
"Mas,, apa kamu tak merindukanku? "
"Zahira,aku lelah, aku mau mandi, jangan menghalangi langkahku! "
Ucapan Bima sedikit membentak, membuat Zahira benar-benar terpaku dan menangis pilu, kemudian melepas dekapan nya.
Bima melangkahkan kakinya menuju Kamar mandi. mengguyur tubuhnya dengan Air dingin. Berharap kepalanya dingin dan sedikit tenang.
20 menit berlalu, Bima keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya. menyambar baju diatas ranjang yang sengaja disiapkan Zahira. Bima Celingak-celinguk mencari dimana istrinya berada, tak ada Zahira disana. Bima mengambil kotak kecil didalam kopernya, meletakan didalam tas yang sering Zahira gunakan. kemudian beranjak dari kamar menuju ke ruang makan.
"Mas, aku sudah masak makanan kesukaan mu. Ayo makan, "
Zahira yang menata meja makan, Antusias menyambut Bima yang berjalan menuju kearahnya. menarik kursi untuk suaminya, melayani dengan telaten suami tercinta nnya. Bima mendaratkan bokongnya dikursi kemudian menyantap makanan lezat masakan Zahira.hanya suara dentingan sendok yang terdengar, Bima menikmati makanannya.sudah beberapa hari selera makannya hilang entah kemana.dan dekat dengan Zahira, selera makannya kembali juga. setelah selesai makan, Bima beranjak, Zahira mengikuti langkah Bima.
"Aku mau kerumah Mama, apa mau terus mengikutiku? "
"Mas, Aku perlu bicara, jangan mengabaikan ku seperti ini! "
"Apa yang harus dibicarakan Zahira?! Lakukan semua yang menyenangkan hatimu, kurasa tanpa aku pun, kamu bahagia"
Ujar Bima kemudian melenggang pergi.
"Mas, jangan seperti anak kecil, apa mas tidak pernah memikirkan perasaan ku, apa mas pikir aku tidak sedih, apa salahku? Kenapa mendiamkan aku seperti ini?"
Teriak Zahira, Bima menghentikan langkahnya. menahan sesak dadanya. kemudian memutar langkahnya menuju kearah Zahira.
"Lakukan semua hal yang mebuatmu bahagia.kau boleh mencari kebahagiaan mu dengan lelaki lain diluaran sana, mungkin mereka jauh lebih menyenangkan dibanding aku, mungkin juga mereka lebih perhatian dibanding aku, lakukan sesukamu"
Ucap Bima kemudian pergi. Zahira menatap punggung suaminya yang menjauh, Zahira menangkap arah pembicaraan Bima.Mungkin Mas Bima mengetahui Aksa mengantar tadi, fikir Zahira.
Zahira mengambil tas dikamar nya, berpamitan kepada Bi Ani, kemudian menyusul Bima kerumah mamanya.
__ADS_1
30 menit berlalu.
Zahira melangkah masuk, rumah tampak sepi, memang semua orang menghadiri pesta peresmian di restauran Andika.hanya ada satu asisten rumah tangga yang menyambutnya.
Zahira segera melangkah menuju kamar Bima, Bima merebahkan tubuhnya diranjang king sizenya. Zahira mendekati suaminya.
"Mas, jangan menghindariku,katakan padaku, apa kau cemburu? aku tidak ada hubungan apapun dengannya mas"
Bima tau, tanpa penjelasan Zahirapun dia tau, Bahwa istrinya begitu mencintainya.
"Jangan menjelaskan apapun, aku lelah Zahira, jangan menggangguku"
Bima menutup rapat tubuhnya, Zahira mengambil sesuatu dari tasnya. kemudian meletakan diatas nakas.
"Ya sudah, mungkin Mas butuh waktu, aku tau Mas lelah, aku pulang dulu, Aku ada hadiah untuk mu Mas, kuharap mas bahagia nanti setelah membacanya"
Bima tak menyahut ucapan Zahira, Ia memejamkan matanya. Zahira melangkah pergi menuruni tangga, beberapa asisten rumah tangga tersenyum kearah Zahira.Zahira membalas senyum itu.
"Aku tau alasannya sekarang Mas Bima,Aku Menyerah, Sudah cukup sampai disini aku memperjuangkan cintaku, aku lelah Mas Bima"
gumam Zahira.Zahira menghapus air matanya, melangkah pergi,melajukan mobilnya menuju Danau. menumpahkan segala keluh kesahnya disana.
"Akan lebih mudah untuk memaafkan luka yang diberikan orang lain, dari pada luka yang diberikan oleh orang tercinta.Mungkin hanya aku yang merindukan mu, meneteskan air mata, dan berharap bisa bertemu denganmu secepatnya. Dan hanya aku yang sering kecewa, dengan cinta yang kuharapkan darimu, tetapi cintamu tidak pernah ada untukku.
dirimu seperti hujan, membasahi diriku dan terus menyiksaku, memberikan rasa dingin, tanpa pernah menghangatkan ku. seperti hujan yang turun dan reda tak beraturan, membuatku menunggu dan terus menunggumu.
Tetapi sekarang aku merasa lelah, aku menyerah, aku percaya hari esok pasti ada,, tetapi hari esok belum tentu untuk kita bersama"Mas Bima"percuma saja aku bertahan, jika pada akhirnya kau tetap memilih berdiri di sampingnya. entah.. aku benar-benar rela atau terpaksa, Aku akan pergi, membawa segala luka yang menyesakkan dada."
Zahira melihat Arloji yang melingkar di tanganya, waktu menunjukkan pukul 16.00.sudah 3 jam Zahira menghabiskan waktu di danau, Zahira menghubungi nomor Andika. tak lama dari itupun Andika menemuinya.Andika Bisa menebak adiknya benar-benar tidak baik-baik saja.
"Kakak, aku lelah, aku menyerah, Antarkan aku pergi, dan jangan pernah berharap aku kembali"
__ADS_1
Zahira memeluk erat kakak nya, kakak yang baru saja dia temukan, dan juga harus dia tinggalkan. Andika hanya terdiam, kesedihan Zahira adalah kesedihan nya juga. tanpa meminta penjelasan, Andika tau arah pembicaraan adiknya.
"Apa kamu yakin? "
Zahira mengangguk pelan, Andika memanggil kontak sesorang, memberitahu agar dia menunggu.
"Ayo ikut aku"
Zahira mengikuti langkah kakak nya, Masuk kedalam mobil mewah nya, kemudian melajukan mobilnya, beberapa saat kemudian sampailah di bandara.Zahira mengikuti langkah Andika. keduanya menghampiri orang yang berdiri di depan sana, yang tak Lain adalah Aksa.
"Bawa Zahira ikut serta denganmu, Aku titip jaga Adikku"
Zahira terbelabak kaget mendengar ucapan kakak nya.
"Kak, aku bisa menjaga diriku sendiri"
"Aku hanya menitipkan mu pada nya, memastikan bahwa kau mendapatkan tempat yang layak di negri orang, selebihnya jagalah dirimu baik-baik, hubungi kakak jika kau membutuhkan sesuatu"
Zahira mengangguk pasrah, keputusannya sudah bulat,tidak ada lagi yang bisa membuatnya bertahan. hanya dengan berbekal tas dan beberapa kartu limit tanpa batas dari Andika dan juga tabungannya. iapun meninggalkan Indonesia.
"Selamat tinggal Mas Bima"
😂😂😂😂😂😂
Bima mengerjabkan Matanya, 3 jam sudah ia menyelami Samudra mimpi. ingatan nya tertuju pada Zahira. ia mendenngar ucapan Zahira jika ia meninggalkan sebuah hadiah untuknya. Bima segera beranjak dari tidurnya. mengambil sebuah kertas di nakas. Bima membaca kata demi kata yang berada dalam kertas putih itu. ia begitu terkejut. membaca berulang kali meyakinkan hatinya bahwa matanya tidak salah membaca. ia tersenyum bahagia, kertas itu memberi tahu kan dengan jelas bahwa Zahira hamil 6 minggu, dan mungkin saat ini usia kandungan nya memasuki 8 minggu. Bima beranjak dari ranjangnya. menyambar jaket nya, ia keluar dari kamar nya, menuruni satu persatu anak tangga.
betapa sangat terkejut saat dirinya melihat isak tangis Mama, Aqila, mereka tampak saling menguatkan, Bima mendekat kearah mereka. ada juga Tuan Alex, Ada juga Andika.Setelah dari Bandara Andika menyempatkan mampir,untuk memberitahukan keberadaan Zahira. namun, tangis Aqila dan mama tania pecah saat Asisten rumah tangga menceritakan jika Zahira melihat foto-foto itu. Andika mengurungkan niatnya memberi tahu keluarga itu. Amarahnya memuncak, ia juga terkejut saat melihat foto itu. ia juga bisa merasakan apa yang dirasakan adiknya saat ini.
"Ada apa ini? "
Suara itu membuat mereka menoleh bersamaan.
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏