Sampai Akhir Nanti

Sampai Akhir Nanti
173.S2


__ADS_3

"Ini untukmu,kamu menginginkannya kan?"seseorang disamping Khalista mengulurkan kantong plastik kepada Khalista,Khalista menoleh dan terkejut mendapati orang itu ada disampingnya.


"Micho,"ucap Khalista. Khalista membalik arahnya,ia menjauhi Micho.Entah,bagaimanapun juga melihat micho adalah hal yang menyakitkan baginya.Khalista melebarkan langkahnya.Tetapi Micho masih saja mengejarnya.


"Sabrina,tunggu!"ucap Micho.Khalista tak mempedulikan teriakan Micho,hingga Micho menarik tangan Khalista dengan paksa.Mau tidak mau Khalista menghentikan langkahnya.Khalista menatap Micho dengan tajam, menepis tangan Micho dengan Kasar.


Saat ini pertemuan keduanya setelah kejadian penculikan itu.Pertemuan setelah Andika dan Bima berhasil merebut kembali perusahaan miliknya,pertemuan setelah Andika berhasil menjebloskan Prayoga dalam jeruji besi. Khalista memejamkan matanya.Ia takut Micho akan berbuat hal yang nekat.


"Sabrina,Aku mohon beri waktu aku untuk berbicara."ucap Micho.


"Tidak ada lagi yang harus dibicarakan,Micho.Kita sudah selesai,jangan lagi mengusik hidupku."ucap Khalista tegas. Micho menghela nafas panjang dan mengangguk pelan.Memang sudah menjadi takdir, ketika dirinya harus tidak berjodoh dengan wanita didepannya.


Rasa sakit masih tersimpan dihatinya melihat takdir berkata jika Khalista telah menjadi milik orang lain,rasa sakit mendera hatinya ketika mengingat kejahatan papanya yang telah merebut perusahaan orang lain dengan cara kotor.Rasa sakit mendera hatinya saat mengetahui papa yang dia sayangi ternyata tidak sebaik yang dia bayangkan.Micho menghela nafas panjang.Melepaskan Sabrina dan memilih untuk menuruti Papanya ternyata adalah sebuah kesalahan yang menghancurkan hatinya.


"Sabrina,Maafkan aku."ucap Micho.Khalista terhenyak.4 tahun bersama membuat hatinya sulit untuk melupakan kebersamaan yang dulu sangat berharga.Tetapi rasa sakit yang pernah diberikan Micho terlalu sadis untuk dilupakan.Khalista memejamkan matanya,menghela nafas panjang.


"Micho,lupakan masa lalu.Hiduplah bahagia dengan lembaran baru, aku sudah bahagia dengan suamiku.Anggap saja aku sudah memaafkanmu."ucap Khalista panjang lebar.


Micho menghela nafas panjang,ia mengangguk pelan. Dia menyadarinya,ia mencoba menguasai hatinya.


"Aku memaafkanmu bukan berarti aku kembali padamu,aku sudah bahagia dan menemukan cinta yang lain Micho.Aku sudah bahagia dengan Andika."ucap Khalista.


"Ya,,aku tau itu Sabrina,aku tau.Aku hanya ingin melegakan perasaanku.Rasa bersalah yang selama ini menghantuiku harus hilang,agar aku mampu hidup di masa depan."ucap Micho.Khalista merasa lega, setidaknya masalah dengan Micho telah usai.


"Boleh kita berteman?"tanya Micho.Khalista tampak berfikir.


"Aku berharap kita berteman,tidak lebih.Apa itu juga membuatnya keberatan?"tanya Micho lagi. Khalista terdiam.

__ADS_1


"Aku tidak bermaksud apapun,aku tau kamu kelaparan.Wajahmu pucat sekali,jika kamu menolak martabak dariku karna aku adalah mantan yang pernah menyakitimu.Maka terimalah martabak kesukaanmu ini sebagai tanda pertemanan kita."ucap Micho sambil mengulurkan martabak pada khalista.


Khalista tersenyum singkat, ia memang begitu kelaparan.Tangan Khalista tergerak untuk mengambil martabak.Tetapi sebuah tangan kekar menghalangi aksinya. Khalista dan Micho sama-sama terkejut saat Mendapati Andika berada tepat di depan Khalista. Andika berada diantara Micho dan Khalista.


Andika menatap keduanya bergantian, dan pada akhirnya ia menatap wajah Khalista dengan sorot mata tajamnya.Ia memegang ke dua pundak Khalista.Khalista menghela nafas panjang,ia tau suami tampannya kini telah salah paham dengannya.


"Sayang,apa yang kamu lakukan disini?kenapa bersama dia?"tanya Andika dingin.Khalista menunduk.Khalista bingung harus menjawab apa,Andika dan Micho pernah terlibat perkelahian karna dirinya dan itu membuatnya sulit menjelaskan tentang pertemanan yang diajukan Micho saat ini.


Andika yang tersulut emosi menghadap kearab Micho.Andika menarik kerah baju Micho dan siap melepaskan satu pukulan.Dengan cepat Khalista berada diantara mereka dan menarik tangan Andika agak menjauh.


"Mas,tenangkan dirimu."ucap Khalista.


"Bagaimana bisa aku tenang,Sayang.Mana bisa aku tenang ketika aku melihat dia.Dia manusia laknat yang masih mencintaimu,dia manusia laknat yang mengibarkan bendera perang untuk merebutmu dariku.Mana bisa aku tenang."ucap Andika panjang lebar sambil melirik Micho yang hanya berdiri dengan santainya sambil membawa kantong plastik entah apa isinya.


Khalista meletakkan kedua tangannya di pipi Andika, mengamati wajah tampan Andika yang tampak merah.Khalista menjinjit kemudian mencium sekilas bibir Andika.Membuat Andika merasa tenang,dan Membuat Micho memalingkan wajahnya.


"Aku lapar,Mas.Aku pengin makan martabak.Disana Antri sekali,Micho menawarkan martabaknya untukku."ucap Khalista.


Andika mengarahkan pandangannya ke penjual martabak yang memang sangat ramai sekali.Ia juga menatap Micho yang terlihat tenang.Kemudian menatap Khalista,Andika terkejut ketika mendapati wajah Khalista yang tampak pucat.Khalista memang belum makan sejak pagi.


Andika menggenggam tangan Khalista yang masih berada dipipinya.ia menatap Khalista dengan teduh.Ia tidak tau harus bersikap dilain sisi Khalista sangat kelaparan,Tetapi hatinya masih saja enggan untuk menerima begitu saja pemberian dari rivalnya itu. Khalista menghela nafas panjang.


"Apa kamu meragukan cintaku? Cintaku tidak semurah harga martabak."ucap Khalista lagi. Andika tersenyum mendengar kata-kata Khalista.Ia meraih Khalista dalam pelukannya. Kenapa bisa dia begitu emosi, sedangkan dia tau Cinta khalista begitu besar untuknya.


Adegan yang membahagiakan untuk Khalista dan Andika itu lagi-lagi membuat Micho harus memalingkan wajahnya. Setidaknya walau masih merasa cemburu, ia bisa melihat Khalista bahagia meski bukan dengannya.


"Apa Kalian sudah baikan? "tanya Andika.Khalista melepas pelukannya pada Andika dan menatapnya penuh cinta.

__ADS_1


"Seperti Bianca,Micho menawarkan sebuah pertemanan.Dia ingin melupakan masa lalu dengan meminta maaf padaku,dia butuh maaf seperti Bianca.Untuk hidup lebih baik lagi kedepannya"ucap Khalista.Andika menghela nafas panjang.Fikiran Andika melayang jauh.Sebulan yang lalu sebelum Bianca pergi,Bianca menemui dirinya dan Khalista untuk meminta maaf.


Andika menghela nafas panjang,ia menggenggam tangan Khalista dan berjalan kearah Micho berada.Andika menatap Micho dengan tajam,ketika berada di depan Micho.


"Berikan Martabakmu,aku akan membayarnya."ucap Andika. Micho mengernyitkan dahinya, menatap kearah Andika.


"Aku tidak menjualnya. Disana pedagangnya."ucap Micho,membuat Andika menghela nafas berat.


"Apa maumu? aku tidak sudi memberikan gratisan makanan darimu untuk istriku."ucap Andika seolah menegaskan jika Khalista adalah miliknya.ucapan Andika membuat Micho tertawa,ia begitu yakin jika Andika begitu menyayangi Khalista.


Micho mengambil tangan Andika dan memberikan martabat ditanganinya Andika. Ia tersenyum dan menepuk pelan pundak Andika.


"Bahagiakan Khalista,itu adalah harga yang harus kamu bayar,kebahagiaan seorang teman lebih berharga.Aku juga tidak sudi menerima uang darimu, Tuan Andika Alexander."ucap Micho kemudian berlalu.


Andika mematung,ia memberikan kantong plastik kepada Khalista sebelum Akhirnya mengejar langkah Micho.


"Tuan Micho,Tunggu."teriak Andika. Micho menghentikan langkahnya. Ia berbalik arah dan mendapati Andika didepannya.


"Ada apa? "tanya Micho. Andika menepuk pelan pundak Micho dan mereka saling berangkulan sejenak.


"Terimakasih telah memberikan martabakmu,,,bukankah kita berteman sekarang?"tanya Andika sambil mengulurkan tangannya.Micho tersenyum dan membalas uluran tangan Andika.


"Bahagiakan dia,jangan seperti aku yang menyakitinya."ucap Micho.


"Tanpa kamu meminta aku sudah melakukannya, dia istriku. Dan kewajibanku memang untuk membahagiakannya."ucap Andika tegas.


Khalista menghela nafas lega, setidaknya masa lalunya telah berakhir.Dan kini rasanya bahagia ketika melihat pemandangan yang seperti ini. Andika benar-benar manusia yang memberikan sebuah kebahagiaan yang nyata baginya,memberikan sebuah pelajaran yang berharga baginya.

__ADS_1


😊😊😊😊😊


__ADS_2