Sampai Akhir Nanti

Sampai Akhir Nanti
117.S2.bahagia seperti ini


__ADS_3

Hei tampan... apa Bara merindukan Ayah? " tanyanya pada bayi mungil itu sambil tersenyum,memperlihatkan deretan gigi putihnya.bayi itu menggerakkan bibirnya, seakan menjawab pertanyaan Bundanya.


"Sebentar lagi ayah pulang." ucapnya.sambil menepuk pelan bokong bayi mungil yang kini mempunyai berat 3 kg itu.


Bayi kecil itu tampak menguap, tampang imut mengemaskan itu membuat Zahira mencium putranya beberapa kali.


Saat itu, derungan mobil terdengar berhenti didepan rumah yang asri itu.Zahira tersenyum melihat Bima yang tampak dari jendela. Zahira melangkahkan kakinya menyambut suami tercintanya didepan pintu.


Bima,laki-laki itu tersenyum dari kejauhan. Tangan kanannya memegang beberapa paper bag,Bima berjalan menghampiri istrinya mencium keningnya dan mengusap puncak kepala Zahira.


"Assalamualaikum,Sayang."


"Walaikumsalam,Mas."ucap Zahira sambil mencium telapak tangan Bima.


Bima berjongkok mengusap pelan pipi imut putranya,dan mencium pipi mungil yang hampir terlelap itu.Bayi kecil itu mengeliat,semakin menampakan wajah menggemaskan nan mempesona.


"Lihat,Nak.Ayah membawakan susu untukmu Ayah juga membawa baju baru untukmu."ucap Bima.Zahira menatap tajam kearah suaminya.


"Mas, jangan mengganggunya. Biarkan Baby Bara tidur.Aku akan menghangatkan makan malam untuk kita."ucap Zahira.Bima tersenyum.


"Aku tidak mengganggu. Hanya menciumnya saja."Bisa mengelak dan melangkahkan kaki kekamarnya.


"Bagaimana tidak mengganggu,Mas sengaja memainkan kumis dipipinya. Membuatnya geli lo Mas."gerutu Zahira, berjalan mengikuti langkah Bima sambil menimang putranya agar terlelap kembali.Bima hanya tersenyum melihat celoteh istrinya.


Sesaat berlalu, Zahira sudah menidurkan anaknya diatas box bayinya.memandang wajah imut itu dan tersenyum.


"Sehat selalu jagoan Bunda. "lirihnya.


Zahira memutar kepalanya, mendapati Bima yang tertidur disofa kecil disamping ranjangnya.Bima masih menggunakan seragam dari perusahaan taxi tempatnya bekerja.Zahira mendekati suaminya mengusap pelan pipi Bima.


"Mas,bangunlah.Mandi dulu. Aku sudah menyiapkan Air hangat untukmu."ucap Zahira.


Bima sedikit mengeliat , mengerjabkan matanya.Bima menangkap bayangan Zahira, Bima menarik tangan Zahira,Zahira duduk dipangkuanya.Bima melingkarkan tangannya ditubuh Zahira.


"Bara sudah tidur? "tanyanya. Zahiira mengangguk.Menatap wajah tampan Bima yang tampak lelah itu.

__ADS_1


"Mas,apa tidak sebaiknya mas segera bergerak mengambil alih perusahaan lagi?"tanya Zahira dengan halus.


Pasalnya selama ini Bima enggan untuk mengambil alih perusahaan lagi.Trauma hampir kehilangan 3 nyawa membuat Bima menikmati hidup sederhana tanpa bergelimah harta.Bantuan dari papa hampir dikerahkan Namun Bima menolaknya.


Bima diam, melepaskan pelukannya.sedikit mendorong pelan tubuh istrinya dan berdiri,Zahira ikut berdiri.Zahira merasa takut melihat tampang Bima yang berubah itu.


"Sudah berapa kali aku bilang jangan meminta itu,Sayang.Apa kamu malu mempunyai suami supir taxi? apa kebutuhan kamu tidak tercukupi dengan gajiku yang sekarang? "tanya Bima sedikit emosi.


Zahira menggeleng,mencoba meraih tubuh Bima.Namun,Bima menepis tangan Zahira.


"Mas, bukan seperti itu.aku hanya tidak mau melihatmu kelelahan,Mas."Zahira mencoba menjelaskan.


"Kamu hanya melihatku kelelahan Zahira, kamu tidak melihatku sekarat karna menjadi supir taxi. Aku bilang tidak, artinya tidak.jangan pernah mengungkitnya lagi. "ucap Bima ketus.


Zahira meneteskan air mata.Bima menghela nafas panjang.menatap kearah Zahira yang menangis.Mengulurkan tangannya, mengusap pipi Zahira.


"Jangan memaksaku Zahira,aku bahagia hidup seperti ini."ucap Bima,Kemudian melangkah kekamar mandi.


Bima masuk kekamar mandi.Mengguyur tubuhnya dengan Air hangat yang disiapkan Zahira.


-


🤗🤗🤗🤗🤗


Suasana ruang makan begitu hidmat.Hanya dentingan sendok dan garpu yang terdengar.Beberapa saat kemudian,mereka menyelesaikan makan.Bi Sari membereskan beberapa makanan yang ada dimeja.Khalista dan Andika saling memandang.


"Ada apa? "tanya Andika yang melihat gelagat khalista yang ingin mengatakan sesuatu.


"Dik,aku merindukan baby Bara.Apa mau mengantarku kesana? "tanya Khalista.Sejak tadi menunggu Andika pulang sebenarnya hanya ingin mengatakan hal itu.


Andika tersenyum, meskipun lupa pada Adiknya.Ikatan batin khalista tampak kuat dengan Zahira.


"Bersiaplah.kita akan kesana. "jawab Andika. Khalista tampak tersenyum memandang Andika dan Ibunya bergantian.


"Terimakasih,Dik.Ibu,Khalista duluan."ucapnya.

__ADS_1


Andika dan ibunya memandang khalista yang menjauh dari pandangan mereka.


"Andika,Apa tidak sebaiknya kamu kembali berusaha memngambil alih perusahaan lagi?dengan uang yang kita punya sekarang dari cafe,hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari.Khalista tidak lagi mendapatkan obat.ibu kasian melihatmu.mempunyai istri,tetapi tidak mendapatkan kasih sayangnya "ucap ibunya. Andika menghela nafas.


"Ibu tidak usah khawatir. Andika masih selalu mengikuti perkembangan perusahaan.Lagi pula dokter bilang kondisi Khalista sudah sangat baik.Ingatanya akan kembali seiring berjalannya waktu."jawab Andika.


"Ibu hanya memberi masukan,semua tergantung dengan keputusanmu."ucap ibunya. Andika terdiam, Keputusan Bima yang tidak mau kembali mengurus perusahaan. Membuat Andika juga tidak mau menerima perusahaan yang diberikan Tuan alex sebagai hadiah pernikahannya.


"Ibu,Andika nyaman dengan semua ini.Jangan khawatir.Kita harus bersyukur dengan keadaan ini,kita masih diberikan kesehatan dan bisa berkumpul seperti ini."ucap Andika.Ibunya mengangguk pelan.


Khalista yang sejak tadi berada dibalik pintu mendengar percakapan ibu dan anak itu.Khalista menghela nafas panjang,mengingat perlakuannya yang selalu menjengkelkan Andika.


"Nyamuk,kenapa disitu? sudah jam 19.00 ayo cepat berangkat."ucap Andika yang mengejutkan khalista. Khalista yang merasa diajak bicara tersenyum dan mendekat kaearah Andika.


"Aku sudah siap."ucap Khalista.Andika berdiri. ibunya juga berdiri,Khalista dan Andika menghampiri ibunya dan berpamitan pergi.


Mereka berjalan kearab mobil,dan melaju kearah rumah baru Bima dan Zahira.Keduanya terdiam. ucapan ibu yang berkata Andika mempunyai istri tetapi tidak mendapat kasih sayang membuat hati khalista berdesir ngilu.


"Dik.. apa kamu muak dengan sikapku? "tanya khalista membuka percakapan. Andika menoleh kearah istrinya dan mengernyitkan dahinya.


"Nyamuk,apa tidak bisa kau itu tidak mengganggu telingaku? pertanyaanmu sungguh menggelikan."ucap Andika sambil tersenyum.


"Aku bertanya,apa susahnya menjawab."ucap khalista.


"Mau dijawab jujur atau asal?"tanya Andika.Khalista mengalihkan pandangannya,diam.Andika menghela nafas panjang.


"Apa yang mengganggu fikiranmu?"tanya Andika.Khalista tak menjawab,Andika menghentikan mobilnya disebuah taman.Andika keluar dan membuka pintu untuk khalista.


"Turunlah."ucap Andika.


"Ini bukan rumah Zahira."jawab khalista.


"Sebentar saja,kita harus bicara. "ucap Andika. Khalista menurut,turun dari mobil dan berjalan beriringan dengan Andika.Andika berhenti berjalan menghadap kearah khalista.Memandang wajah cantik itu,merapikan rambut khalista yang beterbangan terkena angin malam.


"Jangan berfikir apapun."ucap Andika sambil mengusap pelan pipi Khalista.

__ADS_1


🤗🤗🤗🤗


__ADS_2