Sampai Akhir Nanti

Sampai Akhir Nanti
episode 49.dia adikmu.


__ADS_3

2 jam telah berlalu, sebelum pergi ke rumah sakit Bima dan Deren menyempatkan diri mampir ke apartemen, ia membersihkan dirinya, dan berganti baju, urusan kantor diserahkan pada Amel.


"Kau mandilah Deren, kau bisa memakai pakaian ku, ada dilemari kamar tamu, kau bisa mengambil salah satu disana"


"iya kak"


Deren bergegas mandi, setelah selesai mandi Deren melihat Bima duduk diruang makan, tengah makan mengisi perutnya yang tak terisi sejak kemaren sore.


"Kau makan lah Deren, tadi aku delivery, bi ani masih belum datang, ia cuti beberapa hari yang lalu, makanlah,jangan lupa menjaga kesehatan mu juga"


"iya kak,Aku langsung saja ke kampus kak, nanti setelah kuliah aku akan kembali ke rumah sakit"


" iya, hati-hati, tapi makanlah dulu, jaga kesehatan mu"


mereka makan bersama, tak lama dari itu Deren pamit dan menuju ke kampusnya, sedangkan Bima menuju ke rumahsakit. 20 menit berlalu, Bima berjalan menuju kamar rawat istrinya, saat itu mama dan Papanya yang mengetahui kedatangan putranya,segera menghampiri Bima, hanya ada mama dan Papa,mertuanya pergi untuk istirahat setelah semalaman menjaga Zahira.


"Bagaimana apa kamu berhasil menemukan saudara Zahira?


Tanya Mamanya, Bima mengangguk pelan, ia tersenyum tipis.


" Kakak dari Zahira akan segera datang, papa dan mama tenang saja"


Pak Alex dan nyonya tania bernafas lega.


"siapa dia? apa kita mengenalnya?


Tanya Papanya, Bima mengangguk.


" iya,,, kita mengenalnya, bahkan kenyataan ini benar-benar tidak bisa ditebak sebelum nya, aku salah mengartikan kedekatan batin antara kakak dan beradik itu, aku cemburu dan menghajarnya "

__ADS_1


Bima menghela nafas panjang,papa dan mamanya mulai memahami alur pembicaraan Bima.


"Maksudmu adalah..


nyonya Tania tak melanjutkan kata-katanya. ia menutup mulutnya dengan jari tanganya, sedangkan pak Alek mengelus pundak istrinya.


" Iya ma,,, Andika adalah kakak Zahira "


Jawab Bima, kedua orang tua Bima saling berpandangan, mereka bernafas lega, 2 orang yang sekian lama dicari ternyata adalah bagian dari mereka sendiri.


"Bima,, nanti ketika Andika sudah datang papa akan menceritakan suatu hal kepadamu"


saat itu, Tiba-tiba dokter Anisa, dokter yang menangani Zahira dengan langkah cepatnya begitu panik.


"Maaf Pak bu, nona Zahira sudah sangat kritis, sebaiknya segera menghubungi pendonornya, kita sudah tidak bisa menunggu lebih lama lagi."


"Apa yang sebenarnya terjadi tuan? "


Tanya Andika,saat dokter Anisa meninggalkan mereka. Bima menghela nafas panjang,Bima menepuk pelan pundak Andika dan memeluknya.


"Maafkan aku, tidak seharusnya aku cemburu padamu, tidak seharusnya aku memukulmu"


Ucap Bima,Andika mengernyitkan dahinya,bahkan dari kecil bersama,baru kali ini seorang Bima mengucapkan maaf, biasanya entah salah ataupun benar Andika yang harus meminta maaf padanya.Andika melepaskan pelukan Bima ia menyentuh dahi Bima dengan punggung telapak tangannya.


"Apa kau baik-baik saja tuan Bima? jangan sampai kekawatiramu yang berlebihan membuatmu menjadi stres"


ujar Andika mencoba memecah keheningan. Bima mendongak ia melayangkan 1 pukulan pelan dipundak Andika. mereka pun tertawa bersama.


"Dia adikmu! "

__ADS_1


ucap Bima,Andika menatap Bima penuh tanya. Bima menjelaskan pada Andika perihal Zahira yang bukan anak kandung keluarga hadijaya. dan tentang panti asuhan yang Bima datangi. Andika menghela nafas panjang melepaskan kesesakan didalam dadanya.hidupnya yang dari dulu dibesarkan oleh orang tua asuh , membuatnya menjadi pribadi yang tegas, kuat dan pantang menyerah. kehidupan saat ini tidak luput dari bantuan Bima dan kedua orang tuanya.lalu tiba-tiba saja, muncul sosok Zahira yang membuat nya bahagia saat melihatnya bahagia, dan bersedih saat Zahira bersedih. ikatan batin yang begitu kuat. benarkah Zahira adalah saudara kandungnya. betapa hidup ini jahat saat memisahkan mereka, dan betapa sedih menghampiri ketika mendengar kenyataan yang sebenarnya.bagaimana kehidupan Zahira selama ini? bahagia sepertinya, atau malah sebaliknya? Andika menahan air mata yang sejak tadi hampir saja menghampiri pipinya. ia memejamkan matanya.


"Alasan kau ingin melihatnya bahagia karna kau kakaknya, kau memiliki darah yang sama dengannya. maafkan kesalahan ku,aku salah mengartikan betapa kuatnya ikatan batin mu dengan Zahira"


Andika memandang wajah Bima, tampak sebuah kesedihan disana.


"Lalu, apa yang membuatnya terbaring tak berdaya? apa kau menyakitinya tuan?aku bertanya sebagai seorang kakak, bukan sebagai asisten mu"


tanya Andika datar.


"Renata kembali, dan mereka saling mengenal, Zahira sangat menyayangi Renata, begitupun sebaliknya... aku juga bertemu dengan Renata, aku memaksanya untuk menjelaskan perihal kepergianya.. saat itu Zahira mengetahui siapa orang dimasa laluku,dan...


" sudah cukup, aku tau arah pembicaraanmu,,lalu apa kau akan menyakiti adiku?aku akan membawanya pergi jika kau melakukannya"


ucap Andika.wajahnya begitu datar, tanpa expresi.


"apa kau pikir aku sebodoh itu?? Aku mencintainya, mana mungkin aku meninggal kannya, Aku hanya ingin tau penjelasan Renata itu saja,,"


"Apa kau yakin tuan Bima?


tanyanya lagi.


" kenapa kau meragukanku Dika? Aku mengatakan yang sebenarnya. apa kau tidak mempercayai ku lagi?


jawab Bima, Andika tersenyum kemudian merangkul sahabat serta atasannya itu.


"Aku mempercayaimu tuan Bima, aku hanya memastikan bahwa adikku mencintai orang yang tepat."


Bima tersenyum lega, mendapatkan restu dari asisten yang sekarang berstatus sebagai kakak iparnya itu.

__ADS_1


__ADS_2