
"Tidurlah, aku akan menemanimu."ucap Andika, sukses membuat wajah khalista merona merah.Khalista menyembunyikan tubuhnya dibalik selimut tebal.Sedangkan Andika masih saja merasa gugup dan berjalan kearah ranjang samping Khalista. Andika berbaring disamping khalista.
Deguban jantung begitu tak beraturan, 2 manusia itu mencoba menahan gejolak rasa yang mengganggu fikirannya.Andika melirik kearah samping, istri cantiknya masih enggan untuk memperlihatkan wajah merahnya. Sedangkan Khalista yang berada dibawah selimut terus saja merutuki dirinya yang meminta Andika untuk menemaninya.
klek...
Dengan sengaja Andika mematikan AC kamarnya, membuat Khalista merasakan keringat yang membasahi tubuhnya. Khalista mengeluarkan kepalanya, bangun dari tidurnya dan menyandarkan tubuhnya disandaran tempat tidur.
"Andika, kenapa mematikan AC nya. Tidak tau apa jika seperti ini terasa panas sekali."protes Khalista. Andika bangun dari tidurnya menatap kearah istrinya yang mengibaskan tangannya karna kepanasan.
" Andika, kamu mau membuat ku.... "
pup...
jari telunjuk Andika menempel sempurna di bibir khalista.keduanya saling memandang, tenggelam dalam pandangan mata yang begitu menyejukan hati.Lagi lagi sebuah rasa menyelinap masuk membuat hati khalista begitu sesak. Namun, sekelebat bayangan foto seorang pria menyelinap difikirannya.bahkan berkali-kali bayangan itu menghantui fikirannya.
Andika perlahan mengangkat dagu khalista.mencondongkan wajahnya, mengamati wajah istrinya lekat-lekat.Khalista tak sanggup menahan rasa yang bergemuruh didadanya, mendorong Andika dan meninggalkan Andika. Air mata khalista mengalir deras, khalista keluar dari kamarnya, mengusap air matanya. Memandang langit luas yang menampakkan bulan dan bintang secara bersamaan.
Mungkin memang ingatannya begitu terbatas,Namun di dalam hati yang paling dalam khalista merasakan hal yang begitu mengusik fikirannya.Wajah lelaki asing itu juga menari difikirannya.Namun Andika tak pernah mau menjelaskan apa yang selalu menjadi pertanyaannya.
"Ya Tuhan... bagaimana hubungan ku yang sebenarnya dengan suamiku?kenapa wajah asing itu selalu mengusik hidupku?" ucap khalista.
Andika melangkahkan kakinya,mendekati khalista yang mendongak menatap bulan dan bintang dibalkon kamar.
"Apa yang kamu fikirkan? " tanya Andika. Aku hanya mencoba untuk mendekati mu, mendekati istriku sendiri.Apa itu begitu mengusikmu hingga meninggalkan ku seperti ini? "ucap Andika. Khalista menghela nafas panjang.
"Aku istrimu, tapi rasanya hatiku membencimu.aku tidak merasakan cinta padamu, bahkan aku hanya marasa kau itu monster yang membuatku selalu merasa jengkel." ucap khalista.
Andika tersenyum sinis memandang kearah khalista.Meskipun ingatannya menghilang,nyatanya hatinya benar-benar tertutup rapat.kata yang keluar dari mulut mungilnya benar-benar menghancurkan perasaan Andika.
"Apa kau yakin? Apa aku tidak pernah terbesit di benakmu?" tanya Andika. Khalista menatap tajam kearah Andika.
"Kau tau,bahkan bayangan pria lain yang menari diotakku ketika aku sekamar denganmu." ucap khalista. berhasil memporak-porandakan hati Andika.
Andika tersenyum sinis.Pengorban selama ini, kesabarannya selama ini nyatanya tetap tidak bisa membuat khalista jatuh hati padanya.
"Aku pernah bertanya padamu sebelumnya tentang bagaimana kebenaran hubungan kita.bukannya kau tidak pernah mau menjawab?" bentak khalista. Andika hanya terdiam.
__ADS_1
"Dan kau tau Andika, Itu yang selama ini aku rasakan didekatmu,rasa sesak yang begitu mengusikku. rasa benci yang menyelinap masuk didalam benakku.bagaimana aku bisa menikah denganmu jika semua yang aku rasakan dan aku ingat adalah semua kejelekan mu? pernikahan yang bagaimana yang kita jalani, Andika?" tanya khalista.
"Aku mencintaimu khalista,dan kau itu istriku.harus bagaimana lagi aku menjelaskannya padamu?" tanya
Andika.
"Kau pikir aku manusia apa? Aku punya perasaan meskipun aku hilang ingatan.apa aku menyetujui pernikahan ini? apa aku juga mencintaimu? " tanya khalista.Andika terdiam.
"Kau tidak bisa menjawab Andika, lalu bagaimana bisa aku melakukan kewajiban ku sebagai istri jika kita tidak saling mencintai hem?"tanya khalista.
"Lalu apa maumu? bukankah kau mengatakan akan belajar menjadi istri yang baik? "tanya Andika. Khalista tersenyum tipis.
"Ya, aku memang akan belajar menjadi istri yang baik.bukankah kau menginginkannya? Aku akan menjadi seperti apa yang kamu mau, tetapi jangan pernah berharap aku jatuh cinta padamu."ucap khalista.perasaan yang berkecamuk membuatnya semakin berani,entah perasaan yang bagaimana yang dia rasakan.Sakit dan bingung berkecamuk menjadi satu.
Andika menghela nafas panjang.Perkataan Khalista membuatnya terkejut.Meskipun berulang kali khalista mengatakan membenci Andika, baru kali ini Andika merasakan sesak ketika istrinya mengatakan bayangan laki-laki lain menari diotaknya.
"Okey... sekarang apa maumu?Apa kau mau aku mengakhiri semua ini?" tanya Andika.Khalista memandang Andika.Darah seakan berhenti mengalir, ketika ucapan Andika terdengar di telinganya.Sakit.Khalista terdiam,diapun tak mengerti dengan perasaannya sendiri.
"Apa maumu?" tanya Andika lagi.Khalista terdiam.
"Tidak ada gunanya juga kamu belajar menjadi apa yang ku mau, jika hatimu menutup rapat kehadiranku.Hiduplah sesukamu khalista, anggap saja kita hanya tetangga yang tak saling mengenal." ucap Andika kemudian meninggalkan khalista yang masih berdiri dibalkon kamar.
"Kenapa harus seperti ini." ucapnya lirih.
###
Brak..
Andika mendorong keras pintu kamarnya. memandang bingkai foto pernikahannya dengan khalista.
"Sial..."ucap Andika.Andika menghela nafas panjang,rasanya kesabarannya sudah benar-benar habis.Khalista, wanita itu benar-benar menguji kesabarannya.
"Okey khalista... Rasanya tidak adil jika aku selalu mengalah dari mu.. Cinta? aku sudah tidak lagi memikirkannya. Bahkan sedang hilang ingatan saja kau tak bisa merasakan cinta yang kuberikan.Apalagi jika aku mengatakan pernikahan kita terjadi hanya karna sebuah misi."ucap Andika.
"Mulai sekarang, hiduplah seperti yang kamu mau, aku tidak akan ikut campur urusanmu." ucap Andika pelan. Andika menoleh ke meja disampingnya.Netranya mendapati berkas yang diberikan oleh Bima, Andika meraih berkas itu dan menghela nafas panjang.
"Bukan lagi sibuk menjelaskan cintaku yang tak pernah mendapatkan tempat dihatimu, mungkin ada baiknya aku memikirkan perusahaan dulu,Khalista."ucap Andika.
__ADS_1
####
Pagi hari yang cerah,sinar hangat merasuk dari celah gorden kamar. khalista melirik jam yang menunjukkan pukul 06.00.Semalam khalista tidak tidur sedikitpun,dan setelah sholat subuh tadi khalista mengistirahatkan matanya sejenak.
Khalista membersihkan dirinya dikamar mandi.Tak berapa lama kemudian khalista melangkahkan kakinya keluar kamar, netranya menoleh kearah kamar Andika yang masih tampak tertutup rapat.
"Non,sarapan dulu.Makanannya sudah siap."ucap Bima Sari yang tiba-tiba saja berada disamping khalista.
"Iya, Bi.Aku akan memanggil Andika dulu."ucapnya.
"Lho, Mas Andika sudah berangkat sejak setengah jam yang lalu, Non." ucap Bisa Sari dan sukses membuat khalista terkejut.
"Oh... ya sudah, Bi.Sebaiknya kita turun, kasian ibu menunggu lama." ucap khalista.
Mereka melangkahkan kaki, menuruni satu persatu anak tangga. Khalista beberapa kali menghela nafas panjang.Percakapannya dengan Andika semalam membuatnya sesak. Bahkan Andika benar-benar mengabaikannya pagi ini.
"Selamat oagi, Bu." ucap khalista menyapa ibu mertuanya.Bu Marni tidak menyahut, hanya diam tanpa menoleh kearah khalista.Khalista lagi-lagi menghela nafas panjang.
"Pernikahan seperti apa yang sebenarnya aku jalani.Bahkan,ibu mertua ku begitu dingin denganku." batin khalista.
"Istri macam apa kamu, jam segini baru bangun.Suamimu sudah sejak tadi meninggalkan rumah." ucap bu Marni Sukses menyesakkan dada khalista.
"Maaf bu.. " ucap khalista.
"Cobalah menjadi istri yang sebenarnya, meskipun ingatanmu belum sempurna.Kau itu wanita pilihan Andika, ibu menyetujui pernikahan kalian karna ibu melihatnya bahagia bersamamu." ucap ibunya, khalista menghela nafas panjang.
Khalista mengambil nasi dan lauknya,Keduanya menikmati sarapan pagi dengan khidmad.Hanya dentingan sendok yang terdengar diruangan itu.
😢😢
_
_
Maaf, baru bisa up..kabar duka dari othor..pak de keluarga dari suami meninggal dunia.
minta ihklasnya fatekhah untuk beliau. semoga diberikan lapang kburnya, diterima amal baiknya.keluarga yang ditinggal diberi kesabaran. amin
__ADS_1
Alfatihah.
🙏🙏terimakasih. readers ter❤....