
Hati Khalista seakan terhantam batu besar yang membuatnya runtuh.Khalista terpaku dan terdiam,mencoba mencerna apa yang didengarnya.Hingga sebuah mobil menghadang dihadapan mobil Micho.Menghentikan laju mobil micho.
Khalista mendorong tubuh Micho.Micho terhuyung kebelakang. Micho dan Damar saling berpandangan,dilihatnya 2 manusia tampan keluar dari mobil itu.
Khalista sedikit tersenyum.Ia hampir melangkah namun Micho menariknya kembali dalam pelukannya.
"Sabrina...aku masih mencintaimu."
Deg....
Lagi-lagi hati khalista sesak.ucapan micho benar-benar mengusik hatinya, disertai bayangan bayangan yang berputar cepat dimemori otaknya.
Khalista mendorong tubuh Micho dan melayangkan satu tamparan keras kearah Micho.
"Jangan kurang ajar, saya tidak segan mengambil kembali saham yang saya tanamkan jika anda bertingkah."bentak Khalista.
Micho sedikit terkejut,ia menatap lekat kearah Khalista sambil memegang wajahnya yang terasa panas karena tamparan Khalista.
"Sabrina, kamu boleh marah,boleh memukulku sesuka hatimu. Tapi jangan seperti ini, Sayang... aku tau aku salah... aku tau aku menyakitimu.. maafkan aku.Aku ingin kita kembali...."ucap Micho sambil memegang erat tangan Khalista. Micho menatap lekat wajah khalista.
"Bola mata itu..... "gumam Khalista pelan. Matanya memerah, kepalanya seakan mau meledak.
Khalista mencoba menepis tangan Micho,mengabaikan semua ucapan Micho yang mengusik hatinya.Perhatiannya tertuju pada Andika yang mendekat kearahnya.
Dengan kekuatan extra Khalista menarik tangannya dan membuka pintu mobil. Khalista keluar dari mobil, begitu juga micho dan Damar.
Namun, langkah Khalista terhenti ketika 2 pasukan siap mengadakan baku hantam dan saling memukul. Ia melihat Andika yang dengan cekatan memberi serangan pada lawan yang menghadang langkahnya menuju kearah Khalista.
Micho menarik tangan khalista dan mencoba membawanya masuk kembali kearah Mobil.
"Lepaskan aku.... lepaskan... jangan gila kamu."ucap khalista. Micho seakan tak menghiraukan ucapan Khalista, ia terus saja memaksa.
Andika yang mengetahui istrinya dalam bahaya segera mengeluarkan segala kekuatannya untuk menumbangkan lawanya.
__ADS_1
Sesaat kemudian setelah mendapatkan celah,Andika berlari dengan cepat kearah khalista yang menolak masuk kedalam mobil.
Dengan cekatan Andika memberikan pukulan didada Micho,Micho terhuyung mundur dan melepaskan cengkraman Tangannya dari Khalista.Damar menghela nafas panjang,ia mendekati khalista.
"Nona, beri waktu Tuan Micho untuk berbicara. Sebentar saja."ucap Damar.
"Bicara apa? Setelah semua kacau seperti ini kau baru memberikan penawaran?"tanya Khalista sambil membentak.
"Tapi Nona... "
"Pergi dari sini.. pergi. "bentak khalista.
Khalista terkejut. Ketika Andika dan Micho saling mencengkeram kuat, mereka berguling mencoba melawan satu sama lain beradu kekuatan.Micho yang berada diatasi membabi buta memukul pipi Andika. Tak mau kalah Andika menggunakan lututnya menghantam punngun Micho.
Micho terguling kesamping.Andika berdiri dan akan berlari, Namun Kaki Micho seakan sengaja menjegalnya sehingga Andika runtuh kembali.
Khalista masih terpaku menyaksikan menyaksikan 2 orang tampan itu bergantian, wajah 2 orang yang saling terlibat baku hantam.Khalista mematung.Kepalanya yang tadinya seakan mendapatkan tekanan yang kuat tiba-tiba saja ringan tanpa beban.
Khalista menutup mulutnya rapat, air mata mengalir deras dipelupuk matanya.
Hatinya seakan perih mendapati wajah yang 4 tahun lalu menorehkan luka tak berdarah didirinya.
Memberikan sakit yang bahkan tidak pernah bisa dia lupakan. Dan dengan entengnya mengatakan masih mencintainya.Omong kosong apa yang diucapkan oleh micho aditia pertama? Khalista menggelengkan kepalanya.Rasa sesak menyeruak didadanya,Airmata tak mau berhenti mengalir.
Khalista mengalihkan pandangannya pada Andika.Manusia yang selalu memberikan cinta, memberikan kebahagiaan dengan caranya,menyembuhkan segala luka yang terlalu dalam dilubuk hatinya dengan kesabarannya.Khalista tersenyum melihat kearah Andika,Manusia menyebalkan yang memberikan berjuta rasa yang membuat hatinya berbunga.
Perlahan ingatannya kembali,tentang pernikahan yang terjadi karena sebuah Misi terlintas difikiranya.
Pernikahan yang dilangsungkan karna Bianca tak kunjung datang,pernikahan yang menjadi sebuah kejutan,dan berhadiahkan sebuah tragedi yang menyesakkan dadanya.Pernikahan yang dilakukan tanpa cinta.
Khalista merasakan sesak yang begitu dalam.Air mata terus berjatuhan.Sambil memandang 2 manusia yang sama-sama mencintainya yang saling mengeluarkan emosi dengan ototnya.
Kini Bayangan kejahatan Bianca berputar seperti film diotaknya.Lagi-lagi tangis khalista pecah.Hatinya geram pada sosok jahat yang hampir saja menghilangkan nyawa Zahira dan Bima.Sehingga ia mengorbankan dirinya untuk melindungi mereka.Air Mata terus saja berderai.
__ADS_1
Namun,Bayangan Tangis Bianca Tadi pagi seolah mencabik hatinya.Penyesalan seorang Bianca mengusik hatinya.Bianca yang masih mencintai Andika membuatnya sakit.Dia yang pernah dihianati oleh Micho kemudian Menikah dengan pasangan dari pengantin wanita lain. Bukankah yang dirasakan Bianca waktu itu sama saja dengan yang dirasakan ketika ditinggalkan Micho?Lalu bagaimana dirinya setega itu pada Bianca.
Khalista menghela nafas panjang. Terlalu sakit jika harus menjabarkan perasaannya saat ini.Khalista terkejut ketika melihat Andika dan Micho sudah sama-sama babak belur.
"Hentikan....!"
Khalista berlari kearah 2 manusia yang hampir saling menonjok itu. Khalista memandang 2 orang didepannya secara bergantian.Air matanya mengalir deras.Andika dan Micho sama-sama mendekat disisi kanan dan kiri.Khalista berada diantara mereka.
"Jangan menangis...Sayang."ucap keduanya bersamaan.Andika dan Micho saling menatap tajam. Sorot mata mematikan yang tampak.
"Pimpinan Alexander group.Kenapa seakan dekat sekali dengan khalista?apa yang sebenarnya terjadi? "
"Sayang... Ayo kita pulang."ucap Andika
"Sayang...Beri aku kesempatan.!"ucap Micho bersamaan dengan ucapan Andika. Keduanya saling melirik dengan tatapan tajam, seakan mempunyai hak kepemilikan atas Khalista.
Khalista menatap tajam kearah Micho,mereka saling berpandangan.Sorot mata teduh tercipta diantara keduanya. Andika menunduk mendengarkan apa yang akan mereka bicarakan meskipun hatinya seakan tercabik melihatnya.
"Aku bukan Sabrina,jangan pernah memanggilku Sabrina."ucap Khalista.Air matanya masih saja mengalir, ini adalah pertemuan pertama setelah hari itu terjadi. Ini sangat menyakitkan bagi khalista.
"Jangan membohongiku... bahkan hatiku tidak bisa untuk kamu tipu. Aku masih mencintaimu Sabrina....
Ucapan Micho bagaikan petir yang menyambar hati Andika. Andika menggeratkan giginya. mengepalkan tangannya.
"Terlambat Micho,kamu sudah menyakitiku.. urus saja anak dan istrimu."bentak Khalista.
"Aku tidak menghamilinya Sabrina...itu jebakan dari ayahku untuk menggagalkan pernikahan kita.Bahkan sampai sekarang aku masih menunggumu"ucap Micho.
jedhar........Hati khalista seakan hancur untuk kesekian kalinya.Andika menghela nafas panjang Hatinya sakit mendengar ucapan orang lain yang mencintai istrinya.
"Jadi Dia... orang yang membuat aku harus menunggu lama cinta dari Khalista, dan sekarang.. setelah cinta itu tumbuh baru seumur jagung dia kembali muncul?"batin Andika. Mata Andika merah,namun air matanya tidak tumpah.
Andika memejamkan matanya,perih,sakit.Apa Cinta Khalista akan berpaling kembali? batin Andika.
__ADS_1
😂😂😂😂
like komen ya....