
"Aku tau kamu bisa sendiri sayang, tapi aku tidak akan membiarkan mu sendiri"
Ucapnya sambil tersenyum, Zahira mengabaikan nya, ia melangkah pergi,namun selangkah kemudian Bima memeluk pinggang Zahira dari belakang.Zahira menghentikan langkahnya, jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya, ia benar-benar merindukan suaminya, namun entah bagaimana,egonya mengalahkan akal sehatnya. yang dulunya dia selalu mengalah, kini tampak keras kepala, yang dulunya sabar,kini tampak seperti pemberontak. ingin sekali ia berbalik dan mencari ketenangan didada bidang milik suaminya, tapi entah benteng apa yang membatasi gerak nya, ia benar-benar dipermainkan oleh keegoisannya.
"Aku harus sholat mas, jangan menghalangi langkahku, lepaskan lah tanganmu"
"Apa kamu tidak merindukan mas sayang??
biarkanlah seperti ini sejenak, mas begitu merindukan mu"
Zahira menghela nafas panjang,ia memejamkan matanya, seakan dirinya terbang dan melayang.Zahira membuka matanya, yang benar saja Bima membopong Zahira dan membawanya ke kamar mandi, Zahira tampak merona, namun ia tak mengucapkan sepatah kata pun pada Bima.Bima tersenyum menang dan memandang wajah merah istrinya dengan nakal.
"Sudah sampai,, kamu bisa berwudhu tuan putri, aku akan menunggu mu, kita sholat berjamaah" Bima melangkah pergi, setelah mengambil wudhu.senyum merekah tampak diwajah cantik Zahira, ia benar-benar bahagia.
"Ya Allah,, kenapa mas Bima begitu manis sekarang"
Zahira tersenyum bahagia.Hatinya benar-benar berbunga-bunga. Zahira keluar dari kamar mandi, iapun memakai mekena yang telah dipersiapkan oleh Bima, mereka sholat berjamaah dan berdoa bersama. setelah selesai, Bima menghadap kebelakang dan mengulurkan tangannya pada Zahira, Zahira menyambut uluran tangan Bima dan mencium punggung tangan nya dengan takzdim,Bima mengecup kening Zahira penuh sayang.
"Aku rasa kita harus menambah jumlah personil sholat berjamaah, jika berdua saja ku rasa begitu sepi"
Mendengar ucapan suaminya, Zahira mengernyitkan dahinya, ia tak menjawab,ia melipat mekena dan meletakkan diatas meja.
"Apa kamu tidak mendengarkan ucapanku?"
__ADS_1
Bima merebahkan tubuhnya, meletakkan kepalanya diatas pangkuan istrinya.
"Lalu aku harus bagaimana mas?aku ini mengantuk,, aku mau tidur, mas bangunlah dari pangkuanku"
"Aku akan menemani mu, istirahatlah, besok kita akan pulang, aku rasa setelah kau sembuh, banyak kegiatan yang harus kau lakukan untukku, Aku ingin Bima junior hadir ditengah kehidupan kita nona Zahira Abimanyu"
Bima bangun dari pangkuan istrinya,Zahira segera melangkahkan kaki menuju ranjang rawatnya,ia menutup badanya dengan selimut, menyembunyikan wajahnya disana. bibirnya tersenyum bahagia, memikirkan perkataan Bima. Zahira memejamkan matanya, mengarungi samudra mimpi yang indah.Bima mendekat, membaringkan badannya disamping istrinya, mencium kening istrinya.Ranjang besar itu masih tampak longgar meski di tempati 2 manusia itu, Bima melingkarkan tangan kekarnya dipinggang Zahira yang memunggunginya.mereka sama-sama terlelap dalam dunia mimpi.
💕💕💕💕💕
Pagi hari menyapa, Zahira terbangun dari tidurnya, ia terkejut mendapati Bima tertidur di sampingnya, memeluk erat tubuhnya, memberikan kehangatan yang membuat nya lelap tertidur, Zahira tersenyum iapun menatap lekat wajah tampan suaminya, wajah yang dulunya tampak dingin, arogan dan pemarah itu, kini menjelma menjadi wajah yang sabar dan penuh cinta, meski kadang kala sangat menjengkelkan dan menyebalkan.
"Mas,,, maafkan aku,,, aku tau aku salah mendiamkan mu, tapi aku butuh waktu untuk meyakinkan diriku akan perasaan mu, aku hanya tidak mau dikemudian hari aku kecewa karna begitu saja menerimamu, kadang kala aku masih ragu,, dulu kau begitu mencintai kak rena dan mengabaikan aku,, rasanya seperti mimpi mendapatkan cintamu ketika dirinya benar-benar kembali"
"Ya Allah,, mas Bima terbangun, apa dia mendengar ucapan ku? "
Pertanyaan yang muncul dibenak Zahira, Bima ikut terbangun dan menyandarkan kepalanya dipundak istrinya. kemudian ia menarik Zahira untuk menatapnya, mereka berdua saling berhadapan, Bima meletakkan 2 tangannya di pundak istrinya.
"Aku mendengar ucapan mu, nona Zahira. Aku tau kau butuh waktu, apa kau lupa dengan perkataan mu waktu itu,Kau akan merebut hatiku, melakukan apa yang kau mau sebagai istriku, kau juga bilang jika kekasihku datang, dan aku belum mencintaimu maka kau akan menyerah,kemudian membiarkan ku kembali padanya,,,, tetapi sekarang berbeda cerita, aku telah terjerat oleh cinta seorang istri yang begitu baik, aku mencintaimu sayang, kedatangan Renata tidak akan pernah menggoyahkan perasaanku, aku begitu mencintaimu"
Bima menatap lekat wajah istrinya, mata Zahira berkaca mendengar penjelasan dari Bima, penjelasan yang mungkin sudah tertunda beberapa hari karna dirinya mengabaikan Bima.
"Apa mas yakin? aku tidak mau dikemudian hari mas menyesal, telah memilih aku, istri yang selalu membuat mu marah, kak Renata jauh lebih baik, dia begitu sabar, dia cantik,, dia... "
__ADS_1
Zahira tidak melanjutkan kata-katanya, karena Bima meletakkan telunjuknya dibibir Zahira.
"Aku mencintaimu, kau istriku, Renata hanya masa lalu,, jika kau berfikir merebutku darinya kau salah sayang,, kau tidak pernah merebutku, dia meninggalkan ku sebelumnya, dan kau, kau menyembuhkan lukaku,kau dikirim Allah untukku,,, Anggap saja aku dan Renata tidak berjodoh, masalah ini terjadi karna kau mengenal dekat dia, padahal jika kau tidak mengenalnya, mungkin dia tidak akan muncul lagi menemuiku, hanya kau alasan Renata kembali ke sini,, tanpa tau sebelumnya bahwa aku adalah suamimu, mungkin jika dia tau bahwa suamimu adalah Abimanyu, Renata tidak akan pernah mau untuk datang kesini"
"Jadi mas menyalahkan ku karna aku mengenal kak Renata?
Tanya Zahira sambil mengerucut kan bibirnya, Bima menjadi gemas melihat tingkah istri mungilnya, Bima menarik Zahira dalam peluk hangatnya.
" Jangan mudah tersinggung, kenapa kau sensitif sekali,, aku tidak menyalahkan, hanya saja aku meluruskan semua ini, lupakan masa laluku, aku mencintaimu,, kita buka lembaran baru,,, aku tidak mau kau bersedih lagi karna masa laluku, aku tidak mau kakak ipar posesifku itu membawamu pergi jauh dariku, dan membuat ku merindukan mu"
Bima melontarkan kata-kata yang berhasil membuat Zahira tertawa dan memukul pelan dada suaminya.
"Trimakasih mas telah mempertemukan aku dengan Saudara ku,, aku tidak menyangka sebelumnya, jika kami saudara, hanya saja sejak awal bertemu dengan kak Andika aku merasa nyaman, dia sosok yang dewasa menurutku"
"kau tidak perlu berterimakasih, ini sudah takdir, yang terpenting sekarang kalian sudah berkumpul, bahkan kita harus banyak bersyukur, ditengah kejadian yang tidak menyenangkan, memberikan hikmah yang begitu luar biasa, Allah SWT itu maha tau hal yang terbaik untuk hambanya"
Zahira dan Bima tenggelam dalam kebahagiaan, mereka saling memaafkan, membuka lembaran baru untuk kehidupan selanjutnya.
💕💕
Hai Hai Hai...
MAAFKAN Aku ya banyak kurang nya, banyak tiponya,,, karya pertama, semoga menghibur,,, 🙏🙏🙏🙏🙏🙏. semoga bab bab selanjutnya lebih baik lagi.
__ADS_1