Sampai Akhir Nanti

Sampai Akhir Nanti
episode 37.mommy


__ADS_3

sebulan kemudian.


Zahira sudah bekerja seperti biasanya. setiap jam istirahat, ia akan mengantarkan bekal makan untuk suaminya.jarak kantor mereka tidak terlalu jauh, sehingga menjadi rutinitas Zahira mengantarkan makanan untuk suaminya.hubungan mereka terlihat banyak kemajuan,meski belum ada yang menyatakan cinta. Saat ini Zahira berada di Alexander group. dia duduk berdua dengan Bima sambil mengawasi reyhan yang ikut bersama Zahira mengantarkan makanan. sudah 3 hari ini reyhan begitu rewel karena ditinggal oleh Arjuna keluar negri, grandma dan perawat sudah tidak bisa mengatasi reyhan, maka dari itu,grandma minta tolong pada Zahira untuk menjaga reyhan. karna hanya dengan Zahira anak itu bisa diam.


"apa dari dulu kau jadi baby siter seperti ini?


Zahira tertawa mendengar pertanyaan suaminya.


" iya, dari umur 2 tahun reyhan kenal denganku, karna kedekatannya dengan daddynya ia sering ikut ke kantor"


"kau menyukainya?


" iya, aku sangat menyukai anak kecil, mereka sangat lucu"


Tiba-tiba reyhan berlari dan meminta pangku kepada Bima.


"aunty, aku selalu minta dipangku daddy, bolehkan aku minta dipangku sama uncle Bima"


"ia, lakukanlah sesukamu"


jawab Zahira, Bima mengerutkan dahinya.


"hey bocah, kapan daddy mu pulang?


tanyanya pada bocah 4 tahun itu.


" kata aunty Zahira, Daddy pulang nanti sore, kenapa uncle?


"Daddy mu bilang pada uncle, akan membawakan mu mommy, nanti ikutlah kebandara jemput mommy mu, kata daddy mu mommy mu sangat cantik"


Bima memprovokasi Reyhan dengan santainya. Zahira hanya tertawa melihat tingkah konyol suaminya itu.


"Apa uncle tidak berbohong?


" uncle tidak pernah berbohong, uncle takut dosa"


"Jadi daddy benar-benar akan membawa mommy"

__ADS_1


"iya,, nanti ikut saja dengan sopir saat menjemput daddy mu"


reyhan berdiri kemudian melompat lompat ala anak kecil sambil bersorak.


"hore daddy bawa mommy, hore daddy bawa mommy"


Bima tertawa terbahak-bahak, melihat tingkah reyhan.


"Mas, kau itu keterlaluan sekali"


"aku hanya bergurau"


"lantas jika daddy nya jadi pusing karna ulahmu bagaimana?


" biarkan saja, yang penting bukan kau yang menjadi mommy reyhan "


Zahira memukul lengan suaminya.


"kau cemburu?


Bima berbenti tertawa kemudian menatap Zahira.


"apa artinya kau cemburu?


" sudahlah Za, jangan menyudutkan ku"


Zahira menghela nafas panjang.


"yasudah mas, aku pamit dulu, nanti sore aku pulang terlambat, aku mau belanja di swalayan dulu"


"iya, aku nanti masih ada meeting, mungkin agak sorean juga, kau tidak apa kan belanja sendiri?


" iya mas, aku tidak apa-apa"


Zahira dan reyhan menuju ke mobil, saat itu pandangan mata nya menuju kearah paperbag kecil yang berisi jam tangan couple milik Andika.


"Astaga kenapa aku selalu lupa memberikannya pada kak Andika, kak Andika juga lama sekali tidak ke apartemen, padahal jika sudah aku berikan, khalista dan kak Andika bisa jadi couple yang serasi"

__ADS_1


senyumnya mengembang. kemudian menancap gas mobilnya.


😃💕


jam menunjukan pukul 18.00,setelah sholat magrib didekat swalayan Zahira segera bergegas belanja, memilih beberapa sayuran dan kebutuhan lainya. setelah selesai iapun keluar, saat itu netranya melihat Andika berada di restoran tak jauh dari swalayan. Zahira buru-buru memasukkan belanjaannya ke bagasi, kemudian mengambil paperbag kecil milik Andika, dan menghampiri Andika.


"kakak"


sapa Zahira, Andika terkejut mendapati kedatangan Zahira.


"Zahira, "sedang apa? Mana tuan Bima?


" Aku sendiri kak, aku habis belanja "


" o.. ada apa?


"Aku hanya mau memberikan jam tangan ini pada kakak, ini dari khalista, dia hanya mengambil yang cewek saja"


"astaga, kenapa cewek cerewet itu begitu menyebalkan"


mereka tertawa bersamaan. diluar sana sepasang mata menatap mereka.ia mengepalkan tanganya, tentu saja dia salah paham. iapun menancap gas mobilnya dengan kecepatan yang tinggi.


"apa kakak sendiri?


" tidak, aku bertemu dengan temanku, tetapi dia lagi ditoilet, "


"kalau begitu aku pamit dulu kak, takutnya mas Bima sudah pulang"


"iya, Hati-hati Za"


Zahira berlalu. dan menancapkan gas mobilnya.


Bima yang mengetahui pertemuan Andika dan istrinya hanya menahan gemuruh didada.


"kau bilang mau bertemu temanmu, makanya aku menyusul mu,karna Zahira belum pulang, tapi ternyata, Zahira adalah teman yang kau maksud, dan apa tadi, Zahira memberimu sesuatu, kau benar-benar musuh dalam selimut Andika"


"Argggg... "

__ADS_1


Bima mengacak-acak rambutnya.


__ADS_2