
Andika tersenyum tipis, satu langkah telah usai. besok ada langkah selanjutnya yang harus dia jalankan. ia pun menuju bandara dan kembali ke Indonesia lagi.
Sorot lampu mobil menerangi sebuah rumah yang tampak sepi dipinggiran jalan.pukul 05.00 dini hari Andika sudah sampai di Indonesia. Andika melajukan mobilnya dan kini berada di depan rumah khalista. Andika memandang sebuah Amplop coklat yang terletak di sampingnya. Andika menghela nafas panjang kemudian menancap gas lagi mobilnya.
Khalista, gadis itu berada di pinggiran jendela, menatap kearah mobil yang hampir menghilang dari pandangannya.Kemudian tatapannya menuju kearah ponsel yang tak satupun ada balasan dari pemilik ponsel itu. hatinya sedikit ngilu.
"Apa yang sebenarnya terjadi?Apa kamu hanya memastikan aku baik-baik saja? iya aku baik-baik saja, aku bukan siapa-siapa Andika. Berbahagialah dengan orang yang ditakdirkan menjadi pendamping mu,sampai manapun kamu menghindar dan menolak, jika jodoh kalian akan bersatu. " gumam Khalista pelan.
Khalista meraih ponselnya, menghapus kontak Andika. tidak mau lagi berfikir tentang hubungan yang tak berstatus itu.
Dengan menahan dada yang begitu bergemuruh Khalista bertekat untuk tidak lagi menghubungi Andika.Bagaimana dengan misi itu???Sebentar lagi Andika sudah menjadi milik orang lain, dan tak ada daya dirinya untuk berbuat apapun. Misi itu biarlah menjadi cerita yang tak akan pernah dia lupakan.
Setitik tetesan bening menetes dari sudut mata khalista, segera Khalista meletakkan kembali ponselnya dan bersiap untuk ke kantor.
😍😍😍😍
Andika pria dewasa yang tampak kelelahan itu tetap saja mementingkan urusan kantor, jam menunjukkan pukul 06.30 Kini dia berada di meja makan bersama dengan ibunya. Mereka sudah menyelesaikan makan sejak tadi.
"Terimakasih Andika,Ibu bangga padamu. Meskipun dalam keadaan yang terdesak. kamu memberikan keputusan yang begitu membahagiakan Ibu. ibu harap kamu selalu bahagia." ucap Bu Marni. Andika memandang kearah ibunya.
"Ibu, meskipun dalam keadaan yang terdesak Andika tetap ingin yang terbaik untuk kehidupan Andika.Pernikahan bukan permainan, dan Andika tidak akan pernah mempermainkan hal yang sakral.persiapkan pernikahan ku dengan baik ibu, aku meminta restumu."ucapnya pelan.Bu Marni tersenyum dan menepuk pelan pundak putranya.
" Pesta yang bagaimana yang kau Inginkan, Nak? "tanyanya.
"Pesta yang sederhana, aku tidak mengundang banyak orang, hanya keluarga dekat dan rekan Bisnis saja.Itupun dengan sepesial aku mengundang mereka dengan mengunjunginya, Aku tidak mau menyebarkan undangan."tukas Andika.
"Kenapa tidak menyebarkan undangan Dika? " Lalu bagaimana jika mereka menanyakan pengantin wanita? "tanya Ibunya.
"Biarlah pengantin wanita menjadi sebuah kejutan,Bu.Mereka juga akan tau siapa pengantinnya 5 hari lagi. " jawabnya. Ibunya mengangguk pelan.
"Okey, ibu akan mempersiapkan rumah kita ini menjadi kerajaanmu. ibu bahagia, berbahagialah untuk pernikahan mu, Nak."ucap Ibunya.
Andika tersenyum memandang sosok ibu yang dari dulu penyabar dan Penyayang, tetapi berubah menjadi sosok pemarah sebulan terakhir ini.
" Doakan aku, Bu. "ucap Andika. Ibunya mengangguk.
"O iya Dik, ini Bianca menitipkan berkas data dirinya pada ibu. Kata Bianca hari ini kamu akan mengurus di KUA."ucap ibunya,Andika mengangguk dan mengambil berkas itu.
" Kalau begitu aku berangkat dulu, Bu. Asalamualaikum."
__ADS_1
Andika melenggang pergi dan menancap gas mobilnya menuju kantor.
😁😁😁😁😁😁
Di Apartemen Bima.
Zahira masih saja tampak diam, meskipun kali ini sedang menyiapkan makanan untuk Bima.
"Makanlah, Mas."ucapnya.Bima melirik istri yang tampak masih sebal kepada nya.
"Sayang, Kamu masih saja mengabaikan ku. Mau sampai kapan? "Bima berdiri, mengusap lembut pipi istrinya.
"Aku tidak marah kepadamu, aku hanya sebal saja.Aku juga ingin segera bertemu kak Dika, ada banyak hal yang ingin ku bicarakan dengannya." ucap Zahira. Bima menghela nafas panjang.
"Aku akan memintanya untuk kesini, kamu tak usah kemana-mana. bersamaan dengan pernikahan Andika adalah acara 7 bulan kehamilanmu, Sayang. Aku tidak mau kamu kelelahan."ucap Bima. Zahira mengangguk pelan.
"Pagi...! " Suara itu mengagetkan keduanya, Bima dan Zahira menoleh. Andika berdiri sambil tersenyum. Bima dan Zahira terkejut dan menghampiri Andika.
"Kakak,baru saja kami ingin memintamu kesini." ucap Zahira.
"Kau sudah kembali, Kakak ipar? " tanya Bima.
"Kau sudah sarapan? " tanya Bima lagi. Andika mengangguk pelan.
"Sayang, sebaiknya kau membawakan bekal untuk ku. Aku ingin bicara sama kakak sebentar, aku sarapan di kantor saja." ucap Bima, Zahira mengangguk.
"Sebenarnya apa yang kau rencanakan?Aku minta maaf.Aku baru sadar atas kesalahan ku, aku terlalu mempercayai nya.Sebaiknya kau membatalkan pernikahan ini.tidak masalah jika kita harus membayar denda." ucap Bima. Andika melirik bos sekaligus adim iparnya itu.
"Aku akan tetap melakukan pernikahan. kau tak usah khawatir. Kau tau, akan ada kejutan untuk kalian nantinya." ucap Andika.
"Kejutan apa,Kak? " tanya Zahira yang sudah selesai menyiapkan bekal untuk suaminya.
"Kau lihat saja nanti." ucapnya mantap.
"Yasudah, aku harus berangkat.Hari ini sampai lima hari kedepan aku memberimu cuti.persiapkan pernikahan mu." ucap Bima. Andika tersenyum.
"Satu lagi kakak ipar, hari ini kau harus menghabiskan waktumu untuk adikmu.katakan padanya pernikahan ini karna kemauan mu, bukan karna paksaanku. Katakan juga padanya jangan mendiamkan ku."ucap Bima sambil melirik Zahira. Zahira menatap tajam kearah Bima.Bima mencium kening Zahira kemudian melangkah pergi.
" Kalian bertengkar? "tanya Andika.
__ADS_1
" Sedikit.itu karna pernikahan mu dengan Bianca. "ucap Zahira.
"Jangan membahas nya.Aku ingin kau membantuku dengan memberikan hadiah ini untuk khalista."ucap Andika sambil memberikan bungkusan kepada Zahira.
"Kenapa tidak memberikannya sendiri?"tanya Zahira sambil memandang kearah Andika.
"Aku tidak punya banyak waktu, lakukan saja permintaan kakak mu."jawab Andika.
"Kau takut menyakitinya? "tanya Zahira lagi.
"Yang pasti aku tidak sanggup untuk bertemu,aku tidak mau menimbulkan suatu hal yang lebih menyakitkan untuknya"ucap Andika.
"Kau benar-benar jatuh cinta padanya? lantas kenapa meneruskan pernikahan dengan Bianca? "tanya Zahira.
" Mungkin, saat ini aku menyakitinya. tapi kedepannya aku akan membahagiakannya."
ucap Andika.
"Bagaimana bisa? Aku rasa kalian saling mencintai. kakak mencintainya,berharap kebahagiaan untuk nya, tapi menikah dengan orang lain? betapa egoisnya, memang laki-laki itu seenaknya sendiri. " ujar Zahira panjang lebar.
"Zahira,aku tidak bisa menjelaskan padamu. aku mohon bantu aku."
"Kenapa tidak bisa kak? " Zahira semakin jengkel.
"Nanti, setelah acara itu kakak akan menjelaskan padamu. sekarang kakak harus pergi. berikan ini untuk khalista. Kau harus memastikan khalista datang diacara pernikahan ku, Okey."Andika memohon. Zahira menghela nafas, kemudian melirik bungkusan itu.
"Aku mohon Zahira"ucap Andika.dengan berat hati, Zahira mengangguk.Andika tersenyum kemudian pamit untuk pergi.
😁😁😁😁😁
"Ini lembaran kosong yang sudah berbubuhkan tanda tangan Bima, Kau bisa mengambil apapun yang kau mau diatas kertas kosong itu."ucap Bianca pada Prayoga,Prayoga mengambil kertas itu dan tersenyum.
"Kau begitu jenius. aku akan mengambil alih perusahaan mereka dengan tanda tangan ini.kau bahagia, aku juga. dan tentunya kita akan mengeluarkan ayahmu dengan mudah." ucap Prayoga.
"Kau harus ingat, jangan membawa namaku. biarkan identitasku tetap aman, jika suatu saat nanti kau tertangkap."ucapnya.Prayoga tersenyum dan menepuk pelan pundak Bianca.
" Okey,aku janji calon nyonya Andika. "
😊😊😊😊😊
__ADS_1
like ,komen, hadiahnya ya... semangatin aku pokoknyaa 😄😄