Sampai Akhir Nanti

Sampai Akhir Nanti
episode 43.karna aku mencintaimu


__ADS_3

Andika berlajan keluar dari ruang kerja, Nyonya tania, tuan Alex, Zahira dan Aqila tampak berdiri menyambut kedatangannya. Aqila menarik erat Andika dalam pelukan nya, Aqila menangis disana.mereka mendengar sepenggal ucapan Bima menyuruh Andika untuk pergi.


"kakak, jangan pergi, aku mohon, kenapa kakak tidak mengatakan apapun, kakak tidak salah, ini hanya salah paham, lelaki angkuh itu begitu egois"


Aqila terus meronta didalam pelukan Andika, tangisnya pecah, begitu juga dengan mama, papanya, serta Zahira.


"Hei Aqila, aku tidak akan lama, harusnya kau tau kakakmu yang angkuh itu tidak akan bisa lama jauh dari ku,, coba kau ingat, berapa kali dia memintaku pergi, dan berapa kali juga dia memintaku untuk kembali, sudahlah jangan menangis"


"kakak,, lihat saja nanti,,, aku akan membuat mr angkuh itu meminta maaf padamu"


ucap Aqila sambil terisak.


"Kau tau,, aku tidak pernah berlibur, aku senang dia memberikan liburan untuku"


jawab Andika membuat Aqila tertawa, begitu juga dengan 2 orang tuanya, Andika melepaskan pelukan Aqila, ia menatap 2 orang paruh baya didepannya.orang yang dia anggap seperti orang tuanya sendiri.


"Andika,, kau tak seharusnya mengikuti kemauannya, kau bisa mengurus perusahaan yang ada di luar, kenapa kau menuruti anak nakal itu! "


"ini tidak akan lama tuan, aku bersedia pulang jika tuan memintaku"


tuan Alex menepuk pundak Andika.


"cepatlah kembali"


Andika menganggukkan kepalanya. ia menatap Zahira dan nyonya tania bergantian.kemudian tersenyum ramah.


"kakak, maafkan aku"


"Kau tidak bersalah, sudahlah, Aku dan Aqila yang merencanakan ini semua dari awal, kami hanya ingin memastikan saja bagaimana si angkuh itu menyadari perasaannya padamu, Aku bahagia, jika melihatmu bahagia Zahira"


Andika menepuk lembut pundak Zahira, Zahira terkejut mendengar ucapan Andika, iapun memandang Aqila dan Andika bergantian.


"kalian benar-benar ya"

__ADS_1


mereka tertawa bersama, Andika pamit dan berlalu pergi. saat itu Bima tampak beranjak dari ruang kerja ia menaiiki tangga menuju kamarnya.


"pa, ma, Zahira keatas dulu"


"iya nak,, kamu tenangkan suamimu"


Zahira berlalu, kemudian berjalan menuju kamar nya, Zahira membuka pintu,tampak Bima duduk menyelonjorkan kakinya dipingingiran ranjang. Zahira mendekati suaminya.


"Mas sudah lebih baik ?"


Bima hanya diam tak menjawab pertanyaan Zahira, ia memalingkan wajahnya menatap luar jendela.


"Mas kenapa kamu diam saja, jangan seperti anak kecil mas,,,"


Bima menatap wajah isterinya, wajahnya lebam akibat bodem mentah darinya. Bima berdiri hendak pergi, namun Zahira menarik pergelangan tangan suaminya.


"Jangan menghindariku, aku benar-benar tidak habis fikir, apa yang membuatmu melakukan hal yang memalukan seperti ini, kau itu benar-benar seperti anak kecil Mas"


"kau juga membelanya?


ucap Zahira, suaranya agak meninggi, ia benar-benar kesal kepada suami nya.


"Apa dia tidak salah mendekati istri orang, apa dia tidak salah merayumu, hah?


Suara Bima juga meninggi, ia memandang wajah istrinya lekat-lekat.


"Aku tidak ada hubungan apapun dengan kak Andika, dia hanya menganggapku adiknya, seperti dia menganggap Aqila adiknya, itu saja mas, bukankah tidak apa-apa dia memberi perhatian lebih padaku, aku nyaman mas,lagi pula kau masih saja mengharapkan kekasihmu, apa aku tidak berhak mengharapkan perhatian dari orang lain juga?


Bentak Zahira, Bima terkejut mendengar ucapan Zahira, ia merengkuh Zahira yang penuh linangan air mata itu kedalam pelukannya, ia merasakan tubuh Zahira bergetar, sesedih itu kehilangan Andika.


"Aku minta maaf Zahira, maafkan aku, Aku laki-laki bodoh yang tidak bisa memahami perasaan ku sendiri, aku benar-benar bodoh membohongi diriku sendiri selama ini, zahira aku mencintaimu ,aku benar-benar sesak melihatmu tertawa bersamanya , cobalah mengerti"


Bima membelai Kepala berjilbab Zahira, Zahira melepaskan pelukan suaminya ditatap nya mata Bima,mencoba mencari kebohongan disana,,, tapi tidak ia temukan kebohongan, ia mendapat kan tatapan penuh cinta dari suaminya.

__ADS_1


"Katakan sekali lagi mas, "


ucapnya, ia ingin meyakinkan dirinya bahwa suaminya mencintainya


.


"Aku mencintaimu, aku mencintaimu sayang"


Zahira terisyak, ia kembali memeluk suaminya. ia meluapkan segala rasa disana, ia mencari kedamaian dan kehangatan disana.ia begitu bahagia mendengar ungkapan cinta dari suaminya.


"Maafkan aku yang tidak pernah menyadari perasaan ku, aku terlalu bodoh, hingga akhirnya Andika benar-benar membuatku cemburu, dia mengatakan, jika aku menyakitimu maka dia yang akan membahagiakan mu, beberapa kali aku melihat kalian bersama itu membuatku sakit Zahira"


Bima mengungkap kekesalannya, Zahira melepas pelukan suaminya ia memandang wajah di depannya. ia tersenyum.


"kenapa tersenyum?


" tidak apa-apa, kau cemburu pada kak Andika?apa kau lupa, sejahil apa dirinya, dia bisa mengerjai siapa saja, Khalista temanku juga pernah dikerjainnya,Kak Andika dan Aqila, mereka bersekongkol untuk membantumu memahami perasaanmu, ,, kau itu begitu bodoh mas. "


Zahira Menunjuk-nunjuk Kepala suaminya. Bima terbelalak kaget mendengar ucapan istrinya.


"Maksudmu?


" Mereka sengaja memprovokasi mu, mereka ingin kau meyakinkan dirimu atas perasaanmu, dan kau benar-benar keterlaluan, mengapa kau mengusir nya"


Bima tertawa, mengingat betapa Andika selalu menggoda nya, Memprovokasi dirinya, menancapkan bendera perang padanya, tawa dibibirnya menyebabkan tangis dipelupuk matanya. ia begitu menyesal meragukan kesetiaan Andika. ia menangis, Zahira memeluk suaminya.


"kenapa kebodohan ku menyebabkan semua ini terjadi, tadinya aku ingin mengungkapkan Cintaku padamu secara romantis, tetapi apa ini,, aku mengungkapkan cinta dengan tragis, Andika benar-benar menguras emosiku, aku tidak akan membiarkan nya lama berlibur"


ucapnya, Zahira tertawa mendengar ucapan suaminya.Bima dan Andika benar-benar manusia yang unik, meski sering berdebat mereka adalah orang yang saling menyayangi.


"Sayang maafkan aku, gara-gara aku wajahmu jadi lebam seperti ini"


"iya, tidak apa-apa wajahku lebam mas, karna ungkapan cintamu, membuat rasa sakit ku hilang entah kemana"

__ADS_1


ucap Zahira, Mereka tertawa bersama dan saling memeluk merasakan bahagia yang sesungguhnya.


__ADS_2