Sampai Akhir Nanti

Sampai Akhir Nanti
episode 76.Secarik surat


__ADS_3

Zahira mengerjabkan matanya,jari jari indahnya mengucek-ucek matanya yang masih mengantuk.Zahira melirik jam dinding yang menggantung di dinding kamarnya.Dia begitu terkejut dan membangun kan tubuhnya.Jam menunjukkan pukul 02.00 dini hari, dia mengingat meninggalkan Bima untuk berganti pakaian, namun nyatanya Zahira tertidur karena benar-benar lelah.


"Astaga, mas Bima."


Zahira menurunkan kakinya dari ranjang, melangkahkan kakinya menuju ke ruang tamu. Bima tak ada disana, Mencari kedapur Bima juga tidak ada. pendengaran nya dengan sangat baik mendengarkan suara dzikir, menyebut Asma Allah yang maha Agung.


Hati Zahira berdesir,langkahnya mengikuti arah suara itu, Zahira berhenti didepan pintu kamar tamu.Kamar yang sedikit membuka itu memperlihatkan Bima, dengan khusuk membaca dzikir kepada Allah SWT. Dat yang maha menciptakan langit, bumi serta seisinya.Zahira mengusap dadanya, terharu akan hal yang ada di depannya.


Bima, manusia sombong yang dulu berbeda keyakinan dengannya.Mengucapkan 2 Kalimat Syahadat didepannya, menghalalkan dirinya sebagai istrinya. mengikrarkan ijab qobul didepan penghulu dan para saksi untuk menjadi imam nya. Meskipun dengan segala kekurangan nya, Zahira menerima dengan segenap hatinya karena petunjuk istikharah yang diminta dari sang pemilik langit dan bumi.


dengan pelan mengajarkan tentang agama, tanpa memaksa dan tanpa keterpaksaan.Memberikan kebebasan untuk Bima belajar ketika dia menginginkan dan berhenti ketika Bima mulai bosan, diwaktu setelah Sholat isya. Dengan segala kesabaran dan keikhlasan nya, kini buah manis dari segala perjuangan nya tiada sia.


Selain mendapatkan cinta yang begitu penuh dengan perjuangan waktu itu, Zahira juga mendapat kan hadiah dari Bima yang menyentuh hatinya. Melihat Bima benar-benar meyakini Tuhan Nya adalah hadiah terindah untuk dirinya. Cairan bening begitu saja lolos dari matanya. Perpisahan 3 minggu yang begitu melukai hatinya ternyata membuahkan hal begitu tak terhingga hikmahnya. selalu ada hikmah dibalik semua kejadian.


Zahira melangkah meninggalkan Kamar tamu, mengusap sisa air mata dan menuju kekamarnya.


Zahira mengambil tas nya, mencari ponsel untuk memberikan pesan kepada Bima untuk naik ke kamar setelah sholat. Namun ia menemukan sesuatu di dalam tas yang jarang sekali dia gunakan, karna beberapa minggu di negara X Zahira tak keluar kemanapun. selain makan malam tadi.


Zahira menemukan sebuah kotak hadiah kecil yang terbungkus rapi, Dengan hati yang penuh tanya Zahira membuka kotak itu.tampak sebuah kalung berlian yang indah disana,berinisial BZ. ia juga menemukan secarik kertas yang begitu menyesakkan dadanya.


Dear. Nona galak ku


Waktu begitu cepat bergulir, Aku disini masih mencintaimu, aku mencintaimu dan mencintaimu. Namun, entah bagaimana perasaanmu aku tidak tau.


Namun aku yakin, Aku ataupun kamu yang pergi. Bukan karna perasaan kita sudah sirna, melainkan masing-masing dari kita memang harus berhenti saling menyakiti.


Aku yakin. Sesuatu yang ditakdirkan Tuhan untuk menjadi milik hambanya, Tuhan tidak akan memberikan pada orang lain untuk menerimanya.


Aku tau


Aku banyak sekali melukaimu. Bahkan dari kita menikah, tak sedikitpun aku membahagiakan mu,kamu selalu sabar menghadapi ku, menghadapi segala keegoisan ku, bahkan sampai saat ini, kamu masih mampu menghadapi sikapku, Zahira.


Entah terbuat dari apa hatimu, bagaimana bisa aku mengkhianati cinta tulus mu, aku salah menemuinya tanpa seizin mu, jikalau aku meminta izinmu, pasti kamupun akan mengizinkanku.


Mengizinkan aku meyakinkan perasaanku, menyelesaikan urusan masalalu ku. Aku mencintaimu Zahira,betapa bodohnya aku, memunafikan diriku, berkata aku tidak mencintaimu tetapi aku merasa sakit bila mengatakan itu.


Zahira sayang, aku mencintaimu benar-benar mencintaimu, Maafkan aku.


Bima suamimu


Zahira menghapus Air matanya.netranya menangkap tanggal dan bulan yang sudah berlalu, hatinya berdesir ngilu. Bima memberikan hadiah dimana waktu itu Bima mengetahui Aksa mengantarkannya, pertengkaran dingin, dan berakhir dengan kepergiannya. Andai waktu berputar kembali ingin rasanya Zahira menemukan kotak hadiah itu sebelum dirinya pergi meninggalkan Bima.

__ADS_1


"Mas Bima. " Gumamnya.


"Sayang...! "


Suara itu mengagetkan Zahira, Bima mendekati istrinya, berjongkok dihadapan Zahira, menyeka air mata yang membasahi pipi istrinya.


"Hei.. kau kenapa? Apa mimpi buruk? "


tanyanya. Zahira menggeleng.Bima mengecup kening istrinya mendekap dalam dekap hangatnya.


"Jangan menangis,ceritakanlah padaku. "


"Mas, Maafkan aku. aku salah, maafkan aku. "


Bima melepaskan pelukan zahira, menatap wajah istrinya, mengusap air mata yang terus saja berjatuhan disana.


"Zahira, hentikan tangisan mu, aku sudah banyak membuat air matamu terjatuh, jangan lagi menyiksaku dengan menangis dihadapanku, Sayang. "


"Maafkan aku Mas,terimakasih untuk hadiahnya,aku baru membukanya" ucapnya. Zahira Sambil mengarahkan sebuah kalung berlian cantik itu. Bima tersenyum tipis.


"Jadi ini yang membuat mu menangis?"


Zahira menganggukkan kepalanya. Bima mengambil benda itu dan memasukkan kedalam tempatnya lagi.


"Aku akan membuangnya saja, aku tidak mau melihatmu menangis. "Ucap Bima.


Dengan cepat Zahira menyambar kalung itu kemudian menyerahkan pada Bima.


"Pakaikan untukku" ucap Zahira.


"Aku akan memakaikannya, tetapi kau harus berjanji untuk tidak menangis lagi, kita sudah membuka lembaran baru, jangan lagi meratapi yang sudah berlalu.yang berlalu biarlah menjadi sebuah pelajaran berharga."


Zahira mengangguk, Bima melepaskan Jilbab Zahira, Memandang Wajah cantik yang sangat mempesona itu. memakaikan kalung itu dileher jenjang istrinya.


"Selesai."


Bima Berdiri mengecup kening istrinya penuh cinta. Kemudian naik keatas Atas ranjangnya, menyandarkan tubuhnya di sandaran ranjang. Zahira melakukan hal yang sama, Bima menoleh kemudian tiduran dipangkuan istrinya.


"Kamu dari mana, Mas? " tanyanya, sambil menunduk memandangi wajah tampan Bima.


"Aku dari bawah.Aku mengambil minum, aku haus."

__ADS_1


" Maaf, aku ketiduran."Zahira mengusap Kepala Bima lembut.


"Tidak apa-apa, Sebelum nya tadi aku disini menunggumu.tapi kemudian aku ha us dan turun kembali."


Bima memiringkan tubuhnya, mencium perut istrinya yang masih rata, Zahira tersenyum bahagia.


"Jadilah baby yang baik, jangan nakal didalam perut mommy, okey. " ucapnya pelan.


"Mas,,,!


" Hem..! "


"Apa yang terjadi selama aku pergi? Apa kamu tidak makan dengan baik? Apa tidak tidur dengan baik? Hem?Kenapa kamu tampak lebih kurus? "Tanya Zahira penuh selidik, Bima memegang kedua pipi Zahira.


" Kamu tau, Sejak di negara P aku tidak bisa makan dengan benar, bahkan sampai sekarang. aku hanya makan dengan benar ketika menyantap masakan terakhirmu,Sebelum pergi meninggalkanku waktu itu."


Zahira terkejut mendengar ucapan Bima, ia meraih tangan Bima yang berada di pipinya kemudian menggenggam erat.


"Kenapa bisa begitu? " Tanya Zahira..


"Jangan bertanya padaku, tanjakan saja pada baby di perutmu. mungkin saja dia tidak mau menyakitimu Mommynya, dia ingin membalas kesedihan mu waktu itu padaku." ucap Bima.


Zahira tersenyum tipis, mengingat cerita Bianca kemarin, juga membayangkan rujak buah sisa Bianca dimakan Bima kemarin itu.


"Jadi yang bisa membuatmu makan dengan benar adalah masakanku? "tanya Zahira.


Bima mengangguk.


" Tetapi begini jauh lebih baik, dari pada kamu yang merasakannya."Zahira tersenyum mendengar ucapan Bima.


"Apa yang kamu mau? Aku akan membuatkan untukmu." tanya Zahira, sambil melirik jam yang menunjukan pukul 03.35 dini hari.


"Itu nanti saja, ada hal yang lebih penting dari pada itu. " Ucap Bima. Zahira mengernyitkan dahinya.


"Apa? "


Bima bangkit dari tidurnya, memandang kearah istrinya, Memegang tengkuk Zahira dan menciumnya dengan lembut. Zahira terdiam tadinya, dan membalas ciuman setelah mendapatkan gigitan kecil dari Bima, Bima menyudahi ciumannya, memandang istrinya penuh cinta.


"Apa boleh aku melakukannya? " tanyanya dengan lembut.


Zahira merona. Diapun mengangguk. Bima tersenyum dan menghujani Ciuman di wajah Zahira.Membuka kancing piama Zahira. mulai menjelajahi indah tubuh istrinya. Keduanya tenggelam dalam Surga dunia yang memabukkan, setelah sekian lama berpisah.Dini hari yang panas itu menjadi saksi bahwa mereka saling memaafkan dan belajar menjadi manusia lebih baik kedepannya.

__ADS_1


😍😍😍😍😍


Selamat pagi para readersss.Semoga terhibur ya..jagan lupa like dan Comen dong...like mu, semangagku. 😍😍😍😍😍


__ADS_2