Sampai Akhir Nanti

Sampai Akhir Nanti
136.Suka menabrak hatiku


__ADS_3

"Sabrina? "gumam Andika.


Andika tak memikirkan lagi.Dia pun berjalan kearah toilet dimana istrinya berada.


"Maaf,Bu."ucap khalista sambil memandang orang yang dia tabrak tadi.


"Iya mbak gak papa,lain kali hati-hati."ucapnya. Khalista tersenyum.wanita paruh baya itupun berlalu.


"Dasar ceroboh. Masih saja suka menabrak orang. "ucap Andika yang tiba-tiba ada disamping Khalista. Khalista mengernyitkan dahinya.


"Memangnya aku suka menabrak orang?"tanyanya.Andika tertawa, iya terkadang lupa istrinya itu mengidap penyakit amnesia.


"Enggak... kau itu hanya suka menabrak hatiku."ucap Andika. Khalista mendorong pelan pundak suaminya kemudian berjalan menuju kedalam toilet.Andika menepuk pelan jidatnya.


Wajah tampannya menampakkan senyum merekah.


Tak lama itu alarm peringatan penerbangan dipulau S telah berbunyi.Khalista yang baru saja keluar segera mendekati suaminya.Memandang wajah tampan yang selalu terngiang dikepalanya.


"Ayo cepetan.... Nanti aku terlambat masuk."ucap Andika. Khalista tersenyum.


"Jika kamu tidak berangkat,berarti itu adalah bonus dari Allah untukku."ucapnya. Andika mengernyitkan dahinya.


"Memilih berjalan sendiri apa aku gendong?"tanya Andika.


Khalista tertawa,Andika merangkul pundak istrinya.Khalista tersenyum,hatinya tampak bahagia.Merekapun berjalan kearah loket dimana Bima dan Andika akan segera menuju ke pesawat.


Mico,lelaki itu masih saja mencoba memastikan apa matanya salah.Lelaki itu masih saja mengedarkan pandangannya menuju ke berbagai sudut ruang.Mico menangkap suara yang seperti dia kenal.


Mico menoleh, yang dilihatnya adalah sepasang kekasih yang memunggunginya.Tampak seorang lelaki merangkul pundak wanitanya.Mereka tampak bahagia, tatapan matanya masih saja tertuju pada mereka hingga sebuah tangan melingkar sempurna di pinggangnya dari belakang.


"Sayang, aku disini.Kamu melihat apa disana?" suara itu membuat Mico menoleh. Wanita cantik itu mendekatinya. Amara, wanita itu tampak glamor dan posesif. Micho mengerutkan keningnya. Usianya yang masih terbilang muda tertutup dengan make up menor yang menghiasi wajahnya. Mico menghela nafas panjang.menghadapi Ondel -ondel satu itu selalu membuatnya jengkel.


"Sebaiknya jangan banyak bicara.Kita harus pulang sekarang. Jangan sampai kedatanganmu mengganggu kerjaku."ucap Mico.


"Aku menurut saja apa katamu,okey kita pulang sekarang,Sayang." ucap Amara. Mereka saling menautkan jemari. Mico melirik wanita disampingnya kelakuannya membuat Micho bertanya-tanya. Mico merasa jijik dengan wanita yang sedikit mirip dengan wanita penggoda itu.


Mereka berjalan beriringan, tangan Amara bergelayut manja di lengan Mico.laki-laki itu begitu menampakkan sifat dinginya bahkan menganggap Amara hanya seekor lebah yang menggelantung di lengannya.


Mereka masuk kedalam mobil mewah yang terparkir di sebrang sana.Mico hanya diam,sesekali saja membalas dengan malas ucapan Wanita disebelahnya. Fikiranya menerawang jauh. Bahkan wajah dan suara yang didengar tadi begitu mirip dengan suara yang dia rindukan.


-

__ADS_1


#Flash back On#


Suasana kampus yang begitu ramai,seorang mahasiswa yang tengah mengurus beberapa berkas kelulusan tampak sibuk memberesi berkas kedalam tas punggungnya.


Matanya menangkap bayangan gadis cantik yang memakai seragam ospec.Lelaki yang kebetulan sedang sendiri itu mengamati gerak lucu yang mengundang perhatiannya.


"Melihat apa nih,serius banget Mic?"ucap Rafa salah satu sahabat mico yang baru saja tiba ditempat itu . Rafa mengikuti arah pandang mata mico yang terus saja mengamati sebrang. Rafa dan Damar tertawa manakala mendapati bayangan seorang gadis cantik yang membuat sahabatnya susah diajak bicara.


Mico yang menyadari sahabatnya menggoda segera mengalihkan pandangannya.


"Apaan sih kalian. mengganggu saja."ucap Micho.


"Jangan hanya dilihat. Samperin dong."goda Damar .Mico tersenyum tipis kemudian melangkah pergi. Matanya masih saja mengamati gadis cantik yang berjoget karna dihukum oleh senior itu.


"Cukup Tata, kau boleh kembali."ucap seniornya.


Mendengarkan nama Tata membuat Mico tersenyum,Pasalnya telinganya merasa geli dengan nama seseorang yang menggunakan huruf yang diulang.


"Hai... "Mico yang dari tadi memperhatikan gadis cantik itu mencoba mendekat saat gadis itu tampak sendiri.


Gadis itu menoleh,memperhatikan wajah seseorang yang kini ada didepannya.


"Maaf bisa Minggir?"tanya gadis itu merasa terganggu.Mico tersenyum sambil melirik papan nama yang bertuliskan nama Sabrina.


"Bisa minggir tidak?panggil aku Tata."ucap gadis itu dengan tampang judesnya.Mico tersenyum.


"Sabrina jauh lebih cantik,kenapa Harus dipanggil dengan Tata?menggelikan sekali."sanggahnya.


"Suka-suka dong,namaku sendiri."ucapnya sambil mendorong pelan mico yang menghalangi langkahnya.Mico menahan tangan khalista Dan menggenggamnya,membuat gadis itu Tampak emosi.


"Aku jatuh cinta padamu."ungkapnya.


"Jangan gila,minggir."Bentak gadis itu.Mico menghela nafas panjang.


"Aku akan melepaskan tanganmu jika Kamu menerima cintaku."ucapnya.


"Dasar sinting."ucap gadis itu Dan mencoba menarik tangannya dari genggaman manusia didepannya.


"Percuma saja menarik tanganmu aku tidak akan melepaskan."ucap Mico. Gadis itu mendengus kesal.


"Aku tidak bisa menerima cinta begitu saja.Aku tidak mau berhubungan dengan laki-laki dulu.Aku sibuk dengan mata kuliahku.bisa lepaskan tanganku!"ucapnya.

__ADS_1


Mico tertawa,merasa terpesona dengan gadis didepanya.


"Aku tidak perduli."ucap Mico.


"Dasar sinting."gadis itu mendengus kesal,menarik tangannya secara paksa. Kemudian mengeluarkan bolpoin kesayangannya bolpoin yang habis isinya dan mengganti dengan isi ulang selama ini.


"Hei jangan Mengigau.Laki-laki yang akan menjadi jodohku adalah seseorang yang mempunyai bolpoin seperti ini. kau itu minggirlah.jangan menghalangi langkahku."ucapnya. Kali ini gadis itu mendorong dengan kuat lelaki menyebalkan didepannya.


##Flash Back of.


Mico menghela nafas panjang.Mengingat bolpoin,bahkan semasa menjadi kekasih dari Mico Sabrina masih saja menggunakan bolpoin itu.Bolpoin yang sama dengan bolpoin yang diberikan kepada seseorang yang berhasil menghiburnya saat neneknya meninggalkannya untuk selamanya.


"Apa kamu berfikir untuk mencari orang yang kamu cari selama ini Sabrina?setelah aku menyakitimu? "lirih Mico.


Mico menghela nafas panjang,mendapatkan cinta Dari seorang Sabrina Khalista Bagaskara adalah hal yang tersulit hingga pada akhirnya cinta itu dia dapatkan dan berakhir dengan tragis. Bahkan sampai saat ini Mico belum pernah menjelaskan apapun pada Sabrina karna ayahnya memintannya keluar negri setelah kejadian waktu itu.


Harus menikah dengan gadis yang mengaku hamil disampingnya?bahkan dirinya jijik melihatnya.


"Sayang... ayo pulang. kenapa melamun terus dari tadi? "ucapnya.Tanpa berfikir lagi Mico menancap gas mobilnya dan melaju membelah jalanan kota.


😘😘😘😘


Khalista dan Zahira juga baby Bara menyempatkan mampir Di restauran.Mereka menyuapi baby bara dengan bubur sum-sum.Tawa bara yang lucu membuat tawa mereka terdengar. sesekali bayi 4 bulan itu bergumam ria.


"Ta... apa Kak Dika mencurigaimu tentang misi kita? "tanya Zahira,Khalista menatap adik ipar juga sahabatnya itu.


"Aku rasa seperti itu."


"Harus berlanjut,atau cukup sampai disini? mereka pergi juga untuk urusan ini."ucap Zahira.Khalista tampak berfikir.


"Kalau mereka pergi untuk ini,sebaiknya kita tetap lanjut. kita berusaha, mereka juga. bukankah lebih cepat lebih baik."ucap khalista. Zahira mengangguk pelan.


"Tapi alangkah lebih baik kita bicarakan dengan mama dulu. "lanjut khalista.


"Iya, kau benar. Lagipula mereka mengirim email dan aku belum membalas.Sebaiknya kita bicarakan dengan mama juga."ucap khalista.


"Lalu hari ini kita bekerja atau libur seperti yang kita rencanakan? "tanya khalista.


"Lebih baik kita temui mama."sahut Zahira.keduanya mengangguk.Setelah membayar makanann merekapun pergi dan melajukan mobilnya ke butik Mama.


πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€

__ADS_1


lile komen y'all😁😁😁😁😁😁


__ADS_2