru padamu"


"Jadi kau mengatai ku bodoh?


" Aku tidak mengataimu tuan, aku hanya..


"sudah, sudah lama-lama kau itu seperti Khalista, berisik seperti rongsokan radio"


ucap Bima ketus.Andika berfikir sejenak.


"Apa iya aku jadi berisik?.. ishhh... tuan Bima ada-ada saja"


Batin Andika.


"Apa ada perkembangan tentang renata? "


"aku belum menemui titik terang tentang keberadaan nona renata tuan, tapi aku sudah mendapatkan info yang akurat, jika nona renata masih hidup"


Bima menghela nafas panjang.


"Aku yakin, renata masih hidup, aku tau dia akan kembali"


"lalu bagaimana dengan Nona Zahira? tanya Andikw


" Zahira bersedia mundur jika renata kembali"


jawab Bima.


"Apa tuan yakin, akan meninggalkan nona Zahira?


" Aku tidak tau, "


"Aku sudah katakan, kau harus menjaga berlian yang kamu punyai, jangan menyesal nanti jika dia dimiliki orang lain"


"Apa artinya kau masih bercita-cita menjadi pembinor?


" Aku hanya ingin melihat nona Zahira bahagia,entah karena apa"

__ADS_1


Bima mengepalkan tangan nya.


__ADS_2