
"Jadi Dia... orang yang membuat aku harus menunggu lama cinta dari Khalista, dan sekarang.. setelah cinta itu tumbuh baru seumur jagung dia kembali muncul?"batin Andika. Mata Andika merah,namun air matanya tidak tumpah.
Andika memejamkan matanya,perih,sakit.Apa Cinta Khalista akan berpaling kembali? batin Andika.Andika masih setia di samping Khalista, melihat Khalista menangis seakan mencabik hatinya.Andika mengangkat wajahnya.
"Apa Ingatan Khalista sudah kembali?"pertanyaan itu mengusik hatinya.
Khalista menghela nafas panjang,menghadapi Micho yang masih saja memberikan omong kosong yang melukai hatinya.
Jebakan?jebakan macam apa ini.4 tahun sudah berlalu dan kini mengungkap kebenaran?ibarat nasi sudah basi,bukan lagi menjadi bubur.Khalista hanya tersenyum kecut. kemudian menatap kearah Andika yang tampak sayu.Khalista mundur beberapa langkah,matanya menatap lekat kearah Andika.
Jari lentiknya mengusap pelan wajah tampan yang kini tampak memar. Air mata Khalista mengalir deras. Andika menggengam tangan Khalista yang berada dipipinya.Satu tangan lagi mengusap air mata Khalista.
"A-ku....."ucap Khalista terbata. Andika menghela nafas panjang,mencoba tersenyum meskipun hatinya hancur.
Micho yang masih saja mengharapkan Khalista seakan tidak terima menikmati pemandangan didepannya.Micho melangkah dan menarik Khalista hingga dihadapannya.Membuat Andika kembali geram menahan amarah.
"Sabrina dengarkan aku dulu..... "ucap Micho sambil memegang pundak Khalista.Andika memalingkan wajahnya.Rasanya sakit melihat pemandangan ini.
"Tidak ada yang perlu dibicarakan, kita sudah selesai sejak lama.Singkirkan tanganmu, aku sudah bersuami.Tidak ada gunanya mendengarkan semua celoteh omong kosongmu."ucap Khalista.Ucapan Khalista seperti telak mematikan untuk Micho,tetapi bagaikan seperti air dingin yang membuat hati Andika menjadi sejuk.
"Sabrina,aku mohon beri aku waktu...Aku melakukan semuanya karna ayahku.Tapi sekarang aku akan memperjuangkan cinta kita,aku tidak mau tau lagi tentang ayah... aku memilihmu.Aku yakin cintamu padanya hanya sebuah pelarian."ucap Micho.
Andika seakan terbakar api,ia menarik tangan Khalista,Micho tak Mau kalah dan masih saja menahan Khalista.Membuat Khalista seperti barang yang seakan sedang diperebutkan.
Dengan gerakan cepat Andika menarik Micho di tempat yang lebih luas. Andika memberi satu pukulan yang membuat Micho terhuyung.Micho membalas, dan terjadi kembali baku hantam.
"Apa kau tidak mendengar,dia mengatakan jika sudah bersuami.Apa kau tidak tau malu,mengungkapkan cinta pada istri orang didepan suaminya?"bentak Andika sambil mengarahkan tendangan di dada Micho.
"Hentikan..... "teriak Khalista,membuat Andika dan Micho mematung sesaat,kemudian kembali bertarung mengabaikan teriakan khalista.
Khalista merasakan sesak,tidak tau jalan pikiran orang-orang didepannya.Khalista mengambil langkah,menuju ke mobil Andika.Didepan sana 2 pasukan masih saja terlibat baku hantam.Khalista menancap gas mobilnya.Sehingga,mau tidak mau mereka menghentikan perkelahian dan menghindar kekiri dan Kekanan.
__ADS_1
Disana Andika dan Micho berhenti,menatap sejenak kearah Khalista yang menjauh.Mereka berlari kearah medan dimana Zidan dan beberapa bodyguard berada.
"Berhenti...... "teriak Zidan. Ketika mereka kembali mengambil gerakan untuk kembali baku hantam.
Micho dan Damar saling menatap.kemudian Andika dan Zidan mendekat kearah mereka.
"Berhenti mengejar istriku,meskipun dulunya dia begitu mencintaimu saat ini cintanya sudah berpaling darimu."ucap Andika penuh penegasan.
"Cih.....,,sebegitu percaya diri Anda Tuan.Kita lihat nanti."ucap Micho kemudian melangkah pergi diikuti beberapa bodyguard suruhan papanya.
Andika menghela nafas panjang,Zidan menepuk pelan pundak Andika.
"Selesaikan dengan kepala dingin,kau bisa menghubungi ku jika membutuhkanku sewaktu-waktu."ucap Zidan. Andika mengangguk pelan.
"Sebaiknya kau kejar istrimu ,ini motor milik salah satu asisten ku.Kau bisa memakainya."ucap Zidan.Andika tersenyum,kemudian mengangguk pelan.
"Terimakasih,Zidan."
😊😊😊😊
Khalista memandang danau indah didepannya.Hatinya sakit menerima kenyataan yang sesungguhnya.Khalista mengusap pelan air matanya. Hingga sebuah tangan membawanya dalam pelukan hangat. Khalista membuka matanya,dilihatnya Andika dengan luka memar diwajahnya.
"Apa yang kamu fikirkan?"tanya Andika tangan kokohnya mengusap pelan pundak khalista.Khalista terdiam, mencoba menenangkan gejolak rasa yang berkecamuk dihatinya.
"Apa yang membuatmu menangis,hem?"tanya Andika lagi.Khalista melepas pelukan Andika, menatap lekat wajah tampan penuh luka karna memperjuangkannya.Khalista lagi-lagi meneteskan air mata.Khalista mengalungkan lengannya dileher Andika.
"Aku Sabrina Khalista Bagaskara,yang menikah karena sebuah Misi.Menikah Karena menggantikan posisi orang lain.Dan menikah tanpa cinta...."ucap Khalista,kemudian satu tangannya mengusap air mata yang mengalir deras dipelupuk matanya.
Andika membalas tatapan teduh dari istrinya.memandang 2 bola mata indah yang mampu memikat hatinya.
"Aku menikahimu karna rencana yang matang,aku sengaja menikah denganmu,bukan menjadikanmu pengganti orang lain. Aku menikahimu karena aku mencintamu."ucap Andika pelan.
__ADS_1
Khalista menghela nafas panjang. Rasanya sulit mempercayai ucapan Andika.Waktu itu dirinya datang karena undangan dari Zahira, setelah Andika menghilang selama beberapa hari dan tak pernah bertemu lagi.
"Omong kosong macam apa yang kamu ucapkan,Tuan Andika? "tanya Khalista,wajahnya mendongak karna Andika lebih tinggi darinya.Andika menyentuh pipi Khalista. Senyumanya mengembang,namun hatinya perih karna cintanya diragukan.
"Bahkan Misi kita berjalan dengan lancar,bukankah aku melakukan totalitas dalam memainkan drama? "tanya Khalista. Hatinya perih,benar-benar perih.
Andika memejamkan matanya.Ini yang ditakutkan ketika istrinya kembali mengingat.Sebuah Misi yang dia jadikan Alasan untuk mengikat Khalista waktu itu Karna Khalista begitu sulit untuk dijangkau karna trauma masa lalu.Dan sekarang bagaimana cara meyakinkan seorang Khalista bahwa dia benar-benar mencintainya?
Andika tersenyum tipis tangan kananya mengangkat dagu Khalista.Menatap wajah cantik itu dengan penuh cinta.
"Apa perpisahan kita selama 2 hari terlupakan begitu saja?Hingga kamu mempertanyakan hal yang sudah terlampaui setengah tahun yang lalu?"tanya Andika.
Khalista sedikit pias,dia lupa bahwa Andika telah memiliki dirinya seutuhnya.Wajah Khalista merona merah.Hatinya yang perih berangsur membaik.
"Aku hanya ingin memastikan kesungguhanmu."ucap Khalista.
"Apa yang bisa aku lakukan untuk mempercayaiku? "tanya Andika. Khalista memejamkan matanya.Bayangan Tangis Bianca menari diotaknya.
"Kita berpisah untuk beberapa hari."ucap Khalista. Andika menghela nafas panjang.
"Itu terlalu menyakitkan."ucap Andika. Khalista mendorong pelan dada bidang Andika.Namun,Andika kembali meraih pinggang istrinya.
"Aku butuh waktu untuk sendiri."ucapnya.
"Waktu untuk memikirkan mantanmu? "tanya Andika.Khalista membelalakkan matanya.
"Mana ada seperti itu. Tuan Andika yang terhormat?"ucap Khalista agak membentak.Membuat Andika terkekeh,ini adalah Khalista yang sesungguhnya. Nona Khalista yang cerewet seperti radio rongsokan.
"Kenapa tertawa? "tanya Khalista.
Andika terdiam, tak tahan dengan bibir Khalista yang dari tadi menggodanya. Andika menyambar bibit ranum merah muda itu dan membuat gigitan kecil,khalista yang sempat terkejut kini membalas ciuman hangat suaminya.Mereka meluapkan emosi dengan cinta.Menghilangkan sesak dengan sayang.
__ADS_1
Untung saja danaunya sepi. 😀😀😀😀😀😀