Sampai Akhir Nanti

Sampai Akhir Nanti
161.S2


__ADS_3

Andika terdiam, tak tahan dengan bibir Khalista yang dari tadi menggodanya. Andika menyambar bibir ranum merah muda itu dan membuat gigitan kecil,khalista yang sempat terkejut kini membalas ciuman hangat suaminya.Mereka meluapkan emosi dengan cinta.Menghilangkan sesak dengan sayang.


Dering ponsel membuat mereka terkejut,Andika mengambil ponselnya. Khalista yang menahan malu mencoba melepas lengan kokoh Andika yang enggan beralih dari pinggangnya.Alhasil Khalista menunduk menahan gejolak rasa yang tercipta dihatinya.


"Assalamualaikum,Bu.Ada apa? "tanya Andika Sambil menahan khalista yang melakukan gerakan untuk lepas dari pelukannya.


"Mana Tata? Tadi kamu bilang khalista mandi,kenapa sampai sekarang tidak menghubungi? ibu mengkhawatirkannya. entah kenapa perasaan ibu tidak enak."ucap ibunya.


Andika tersenyum,kemudian memandang Khalista.Wajah Khalista yang merona merah membuatnya bahagia.


"Bicaralah dengan menantu kesayangan ibu,sebentar saja."ucap Andika.


"Kenapa sebentar,ibu maunya lama."sanggah ibunya.


"Bu, ibu mengganggu momen bahagia kami."ucap Andika. Khalista yang mendengar sedikit tersipu,ia mendongak tangan kanannya mencubit pinggang Andika.


"Aduh.... "keluh Andika. membuat Khalista membelalakkan matanya.


"Kenapa Dika? apa ibu benar-benar mengganggu kalian"tanya ibunya disebrang.Khalista mengambil paksa ponsel Andika kemudian meletakkan ditelinganya.


Tangan Andika lebih leluasa, kini Andika melingkarkan kedua tangannya dipinggang Khalista. Sambil mengamati wajah Cantik yang membuat jantungnya berdetak lebih cepat.


"Assalamualaikum,Ibu..."sapa khalista.


"Walaikumsalam,Nak.Apa kamu baik-baik saja?"tanya ibunya.


"Iya Bu. Khalista baik-baik saja.Apa ibu sudah lebih baik? "tanyanya sambil mengusap pelan wajah Andika dengan tangan kanannya.


"Iya. Tapi ibu ingin makan masakanmu,ibu belum makan malam."ucapnya. Khalista melirik ponselnya yang menunjukan pukul 22.00.Khalista menghela nafas panjang.


"Apa ibu mau Khalista kesana sekarang?"tanyanya.


"Andika bilang ibu mengganggu kalian,ibu tidak mau kalian terganggu. Sebaiknya lanjutkan momen bahagia kalian,besok saja kamu datang membawakan ibu masakan."ucap ibunya. Khalista menunduk menyembunyikan wajahnya yang tampak merona.


"Iya,Bu.Selamat istirahat. Besok Tata akan datang kerumah."ucapnya.


"Selamat beristirahat.Asalamualaikum."ucap Ibunya.


"Walaikumsalam, Bu."ucap Khalista.Khalista memberikan ponsel Andika. Andika menerimanya.

__ADS_1


"Apa kamu membohongi ibu?"tanya Khalista.Andika mengangguk.


"Aku hanya tidak mau ibu khawatir."ucap Andika. Khalista menghela nafas panjang dan mengangguk pelan.Andika melepas pelukannya.


"Bagaimana dengan rencana selanjutnya?"tanya Khalista.Andika mengernyitkan dahinya.


"Rencana apa? "tanya Andika.


"Bukankah Misi kita sudah berakhir?dengan berhasilnya Alexander grup berpindah tangan,lalu bagaimana dengan pernikahan kita?"tanya Khalista.Andika terdiam.


"Sebaiknya kita duduk,kita bicarakan dengan kepala dingin."ucap Andika.


keduanya berjalan menuju kearah bangku dipinggiran danau.Keduanya saling berhadapan,khalista mengikat rambutnya yang tergerai kemudian menatap Andika dengan tenang.


"Bagaimana jika aku tidak akan mengakhiri pernikan ini?Misi itu sudah berakhir dan aku sudah katakan aku mencintaimu."ucap Andika. Khalista memejamkan matanya.


"Jika yang aku bicarakan sekarang tidak lagi tentang Misi.Aku juga berhak mengatakan tentang perasaan Bianca."ucap Khalista.Andika terhenyak.


"Kenapa Bianca?Aku tidak mencintainya."ucap Andika.


"Bianca masih mencintaimu,apa kamu pikir aku sanggup untuk melihatnya sakit hati? "tanya Khalista.Andika menggengam erat kedua tangan Khalista.


"Masalahnya aku pernah ditinggalkan seperti apa yang dirasakan Bianca,dan aku tau rasanya sakit.Sakit sekali,Mas.Lalu apa aku harus tetap mempertahankan pernikahan kita yang jelas-jelas menyakiti orang lain? "tanya Khalista.


Andika menghela nafas panjang.Kenapa Hati Khalista berfikir sejauh itu.pernikahan yang terlibat disini adalah dirinya dan Khalista. Bukankah jika mereka saling mencintai semuanya sudah beres. Lalu kenapa masih memikirkam Bianca?bukankah jika dia menginginkan Andika melepasnya dan merengkuh Bianca itu sama saja menyakiti banyak pihak.Tidakkah Khalista bisa berfikir jika jodoh itu sudah diatur?


"Apa Maumu? "tanya Andika.Khalista menghela nafas panjang.


"Aku butuh waktu untuk sendiri,Mas."ucap Khalista.Andika berdecih ngilu.


"Apa kau berfikir akan kembali pada mantanmu itu? sehingga menjauh dariku? "tanya Andika. Khalista menatap tajam kearah Andika.


"Apa aku tampak seperti itu? "tanya Khalista.Andika mengalihkan pandangannya, menatap hamparan danau yang indah.


"Aku hanya butuh waktu untuk menerima semuanya,kamu tau mas? Semuanya begitu tiba-tiba. Dan aku tidak bisa untuk menjabarkan bagaimana perasaanku."ucap Khalista sambil mengusap air matanya. Andika mengangguk pelan.


"Berapa lama? "tanya Andika.


"Seminggu. "ucap Khalista.Meskipun hatinya sesak, namun dia mencoba menahannya.

__ADS_1


"5 hari... "tawar Andika.


"6 hari... "jawab Khalista.


"2 hari...."ucap Andika... Khalista menatap wajah Andika.Hatinya terasa jengkel, kemudian berhambur kedalam pelukan Andika.



"Sehari... "ucap Khalista. sambil mengusap pelan pundak Andika.


"Aku tidak sanggup,Sayang.Jangan meninggalkan aku."ucap Andika.Khalista menghela nafas panjang.melepas pelukannya kemudian kembali menatap Andika.


"Kapan terjadi kesepakatan jika kamu selalu menawar? "tanya Khalista.Andika tersenyum tipis,kemudian memandang kearah Khalista.


"Aku tidak sanggup kita berjauhan."ucap Andika lagi.


"Sehari saja... "ucap Khalista Akhirnya.Andika mengangguk pelan.


"okey... 1 hari... aku akan mengantarmu besok kerumah papa setelah dari rumah ibu."ucap Andika. Khalista mengangguk pelan.


"Terimakasih,Mas..."


"Sebaiknya kita pulang... sudah malam. Kita bersama saja. Aku akan menghubungi orang untuk mengambil motor itu."ucap Andika. Khalista mengangguk.merekapun pergi meninggalkan danau.


😊😊😊😊


Prayoga menatap tajam kearah Micho dan Damar. Sorot mata kecewa terlihat jelas diwajahnya.


"Papa tidak menyangka kamu seceroboh ini. kenapa bisa keuangan hancur seperti ini. Kamu tau TaZa Alexandra yang kamu maksud adalah istri dari Andika Alexander,Khalista Bagaskara.Dia pasti merencanakan sesuatu..."ucap prayoga.


"Pa... aku tidak perduli.... Dia Sabrina pa... Sabrina mantan tunanganku.Pernikahanku hancur karna papa Menghancurkannya.Aku akan mengejarnya Pada."ucap Micho.


"Micho.... apa yang ada difikiranmu?disini ada Amara"bentak Prayoga.


"Pa,sudah cukup papa mengatur hidupku.Aku tidak perduli.... "bantah Micho kemudian melenggang pergi.Amara menghela nafas panjang. Rasanya sakit ketika melihat orang yang dia cintai mencintai orang lain.


"Maafkan Micho,Amara..."


"No, Problem om... aku tidak papa... aku akan kembali besok om sudah cukup aku memperjuangkan Micho."ucap Amara sambil mengusap air matanya.

__ADS_1


😊😊😊😊😊


__ADS_2