
"Apa yang terjadi pa?"
Tanpa menjawab,tuan Alex menyerahkan foto,kepada istri dan anaknya.
Aqila tampak terkejut,wajahnya merah menahan Amarah.
"Kenapa kebodohan kak Bima tidak pernah usai, kenapa wanita itu masih saja mendekati kak Bima, dimana naluri nya sebagai seorang kakak, begitu menyedihkan, mana ada kakak yang tega menghianati adiknya"
Aqila menggerutu panjang lebar dadanya sesak melihat tingkah kakaknya.Aqila melenggang pergi.sedangkan nyonya tania menenangkan Tuan Alex yang tampak Emosi.
Aqila mengendarai mobil mewahnya,menuju apartemen Zahira,setelah mutuskan resign dari perusahaan Arjuna,Zahira banyak menghabiskan waktu dirumah,Aqila hanya ingin memastikan bahwa kakak iparnya itu baik-baik saja.
👌👌👌👌👌
Zahira menghabiskan waktu didapur bersama bi Ani, mempraktekkan resep baru untuk restauran baru kakaknya bersama dengan sahabatnya. Zahira mengangguk-anggukan kepalanya,tersenyum puas dengan hasil makanan nya.Namun sejenak hatinya berdesir, mengingat Bima, suami yang seminggu ini benar-benar mengabaikan nya. Zahira menghela nafas panjang, mengeluarkan secara perlahan. Zahira mengambil ponselnya. menghidupkan ponsel yang dari tadi sengaja ia matikan. Zahira tersenyum singkat, dilihatnya panggilan telepon dari Bima, Zahira sengaja membiarkanya.
"Maaf mas, bukan berniat membalasmu,hanya saja ada yang ingin bermain-main denganmu, aku juga tidak akan membalas panggilan mu,aku akan memberi kejutan untukmu nanti."
Zahira tersenyum jahil, kegelisahan mulai menghilang dari wajahnya,setidaknya Bima mengingatnya,fikir Zahira.Meskipun terbesit rasa sakit yang amat sangat dalam, ketika menerka sebuah kejadian yang tak diketahuinya.
Sakit??? Amat sangat sakit, Bima pergi tanpa berpamitan dengannya, tanpa membalas telpon nya, tanpa mengangkat panggilan vidionya, bahkan tidak juga membalas pesannya.
Rindu?? Jangan ditanya lagi, Rindu itu begitu menggebu,bahkan dengan hanya mendengar suaranya saja,sebenarnya sudah melegakan hatinya.tapi keegoisannya saat ini mengalahkan akal sehatnya.7 hari sangat menyiksa batinnya, perempuan mana yang tidak dongkol hatinya jika diabaikan oleh suaminya.Hatinya bagai teriris pisau yang tajam.sangat menyesakan dadanya.
pertanyaan yang begitu mengusik dirinya.Ada apa?Kenapa? dengan siapa? apa yang dilakukan? Masih adakan cinta untukku? Masihkah dirimu mencintaiku?
Zahira menahan rasa sesak didada,Zahira hanya manusia biasa, yang bisa marah dan kecewa. Zahira berusaha menepis segala fikiran kotornya. berusaha menenangkan gejolak jiwanya, Zahira menghapus Air mata yang terus saja mengalir di pipinya.
"Kakak"
Suara itu mengagetkan dirinya, Zahira mengusap pipinya, Aqila mendekat dan memeluk erat dirinya.
"Kakak bersedih? "
"Tidak"
"Jangan membohongi ku, Aku akan membunuhnya jika menyakitimu"
"Kakak hanya merindukannya"
Aqila mempererat pelukan nya.
" Apa yang terjadi jika kak Zahira mengetahui pertemuan kak Bima dan kak nana, ya Tuhan aku benar-benar tidak tega, jika harus melihat kesedihan kak Zahira"Batin Aqila.
"Kakak merindukan kak Bima? "
Zahira mengangguk pelan.
"Aku tau, rindu itu berat, mungkin masih amat sangat berat rindu, dibandingkan dengan Rindi dan Rinda"
__ADS_1
Celetuk Aqila, Zahira mengernyitkan dahinya, kemudian tertawa dan mengelus pundak Aqila.
Zahira melepaskan pelukan hangat adik iparnya.
"Kamu itu ada-ada saja, kamu mau ikut kakak? "
"Kemana kak? "
"Ke restauran baru kak Andika"
"Males ah kak, tidak ada daya magnet yang menarik ku untuk kesana, pasti membosankan"
Jawab Aqila males-malesan, sambil membaringkan tubuhnya disofa.
"Jangan salah, nanti patner kak Andika datang lho, sekalian kenalan, kali aja berjodoh"
Ucap Zahira, sambil meletakan Rantang makanan percobaan resepnya tadi.
"Memangnya masih single? "
"Iya,,, seumuran dengan kak Andika"
"Apa juga tampan seperti kak Andika dan kak Bima? tanya Aqila.
" Yang jelas tampan, tidak mungkin cantik, dia itu laki-laki "ucap Zahira, Aqila melirik kakak iparnya.
" Apa kau bercita-cita menjadi pelawak?lagian Aku tidak bawa baju ganti kak"
"Mau memakai baju gamis kakak? "tanya Zahira sambil tersenyum. Aqila mengernyitkan dahinya.
" Apa tidak salah kakak menawari ku? "
"Cobalah dulu, nantinya kamu juga akan terbiasa,selain wajib melakukan sholat 5 waktu,perempuan Balig seperti kita, juga diwajibkan untuk menutup aurat"
Aqila mengangguk pasrah, ia tau bahwa pengetahuan tentang agama masih minim,iapun menuruti kata kakak iparnya.siapa tau Aqila lebih nyaman memakai baju tertutup seperti itu, fikir Aqila.
"Iya kak Zahira, aku mau gamismu yang paling modern"
"Ambilah sesukamu sayang, dan segeralah berganti, Kakak akan mempersiapkan sesuatu dulu"
"Iya,,, Apa kakak mengenal tamu kak Andika? "
"Belum, Kakak baru akan bertemu dengannya nanti"
Aqila mengangguk, merekapun menuju kekamar Zahira,melaksanakan sholat magrib berjamaah,kemudian Segera berganti baju.Zahira memoles tipis wajahnya,saat itu Aqila keluar dari ruang ganti, memakai gamis indah berwarna pink, cantik,Aqila semakin cantik ketika wajah itu dihiasi dengan jilbab yang menutupi mahkota indahnya.
"Apa ini benar-benar Aqila? " tanya Zahira tak percaya, Aqila menunduk malu.
"Apa kakak amnesia, kenapa melupakan Aqila, adikmu yang memang terlahir cantik ini"
__ADS_1
Celetuk Aqila, Zahira hanya tersenyum simpul.
"Kakak pangling saja, kamu begitu tampak cantik.yasudah, kita harus segera berangkat. sudah jam 18.00,"
"Ayo... "
Mereka segera menuju kearah mobil, menancap gas mobil menuju restauran yang hanya 15 menit dari apartemen Zahira.15 menit berlalu, mereka telah sampai di Restauran milik Andika, Andika membangun restauran bersama dengan teman lamanya,mengembangkan bisnis di dunia kuliner dan Akan diresmikan besok malam.
"Indah sekali, apa dekorasi islami seperti ini rencana kakak? "
"Tidak, kakak bahkan baru seminggu disini, membantu kak Andika, mungkin memang konsep islami seperti ini yang kak Andika dan temanya pilih"
Restauran itu begitu memukau, dengan dekorasi yang indah,tampak seni Kaligrafi di setiap sudut ruangan,tampak juga lukisan pemandangan alam semesta,juga terdengar musik bernuansa islami menggema.sangat menentramkan hatinya, Aqila begitu takjub dengan konsep restauran ini,hatinya semakin penasaran, siapa patner kerja dari Andika, sehingga menyajikan konsep yang seperti ini.
"Aqila, kakak kebelakang dulu, kamu bisa disini, menikmati ruangan ini, bisa naik keatas, diatas ada ruangan kerja, dan juga berkumpul"
"Iya kak,, nanti aku keatas,aku masih ingin menikmati suasana disini"
"Ya sudah, kakak pergi sebentar"
Aqila menikmati setiap pemandangan yang menakjubkan baginya.
"Kenapa kau disini, aku mencarimu"
Suara itu milik Andika, Aqila tersenyum dan menoleh kearah Andika, netranya menangkap Wajah Orang lain di samping Andika, wajah tampan,sorot mata yang tenduh, sangat berbeda dengan, sorot mata Bima, atau Andika. Andika terkejut, ternyata bukan Zahira yang dia panggil melainkan Aqila, Adiknya yang super duper manja itu yang memakai pakaian tertutup.
"Aqila."
Suara Andika membuyarkan lamunan Aqila. dan membuatnya terkejut.
"Kakak"
Andika maju 2 langkah, memutari tubuh Aqila, ia berhenti tepat didepan Aqila, kemudian meletakkan punggung tangannya di dahi Aqila, Aqila menepis tangan Andika.
"Kau ini kenapa kak? "
"Apa kau baik-baik saja Qila? "
"Ish,. . kau meragukan ku?? "
Andika tersenyum, kemudian menatap Aqila.
"Dimana kakak mu? "
"Dibelakang"
"Panggil kakakmu, kemudian kalian berdua keatas, aku akan mengenalkan temanku pada kalian"
Aqila mengangguk, ia tersenyum kepada orang tampan disamping Andika, kemudian melenggang pergi.
__ADS_1
👌👌👌
Semoga menghibur ....jangan lupa tinggalkan jejak 😄🙏🙏🙏🙏