
"Kau jatuh cinta pada pandangan pertama,tapi aku yakin aku bukan cinta pertama untukmukan? "tanya Khalista.
Andika diam,ia menatap kearah khalista dan melepaskan pelukannya.
"Sebaiknya kita sholat dan istirahat, lihatlah sudah tengah malam.Lain waktu aku akan menceritakan sesuatu padamu."ucap Andika kemudian mengangkat tubuh khalista.Khalista terdiam,sebenarnya masih banyak hal yang ingin dia tanyakan namun melihat Andika yang tampak kelelahan iapun mengurungkan niatnya. Setelah sholat isya merekapun memejamkan mata. Meng istrihatkan badan yang sangat lelah.
ππππ
Pagi hari yang dingin, Khalista telah selesai membersihkan dirinya.Iapun segera membuat sarapan pagi untuk suami tercinta setelah melaksanakan ibadah sholat subuh.
Aroma masakan tercium dihidung Andika,iapun membuka matanya,melihat jam dinding yang menunjukan pukul 06.00.
Andika segera membersihkan dirinya,setelah beberapa menit mandi,iapun keluar dengan pakaian formalnya. Hari ini dirinya dan Bima akan mengurus beberapa hal setelah menyelesaikan pekerjaan dicafe.
"Pagi,Sayang."sapanya pada Khalista yang tampak sedang menyiapkan beberapa piring makanan dimeja.Andika mengecup singkat kening Khalista dan duduk disamping Khalista.
"Pagi,Mas..Aku menyiapkan nasi goreng spesial untukmu.Ini menu baru dari Zahira."sahut khalista.
"Aku akan mencobanya,jika aku rasa enak kamu juga harus membuatnya untuk ibu."ucap Andika. Khalista mengangguk pelan.
"Iya... aku sudah lama tidak berkunjung kesana,aku akan kesana nanti,Mas."ucap Khalista.
"Tapi aku tidak bisa menemanimu,hari ini masih ada beberapa urusan dengan Bima."ucap Andika.
"Ya.... tidak papa, lagipula aku bisa naik mobil sendiri. Mas tidak usah mengkhawatirkanku."ucap Khalista.
Andika mulai menyuapkan nasi goreng yang menggoda itu kedalam mulutnya.Khalista hanya memandang suaminya dengan teliti. Andika tampak menganggukkan kepalanya.
"80 untukmu... "ucap Andika.Khalista sedikit kecewa, Namun itu sudah lebih dari cukup,mengingat baru beberapa minggu saja bisa memasak.
"Layak ku bawa untuk ibu? "tanya Khalista. Andika melirik pujaan hatinya dengan lembut.
"Aku rasa ibu akan bahagia jika kau datang kesana."ucap Andika. Lagi-lagi jawaban suaminya tidak melegakan hatinya.
"Aku bertanya, layak tidak aku bawakan untuk ibu? "ucap Khalista agak kesal. Andika menyunggingkan senyumnya. Ia melangkah kearah khalista yang mulai merajuk.
"Bawakan saja, ibu akan memberimu nilai plus.jika tadi 80 maka akan menjadi 100.ucap Andika."
"Mana ada seperti itu?"ucap Khalista lagi.ia berdiri membereskan piring Andika yang tidak menyisakan sebutir nasipun disana. Khalista melirik Andika dengan tajam.
__ADS_1
"Aku rasa aku harus bahagia jika nilai makananku hanya 80 saja."ucap Khalista sambil membawa tumpukan piring kearah dapur. Andika mengeryitkan dahinya.Andika mengikuti Khalista kedapur dan berdiri disamping Khalista yang mencuci piring.
"Kenapa bisa begitu? "tanya Andika.
"Kalau nilainya 80 saja kamu tidak menyisakan sebutir nasipun,lantas jika nilanya 100 aku takut kamu akan melahab piringnya juga."ucap khalista.Andika tertawa, iapun merangkul pundak khalista yang tampak sebal.
"Aku hanya bercanda,kamu tau?bahkan restauran termahal sekalipun tidak ada yang bisa menandingi lezatnya masakanmu."ucap Andika. Khalista menghentikan aktivitasnya. Iapun menatap kearah Andika dengan tajam.
"Sejak kapan kamu itu pandai menggombal,hemmm?"tanya Khalista.Khalista menggeser langkahnya hingga kini mereka saling berhadapan.sorot mata teduh membuat keduanya tenggelam dalam drama tatap menatap.
"Aku tidak menggombal... "sanggah Andika.
"Selalu saja begitu, menjengkelkan."ucap Khalista kemudian melangkahkan kakinya. Andika menahan langkah Khalista dan melingkarkan tangannya dipinggang Khalista.
"Jangan marah,Nona.Aku harus pergi."ucap Andika.Khalista menghela nafas panjang.Berharap Andika membujuknya,Namun dengan santainya suaminya itu mengatakan untuk pergi.Benar-benar menjengkelkan.
"Jangan lupa kerumah ibu.Kamu tau?masakanmu begitu lezat.Masakanmu menambah kadar cintaku untukmu,100 nilai untukmu."ucap Andika pelan.harum tubuh Andika menghipnotis Khalista.Khalista terdiam.
"Aku berangkat dulu,Sayang.Hati-hati dirumah."ucap Andika sambil mengecup singkat bibir khalista dan mencium kening Khalista.
"Assalamualaikum..."ucap Andika lagi.Khalista masih saja mematung,iapun tersenyum tipis setelah beberapa saat sambil menatap punggung Andika yang menghilang dari pandangannya.Andika selalu mempunyai cara yang ampuh untuk membuat suasana hatinya cerah secerah sinar mentari.
Khalista melompat kegirangan.Sedangkan disana di balik pintu, Andika tersenyum bahagia sambil merekam aksi istrinya dan menyimpan vidio yang menurutnya lucu.
Khalista yang masih tersenyum menyiapkan beberapa rantang makanan.Iapun melangkahkan kakinya menuju kearah apartemen Zahira. Ia melihat Zahira dan baby Bara berada diluar.Mungkin mereka mengantar kepergian Bima dan Andika.
"Haloo Sayang..... "Khalista mendekat dan meletakkan rantang di meja. Iapun mengambil alih baby Bara dari gendongan Zahira.
"Pa... pa..... pa.... "sahut babu Bara.Khalista tertawa mendapat sambutan hangat dari keponakan tercintanya.
"Apa ini Ta? "tanya Zahira sambil tersenyum memandang kearah Khalista.
"Itu nasi goreng spesial ala Khalista,Kau harus mencoba nyonya Abimanyu."ucap khalista dengan bangga. Zahira tersenyum dan mengangkat rantang itu.
"Oke.Aku akan menjadi juri untuk menu makanan yang aku ajarkan kemarin. Sebaiknya kita kedalam Nyonya Andika."ucap Zahira.Khalista mengangguk.
"Ayo Bara sayang kita lari..... "ucap khalista, baby Bara terkekeh melihat tingkah aunty nya.Khalista meletakkan babu Bara di karpet halus didepan tv.Baby bara berguling kesana kemari sambil memainkan bebek kecil yang mengeluarkan suara lucu.
"Hemmm.... ini sempurna,Nyonya."ucap Zahira sambil mengunyah nasi goreng buatan Khalista.
__ADS_1
"Jangan berbohong,kau itu sama menyebalkan seperti kakakmu."ucap Khalista.
"Mana ada seperti itu. Aku beneran lo.... ini sempurna Nyonya Sabrina Khalista Bagaskara."ucap Zahira.Khalista terkekeh mendengar ucapan adik iparnya itu.
"Serius? "tanya Khalista.
"Ya... aku serius,mungkin kak dika sudah mengatakan padamu."ucap Zahira.
"Ya... tapi aku tidak mempercayainya. Dia itu hanya mencoba merayuku saja."ucap Khalista.
"Tapi kamu sukakan? "ucap Zahira sambil mentoel pipi khalista yang berubah menjadi seperti tomat.Khalista tersenyum tipis.
"Apaan sih.... "sanggah khalista sambil memalingkan wajahnya.
"Lihat sayang... wajah aunty Khalista,sama merahnya dengan baju kamu."ucap Zahira yang menggoda khalista.Khalista mendorong pelan pundak Zahira.
"O iya,Ta.Bagaimana pertemuan dengan pimpinan Alexander kemarin? "tanya Zahira.Khalista menghela nafas panjang.
"Semua berjalan lancar, tapi aku merasa pimpinan mereka mulai mencurigaiku deh Za.."ucap Khalista. Zahira mengernyitkan dahinya.
"Maksudmu? "
"Dia mengikutiku,bahkan dia tau namaku.untung saja aku bisa mengendalikan diri.Kalau tidak mungkin kita sudah ketahuan."ucap Khalista.Zahira menatap tajam kearah khalista.
"Apa selain dibandara dia juga mengikutimu?"tanya Zahira.
"Kemarin malam direstauran mawar dia juga tampak menungguku."ucap khalista.
"Kita harus hati-hati. Aku yakin semua akan indah pada waktunya."ucap Zahira. Khalista mengangguk pelan.
"Aku juga berharap seperti itu, semoga Allah meridhoi."ucap Khalista.
"Amin.... "ucap keduanya bersamaan.
"Kalo gitu aku harus pulang dulu,Za.Aku akan kerumah ibu. Aku akan membawa makanan juga. "ucap Khalista.
"Okey.hati-hati ...."ucap Zahira. Khalista mencium baby Bara dengan gemas kemudian melangkah pergi.
"Aunty pulang dulu... "ucap Khalista sebelum benar -benar meninggalkan Apartemen Zahira.
__ADS_1
ππππ
Selamat malammm.... selamat istirahat.... ππlike komen ya....