
Malam begitu larut,Zahira masih saja terjaga.Baby Bara sedari bangun malam tadi masih enggan memejamkan matanya.Bima yang keluar tanpa menjelaskan keperluanya membuat mereka menunggu. Mungkin jika sudah mampu berbicara Baby Bara akan menanyakan kemana ayahnya pergi.
Tangan mungilnya menggenggam mainan yang berhasil membuatnya tertawa.berguling kesana kemari tampak bahagia.
"Pa... pa.....pa...... ma...ma.... maa.... "gumamnya ala bayi 4 bulan.
"Sayang... "Zahira mengangkat putranya yang dirasa sudah terlalu lama tengkurap dan berguling itu. Zahira mencium bayi mungil yang selalu membuatnya bahagia itu.Mencium beberapa kali wajah bayi tampan yang selalu membuatnya rindu.
"Bara merindukan Ayah? "tanya Zahira.Sambil mencium perut bayi mungil itu dan membuatnya tertawa geli.Kemudian meletakkan mekena yang baru saja digunakan untuk melaksanakan ibadah sholat tahajut.
"Pa... pa....pa.."gumamnya lagi membuat senyum Zahira mengembang.
"Sama... Bunda juga merindukan Ayah.."ucapnya.
Zahira mengambil ponselnya mengamati jam yang menunjukan pukul 01.30 dini hari.Zahira menghela nafas panjang.Tangannya terulur mengambil ponsel membuat panggilan pada Bima.Layar ponsel menyala memperlihatkan foto mereka dilayar ponselnya. Baby Bara tertawa,tangannya terulur untuk mengambil ponsel yang tak terjangkau olehnya.
"Pa... pa... pa..... "gumamnya.Tak ada jawaban dari Bima. Zahira kembali menekan tombol panggil hingga mereka melihat wajah Bima yang tampan tersenyum kearahnya..
"Hai sayang... kalian belum tidur? "tanya Bima.
"Bala melindukan Ayah... "Sahut Zahira menirukan suara anak kecil.Bima memperlihatkan keberadaannya. Tampak Bima sudah berada didepan rumah. Zahira segera menggendong Bayi mungilnya dan berjalan menuju ke pintu utama.
Ceklekk....
Zahira membuka pintu, sudah ada Bima yang tersenyum lebar didepan sana.Zahira tersenyum mendekat kearah Bima.Bima menyambut 2 orang tersayang dan mencium keduanya bergantian.
"Kenapa belum tidur,Baranya Ayah? "ucapnya sambil mengambil alih bara dari tangan Zahira. Bayi mungil itu tertawa,tangan mungilnya memukul pelan wajah ayahnya. Seolah memberi hukuman karna meninggalkannya.
"Sayang, ayah minta maaf. "ucapnya.Namun Baby Bara masih saja memainkan tangannya seakan memukul ayahnya.
"Apa kau memainkan jurus yang diajarkan oma?okey kita bersaing nanti."celetuk Bima.Zahira memandang kearah suaminya.
"Jurus apa?"tanya Zahira.Bima melirik istrinya.Bima menghela nafas panjang. Masih tidak terfikir olehnya jika mamanya menguasai beberapa ilmu bela diri seperti yang Andika katakan.
"Lupakan,sebaiknya kita segera kekamar. Udara malam tidak baik untuk Bara."ucap Bima.Zahira mengangguk pelan. Keduanya berjalan kearah kamar sambil menggoda Baby Bara yang terus saja tertawa bahagia.
Bima bermain dengan Bara.Tidak biasanya bayi itu bangun selama itu. Hingga pada akhirnya Bima menangkap sesuatu dibenaknya.
"Apa kau merindukan ayah, dan tau kalau ayah mau pergi besok? "tanya Bima.Bara tertawa sambil bergumam sesukanya. Bima melirik kearah Zahira.
Zahira yang tampak lelah sudah memejamkan matanya disofa sambil duduk.
"Sayang,lihat bunda tampak lelah sekali.Bara disini dulu. Ayah akan mengangkat Bunda ke ranjang."ucap Bima sambil meletakkan Baby mungilnya di ranjang.
Bima mendekati Zahira mengusap pelan wajah cantik yang selalu membuatnya jatuh cinta sepanjang hari. Merasa ada yang menyentuh Zahira terbangun.Netranya menangkap bayangan Bima didepannya.
"Mas.. maaf aku tertidur."ucapnya.tanpa menjawab,Bima mengangkat tubuh istrinya. Membawanya menuju ke ranjang.
__ADS_1
"Mas, turunkan aku.aku berat lo."ucapnya. Bima terus saja berjalan dan menurunkan istrinya disamping Bara.
"Pa... pa.. pa... "ucap bayi itu. Zahira menoleh dan mengusap pelan kepala putranya.
"Kenapa betah sekali bangun? Bunda sudah mengantuk sekali sayang."ucapnya.
Mendengar pertanyaan Zahira.Bima segera duduk,kemudian meletakan kepalanya dipangkuan Zahira. tangannya mengulur,memainkan tangan mungil putranya.
"Mungkin Bara tau, kalau besok pagi aku terbang ke pulau S. Makannya ingin menghabiskan malam ini bersamaku."ucap Bima.
Zahira terkejut.Kemudian menatap Bina dengan sorot mata bingungnya.
"Untuk apa kesana,Mas? "tanya Zahira.Bima menatap hangat wajah istrinya.
"Urusan pekerjaan."ucap Bima.
"Pekerjaan yang mana? "tanya Zahira.
"Pekerjaan untuk mengambil kembali perusahaan."ucap Bima. Zahira sedikit terkejut. Nyatanya Bima tidak hanya diam tetapi juga berusaha memperjuangkan miliknya.
Bima mencoba membaca expresi istrinya.Bima mencoba memancing istrinya untuk mengatakan sesuatu tanpa ia meminta.
"Kenapa tampak terkejut? "tanya Bima. Zahira menggeleng pelan.
"Aku hanya kaget. Kenapa mendadak sekali?."ucap Zahira. Bima menghela nafas panjang, nyatanya Zahira tidak terpancing dengan ucapannya.
"Sebenarnya tidak juga. Aku dan Andika sudah berencana,tetapi baru bisa merealisasikan."ucapnya.
"Lalu, untuk apa terbang kesana? "tanya zahira lagi.
"Aku butuh saksi. Dan Saksi itu ada disana."ucapnya. Zahira memejamkan matanya.
"Bianca? "tanya Zahira. Bima mengangguk. Zahira menghela nafas panjang.mengingat nama itu membuatnya sesak.
"Semoga berhasil mas."ucapnya.Bima tersenyum.Sebenarnya Bima menangkap kegundahah dihati istrinya.
"Apa kau tidak ingin mengatakan sesuatu?"tanya Bima.Zahira mengernyitkan dahinya.
"Apa? "tanya Zahira.
"Barangkali mau mengatakan sesuatu. Aku hanya bertanya."ucap Bima.Zahira tampak berfikir.
"Sebaiknya mas tidur jika akan berangkat pagi.masih ada sedikit waktu."ucap Zahira.
Bima mengangguk pelan kemudian mereka menoleh kearah baby bara yang ternyata sudah tertidur pulas.Zahira membenahi posisi bayinya yang berada dipojok.Kemudian menutup tubuhnya dengan selimut.Bima melingkarkan tangannya ke pinggang istrinya dan memejamkan matanya.
"Aku tau,kamu mencari tau sesuatu. tapi aku akan membicarakan dengan mama dulu. harus mengatakan atau tetap berjalan dalam misi yang sama tujuanya dengan misimu."Batin Zahira.
ππππ
__ADS_1
Waktu menunjukan pukul 06.00,Khalista mengerjabkan matanya.Semalam Tidurnya tidak nyenyak sama sekali.Sudah terbiasa dengan keberadaan Andika yang selalu memberikan pelukan hangat dalam dekapannya selama hampir sebulan ini.
Dan semalam Andika pergi entah kemana membuatnya sulit memejamkan matanya,baru selesai sholat subuh tadi khalista berhasil memejamkan matanya.
Khalista segera beranjak dari tidurnya, melihat tak ada Andika disampingnya.Khalista menghela nafas panjang, mencoba menghilangkan sesak yang menyeruak dalam benaknya.
"Sayang.. Sudah bangun?"tanya Andika yang muncul dari luar. Andika sudah rapi dengan setelan jas yang membuat dirinya semakin tampan.
Khalista segera berdiri,membantu Andika mengenakan dasinya.Hatinya yang terasa sesak kini merasa lega.Wajahnya berbinar karna mendapati Andika disisinnya.
"Mas,pagi sekali bersiap.Mau kemana? "tanya khalista. Andika menatap wajah bantal khalista yang masih saja tetap cantik.
"Aku ada urusan.Aku akan pergi ke pulau S."ucap Andika. Khalista yang yang tadinya bahagia kembali bersedih.Andika menyadari kesedihan istrinya mengusap pelan puncak kepalannya.
"Kenapa? "tanya Andika. Khalista merasakan ngilu. Sepertinya hatinya telah dipermainkan oleh perasaan cinta yang kian merajai hatinya.
"Kamu mau pergi meninggalkanku? "tanyanya.
"Aku ingin membantumu memastikan perasaanmu. "ucap Andika. Khalista menghela nafas panjang.Matanya berkaca. Bahkan tadi malam dirinya merasakan rindu yang menyiksanya.
"Jangan lakukan,aku sudah bisa memastikannya. Aku....
Khalista tak sanggup melanjutkan kata-katanya. Andika menyerangnya secara mendadak.Memberikan ciuman mesra kepada istrinya.
Khalista bahagia tetapi juga bersedih. Airmatanya mengalir deras. Mana sanggup berjauhan dari suaminya yang menyebalkan dan nyatanya membuatnya rindu karna semalam tak menemaninya tidur.
"Jangan menangis. "ucap Andika.
"Mas aku.... "
Sebelum Khalista memberi tahu isi hatinya Andika kembali menyerang khalista.memberika morning kis untuk istrinya hingga Khalista merasa tenang.
"Jangan mengatakan apapun, sesuai kesepakatan kamu akan mengatakan besok.Besok adalah hari ulangtahunmu,aku akan kembali untuk mendengar isi hatimu."ucap Andika. Khalista menatap Andika dengan sorot mata penuh cinta.
"Besok akan kembali? "tanya Khalista. Andika mengangguk pelan.
"Aku akan kembali."ucapnya.
"Boleh aku memelukmu sebentar? "tanya Khalista lagi. Andika merentangkan ke 2 tangannya.Khalista memeluk Andika.Rasa lega tercipta dihatinya.
Aku tau, kamu ingin mengatakan jika kamu telah jatuh cinta padaku.aku hanya ingin sedikit memberikan pelajaran bahwa harus menahan rasa itu rasanya sakit. bertahanlah,aku hanya mengujimu sehari semalam saja. batin Adika.
*ππππ
malamm readers..... semoga salalu sehat.jangan lupa dukung aku ya.... like. komen dan vote. ya.....
thor. up banyakin donkk...
aku usahakan pokoknya.... tapi banyak g bisanya πππbisa crazy up nya hari minggu aja ππmaafkan ya...
__ADS_1
aku tetap berusaha.... selalu dukung aku ya... love sekarung untuk kalian.. ππππππ*