Sampai Akhir Nanti

Sampai Akhir Nanti
Episode 60.Teman lama


__ADS_3

Zahira menunggu taxi online yang dipesan nya, pandangan nya berkunang-kunang, ia mencari tempat sandaran, namun entah apa yang terjadi iapun tak sadarkan diri.


Zahira mengerjabkan matanya,kepalanya terasa begitu berat, perlahan pandangan yang semula kabur mulai jelas, ditatap nya langit-langit ruangan yang tampak asing baginya, juga tampak senyuman orang didekatnya.


"Dimana ini? "


Tanyanya, pada orang di sampingnya, ia segera duduk, namun orang itu menahanya.


"berbaringlah, kau tampak begitu lemas, ini dirumah sakit, Alkhamdulilah kau sudah siuman"


Zahira mendongak, ia menatap orang didepannya, mencoba mengingat sesuatu, ia ingat tadinya dirinya menunggu taxi online dan merasakan pusing di kepala nya.


"Apa kau benar Zahira? " tanya orang itu.


"Dari mana anda mengetahui namaku?"


Tanya Zahira, Zahira mencoba duduk dan bersandar diranjangnya. dia berada dirumah sakit, tak jauh dari tempat nya pingsan.


"Apa kamu benar-benar tidak mengenalku? "


Tanya orang itu, Zahira mengamati wajah didepannya, mengamati wajah tampan di depannya,yang benar saja ingatan Zahira menemukan memori wajah didepannya, namanya Aksa,Aksa Andrean Wijaya mahasiswa kampus di universitas yang sama dengannya, 3 tahun diatas nya, saling mengenal karna bergabung di ektrakurikuler yang sama tepatnya adalah seniornya.termasuk orang yang mengagumi Zahira waktu itu. Zahira terbelabak kaget, melihat orang didepannya. pasalnya Aksa yang dia ketahui tinggal di Paris bersama dengan keluarga nya.


"Bukankah kamu kak Aksa? "


Tanya Zahira, Aksa tersenyum dan mengangguk pelan.


"Tepat sekali, kamu masih mengingatku? "


"Bagaimana bisa kakak disini, dan menolongku? bukankah kak Aksa menetap di Paris? "


"Iya,, aku sudah 2 bulan diindonesia, aku mengerjakan sesuatu disini dengan teman lama, tak terfikir sebelumnya jika aku bisa bertemu denganmu, ira.. teman lama juga"


Zahira bergidik mendengar nama kecilnya dipanggil, ira adalah nama panggilan nya,hanya orang yang dekat saja yang memanggilnya dengan nama itu.Zahira mengingat sesuatu. dan menengok kesana kemari.


"Mencari apa? "


" Apa kakak melihat ponselku? "


Aksa mengambilkan tas Zahira yang masih tergelegak disofa kemudian memberikannya pada Zahira.


"Terimakasih kak"


Zahira membuka ponselnya, jam menunjukkan pukul 19.00.sudah begitu lama dia meninggalkan rumah.


begitu banyak pesan yang diterima, dari Andika, khalista, Aqila, mama, papa, Deren, Ayah, namun begitu miris hatinya ketika pesan dari Bima tak kunjung ada. hatinya terasa sesak, airmatanya lolos begitu saja.


"Kata dokter kamu kelelahan, butuh istirahat, besok kamu sudah boleh pulang, sebaiknya kamu menghubungi keluarga mu,aku harus pulang, ada sesuatu yang harus ku urus"


"Iya kak, pulanglah, terimakasih atas pertolongannya"


"kamu menangis? apa sebaiknya aku menunggu mu sampai keluargamu datang? "

__ADS_1


"Tidak perlu kak, sekali lagi terimakasih"


"Sama-sama ira, aku pamit dulu, asalamualaikum"


"Walaikumsalam kak"


Zahira menghubungi nomer kontak Khalista, mengatakan dirinya berada dirumah sakit. dia juga menghubungi kontak Andika.tak lama dari itu Andika hadir disana.


Andika masuk begitu saja keruang rawat Zahira, ia merangkul Adik kesayangannya yang tampak bersedih kedalam pelukan nya.


"Apa yang terjadi?"


Zahira terus saja menangis, membuat Andika tak tega melihat Wajah pucat Adiknya.


"Katakan padaku"


Zahira menggelengkan kepalanya.


"Kau sudah menghubungi, mama atau Aqila? "


Zahira menggeleng pelan.


"Beri kabar kepada mereka, bilang jika kau menginap di apartemen, jangan membuat mereka khawatir"


Zahira mengangguk, ia pun menyambar ponselnya. dan jari lentiknya mulai mengetikan sesuatu.


Aqila, kakak pulang ke apartemen, maafkan kakak membuatmu khawatir, HP kakak low batt tadi##Zahira


Kakak tidak sendiri, Ada kak Khalista yang menemani,,, kak Bima keluar negri? ##Zahira


Iya,, ada urusan mendadak, Selama 10 hari Kak##Aqila


Terimakasih infonya Qila,,, kakak istirahat dulu, Asalamualaikum#zahira


Iya, Sama-sama kakak tersayang, Walaikumsalam#Aqila


Aqila bilang Bima mencoba menghubungi nya, bahkan satu pesanpun tak ada masuk untuknya, Zahira menahan sesak didadanya. Air mata nya benar-benar tidak bisa diajak kompromi, mengalir begitu saja.


"Dia mengabaikan ku kak, dia keluar negri juga tidak memberi tahuku, aku seperti tidak mengenalnya, kenapa dia menghindari ku kak?"


Andika menatap Adiknya, terbesit rasa nyeri ketika mendengar pertanyaan Zahira, juga merasa nyeri mengingat penjelasan Bima tadi siang, Andika tersenyum, memandang Zahira.


"Apa kalian bertengkar? "


"Tidak,,Tetapi aku tau, mungkin mas Bima butuh waktu, memilih antara aku dan kak renata bukan hal yang mudah baginya, apalagi mengetahui kebenaran kenapa kak Renata meninggalkannya waktu itu"


"Zahira, apa kau yakin dengan kekuatan cintamu? "


pertanyaan itu membuat Zahira tersenyum getir, sebelum renata datang mungkin dirinya akan mengangguk mantap, tetapi saat ini keraguan mulai muncul dibenaknya.


"Aku tidak tau kak"

__ADS_1


"Jangan menyerah nona galak, lakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang istri, dia milikmu, bukankah selamanya akan seperti itu? "


Mendengar ucapan kakaknya Zahira tersenyum.


"Apa aku bisa meyakinkannya kembali? apa aku tidak tampak egois ketika jika harus mempertahankan nya? "


"Kau berhak melakukan nya, kau istrinya, kau tidak egois, kau hanya mencoba melindungi apa yang kau miliki"


"Aku Akan Berusaha kak, tetapi aku juga tidak bisa bertahan nantinya, jika mas bima belum juga bisa meyakinkan hatinya sendiri"


Andika tersenyum melihat Zahira kembali tenang, Zahira mencari kontak "pangeran angkuh" nama kontak Bima yang dia simpan waktu itu, ia menekan tombol dan memanggilnya. lama berdering dan orang di sebrang mengangkatnya.


"Halo, Asalamualaikum mas"#Zahira


" Walaikumsalam, maaf nona Zahira,,, tuan Bima masih meeting di dalam, beliau meninggalkan hand phone nya disini, maaf karna lancang mengangkat telpon anda nona"


"Kalau begitu terimakasih mbak, sampaikan salamku untuknya"


Zahira menutup telpon nya, Zahira menahan air matanya.


"Oke tuan Abimanyu, lihat saja apa yang nanti aku lakukan padamu tuan suami, kamu pikir Zahira akan menyerah begitu saja,. tidak seperti itu,aku akan bertahan, memberi kesempatan kepadamu kali ini, jangan salahkan aku jika nantinya aku sudah muak dan menyerah begitu saja" Batin Zahira.


"Dia sibuk kak, kenapa kak Amel yang menemani nya, bukan kakak saja? "


"Aku ada urusan disini, dengan temanku, aku tidak bisa meninggalkan nya"


"Wanita? "


" Kau pikir kakakmu banyak waktu untuk bermain-main dengan para Wanita? "


Zahira tertawa melihat Andika.


"Ya sudah, jangan memainkan wanita, ibu kita adalah wanita, kau cukup memenangkan hati khalista"


Celetuk Zahira, Andika menggelengkan kepala nya.


"Aku tidak ada apa-apa dengan nya, jangan berfikir terlalu jauh za"


Zahira menganggukkan kepalanya. ia tidak mau berdebat dengan kakaknya. tak lama dari itu pintu terbuka, Khalista tersenyum memasuki kamar rawat itu.


"Asalamualaikum tuan putri, kenapa kau itu susah sekali dibilangi, seharusnya aku benar-benar mengantarmu, kau itu terlalu mengabaikan pendapaku, dan selalu saja mencelakai dirimu sendiri"


Khalista berbicara panjang lebar,Andika menutup telinga nya rapat-rapat.


"Kau itu berisik sekali, tidak bisa pelan sedikit apa?


Khalista tak menghiraukan ucapan kakak dari Sahabat nya itu, Khalista mengeluarkan makanan dari kantong plastik yang dia bawa dan menyuapi Zahira dengan tenang.


👒👒👒👒👒


Happy Reading..... jangan lupa like dan comen say😄😄🙏🙏, ngarep..

__ADS_1


__ADS_2