
Auhhhhhh.... "keluhh Khalista sambil memegang perutnya.
Andika memejamkan matanya,menggenggam erat tangan Khalista dan memberikan kekuatan untuknya.
"Sayang kamu merasakan sakit lagi? "tanya Andika.Khalista mengangguk pelan. Andika mengusap puncak kepala Khalista dan menciumnya. yang bisa dia lakukan hanya menemani istrinya,jika boleh meminta Andika ingin dirinya saja yang merasakan sakit.
Khalista berulang kali menghela nafas dan dan mengeluarkan dengan pelan,sesaat rasa sakit itu menghilang dan muncul secara bergantian.
"Bagaimana mbak Khalista,sudah lebih baik?"tanya Dokter Dewi sambil tersenyum,Khalista mengangguk pelan.Bu Dewi memberikan beberapa masukan untuk Khalista berjalan agar mempercepat pembukaan. Setelah beberapa saat Bu Dewi pergi,Khalista turun dari ranjang dan berjalan kesana-kesini.
beberapa jam sudah mereka berada dirumah sakit,dan Salah satu perawat baru saja memeriksa dan memberi tahukan bahwa sudah pembukaan 5.Ibu dan Bi Sari istirahat sejenak di hotel dekat rumah sakit bersama Bima dan Zahira.Sedangkan Andika saat ini masih senantiasa disamping Khalista. Andika menghela nafas panjang,mau sampai kapan dia harus menyaksikan perjuangan Khalista?Khalista melirik kearah Andika dan meletakan kepalanya di pangkuan Andika.
Khalista memejamkan matanya,membuat Andika merasa lega.namun 15 menit kemudian Khalista membuka matanya dengan tiba-tiba.
"Auhhhhhhh.... "pekiknya.Andika menggenggam erat tangan Khalista, memberikan kekuatan pada istrinya itu.
Khakista merasakan sakit yang begitu luar biasa,sakit itu semakin hilang dan muncul secara berturut-turut ini adalah nikmat dari sang maha pencipta untuk mendapatkan hadiah terindah nantinya.Andika mengusap pelan pundak Khalista.
Dokter Dewi memeriksa beberapa kali, ia hanya meminta Andika dan Khalista untuk tetap bersabar agar persalinan berjalan dengan lancar nantinya.Andika dan Khalista tidak henti-hentinya memanjatkan doa.Andika dengan sabar selalu ada disampung istrinya, menemani Khalista menikmati proses alami dari Tuhan sebagai seorang wanita.
__ADS_1
"Astagfirullah.... "pekit Khalista sambil memegang perutnya, air matanya mengalir.Ini yang membuat Andika tampak hancur,membuat Andika tampak sakit yang menusuk hatinya.Andika mengusap pelan wajah Istrinya memandangnya penuh cinta. Dia harus kuat, jangan sampai meneteskan air matanya.Andika hanya mampu menangis didalam hati melihat pemandangan didepannya.
"Aku mencintaimu, Sayang... aku mohon berjuanglah sedikit lagi.Nanti Allah Akan memberikan kita hadiah yang sangat indah setelah sakit yang kamu rasakan."ucap Andika.Khakista mengangguk pelan.
Khalista mengangguk pelan, ini adalah keinginan Khalista melahirkan secara normal.Dan Andika tidak bisa menolak apa yang sudah menjadi keputusan dari istrinya tersebut.
"Iya Mas,kamu benar. ini adalah peejuangan seorang ibu untuk Anaknya....
"Aukhhh,"pekik Khalista ditengah ucapannya.
Kontraksi lebih sering terjadi,dan itu sangat menyakitkan bagi Khalista.Khalista menghela nafas panjang.Dan saat ini Khalista hampir kehabisan tenaga,Dokter memberikan infus untuk memberikan asupan kekuatan pada Khalista.Andika terus menggenggam tangan Andika dan ditengan kontraksi itu.
"Mas....."
"Mas.... aakkkkkk, sakit mas...."lagi-lagi Khakista mengalami kontraksi yang hebat.Membuat Andika didera kepanikan yang luar biasa.
"Mas, aku minta maaf jika selama ini aku keras kepala, aku minta maaf bila aku selalu menyusahkanmu, aku minta maaf jika aku selalu membuat marah mas...."ucap Khalista setengah deraian badai kontraksinya. ucapan Khalista bagaikan pedang yang menancap dengan paksa ke hati Andika.Air mata Andika mengalir deras,Namun tangan Kirinya mengusap air mata Khalista yang mengalir tanpa henti.Andika menggeleng pelan.
"Apa yang kamu katakan, kamu wanita baik kamu istri yang sempurna sayang, jangan mengatakan appapun, aku mencintaimu sangat mencintaimu,Nona Khalista."ucap Andika.Andika tidak lagi menahan air mata yang mendesak keluar, bahkan dia tidak merasa malu pada perawat dan Dokter yang ada disana.
__ADS_1
Andika menyuapi Khalista dengan roti yang tadi dibawakan Zahira setelah kontraksi sedikit menghilang,Dokter dan perawat tetap siaga berjaga diruangaan samping kamar bersalin.
"Auchhkkkkkk..."pekik Khalista lagi.Khalista memejamkan matanya.menahan rasa sakit yang mendera perutnya."Mas, ini sakit sekali mas.. "ucap Khalista.Andika terus saja menggenggam tangan Khalista.Andika benar-benar kasihan melihat istrinya seperti ini.Khalista menatap Andika.
"Mas, jangan khawatir aku tidak papa..."ucap Khalista lagi.
"Ya... aku tau Nona Khalista memang kuat...aku tau, makanya aku menjadikanmu istriku."ucap Andika mencoba menghibur Khalista.
Khalista sedikit mengeluarkan suara, rasa sakit didalam perutnya membuatnya memekik berkali kali,air matanya mengalir deras.Para Dokter dan perawat segera mendekat setelah mereka melihat air ketuban mulai pecah.Andika terus saja memegang tangan Khalista mengusap buliran air mata dan peluh diwajah Khalista.
Dokter Dewi membimbing Khalista untuk menarik nafas, mengeluarkan dan mengejan secara bergantian.Khalista mengejan dengan Kuat,tangannya mencengkram tangan Andika dengan kuat.Beberapa kali Khalista memberikan goresan luka di tangan Andika saat mengejan.
Beberapa saat kemudian tangisan bayi mungil terdengar di dalam ruangan itu,memberikan kebahagiaan kepada pasangan yang kini menangis haru, Khakista menangis bahagia.Andika bernafas lega melihat anak dan istrinya sehat dan berhasil melalui proses persalinan.
Andika menghujani Khalista dengan ciuman hangatnya.Dan beberapa saat kemudian Bu Dewi meletakkan bayi mungil itu diatas tubuh Khalista kemudian pamit pergi.Khalista dan Andika tersenyum bahagia.
Andika mengangkat bayi yang beratnya 3,5 itu. Andika mengadzani dan iqomah secara bergantian.Setelah itu Andika membawa bayi itu kearah Khalista.
"Lihat, dia tampan sekali sepertiku... "ucap Andika.Khalista mengangguk pelan.Saat itu Bima,Zahira ibu dan Bi Sari mendekat kearah Andika dan menggendong bayi tampan itu bergantian.
__ADS_1
"Selamat sayang... lihat cucu ibu Tampan sekali....
🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗