Sampai Akhir Nanti

Sampai Akhir Nanti
episode 101.Misteri 2.


__ADS_3

pertemuan terakhir dengan ayahnya, dengan linangan air mata ayahnya hanya menyerahkan foto pernikahan Bima dan Zahira yang memperlihatkan keluarga yang bahagia, namun belum ayahnya menjelaskan sesuatu, Prayoga datang dan berkata Ayahnya harus segera masuk lagi kedalam tahanan.


"Bianca, Apa yang kamu fikirkan? "tanya prayoga.Bianca menggeleng.


"Om... boleh sekali saja aku bertemu dengan Ayah? Aku merindukan nya, aku lama di negara orang dan lama tak bersamanya." ucap Bianca.


"Kau harus berhasil dulu mengambil harta mereka Bianca, dengan itu kau bisa membebaskan ayahmu dengan mudah. tinggal selangkah lagi Bianca.Kau harus bisa bermain cantik."ucap lelaki paruh baya itu.Bianca terdiam, meninggalkan prayoga ditempat itu.


Prayoga menggeram kesal. meninggalkan ruang kerjanya dan pergi entah kemana.


Pov Bianca.


Hidup itu lucu, kadang aku harus tertawa ketika mengingat tangis mataku, dan kadang juga aku menangis mengingat tawa lepas ku. Ibu yang mencintaiku harus pergi meninggalkan ku, sebelum aku benar-benar bisa untuk membahagiakan nya. dan Ayah yang selama ini menyayangi ku harus mendekam didalam dingin nya penjara.


lalu apa yang harus aku lakukan? Ketika melihat teman yang membuat ku nyaman ternyataa adalah bagian dari orang yang menghancurkan hidupku?


Zahira, Wanita baik itu ternyata adalah salah satu sumber kebahagiaan keluarga yang menghancurkan hidup keluargaku.


dengan keberanian ku, aku mencoba masuk dikehidupan mereka, dari ibu angkat seseorang yang bernama Andika aku memulai aksi ku, dengan dukungan om prayoga Satu-satunya keluarga yang aku punya.Namun ,semakin kesini bukan ambisi dendam yang aku rasakan.semakin kesini aku merasakan begitu eratnya cinta mereka,kekompakan mereka. sama seperti dulu ketika aku mempunyai orang tua yang lengkap seperti mereka.


Semakin kesini aku begitu terpesona dengan mata indah yang selalu menghantui ku, mata indah yang mengusik hatiku. Mata indah yang semakin lama membuatku jatuh cinta kepadanya.


Ahrgggg apa yang kupikirkan? memaafkan kesalahan mereka begitu saja????aku bergulat dengan batinku sendiri.hatiku yang dalam menolak balas dendam, namun emosiku mendukungku.


Tidak... tidak akan. bahkan aku akan semakin serakah, aku ingin menghancurkan mereka. aku juga ingin memiliki cinta Andika.


😇😇😇😇😇😇


.


_.


_.


_,


🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


Waktu menunjukkan pukul 19.00.Zahira masih saja berbaring di ranjang.usia kandungan yang sudah 6 bulan menginjak 7 bulan membuat perutnya semakin membuncit,juga membuat malas untuk bergerak.


Suara klakson mobil yang terdengar ditelinga nya membuat kebahagiaan tersendiri, dengan memegangi pinggangnya Zahira menuruni ranjangnya.Berjalan menuju arah ruang tamu dan menuruni satu persatu anak tangga. Bi Ani membuka pintu dan menampakkan makhluk tampan yang memperlihatkan deretan gigi putihnya.


Bima segera berlari kecil menghampiri Zahira yang berdiri menunggunya.


"Sayang, Kenapa tidak menunggu dikamar saja?"


tanyanya sambil mengecup puncak kepala Zahira dan mengusap perutnya. Bima tersenyum mana kala gerakan makhluk didalam perut istrinya merespon sentuhannya. Bima berjongkok mencium perut Zahira.


"Asalamualaikum Bima junior? Kau merindukan Papi? " tanyanya pelan, sebuah gerakan membuatnya tertawa. Bima kembali berdiri mencium kembali puncak kepala istrinya. kemudian membopong Zahira dengan ke 2 tangannya menuju kamarnya.


"Mas, aku berat lo. jangan menjadikan aku beban mu. " ucap Zahira, ia memandang Bima dengan mesra.


"Kamu tidak pernah menjadi bebanku, kamu adalah tanggung jawabku. Nona Abimanyu."jawabnya, jawaban yang sederhana itu membuat rona merah dipipi Zahira.


Bima membuka pintu kamar yang sedikit terbuka dengan lutuntnya. Bima membaringkan istrinya diranjang kemudian duduk disisinya.


"Jangan banyak bergerak, jangan membuatmu lelah... aku tidak mau kamu kelelahan. "


"Aku akan melakukan sendiri.Istirahatlah,Nona."ucap Bima. Ditengah perbincangan 2 insan itu, terdengar suara yang ramai dibawah sana. suara berisik yang terdengar ditelinga Zahira dan Bima. Keduanya saling berpandangan dan tersenyum.


"Mama, Papa dan Aqila. Mereka benar-benar seperti pasar malam saja."gerutu Bima, Zahira tertawa. mereka berdiri dan berjalan menuju kearah ruang tamu.bergandengan tangan menuruni tangga.


Tampak mama membawa beberapa paperback yang diletakkan di sofa, Sedangkan papa membawa box bayi berwarna Biru dan sangat lucu. Aqila membawa beberapa mainan yang siap digantung di Box bayi itu.


"Malam Ma, Pa, Aqila. " Zahira mendekat kearah mama mertuanya mencium tangan dan pipinya.


"Malam sayang.... Lihat kami membawakan sesuatu untuk Bima junior. " Mama nya Antusias memperlihatkan beberapa paperback. Zahira duduk disamping Mama nya.


"Kak, Aku juga bawa sesuatu. ini khusus untuk mu, dibuka nanti saja okey. " Ucap Aqila sambil mengedipkan matanya.


"Apa itu, Bocah? " tanya Bima.Aqila hanya mengulurkan tangannya, memberikan 2 jempol untuk kakaknya.


"Haiss.... kalian itu ribut saja. Lihat Bima, Zahira. Papa membawakan Box bayi... keren bukan??? " ucap papanya membanggakan diri. disambut tawa mereka. Bi Ani membawakan beberapa gelas minuman untuk majikannya dan meletakkan di meja.


"Kita harus segera merencanakan tasyakuran 7 bulanan, kita berdoa meminta kepada Allah supaya Bima junior terlahir dengan selamat dan tanpa aral melintang apapun." ucap mamanya.

__ADS_1


"Aminn..iya,Ma. Sebenarnya Zahira sudah merencanakan akan kerumah Mama besok, untuk membicarakan itu. Ternyata mama sudah nongol duluan. " ucap Zahira.


"Kamu jangan kemana-mana, Mama yang akan datang untuk mu.Kamu cukup dirumah, makan yang bergizi, olahraga teratur. Mama yang akan mempersiapkan. "


"Betul, Kak. Yang penting kaka sehat, Bima junior juga sehat.Kami sudah sangat bahagia." ucap Aqila.


Zahira tersenyum bahagia, mempunyai keluarga seperti mereka adalah impian bagi kebanyakan orang diluaran sana.


"Hei Bima junior, kau lagi apa?" ucap Aqila yang mengusap perut kakak nya. gerakan direspon oleh bayi kecil didalam sana, Aqila tertawa melihatnya.


"Apa kau mengeluarkan jurus baru didalam? Okey Bima junior, kita akan bersaing nantinya. Tidak-tidak,kita tidak bersaing,Aunty akan mengajarimu jurus memukul tepat sasaran. kita akan berlatih bela diri bersama, okey. "


ucap Aqila.


Mama Tania melotot kearah anak perempuannya. Pasalnya Aqila mengikuti beberapa beladiri yang sejujurnya mama Tania tidak begitu setuju, tetapi papa Alex begitu mendukung nya.


"Kenapa sih,Ma.Gak ada salahnya juga, bela diri itu baik, iyakan Pa. "ucap Aqila sambil memandang kearah Papa nya. Tuan Alex mengacungkan 2 jempolnya.Mama hanya menggelengkan kepalanya.


" Iya kalo kayak kak Bima, kak dika nggak masalah. cewekkan bisa lebih anggun lagi. perempuan diciptakan lemah lembut. "Mama masih saja menggerutu.


"Ma.. bener juga kan apa kata Aqila. Tidak ada salahnya, itu malah nilai plus. Aqila jadi mandiri dan mama harus bersyukur juga, banyak cowok yang takut. jadinya kan tidak salah pergaulan tu anak cwek ,mama. "ujar Abimanyu yang kemudian membuat mamanya sedikit bernafas lega.


"Dengar tu ma, apa Papa bilang g salah juga. Aqila bisa mandiri.jika sewaktu-waktu bahaya datangpun dia punya bekal untuk menjaga dirinya."ucap Papanya. Aqila hanya tersenyum. cewek cantik yang manja dirumah itu memang suka dengan olahraga beladiri sejak masa Sekolah menengah dulu.


Mama hanya diam,merekapun menuju ke ruang Makan setelah Bi Ani mempersiapkan makan malam untuk keluarga bahagia itu.


🤗🤗🤗🤗🤗


Dirumah Khalista. Suasana malam yang sepi membuat wanita cantik itu keluar dari kamar, menikmati angin segar dibalkon kamar. kejadian pagi tadi membuat dirinya semakin gusar.


"Aku rasa Bianca mulai menunjukkan gelagat yang tidak baik.Semoga saja hanya perasaan ku. " ujar Khalista pelan.


"Rencana Apa yang sebenarnya Andika susun, Kenapa sedikitpun aku tidak bisa membaca fikirannya.Apa iya sebenarnya dia sudah mengetahui gelagat tidak baik Bianca?? entahlah.... "batin Khalista bermonolog.


🤗🤗🤗🤗🤗


Happy Reading ya.... jangan lupa dukungannya ya... 🤗🤗🤗🤗🤗. Biar tambah semangat nulisnya.

__ADS_1


__ADS_2