Sampai Akhir Nanti

Sampai Akhir Nanti
147.S2.Menjebol gawang


__ADS_3

"Aku tau kamu juga menginginkannya...Nona Khalista.Aku bisa merasakannya."ucap Andika. Khalista yang tadinya memejamkan matanya kini membuka matanya. Andika sudah ada didepannya, Wajah tampannya tersuguh dihadapannya.Khalista tampak merah merona.


"Mana ada seperti itu, jangan mengada-ada."ucap khalista sambil tersenyum senyum.Iapun memalingkan wajahnya,benarkah seperti itu kebenarannya? Khalista memejamkan matanya. Bukankah itu sangat konyol. pikirnya.


"Santai.... jangan tegang, kau tidak boleh terus menerus mempertahankan keegoisanmu sendiri, kau istriku.tidak baik lama-lama mengabaikanku."ucap Andika.


Khalista tersentak,membuka matanya. Keduanya saling bertatap.Khalista masih saja berusaha menolak,tapi andika melingkarkan tangan kekarnya dipinggang khalista.


"Aku sudah pernah berkata jika aku adalah lelaki normal,sudah lama aku menahan.Bahkan setelah menyatakan cinta padaku kau tetap tidak mau memberikan hakku? itu keterlaluan Khalista."Ucap Andika sambil menggelitik pinggang khalista,Khalista tertawa.Ia bergerak kesana kemari karna geli.


Andika tak memberi ampun.Hingga Khalista kini berada dipangkuan Andika. Andika menghentikan aksinya.Memandang kearah istrinya yang hanya berjarak beberapa senti saja darinya,Khalista terdiam. Keduanya saling berpandangan.


Mata Andika tampak teduh,tatapannya tampak mendalam diselubungi gairah yang tidak bisa ditahan lagi.Andika mengusap pelan pipi merah khalista,khalista memejamkam matanya merasakan sengatan yang membuat darahnya serasa berhenti.


Andika mengangkat dagu khalista,mendekatkan kedua benda kenyal. Tanpa aba-aba keduanya saling berciumaan mesra, tangan Andika berkelana nakal membuat panas dingin didada keduanya.Khalista terdiam,tak ada alasan untuk memberontak.Khalista menikmati ciuman lembut yang diberikan Andika.Menikmati debaran rasa yang bergejolak dihatinya, membuatnya melayang menyelami samudra.


Puas bermain dengan bibir ranum merah muda, Andika turun menikmati leher jenjang yang selalu mengiurkan baginga, Khalista yang seakan melayan mengalungkan kedua tangannya dileher Andika.Andika tersenyum tipis,Memandang wajah khalista yang tampak begitu menggemaskan.Khalista membuka matanya,keduanya saling bertatap,Khalista melengoskan wajahnya menahan malu.


Entah, bagaimana perasaannya saat ini.Laki-laki didepannya mampu memberikan ketenangan dan gairah yang datang bersamaan.


"Aku ingin memilikimu seutuhnya. Sayang."ucap Andika lirih.


"Okey...Mas. Kali ini aku tidak akan menolakmu."bisik Khalista. Mendapat angin segar Andika tak mau menyianyiakannya.Wajah Andika yang telah memerah kini mulai melancarkan aksinya.


Andika lagi-lagi memberikan ciuman mesra yang membuat khalista melayang.Khalista tidak lagi bisa melakukan apa-apa kecuali menerima setiap sentuhan hangat andika yang membuatnya terbuai.


Andika perlahan membuang pakaian yang membungkus tubuhnya dan tubuh khalista.Andika memandang wajah khalista,keduanya bertatapan seakan menyampaikan hasrat yang tengah membuncah yang memenuhi jiwa mereka.

__ADS_1


Tidak menunggu lama,Dengan halus Andika melakukan aksi liarnya menyentuh tubuh istrinya tanpa terlewat satu incipun,seakan menunjukkan betapa rindu dirinya kepada khalista dan mengungkapkan betapa dirinya mencintai khalista.


Hasrat dalam diri khalista pun bangkit,iapun membalas perlakuan lembut Andika hingga kenikmatan itu semakin terasa ,dan mereka saling menyadari bahwa keduanya sama saling membutuhkan,saling menginginkan.


Setelah lama melakukan pemanasan,Andika mencoba melakukan penyatuan.Mencoba menerobos gawang yang begitu sulit untuk dijebol.


"Aduhh mas... Sakit..."Keluh khalista.


Andika mencoba menenangkan khalissta dengan memberikan ciuman mesra,iapun tak menyerah. Mencoba lagi dan lagi,Andika berusa menerobos gawang yang kini masih saja tertutup rapat.Dengan segala perasaan cintanya, Andika mengerahkan segala kemampuannya untuk bisa menerobos gawang itu.


Khalista mengerang hebat,saat Andika berhasil menerobos gawang miliknya. Andika menyeringai tipis.Dan cengkraman yang begitu dahsyat dirasakannya bersamaan dengan desahan khalista yang terdengar merdu ditelinga Andika,Karena senjata ampuh milik Andika berhasil menerobos gawang seluruhnya.Membuatnya melayang dan tumbuhnya seakan ringan,membawa kenikmatan yang membawanya seakan terbang keangkasa.


"Akhhh... mas pelan-pelan.Sayang."😂😂😂.


Berontak Khalista yang merasakan nikmat yang luar biasa akibat gerakan buas Andika yang begitu memabukkannya.Andika tersenyum tipis, mendengar panggilan sayang dari istrinya itu.


Kini Andika mulai tenang,keduanya merasakan dan menikmati setiap kenikmatan yang tercipta dengan segala jiwa ragannya.Dan setelah lama menyatu, mereka merasakan melayang kelangit ke tuju.


"Mas, aku lelah... "ucap khalista. Andika mengakiri permainannya.Khalista terkulai lemas, Andika menutup tubuh polos keduanya dengan selimut. Netranya mendapati tetesan darah yang begitu jelas tampak di spraynya. Andika mengusap pelan puncak kepala istrinya yang telah memejamkan mata.


Andika tersenyum, malam ini dia telah memiliki Khalista sepenuhnya.Andika menempatkan tubuhnya disamping khalista, melingkarkan tanganya di pinggang ramping istrinya.


"Terimakasih, telah menjaga kehormatanmu untukku. Sayang."ucap Andika keduanya pun terlelap dalam samudra mimpi yang indah.


😀😀😀😀😀


Bima dan Zahira kini berada dikamar, memandang box bayi tempat dimana Bara tertidur.

__ADS_1


"Jadi Bianca menolak untuk bekerja sama?"tanya Zahira. Bima mengangguk pelan.Zahira menghela nafas panjang.


"Dia masih saja mengharapkan Andika."ucap Bima lagi.


"Lalu kita harus bagaimana mas?sepertinya kita akan kesulitan untuk menjelaskan pada Khalista,lihatlah kahlista yang hilang ingatan sangat akrab pada Bianca.Semoga saja itu tidak akan menjadi masalah."lirih Zahira.


"Aku yakin semuanya baik-baik saja.Bianca dalam pengawasan kita, aku rasa dia tidak akan melakukan sesuatu yang akan mengancam dirinya."ucap Bima.


"Semoga saja,Mas.Aku berharap seperti itu."


"Khalista dan Bianca, aku rasa membiarkan mereka akrab akan menjadi hal yang positif."ucap Bima.Zahira mengangguk.


"Biarkan khalista menilai sendiri bianca.Kita tidak perlu memberi tahukan informasi apapun. Kita tidak boleh mempengaruhi fikiran khalista, biarkan Khalista tau kebenaran dengan sendirinya.Lagi pula dulu Bianca juga baik... semoga saja dia telah berubah."ucap Zahira.


"Oh iya...lalu untuk apa bianca kembali jika tidak mau bekerjasama?" tanya Zahira lagi.


"Wisdara dalam perawatan,Papa bilang Kesehatannya menurun.Papa berharap Keduanya bertemu,,Aku tidak bisa berbuat adapun lagi jika Bianca masih tetap bersikukuh tidak mau. Aku akan melibatkan hukum dan menyerahkan Bianca pada mereka."ucap Bima. Zahra menghela nafas panjang.


"Aku ikut dengan keputusanmu saja Mas. Semoga yang terbaik. "ucap Zahira.


"Aku juga berharap begitu,"ucap Bima. Bima mengusap puncak kepala Zahira.


"jangan pernah meninggalkanku jika nanti perusahaan itu tidak kembali. aku akan berusaha dengan keras,tetapi aku juga tidak mau membebani papa dan mama lagi."ucap Bima lagi.Zahira mengangguk pelan.


"Aku akan selalu ada disetiap suka dan dukamu, Mas."


"Terimakasih,Sayang."ucap Bima.Keduanya tersenyum.Saling memandang sehingga menimbulkan hasrat yang begitu saling menginginkan.Merekapun menikmati malam indah berdua.

__ADS_1


😊😊😊😊😊


__ADS_2