Sampai Akhir Nanti

Sampai Akhir Nanti
episode 54.pulang


__ADS_3

Zahira dan Bima tenggelam dalam kebahagiaan, mereka saling memaafkan, membuka lembaran baru untuk kehidupan selanjutnya.


Setelah sholat subuh,Bima mengemas barang-barang mereka,sedangkan Zahira duduk bersandar diranjang rawatnya. ia memperhatikan gerakan cekatan Bima, membuatnya tersenyum, Bima melihat sekilas senyum dibibir istrinya, iapun mendekat kepada Zahira.


"Kenapa tersenyum? Apa ada yang lucu?"


Tanya Bima sambil merangkul pundak istrinya.


"Tidak ada yang lucu, aku juga tidak tersenyum, mas saja yang ke Gr an,"


Elak Zahira, meskipun ia tampak malu karna terpergok senyum-senyum sendiri. Bima semakin gemas dengan Zahira, ia memandang istrinya, mengelus puncak kepala istrinya.


"Mama menelfon,, Mama bilang kita harus pulang kerumah beberapa hari, mereka akan mengadakan makan malam, syukuran atas kepulanganmu"


"Apa ayah ibu dan Deren juga? "


"Iya,, aku juga mengundang calon kakak ipar kita"


"Calon kakak ipar kita? "


Tanya Zahira, Bima mengangguk singkat, Zahira mengernyitkan dahinya.


"Kak Khalista,, aku mengundang nya, aku tidak mau kakak ipar posesif ku, akan menggangu kebersamaan kita, biarkan mereka berdebat sehingga kita bisa bermesraan bersama"


Mendengar penjelasan Bima,Zahira tertawa dan memukul pelan pundak suaminya.


"Kau itu jahil sekali mas, tetapi aku juga bingung, mereka berdua itu seperti anak kecil saja, selalu berdebat dan tak ada yang mengalah,Khalista dari dulu memang cerewet, tetapi tidak biasanya dia begitu "


"Kau tidak tau saja, selain Aqila,Andika tidak pernah dekat dengan siapapun, kau juga bisa akrab dengan nya, karna mempunyai darah yang sama, sedangkan Khalista dia orang lain, tetapi Andika benar-benar dekat, meskipun kedekatan mereka aneh, aku rasa kakak mu itu jatuh cinta dengan sahabatmu yang cerewet itu"


Ditengah perbincangan mereka dokter Anisa datang dan tersenyum melihat pasangan yang tampak mesra itu.


"Selamat pagi tuan, nona"


"Selamat pagi dok"


"Bagaimana nona Zahira, apa masih ada yang sakit? "


"Tidak dok, saya sudah lebih baik, hanya saja jahitan dikepala saya kadang masih berdenyut nyeri"


"Alkhamdulilah, berarti anda benar-benar sudah boleh pulang, saya akan membuatkan resep obat, nanti bisa diambil di apotik, untuk luka dikepala nanti akan sembuh seiring berjalannya waktu nona, anda juga harus control seminggu sekali"


"Terimakasih dokter"


"Sama-sama nona, semoga lekas sembuh, saya permisi dahulu"


Dokter Anisa meninggalkan ruangan Zahira, Zahira dan Bima segera berkemas, mereka berjalan menuju ke parkiran karna sopir pribadi dan seorang pelayan menjemput mereka.

__ADS_1


"Mari nona, tuan"


Ujar pelayan setelah memasukkan koper ke dalam bagasi. Zahira dan Bima masuk, mobil pun melaju ke rumah utama. 20 menit berlalu, mereka telah sampai di halaman rumah, Bima turun dan membukakan pintu mobil untuk istrinya, Zahira tersenyum dan keluar, mereka berjalan Beriringan.


"Asalamualaikum,,, "


Ucap keduanya.


"Waalaikumsalam Sayang,,, , kamu benar-benar sudah sembuh kan? Mama benar-benar bahagia,,, Mama harap ini yang terakhir kalinya kamu celaka karena anak nakal ini"


Ucap mamanya, sambil melirik kearah Bima, Bima hanya terdiam, kemudian berlalu menuju ke arah sofa.Zahira dan mama mertuanya mengikuti langkah Bima.


"Amin ma, do'akan yang terbaik ma"


"Ya sudah,,, ayo duduk,,, Papa dan Mama akan mengadakan syukuran nanti malam, papa dan mama bahagia kamu selamat nak"


"Apa mama dan papa mengundang banyak orang? "


"Tidak banyak,hanya keluarga dan teman terdekat saja, Kami akan memberi tahukan sesuatu yang penting,padamu dan Andika kakakmu, juga kepada Bima, anak nakal itu"


ucap mamanya, Bima hanya menggelengkan kepalanya, ia merasa menjadi anak mantu, dan Zahira lah anak mereka.


"Membicarakan apa ma? Bukankah bisa dibicarakan secara pribadi, bukan ramai-ramai begini"


"Sayang,,, nanti kamu juga tau, kamu istirahatlah dulu dikamar, Jangan sampai kelelahan, Mama tidak mau terjadi sesuatu denganmu"


Tanya Bima pada Mama nya.


"Aqila ada kelas hari ini, nanti sore baru nyampek rumah, Antarkan Zahira kekamar, dan segeralah berangkat kekantor, papa bilang banyak berkas yang harus kamu setujui,sudah hampir seminggu kamu tidak kekantor"


"Iya ma,,, aku antarkan menantu kesayangan mama kekamar, dan aku berangkat kekantor"


Keduanya berjalan kearah kamar, Zahira menggandeng lengan Bima.Mamanya tersenyum bahagia menyaksikan kebahagiaan anak dan menantunya.


"Sayang, aku harus kekantor dulu, kamu istirahat, jangan beraktivitas, aku tidak mau kamu kelelahan. "


"Iya,,, "


"good girls"


Bima mengganti pakaiannya,Zahira mendekat dan memasangkan dasi suaminya. ia sedikit berjinjit karna Bima jauh lebih tinggi darinya.Bima tersenyum memandang istrinya, sambil mengancingkan kancing lengannya.


"Aku fikir, kamu tidak perlu lagi kembali bekerja, aku akan menyiapkan surat resign mu, "


Zahira mendongak, ia diam tak menjawab ucapan suaminya.


"Apa kamu keberatan sayang? kenapa kamu diam saja? biasanya kau akan cerewet membantahku"

__ADS_1


"Nanti akan ku fikirkan mas, lebih baik kamu segera berangkat, aku akan mengantarmu kebawah"


ucap Zahira, sambil membawa tas kerja milik suaminya.


"Kamu tak perlu mengantarku, istirahatlah, aku tidak mau kamu kelelahan"


Bima mencium kening istrinya,kemudian mengambil alih tas kerjanya, Zahira mencium punggung tangan suaminya.


"Hati-hati mas"


Bima mengangguk pelan, kemudian berlalu, ia menghampiri mamanya yang mempersiapkan ruangan untuk nanti malam diruang tamu,kemudian berlalu mengendarai mobilnya.


20 menit berlalu, Bima segera memasuki ruangan yang selama seminggu ini dia tinggalkan. Dia duduk bersandar di kursi putarnya. ia memijit pelipisnya banyak berkas yang harus dia setujui, tak lama dari itu Andika masuk dan duduk didepan Bima.


"Apa kamu sudah menyelidiki nya? "


Tanyanya pada Andika. sebelum berangkat tadi Andika mengabari jika ada hal ganjil dalam laporan keuangan perusahaan, memang dalam sebulan terakhir ini Andika dan Bima sibuk dengan urusan mereka, sehingga kecolongan seperti saat ini. 10% dari dana perusahaan mengalir entah kemana.


"Aku sudah mengantongi nama-nama penghianat itu tuan, Kita ikuti saja permainan nya, dan kita akan membongkar nya nanti"


"Aku ikuti maumu, jangan biarkan mereka lolos, meskipun ini tidak akan membuat perusahaan kita bangkrut, tetapi aku paling tidak suka penghianatan, beri pelajaran untuk mereka"


"Siap tuan"


"Satu lagi, jangan biarkan papa tau masalah ini, kita harus bisa menghendel masalah kecil ini"


"Siap tuan, saya permisi"


Bima mengangguk pelan,Andika melenggang pergi.


👌👌👌👌


Di Arjuna group, khalista bukan lagi seorang resepsionis, setelah mendapatkan rekomendasi dari Arjuna untuk menjadi Asisten sekertaris, dan melakukan perjalanan bisnis, Khalista benar-benar duduk di samping meja Zahira, ya dia menjadi asisten Zahira, ia menggantikan Zahira seminggu terakhir ini, itu juga menambah quantity pertemuan nya dengan Andika semakin sering.jam menunjukan pukul 17.00.Khalista segera berkemas, iapun berdiri, setelah melihat pak Arjuna keluar dari ruangan nya.


"Selamat sore Pak"


"Sore khalista, apa ada kesulitan? jika kau kesulitan, kau langsung saja bertanya padaku, jangan sungkan"


"Iya, terimakasih atas kepercayaan bapak"


"Sama-sama khalista, bagaimana dengan Zahira? apa dia sudah sembuh?"


"Zahira sudah lebih baik pak, dia sudah pulang kerumah"


"Aku turut bahagia, sampaikan salamku padanya,, kalo begitu saya duluan"


"Iya pak, saya akan sampaikan"

__ADS_1


Arjuna berlalu, khalista menghela nafas panjang kemudian melenggang pergi.


__ADS_2