Sampai Akhir Nanti

Sampai Akhir Nanti
139.S2.Hadiah untukmu.


__ADS_3

"Selamat tidur sayang. Aku mencintaimu."lirihnya kemudian menutup ponselnya.


Andika menghela nafas panjang dan mengeluarkan pelan. Senyumannya mengembang. 4 bulan pernikahan dan Dia masih perjaka.Bahkan sempat menertawakan diri sendiri.Menjadi Asisten pribadi dari Abimanyu membuatnya menghabiskan waktu untuk belajar,belajar,dan belajar.


Tania Alexander adalah Nyonya sekaligus ibu baginya selain bu Marni.Dari kecil Andika mendapatkan pelatihan kusus yang sama dengan Bima dari Tania Alexander dalam segala bidang.Dan Andika diberikan pelatihan bela diri tambahan dari Tania meskipun keduanya juga belajar di salah satu padepokan bela diri.


"Asisten dari Abimanyu harus mempunyai kemampuan yang sama dengan Abimanyu,bahkan lebih baik darinya.Karna tugasmu adalah melindunginya,membantunya dan kalian harus bekerjasama."ucap Tania waktu itu.


Andika tersenyum.Bahkan untuk menjadi Asisten dari Abimanyu dirinya mengabaikan pesona seorang wanita.Hanya 2 kali jatuh jatuh cinta,sempat jatuh cinta pada gadis imut yang menangis 10 tahun silam dipemakaman dan Kali ini cintanya terkuras habis hanya untuk cinta pada Istrinya.Andika mengambil bolpoin di tas kerjanya,Kemudian memandang bolpoin lucu itu.


"Mungkin sekarang kamu sudah menikah.jika pada suatu saat kita bertemu aku akan menjadikanmu adikku.kau tau dulu aku sempat mengharapkan dirimu yang akan menjadi pendamping hudupku.Namun, saat ini cintaku sudah terkuras habis untuk istriku."ucap Andika.


Flash Back on


Lapangan bola dekat pemakaman,Andika Dan Bima saling berlari berebut bola.Kaki cekatan Andika menendang, bukan menghasilkan gol,bola itu menggelinding kearah pintu pemakaman.


Andika berlari,disana di tengah pemakaman dilihatnya seorang gadis tampak terisyak disamping tanah merah yang baru saja mengubur seseorang.


2 Jam berlalu setelah pelayat pulang dan dia masih menangis disini?Andika yang terus saja diteriaki Bima mengabaikan tuan mudanya tersebut. Langkahnya menuju kearah gadis cantik yang mengusap air matanya.


"hiks hiks hiks..."isak gadis itu.perlahan Andika duduk disampingnya.


"Mau sampai kapan menangis disini?"tanya Andika.gadis itu tak menyahut.Diam tanpa kata.


"Apa tidak takut kesambet?ini sudah sore!"ucapnya lagi. lagi-lagi gadis itu diam.


"Kau tau,jika Kau seperti ini mana bisa beliau tenang.Melihatmu menangis dan sanggup memelukmu saja dia bersedih.Apalagi sekarang, melihatmu menangis tetapi tidak sanggup berbuat apapun.Bukankah itu menyakitinya."ucap Andika.


Gadis cantik itu mendongak,perkataan Andika sukses mengambil perhatiannya.Dia tampak berfikir.Andika meresa lega.gadis itu tampak mengusap air matanya.Memandang kearah Andika kecil.

__ADS_1


"Terimakasih kak,kalau begitu aku harus pulang."ucapnya.gadis kecil itu membawa 2 bolpoin yang sama tetapi berbeda warna. Kemudian mengulurkan satu untuk Andika.


"Untukmu kak.Ini dari nenekku yang sekarang terkubur.Kata nenek aku akan kembali menemukan seseorang yang bisa menjagaku nantinya.Dan akan Ada orang yang sanggup membuatku bahagia.Karna kakak sekarang sudah memberiku Nasehat dan aku berhenti menangis.Aku Akan menghadiahkan untukmu."ucapnya. Andika menerima bolpoin itu.


"Siapa Namamu?"


"Jangan bertanya Nama.Kita pasti akan bertemu suatu saat Nanti.Kau harus menjaganya kak."ucapnya kemudian pergi.


"Aku Antar pulang ya.. "tawar Andika sambil berteriak.


"Aku bisa pulang sendiri.Kak."ucapnya.Andika tersenyum kemudian meraih bolanya Dan menghampiri Bimaa yang menghentak-hentakkan kakinya. .


"Ishhhh.... lama sekali."ucap Bima.


"Sabar,Bos."ucap Andika Santai.


"Apa itu? "tanya Bima sambil menatap Andika yang mengantongi benda lucu. Bima meraihnya Dan mengamati benda itu.


"Jangan Bilang kau jatuh cinta Monyet."ucap Bima.Andika tertawa,kemudian mengambil lagi bolpoin itu dari tangan Bima.


Flash Back off


Andika kembali memasukkan bolpoin itu kedalam tasnya,membaringkan tubuhnya dan memejamkan matanya.


😁😁😁😁😁😁


Ditengah malam yang sama,Zahira berdiri di depan Apartemen khalista. membawa serta baby Bara yang bangun di tengah malam.Disampingnya ada Aqila yang membawa kue tar bertuliskan "HBD Tata 24th".


Khalista yang terkejut akibat suara bel yang terus saja berbunyi segera bangkit dari ranjangnya.sambil mengucek matanya kakinya terus saja melangkah ke pintu utama.

__ADS_1


ceklek....


Khalista membuka pintu. Menutup matanya dan terkejut.Senyumnya mengembang.


Happy birth day to you.


Happy birth day to you.


Happy birth day


Happy birth day


Happy birth day to you


Zahira dan Aqila menyanyikan lagu ulang tahun untuk khalista.Khalista meniup lilin bertuliskan 24 itu.


"Thanks.....you're the best in my heart."ucap khalista kemudian memeluk dua adik iparnya bergantian,juga memeluk baby bara yang menggemaskan seantereo jagad.


"Apa tidak ada cita-cita untuk Mempersilahkan masuk kak?"tanya Aqila. mereka tertawa.


"Astaga...sampai lupa.Ayok masuk,Kalian harus menginap disini kita makan kue bersama."ucap khalista.


Mereka segera masuk dan duduk di lesehan depan televisi.Zahira meletakkan baby bara disana.Bayi mungil itu berguling guling sesuka hatinya.


"Apa makan kue?aku ogah ah. Aku mau juga dong dimasakin, kata budhe Marni Kakak pandai memasak."ucap Aqila. khalista tertawa.


"Jangan mengejek,bahkan aku tidak sepandai kakakmu yang cantik ini."ucap Khalista sambil menunjuk Zahira.


Zahira dan Aqila tertawa.Bahkan dulu Zahira juga tidak bisa memasak,dan belajar memasak makanan kesukaan Bima dengan Bi Ani.

__ADS_1


"Kalian berdua soosweet . Memasak untuk memikat.Kak Zahira memikat kak Bima, sedangkan Kak Khalista untuk memikat ibu mertua."ucap Aqila. Khalista dan Zahira tertawa.mereka menghabiskan waktu dengan bercanda dan tawa. Jarang sekali bisa berkumpul seperti ini.


😊😊😊😊😊


__ADS_2